
Salsa dan Bryan mengelilingi kota dengan mengendarai mobil mewah lelaki itu.
Ntah dari mana Bryan mendapatkannya dengan cepat Salsa juga tak tau.
Keduanya berjalan mengelilingi alun2 dengan membawa se cup jagung manis.
Awalnya Bryan ragu memakan jagung dalam cup kecil tersebut,tapi melihat Salsa makan dengan lahap membuat lelaki itu penasaran dan akhirnya makan juga meski hanya sedikit.
" wahh ada kebab " Ucap Salsa girang.
" Eeeh mau kemana ?" Pekik Serkan menangkap tangan Salsa yang ingin berlari.
" Beli itu yuk,aku pengen " Jawab Salsa menunjuk grobak.
" Itu gak higenis Salsa,mending beli di restoran turkey aja " Ucap Bryan.
" Ck,nunggu kapan bisa beli,itu enak kok aku sering beli dikampung " Decak Salsa gemas.
" Tapi..
" Udah ayo ikut " Potong Salsa menarik tangan Bryan mendekat.
Lelaki itu menurut,mereka pun tiba di grobak abang2 kebab yang dikerumuni banyak orang.
" Bang 2 ya " Kata Salsa tersenyum.
" Antri ya Neng " Jawab si abang.
" Iya,tapi cepetan ya saya lagi hamil ini Bang " Kata Salsa mengusap perutnya.
" Hah " Kata Bryan terbelalak.
Salsa menyubit pinggang lelaki itu membuat Bryan meringis.
" Hamil anak siapa ?" tanya Bryan berbisik.
Semua orang menoleh kearah 2 anak manusia tersebut.
Salsa cengengesan dan menggandeng lengan Bryan.
" Biar cepet prosesnya " Bisik Salsa pelan.
" Astaga " kata Bryan menganga lebar.
" Duhh sabar ya Nak,,abang nya lagi bikinin pesanan kita " Kata Salsa mengusap lembut cacing2 dalam perutnya yang meronta2 ingin makan.
Glek...
Bryan menelan ludah kasar,Salsa mencubit Bryan lagi agar lelaki itu berlakon dengannya.
" eh iya,em Bang bisa cepetan gak,a anak saya udah lapar " kata Bryan gugup.
Semua orang menatap lagi keduanya,Bryan menggaruk kepala malu.
" Ini Mba,punya saya aja belum dimakan kok " Ucap seorang gadis berkerudung memberi kebab miliknya.
" Hah " Kata Salsa kaget.
" Kakak " Panggil bocah kecil menarik baju perempuan itu.
" Kita ngalah ya Dek,kasihan Mba nya lagi hamil " Ucap gadis itu lembut.
Bryan dan Salsa menganga melihat gadis itu malah berbaik hati kepadanya.
Bryan yang melihat Salsa diam langsung menyenggol kaki gadis itu.
Seketika Salsa mingkem dan kelabakan sendiri.
" Em anu em gak usah Mba,makasih kita nunggu aja " kata Salsa sedikit panik.
" Gak papa Mba,ambil aja saya ikhlas " Ucap gadis itu tulus.
" Gimana ini Kak ?" tanya Salsa khawatir.
" Em ya udah,berapa kamu jual ?" tanya Bryan berusaha tenang.
" 15 ribu pake keju " Jawab gadis itu tersenyum.
Sesaat Bryan terdiam melihat senyum tulus gadis sedikit pucat itu.
" Baiklah,ini untuk mu " Kata Bryan memberi uang 100 ribu.
__ADS_1
Gadis itu mengangguk,dan membuka tas adiknya mencari uang kembalian.
Salsa dan Bryan saling melihat,memantau gadis asing didepan mereka mengobrak abrik tas adiknya.
" Duh kurang,kamu punya gak Dek ?" Tanya gadis itu kepada adiknya.
" Gak ada Kak " Jawab bocah perempuan itu menujuk kantongnya yang kosong.
" Bentar ya Kak,aku tuker dulu " Ucap gadis itu kepada Bryan.
" eeh gak usah " kata Bryan menahan pundak gadis itu dan langsung melepasnya.
" Ambil aja buat kamu,tanda terima kasih " Ucap Bryan tersenyum.
" Tapi ini " Kata Gadis itu menunjuk uang kembalian yang didominasi uang 2ribu.
" Ambil aja " Kata Bryan tersenyum.
" Yang bener Kak ?" tanya gadis itu tak percaya.
" Iya " jawab Bryan mengangguk.
Salsa tersenyum saat gadis didepannya tersenyum malu.
" em ya udah makasih ya " kata Salsa tak enak hati.
Gadis asing itu mengangguk.
