
Disebuah mobil seorang pria terlihat frustasi,bayang2 Histi bersama pria tadi membuat Serkan kesal bukan main.
Lelaki itu mati2an menahan rasanya agar semua baik2 saja,tapi setelah mengantar Adiva pulang Serkan merasa tak tahan lagi.
" Akhhh sial " Umpat Serkan memukul stir mobil.
" Kenapa aku selalu memikirkan gadis itu" Gumam Serkan geram.
Lelaki itu menambah laju mobilnya pulang ke apartemen.
Serkan butuh waktu menyendiri agar hatinya bisa kembali normal lagi.
Ditempat lain,Histi menahan Bryan yang terlihat sangat ambisius.
" Kenapa kau menolak ku Histi ?" tanya Bryan sedikit kesal.
" Kita belum sah Kak " Kata Histi menelan ludah kasar.
" Aku tidak akan berbuat jauh,aku hanya ingin menumpaskan rasa rinduku saja " Ucap Bryan sabar.
Histi menggeleng lemah,lelaki itu pun menjauhkan tubuhnya dan duduk menyugar rambut kasar.
Histi langsung duduk membenarkan gaunnya yang sedikit terangkat.
" Kau memiliki orang lain ?" Tanya Bryan pelan.
" Hah " kata Histi kaget.
" Dulu kau tak seperti ini " kata Bryan sedih.
" Maafkan aku " Ucap Histi menunduk.
" Kau melakukannya ?" tanya Bryan.
Histi menggeleng pelan.
" Aku hanya bingung dengan perasaan ku " jawab Histi.
" Bingung kenapa ? aku tak pernah menduakan kamu meski aku punya peluang untuk itu " Kata Bryan menoleh.
Histi memainkan tangannya sendiri merasa sangat bersalah.
Bryan memang tak salah apapun,semua masalah datang dari gadis itu.
" Aku ingin pulang " Kata Histi menunduk.
" Baiklah,ayo aku antar " kata Bryan berdiri.
" Tidak usah,aku akan menginap dirumah teman " Jawab Histi cepat.
" Teman yang mana ?" tanya Bryan.
" Teman kampus ku,kebetulan tadi aku bertemu dengannya di cafe " Jawab Histi sedikit gugup.
" Tapi aku tidak tau dengan teman mu itu,bagaimana nanti jika Papa mu bertanya ?" tanya Bryan.
" Papa sudah tau " Jawab Histi yakin.
" Benarkah ?" tanya Bryan.
" Ya " jawab Histi mengangguk
" Ya udah,aku pesankan taxi " Kata Bryan mengambil hapenya.
" Aku sudah memesannya,sebentar lagi akan datang " kata Histi cepat.
" Kau melakukan semuanya " kata Bryan menggeleng pelan.
" Ya kau tau aku melakukan semuanya sendiri " Kata Histi tersenyum.
" Aku harap kau tidak membohongi ku Histi " kata Bryan memeluk gadis itu.
" Hm " Jawab Histi memeluk lelaki itu dan mengecup kening Bryan lembut.
" Aku menyayangi Kakak " Kata Histi tersenyum.
__ADS_1
" Aku juga Babe " Jawab Bryan membalas kecupan Histi dipipi.
Keduanya tersenyum,hati Bryan sedikit menghangat dengan perlakuan lembut gadis itu.
Bunyi klakson terdengar,Histi melepaskan lelaki itu dan bersiap2 pergi.
" Kau yakin ?" tanya Bryan.
" iya,aku akan menghubungi mu " Jawab Histi.
" Baiklah,kau harus hati2 oke,ada apa2 hubungi aku " Kata Bryan menjawil hidung gadis itu.
" hm " Jawab Histi tersenyum.
Gadis itu menaiki taxi dan melambaikan tangannya kepada Bryan.
Mobil taxi pun pergi membawa Histi dari rumah mewah tersebut.
" Histi2,kamu selalu membuatku jatuh cinta " Gumam Bryan terkekeh.
Bryan masuk lagi kedalam rumah memasuki kamarnya.
Diperjalanan,Histi mulai deg degan gadis itu tak berencana pulang kerumah apalagi kerumah temannya.
" Aku harus kemana ?" Gumam gadis itu terlihat panik.
Histi hanya ingin menjauh dari Bryan sementara waktu,kejadian tadi sungguh membuat gadis itu ketakutan apalagi Bryan terlihat sangat berhasrat kepadanya.
" Mau saya antar kemana Neng ?" Tanya Pak supir melirik Histi di kaca spion.
Histi diam masih berpikir keras.
" Neng " Tegur si bapak membunyikan klakson.
" Ah iya Pak,jalan X " Kata Histi cepat.
