Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
540


__ADS_3

Winda masuk kekamar dengan perasaan campur aduk,wanita itu merasa suaminya akan marah besar sekarang.


" Mas Restu mana ?" Gumam Winda tak melihat Restu berada dikamar.


Nur sudah tertidur ditengah ranjang dengan baju tidur birunya,seperti biasa gadis itu sering kelelahan jika pulang larut.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka,nampaklah Restu sedang wajah basah dan setelan baju tidur yang sama dengan putrinya.


" Mas " Panggil Winda mendekat.


Restu tak menjawab,pria itu berjalan mendekati ranjang dan mengambil posisi.


" Mas dengerin aku " kata Winda menahan tangan Restu.


" Aku lelah " jawab Restu datar.


" Mas " rengek Winda melas.


" Terserah kamu masih ada hubungan atau gak sama mantan kamu itu,tapi aku minta jangan bawa anak aku ikut kedalam percintaan kalian " Kata Restu tegas.


Deg...


Winda terbelalak kaget dengan ucapan lelaki itu.


" Maksud kamu apa ? aku gak selingkuh Mas " Ucap Winda kesal.


" Yakin ?" tanya Restu menyelisik.


" Beneran Mas,aku gak punya hubungan apa2 sama Samuel " jawab Winda yakin.


" Terus kenapa Nur bisa kenal sama Samuel ?" tanya Restu bersedekap dada.


" Itu karna....." Jawab Winda mengingat.


" Karna apa ?" Tanya Restu tajam.


Winda terdiam,wanita itu bingung harus menjelaskan seperti apa kronologi yang pernah terjadi dulu karna tau itu pasti menyakiti hati suaminya..


" Kamu diam2 bertemu dia ?" tanya Restu menebak.


" Gak Mas " Jawab Winda menggeleng.


" Lalu apa Hah !" Bentak Restu mulai emosi.


Winda melonjak kaget,suumur2 menikah baru kali ini Restu mengeluarkan suara keras kepada nya.


" Kamu boleh melakukan apapun Winda,tapi sebuah penghiatan itu hal yang aku benci seumur hidup !!" kata Restu dengan jantung berdebar.


" Aku gak berhianat Mas " kata Winda ingin menangis.


" Kalo kamu gak selingkuh terus kenapa Nur bisa panggil Samuel Papa hah,kamu gak menghargai aku sebagai suami dan Ayah kandung Nur !" Kata Restu dengan manik memerah.

__ADS_1


" Mas " Ucap Winda melemah.


" Tega kamu Win " ucap Restu tak percaya.


Lelaki itu langsung mendekati anaknya dan menggendong gadis yang sedang tidur lelap tersebut.


" Mas kamu mau bawa Nur kenapa ?" tanya Winda menahan.


" Lepas !" Ucap Restu mengibas tangannya.


" Jangan pergi Mas,kalian mau kemana ?" tanya Winda terus menahan.


" Biarkan aku tenang dulu,aku sedang tak ingin melihat mu " Jawab Restu tegas.


Deg...


Winda terbelalak kaget,tangan wanita itu melemah melepas genggamannya.


" Maafin aku Mas " Ucap Winda menunduk.


Restu tak menjawab,lelaki itu langsung berjalan keluar dari kamar.


Winda menatap punggung suaminya dengan nanar,sungguh hatinya sakit melihat Restu yg menampilkan wajah kekecewaan.


" Maaf Mas,aku memang membohongi kamu tapi aku gak ada niatan buat khianatin kamu Mas " Gumam Winda menitikkan air mata.


Restu turun kebawah dengan perasaan campur aduk,ia tak tau harus membawa anaknya tidur dimana,yang Restu inginkan adalah ia mau mendinginkan otaknya yang sedang dilanda emosi yang meledak2.


" Restu " panggil Rudi dan Risa yang ternyata belum tidur.


" Kamu mau kemana ?" tanya Risa berjalan cepat.


" Winda mana ?" Tanya Rudi.


" Hm apa ada kamar kosong yang lain dirumah ini ?" Tanya Restu tenang.


" Ada apa Nak ?" Tanya Risa mulai deg degan.


" Hm gak papa Nek,kami mau tidur berdua aja " jawab Restu menutupi.


Risa dan Rudi saling melihat,keduanya yakin bahwa menantu mereka sedang tak akur saat ini apalagi Risa mengetahui kabar bahwa tadi Samuel dan Winda bertemu.


