Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
507


__ADS_3

Pintu ruangan terbuka,Samuel yang masih menunggu jawaban adiknya langsung menoleh keluar.


" Sayang " ucap Samuel tersenyum cerah.


Winda diam diambang pintu melihat Samuel menatapnya dengan tatapan sumringah.


" Dia datang " Ucap Tania tersenyum kecil.


" Silahkan masuk Kak " Tegur Tania semangat.


Winda mengangguk dan mulai melangkah masuk seraya menggendong anaknya.


" Hay cantik " Sapa Tania kepada Nur.


Bocah kecil itu tersenyum dengan menundukkan kepala.


" Apa kau baik2 saja ?" tanya Winda tenang.


" Hm sekarang lebih baik " jawab Samuel semangat.


" Kenapa kau meminta ku kemari ?" tanya Winda hati2.


" Aku merindukan mu " jawab Samuel tenang.


" Hah " pekik Winda kaget.


" Hm aku permisi dulu ya " Kata Tania merasa tak enak.


" Ya beli makanan dan minuman untuk gadis cantik ini " Kata Samuel tersenyum.


" Iya " Jawab Tania paham.


Gadis dengan tas bahu itu pun berpamitan keluar.


Kini tinggallah,Winda,Nur dan Samuel yang berada diruangan besar tersebut.


" Kau dari mana ?" tanya Samuel memecah keheningan.


" Mengantar suami ku " jawab Winda jujur.


" Suami ?" ulang Samuel terkekeh.


Winda mengangguk pelan.


" Aku suami mu " Kata Samuel kesal.


" Sam " Tegur Winda tak suka.


" Itu kenyataannya,pernikahan kamu dan Restu tidak sah karna kau masih bersttus istri orang !" Kata Samuel tajam.


Winda melihat Nur,bocah kecil itu menatap Samuel dengan wajah bingung karna menyebut nama Papanya.


" Dia hanya ayah dari Nur,dan kau masih istri ku " Ralat Samuel pelan.


Winda menghela nafas panjang,ia harus bersabar jika sudah berhadapan dengan Samuel yang tak paham situasi sekarang..


" Kau sudah minum obat ?" tanya Winda mengalihkan.


" Belum,aku sengaja menunggu mu datang dan mengurus aku " Jawab Samuel bersedekap dada.


" Sam " Panggil Winda serius.


" Aku tidak menerima penolakan " Jawab Samuel tegas.


" Kau harus melupakan aku,sekarang keadaan sudah berubah,aku tidak ingin menyakiti suami ku " Kata Winda memelas.


" Kau menyakiti aku Winda,kau menikah dengan orang lain sedangkan aku menunggu mu dsini " Kata Samuel geram.


" Kenapa kau menunggu ku,bukankah kita sudah berpisah !" Kata Winda heran.

__ADS_1


" Pisah ? aku tidak pernah mengucapkan perpisahan,kau yang kabur dari tanggung jawab !" Balas Samuel.


" Baiklah aku yang salah " Kata Winda mengalah.


" Siapa yang menyuruh mu ?" tanya Samuel tenang.


Deg...


Winda tersentak kaget dengan pertanyaan lelaki itu.


" Tidak ada yang menyuruh ku " Jawab Winda tenang.


" Kau tidak mencintai aku ?" tanya Samuel menatap manik wanita itu.


" Sam " Panggil Winda lemah.


" Jawab aku ? apa kau benar2 ingin meninggalkan aku saat itu ?" Tanya Samuel nanar.


" Ya " Jawab Winda mengangguk.


" Kau benar melakukannya dari hatimu terdalam ?" Tanya Samuel lagi.


Winda kembali diam,ia merasa terpojok dengan pertanyaan mantan suaminya.


" Jawab aku ! kau tau bagaimana aku menjalani hidup selama ini tanpa kamu ?" Tanya Samuel memegang tangan wanita itu.


" Kita sudah berakhir Sam,tidak baik membahas ini " Jawab Winda.


" Kita harus membahasnya sampai Tuntas,aku ingin tau alasan kau pergi begitu saja padahal saat malam itu kau memeluk ku dengan erat " Kata Samuel mengingat.


Winda menatap Samuel sedih,jika ia ceritakan apa yang terjadi Winda yakin pria itu akan membenci keluarganya sendiri.


" Tidak2,Mama begitu menyayangi Samuel aku gak boleh egois " Batin Winda melarang.


" Kita minum obat dulu ya " Kata Winda mengalihkan.


" Winda " Panggil Samuel menahan.


Samuel terdiam,lelaki itu melirik Nur yang masih menatapnya dengan mulut sedikit terbuka.


