
Disebuah rumah sebuah keluarga berkumpul di ruang tv.
Hari ini Romi pulang kerumah dengan wajah serius membuat warga rumah canggung untuk menegur.
Salsa tak banyak bunyi begitupun Alexi memilih diam.
" Ada apa Mas ?" tanya Yuni membuka suara.
Romi menarik nafas melihat satu persatu warga disana.
" Apa yang terjadi ?" tanya Yuni deg degan.
" Lex " Panggil Romi tenang.
" Iya Yah " Jawab Alexi mendongak.
" Bagaimana hubungan kamu sama Salsa ?" tanya Romi.
" Hm ya begitu lah " Jawab Alexi melihat Salsa yang diam disamping Byanca.
" Begitu bagaimana ?" tanya Romi lagi.
" Masih berjalan " Jawab Alexi.
" Sampai kapan ?"
Alexi terdiam,pembicaraan Romi sedikit berbeda malam ini membuat lelaki itu bertanya2.
" Salsa " Panggil Romi.
" Iya Yah " Jawab Salsa mendongak.
" Bagaimana dengan Alexi ?" tanya Romi.
" Hm maksudnya ?"
" Apa kamu mau balikan sama dia lagi ?"
" Hah " Pekik Salsa kaget.
" Ayah tak banyak waktu lagi,jika kalian ingin rujuk maka menikahlah lagi dan perbaiki semuanya " Ujar Romi.
" Gak banyak waktu gimana maksud kamu ?" Tanya Yuni kaget.
" Kita udah tua Yank,gak ada yang tau umur " Jawab Romi.
" Ayah mau pergi ya ?" tanya Byanca sedih.
Romi melihat anaknya,pria itu menghela nafas panjang.
Byanca memang masih terlalu kecil jika harus ditinggal,Romi khawatir dengan umurnya yang sudah kepala 5,ia takut tak bisa melepas anak2nya nanti.
" Gak sayang Ayah gak kemana mana kok " Jawab Yuni tersenyum.
" Ayah jangan pergi,kalo Ayah pergi nanti Byan siapa yang jagain " Kata Byanca ingin menangis.
Romi tersenyum mengusap kepala gadis itu.
" Ayah gak akan pernah nunggalin Byan " Balas Romi.
" Janji ya Yah " Kata Byanca menyatukan kelingking.
Romi mengangguk tersenyum.
Alexi menghela nafas panjang,memang makin kesini umur Romi dan Yuni terlihat jauh berbeda.
Ibunya masih cantik dan bugar bahkan wanita itu seperti sedang masa pubertas kedua,lain hal dengan Romi yang terlihat sudah kebapak2an dengan uban tak bisa disembunyikan.
" Kalo kamu serius sama Salsa,kalian menikah saja nanti Ayah urus " Kata Romi kembali ke topik.
" Iya Sa,Lex kalian tunggu apalagi " Sahut Yuni.
Alexi dan Salsa saling melihat,umur keduanya sudah cukup dewasa untuk kembali menikah.
" Kegagalan memang selalu ada,tapi bukan berarti kita harus menyerah,kadang mengulang juga bukan pilihan yang buruk " Ucap Romi.
__ADS_1
" Ibu tau kamu mungkin masih mengingat masa lalu,dulu memang sebuah kesalahan memaksa kalian menikah saat kalian gak punya perasaan apa2,tapi sekarang sudah berbeda bukan " Tebak Yuni.
Salsa menunduk dalam,semua yang dikatakan Yuni dan Romi benar adanya.
Ia kadang merasa ragu dengan Alexi yang terlihat tak serius.
" Bukan hanya kalian yang harus Ayah urus,Serkan juga butuh pantauan apalagi sekarang dia udah punya anak " kata Romi mengingat sang putra.
" Iya Ayah benar,kasihan kakak kamu " kata Yuni sedih jika mengingat anak tirinya.
" Baiklah Yah,Bu aku akan menikahi Salsa " Ucap Alexi tegas.
" Lex " Tegur Salsa melotot.
" Jika dikesempatan ini aku kembali membuat ulah menyakiti kamu dengan segala bentuk apapun,kamu boleh pergi jauh dari ku Sa dan aku janji gak akan pernah ganggu hidup kamu lagi " Ucap Alexi serius.
" kamu serius ?" tanya Romi.
" Iya Yah,aku serius " Jawab Alexi tegas.
" Bagaimana Salsa ?" tanya Romi.
" Baiklah Yah aku akan mencoba " Jawab Salsa menunduk.
" Pernikahan bukan untuk coba2,kamu akan terikat selamanya " Balas Romi.
" Ya aku akan menerima nya lagi " Kata Salsa serius..
" Yang bener ?" Tanya Yuni.
" Iya Bu " Jawab Salsa mengangguk.