Supir mengangguk,Histi yang tak sengaja menyebut jalan tersebut langsung membekap mulutnya tak percaya.
" apa yang aku lakukan ? kenapa aku ingin kesana ?" Gumam Histi panik.
" Neng,sudah sampai " tegur supir gemas melihat Histi tidak turun juga.
" Hm ya iya Pak berapa ?" tanya Histi tersentak.
" 50 ribu " Jawab supir.
Histi mengangguk dan memberi uang lebih kepada lelaki itu.
" Ambil buat bapak " Kata Histi tersenyum.
Gadis itu pun langsung turun.
" Makasih Neng " Ucap si supir tersenyum bahagia.
Histi mengangguk,mobil itu pun pergi menyisakan Histi yang terdiam menatap gedung tinggi tersebut.
" Apa yang aku lakukan ?" Gumam Histi masih tak percaya kini ia datang menemui lelaki yang berbulan tak ia temui.
Tanpa sadar gadis itu melangkah menuju tempat tinggal lelaki yang telah mengobrak abrik hidupnya dalam sekejab.
Ting..
Bunyi lift terdengar,Histi langsung disambut redupnya lorong apartemen.
Tak ada rasa takut dalam dirinya,gadis itu benar2 sudah diluar kendali.
Dengan berani Histi melangkah hingga sejauh mata memandang gadis itu melihat sebuah percikan api rokok disertai asap mengepul ke udara.
Gadis itu terus melangkah hingga jarak mereka hanya beberapa senti.
Lelaki yang sedang merokok itu menoleh dan terdiam melihat gadis yang membuatnya frustasi kini tepat berada didepannya.
" Dokter "
" Putri "
__ADS_1
Ucap mereka bersamaan.
Serkan menatap gadis itu dari ujung kepala hingga kaki.
Manik Histi berkaca kaca,sungguh ia tak menyangka lelaki yang sangat ia rindukan kini tepat didepan matanya.
" Kenapa kamu ada disini ?" Tanya Serkan berusaha tenang.
Histi mendekat dan berdiri disamping lelaki itu.
" Dokter merokok ?" Tanya Histi mengalihkan.
" Hm " Jawab Serkan tenang.
" Bukannya Dokter tidak merokok ?" Tanya Histi melihat lelaki itu.
" Saya kadang melakukannya saat banyak pikiran " Jawab Serkan.
" Memikirkan apa ?" Tanya Histi tenang.
" Bukan hal yang penting " Jawab Serkan
Histi memejamkan mata seraya meremas bajunya,Serkan menatap kedepan melihat pemandangan dari atas gedung.
" Kenapa kau bisa ada dsini ?" tanya Serkan lagi.
" Aku tidak tau " jawab Histi nanar.
" Kenapa begitu ? apa pacar mu tinggal dsini ?" Tanya Serkan.
" Pacar ?" Ulang Histi.
" Ya,Adiva bilang pria itu pacar mu " Jawab Serkan menghisap rokoknya lagi dan menghembus asapnya ke awan.
Histi menatap lelaki itu dalam,Serkan terlihat sangat dewasa layaknya pria berumur yang lain.
" Ya dia pacar ku " Jawab Histi mengakui.
Serkan mengangguk dengan wajah tenang.
" Pulang lah,tidak baik seorang gadis bermalam bersama pria disatu tempat " Kata Serkan mematikan putung rokoknya dan melempar kebawah.
" Benarkah ?" tanya Histi nanar.
" Ya,kau berencana ingin tidur dengannya ?" Tanya Serkan terkekeh.
" Hm " Jawab Histi mengangguk.
Serkan terkejut dengan jawaban gadis itu.
" Baiklah,selamat malam " Kata Serkan berjalan membuka pintu apartemennya.
Histi menatap punggung lelaki itu dengan sesak yang luar biasa.
Bunyi apartemen terdengar tanda pintu terbuka,lelaki itu masuk kedalam dan secara tiba2 Histi memeluk pria itu dari belakang.
Deg...
Serkan berhenti melangkah mendapat perlakuan tiba2 tersebut.
" Apakah Dokter cemburu ?" Tanya Histi mengeratkan pelukannya.
" Tidak " jawab Serkan melepas tangan gadis itu.
" Bilang kalau Dokter cemburu " Kata Histi memaksa.
" Saya tidak cemburu " Jawab Serkan tenang.
" Hiks hiks " Histi menangis dan terjatuh kelantai merasa lemas dengan jawaban lelaki itu.
Serkan menghela nafas dan berbalik badan.
Histi semakin terisak menangis menutup wajahnya.
" Kenapa saya harus cemburu Putri,saya bukan siapa2 kamu " Kata Serkan memegang bahu Histi.
__ADS_1