" Kamu kenapa ?" tanya Samuel terkekeh pelan.


Nur yang ditegur seketika kaget,bocah itu dari tadi melamun melihat lelaki tersebut mengobrol aneh dengan ibunya.


" Kenapa cantik,sini deketan sama Papa " Kata Samuel memegang tangan gadis itu.


" Papa ?" Ulang Nur mengernyit.


Winda melototkan matanya kepada Samuel yang mengaku sebagai Papa gadis kecil itu.


" Iya,ini Papa Sam " Kata Samuel tersenyum.


Nur melihat Winda,wanita itu hanya bisa menghela nafas lelah.


" Sini duduk diperut Papa " Ajak Samuel menggendong bocah itu mendekat.


Nur menurut dan duduk diperut Samuel menatap lelaki itu dengan wajah lugunya.


" Sam ginjal mu " Tegur Winda kaget.


" Gak papa,gak berat " Jawab Samuel tersenyum.


" Turun aja nanti bahaya " Kata Winda ngeri.


" Gak kok,tenang aja " Balas Samuel.


Winda mengangguk pasrah,wanita itu pun menyiapkan makanan Samuel dinakas karna terlihat disana belum tersentuh sama sekali.


" Nur sayang Papa gak ?" Tanya Samuel menganjak gadis Winda ngobrol.

__ADS_1


" Hm " Jawab Nur mengangguk.


" Sayang Mama juga ?" tanya Samuel lagi.


" Hm " Jawab Nur kembali mengangguk.


" Kalo nanti Papa Nur diganti sama Papa Sam,Nur mau gak ?"


" Sam !" Tegur Winda melotot.


" Aku hanya bertanya " Kata Samuel merasa tak berdosa.


" Dia gak tau apa2 Sam " Kata Winda ingin menangis.


" Gimana ? Nur mau gak ?" tanya Samuel meminta jawaban.


Nur diam,bocah itu menyelisik wajah Samuel dengan teliti,Samuel yang belum pernah berhubungan langsung dengan anak kecil merasa sedikit terhibur sekaligus merasa aneh.


Tep...


Tangan mungil itu menyentuh wajah Samuel lembut,Samuel yang belum siap menerima pergerakan merasa sangat terkejut.


" Gak papa sayang jangan takut " Kata Samuel melihat Nur menarik tangannya lagi kebelakang.


" Papa " Panggil Nur polos.


" Iya,panggil aku Papa " Pinta Samuel girang.


" Papa " Panggil Nur lagi.


Samuel tersenyum bahagia dan melirik Winda yang menatapnya dengan wajah kesal.


Nur kembali meraba wajah Samuel,gadis itu merasa geli saat bulu2 halus diwajah Samuel menusuk kulit lembutnya.


" Hehe sakit ya,Papa belum cukuran " Kata Samuel memegang dagunya yang ditumbuhi bulu.


Nur kembali menyentuh dan tertawa sendiri.


" Ya Tuhan,apa yang sedang aku lakukan sekarang,kenapa ini menjadi sangat rumit " Batin Winda melihat tawa Sam dan Nur bergantian.


Samuel sangat bahagia,lelaki itu tertawa lepas dengan tingkah polos Nur.


Dari luar seorang pria tua mengintip dari celah pintu yang menampilkan keceriaan cucunya.


" Sudah lama sekali tidak melihat cucu ku tersenyum seperti ini " Gumam Zaki nanar.


" Hahaha coba lagi kayak gini " Ucap Samuel terdengar sampai ditelinga Zaki.


Nur terlihat memperagakan sesuatu membuat Samuel tertawa ngakak begitu pun Winda yang ikut tersenyum.


" Mereka seperti keluarga bahagia " Ucap Zaki menahan tangis.


Lelaki itu merasa senang dan terharu melihat perkembangan Samuel sejak ada Winda.


Lelaki pewaris tahta itu seperti punya semangat baru untuk tetap hidup,sangat berbeda sekali dengan Samuel yang dulu penuh dengan keseriusan.


" Akhhh masa tua ku tak berjalan dengan lancar " gumam Zaki lesu.


Zaki terus melihat kebersamaan cucunya hingga manik Winda tak sengaja melihat kearahnya.


Wanita itu langsung terdiam membuat Samuel menoleh dan ikut diam melihat Kakeknya diluar.


" Yah ketahuan " Gumam Zaki terkekeh.


Lelaki itu menggaruk kepala bingung,ia merasa malu tercyuduk oleh mereka semua.


" Zaki " Panggil seseorang dari belakang.


Zaki berbalik badan dan terbelalak melihat seorang lelaki sepantaran dirinya berdiri disana.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2