Alexi diam menatap Salsa yang penuh semangat,kadang Alexi merasa malu kepada gadis itu.
Salsa sangatlah berpikir dewasa daripada dirinya.
" Ya sudah,bulan depan nikah " Kata Romi memutuskan.
" Hah gak kecepetan Mas ?" Tanya Yuni syok.
Yuni terdiam,sejak Salsa pulang para tetangga mulai ramai mengkepoi hubungan Salsa dengan Alexi apalagi mereka tau dulu keduanya sempat menikah.
" Ya sudah ngikut aja " kata Yuni menghela nafas.
" Baiklah nanti aku hubungi Serkan minta dia balik " Kata Romi tenang.
" Bang Serkan balik Yah ?" Tanya Alexi kaget.
" Ya dia harus melihat kebodohan adiknya " Jawab Romi menyindir.
Alexi mendengus kesal,ia tak terima dengan hujatan sang Ayah.
Yuni dan Salsa mengulum senyum,lelaki dewasa itu bisa juga mengatai Alexi.
" Waah bakal kedatangan cucu nih " Kata Yuni semangat.
" Iya Bu,aku gak sabar lagi mau lihat ponaan "Balas Byanca sejak tadi diam.
Yuni mengangguk,kedua perempuan itu merasa sangat girang.
" Akhirnya bisa kesampaian lihat cucu " Batin Yuni senang.
Ditempat lain nama yang disebut sedang panik menenangkan sang buah hati yang tiba2 menangis.
Histi sangat panik mendapati anaknya menangis tiba2.
Serkan yang pulang terlambat pun ikut panik melihat keduanya menangis tak karuan.
" Cup cup sayang anak Papa jangan nangis dong " Kata Serkan menimang bayi itu.
" Oeeekkk oeekkk " Sutar terus menangis.
" Tu buh nya din ngin huaaaaaaa " Kata Histi terus menangis dipojokan.
Keringat Serkan berhamburan,belum hilang rasa lelahnya kini ia disuguhi pemandangan yang tak menggenakkan.
__ADS_1
" Sania mana Yank ?" Tanya Serkan berusaha tenang.
" Tadi sebelum magrib dia pulang,terus Sutar langsung nangis pas bangun " jawab Histi terisak.
Serkan mengangguk paham,Sutar tak bisa diam ntah apa yang terjadi bocah itu merasa tak enak.
Hening....
Sutar diam menatap wajah Serkan tenang.
" Sayang kamu kenapa ?" tanya Serkan lembut.
Bayi itu masih diam hingga senyum kecil terbit.
" Yank anak kita kenapa ?" Tanya Serkan merasa aneh.
Histi bangun dan mendekati keduanya.
" Ayo kita panggil Mbah " Kata Histi yakin.
" Malam malam gini ?" tanya Serkan melotot.
" Terus harus nunggu pagi ?" tanya Histi kesal.
" Ya tapi kan diluar gelap " Jawab Serkan.
" Kalo kamu gak mau biar aku yang pergi " Kata Histi tegas.
" Iya ya ya tunggu bentar " Tahan Serkan kelabakan..
Lelaki itu menyerahkan Sutar ke Histi dan berlari mengambil jaket dan beberapa peraltan.
Dengan alat seadanya pasangan itu pun membawa sang anak ke rumah sang dukun.
Tak ada rasa takut di wajah Histi,ia yakin ada sesuatu yang menganggu putranya.
Tak lama mereka pun sampai,wanita dengan rambut memutih itu membuka pintu dan menyuruh Histi masuk..
" Tolong Mbah " kata Serkan serius.
" Sini bayinya " Kata si mbah tenang.
Serkan menyerahkan anaknya,kain pembungkus pun dibuka.
" Apa yang terjadi ?" tanya si mbah tenang.
" Dia tadi nangis Mbah terus langsung diam senyum gitu " jelas Histi.
" Kau meninggalkannya ?" tanya si mbah.
" Ngak,tadi sih ada sebentar ditemenin sama Sania " jawab Histi mengingat.
Si mbah mangut2 dan melihat celana bocah itu terlihat disana segumpal kotoran keluar menampakkan diri.
" Kau lupa mencucinya ?" tanya si Mbah gemas.
" Hah dia boker ?" tanya Histi melotot.
" Dia hanya sulit buang air dan mungkin risih karna tak dicuci " Jawab si mbah tersenyum.
" What ??!!! " Pekik Serkan melototkan mata.
" Masa si mbah ? jadi dia nangis karna itunya keras ?" Tanya Histi polos.
Si mbah mengangguk tersenyum.
" Sekarang dia udah lega " jawab si mbah terkekeh.
" Astagaaaaa Histiiiiiiiiiiiii " Desis Serkan menggelutukkan gigi.
Histi cengengesan menggaruk kepala malu melihat Serkan sudah bertanduk.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1