" Kalian ada masalah ?" tanya Rudi hati2.


" Gak Kek " Jawab Restu tersenyum kecil.


" Kalo gak ada,aku mau pesan kamar hotel aja Nek " Kata Restu jengah menunggu.


" Ehh jangan " Kata Risa kaget.


" Jangan,ini sudah malam ayo kekamar mertua kamu aja " Kata Risa cepat.


Restu mengangguk,pria itu pun berjalan menjauh menuju kamar yang dimaksud.

__ADS_1


" Ada apa lagi mereka,kenapa hubungan Winda dan Samuel tak pernah berjalan mulus,selalu saja bermasalah,apa keduanya emang gak diciptakan bersama ya ?" Gumam Rudi heran.


Lelaki tua itu hanya bisa pasrah,ia tak bisa melakukan banyak hal lantaran ia tak punya kuasa juga yg mengatur kehidupan cucunya.


Dengan langkah gontai lelaki itu mengejar istrinya yang mencoba menenangkan Restu yang sedang dilanda kegundahan.


" Nah kamu dan Nur tidur disini aja " kata Risa merapikan seprei.


" Iya Nek " Jawab Restu menidurkan Nur lagi.


Risa tersenyum kecil,ia bisa bernafas lega melihat Restu mulai tenang.


" Ya udah kalo gitu Nenek keluar dulu ya kalian tidur " Kata Risa pamit.


" Iya Nek makasih " Ucap Restu sopan.


Risa mengangguk,wanita itu pun berjalan keluar.


" Gimana Ma ?" Tanya Rudi menunggu didepan.


" Aman Pa,dia gak keluar lagi " Jawab Risa menghela nafas.


" Biarin aja dulu mereka tidur terpisah,mungkin Restu mau menenangkan diri " Kata Rudi tenang.


" Iya Pa kasihan juga sama dia,kadang aku merasa iba juga dengan keadaan Restu yg gak tau apa2 " kata Risa sedih.


" Mereka udah dewasa Yank,biarin mereka menyelesaikan masalahnya sendiri " balas Rudi memegang tangan istrinya.


Pasangan itu pun berjalan balik menuju kamar mereka.


Didalam kamar,Winda dan Restu sama2 terdiam dengan tatapan kosong.


Restu menatap buah hatinya dengan perasaan campur aduk.


" Walaupun Papa banyak kekurangan tapi ketahuilah Nak bahwa Papa sudah mencoba melakukan yg terbaik untuk kamu dan Mama,Papa memang bukan terlahir dari keluarga kaya raya,Papa gak punya banyak harta untuk bawa kalian jalan2 ketempat bagus,tapi apa Papa egois meminta kamu dan Mama menemani Papa tumbuh untuk membahagiakan kalian ?" Gumam Restu berkaca kaca.


" Papa sayang kamu Nak,kamu cahaya untuk Papa,kamu kebahagiaan dan kebanggaan Papa,Papa sakit dengar kamu memanggil pria lain dengan sebutan yang sama,Papa ingin marah Nak,tapi Papa tak bisa melakukannya karna Papa begitu menyayangi kamu dan Mama " Lanjut Restu tanpa sadar hampir menangis.


Lelaki itu mendekap putrinya dengan lembut,bagi Restu Nur merupakan hartanya yg begitu berharga.


Restu tak ingin anaknya sakit apalagi sampai terluka.


Tanpa sadar Restu tertidur dengan dekapan tak lepas,sebenarnya lelaki itu cukup lelah dengan kegiatan hari ini,tapi apa boleh buat ternyata Tuhan memberinya ujian kesabaran yang harus ia lewati dengan kepala dingin.


Di kamar lain,seorang wanita menangis sendirian di ranjang.


Hatinya pilu mengingat sang suami dan anaknya tak ada diruangan itu,biasanya jam segini mereka akan tidur bersama dengan dekapan hangat sang suami,tapi kali ini berbeda,Restu memilih keluar dari kamar membawa putrinya dengan alasan takut menyakiti Winda jika ia terbawa emosi.


" Apakah akan terulang lagi ?" gumam Winda menatap cermin didepannya.


Bayang masa lalu kembali berputar dikepalanya disaat ia harus berpisah dengan Samuel secara paksa dan kini Winda merasa rumah tangganya dengan Restu pun mulai digoncang angin ribut.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2