Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Lima Belas "TSJC"


__ADS_3

Sore hari Citra terlihat sibuk memasukkan beberapa pakaiannya dan pakaian Riko didalam koper, karena mereka akan pergi ke lokasi dimana resepsi pernikahan mereka akan diadakan besok pagi. Lokasi pernikahan mereka adalah di pantai Ancol.


Sementara Riko sedang sibuk menelfon. Riko menelfon dengan sanak keluarganya dan juga keluarga Citra.


Riko memberitahukan mereka bahwa Riko dan Citra akan tinggal di hotel yang terletak tidak jauh dari lokasi resepsi pernikahan mereka. Riko juga meminta mereka untuk menginap dihotel yang sudah Riko booking, agar mereka tidak terlambat dalam menghadiri resepsi pernikahan tersebut.


Setelah semuanya siap, mereka kemudian berangkat menuju hotel tersebut, jarak pantai Ancol dari rumah Riko hanya memakan waktu 20 menit saja, tapi karena kondisi lalu lintas Jakarta yang macet di pagi hari, mengharuskan mereka untuk tinggal di hotel agar acara mereka lancar.


Sementara orang tua Riko dan orang tua Citra juga sedang dalam perjalanan menuju hotel tersebut.


***


Romi juga terlihat sangat sibuk, karena tugas yang Riko berikan yaitu menyebarkan undangan kepada semua mitra bisnisnya, yang didalam maupun diluar Negeri.


Untuk Mitra bisnis yang berada didalam kota, Romi harus mengantarkan undangan yang sudah tercetak ke perusahaan mereka langsung, sementara untuk mitra bisnis yang diluar Negeri, Romi hanya mengirim undangan melalui via email saja, kepada mereka satu persatu.


Pekerjaannya itu membuat dia sakit kepala, bahkan dia tidak sempat mengurus dirinya sendiri selama 2 hari, akibat tugasnya itu. Romi juga tidak ada waktu untuk pacarnya yaitu Silfa.


Silfa juga mengerti dengan pekerjaan kekasihnya, yang ditugaskan oleh Riko, karena dia juga sama dengan Romi, Dia juga sibuk mengurusi pekerjaan kantor sambil menyebarkan undangan untuk pegawai di seluruh perusahaan Riko yang ada di Jakarta.

__ADS_1


Bukan hanya Silfa dan Romi yang bekerja keras menyebarkan undangan, Anton dan Arman juga terlibat didalamnya. Mereka menyebarkan undangan untuk Alumni Riko sewaktu sekolah dulu dan juga untuk teman-teman dan juniornya di kampus. Begitupun dengan Mita, Indah dan Vivi mereka juga sibuk menghubungi alumni mereka yang berada di Jakarta untuk hadir dipernikahan Citra dan Riko.


Pekerjaan mereka tidak ada habisnya, membuat mereka kesal akibat ulah Riko dan Citra yang mempersiapkan acara pernikahan yang begitu mendadak.


Sementara pihak WO juga sedang sibuk mendekorasi lokasi pernikahan Riko dan Citra yang tahap penyelesaiannya sudah mencapai 98%.


***


Setelah 20 menit perjalanan akhirnya Riko dan Citra tiba dihotel lebih dulu. Mereka tiba tepat waktu karena perjalanan yang lancar tidak ada kemacetan sama sekali.


Sementara orang tua mereka masih dalam perjalanan karena mereka masih menunggu rombongan dari keluarga Riko dan juga keluarga Citra.


Saat mereka tiba dibibir pantai, Citra terlihat sangat bahagia, karna akhirnya dia bisa melihat pantai lagi, terakhir kali dia melihat pantai saat dia berada di Korea.


Senyum tidak pernah lepas dari bibir Citra, begitupun dengan Riko yang juga terlihat bahagia melihat istrinya bahagia.


Tidak lama kemudian mataharipun mulai turun, mereka kemudian duduk dipinggir pantai untuk menyaksikan sunset yang begitu indah.


Citra menyandarkan kepalanya dipundak Riko, begitupun dengan Riko, dia juga menyandarkan kepalanya dikepala Citra.

__ADS_1


Tidak henti-hentinya senyuman terus terukir dibibir Citra. Citra sangat bahagia dan dia tidak menyangka bahwa dia bisa bersama dengan laki-laki yang sangat dia cintai tersebut duduk disampingnya dengan anak yang masih berada dirahimnya. Tidak terasa air mata Citrapun menetes karena terharu.


Tidak sengaja Riko berbali kearah Citra dan melihat Citra sedang menangis.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Riko panik sambil mengusap air mata Citra.


"Aku ngga ppa kok kak." ucap Citra lirih sambil tertunduk.


"Kalau kamu ngga ppa, kenapa kamu nangis hmm, cerita sama aku ada apa?" tanya Riko lagi sambil memeluk Citra.


"Aku cuma terharu aja kak, apa kak Riko ingat, pertama kali kak Riko nyatain perasaan kak Riko saat kita di pantai, waktu kita dipisahin sama mama papa, dan kita kembali bertemu di pantai dan sekarang kita akan mengadakan resepsi pernikahan di pinggir pantai, dengan anak kita." ucap Citra lirih sambil mengusap perutnya dengan lembut dengan mata yang berkaca-kaca. Riko hanya menatap mata Citra dengan tatapan yang sangat dalam.


Citra juga menatap suaminya dengan tatapan yang dalam, lalu perlahan-lahan Citra mendekatkan wajahnya kewajah Riko, hingga akhirnya Citra pun mengecup bibir Riko dengan lembut.


"I Love You." ucap Riko tulus setelah Citra melepaskan ciumannya sambil Riko terus menatap mata Citra.


"I Love you too." ucap Citra lirih.


Mereka kemudian saling bertatapan selama beberapa detik sambil melempar senyum manis, lalu Riko langsung menarik Citra dan langsung ******* bibir Citra.

__ADS_1


__ADS_2