Salsa pun langsung menyeret Bryan pergi dari sana setelah mendapat 1 bungkus kebab.
" Astaga,apa yang aku lakukan ?" Gumam Salsa tak percaya.
Bryan diam masih melihat kebelakang 2 gadis beda usia itu mengantri lagi.
Penampilannya sangat biasa,bahkan wajahnya sedikit pucat.
" Kak maafin aku ya,aku gak bermaksud gitu " Kata Salsa merasa bersalah.
Bryan masih diam menatap gadis itu duduk tenang sambil bermain bersama adiknya yang terlihat berusia 4 tahunan.
" Kak " Panggil Salsa menegur.
" Kak Bryan " Panggil Salsa dengan suara kuat.
" Ada apa Sa ?" tanya Bryan.
" Kakak melamun ya ?" Tebak Salsa bersedekap dada.
" Em maaf " Kata Bryan mengusap wajahnya.
" Kakak masih liatin gadis itu ?" Tanya Salsa.
" Hah em ya " Jawab Bryan jujur.
" Kenapa ? naksir ?" tanya Salsa.
" Haha gak lah,ketemu juga baru sekali " Jawab Bryan terkekeh.
" Ya gak jadi masalah,kalo klik dihati walau berpapasan pun bakal masuk " Kata Salsa tenang.
Bryan tersenyum,keduanya duduk di taman dengan dialasi sandal Salsa karna gadis itu kasihan kepada Bryan jika harus melepas sepatu mahalnya.
Jalan bersama Bryan sedikit ribet menurut Salsa karna pria itu terlalu sempurna untuk bersanding dengannya yang biasa.
" Hm,bener juga " Kata Bryan terkekeh.
Salsa membuka bungkusan dan memberikan kepada lelaki itu.
" Nih cicip " Kata Salsa tersenyum.
" Makan aja aku dah kenyang " Jawab Bryan.
" Kenyang lihat cewek tadi ?" tanya Salsa menggoda.
" Haha ya ngak lah,aku udah makan sore " Jawab Bryan tertawa.
" Cicip dikit " Kata Salsa lagi.
" Ngak mau " Tolak Bryan.
" Dikit " Rengek Salsa memaksa.
__ADS_1
" Gak mau Salsa,aku kenyang " Jawab Bryan gemas.
" Coba dik astaga..." Kata Salsa tak sengaja menyodorkan kebab hingga menambrak sekitar bibir dan hidung lelaki itu.
" Aduh maaf Kak aku gak sengaja " kaya Salsa panik.
Bryan menatap gadis itu datar lalu bangkit mengusap hidungnya.
" Ayo beli minum " Ajak Bryan.
" maafin aku Kak " kata Salsa menunduk.
" Iya,ayo cepetan ntar pedes hidung aku " Ucap Bryan tersenyum.
Salsa mengangguk,keduanya pun berjalan menuju warung yang berada dipinggir jalan.
Bryan langsung mengambil 2 botol minuman untuk dirinya dan Salsa.
" Berapa Bu ?" Tanya Bryan membuka dompet.
" 8 ribu " Jawab si Ibu.
Bryan mengangguk dan mencari uang 8 ribu didompetnya tapi naas tak ada uang kecil disana karna lelaki itu baru mengambil uang di Atm.
" Bu Bensin " Pekik seorang gadis baru sampai dengan nafas ngosan2.
Bryan menoleh dan terdiam melihat gadis berkrudung tadi membuka jok motor bersama adiknya yang duduk didepan.
Ibu warung langsung mendekati gadis itu dan menuangkan bensin eceran.
Bryan menyelisik gadis asing itu dari ujung rambut hingga kepala.
Salsa yang duduk tak jauh dari mereka melihat tingkh Bryan yang seperti patung hidup.
Gadis itu pun mendekat dan menepuk pundak si gadis.
" Hay ketemu lagi " Kata Salsa tersenyum.
Gadis asing itu terkejut dan menoleh kebelakang.
" Eh kakak ini lagi " Kata si gadis ikut tersenyum.
" Hm,kenapa isi bensin ya ?" Tanya Salsa basa basi.
" Iya Kak,mogok " jawab si gadis malu.
Salsa mangut2 paham.
" Oh iya,boleh minta nomor hape kamu gak ?" Tanya Salsa tersenyum seraya melirik Bryan yang sudah melototkan matanya.
" Buat apa Kak ?" Tanya gadis itu bingung.
" Ya buat kenal,aku hutang budi sama kamu " Kata Salsa ngeles.
" Hah gak papa Kak aku ikhlas kok,ponaan aku juga gak nangis " Jawab gadis itu.
" Oh itu keponakan ya ?" tanya Salsa.
" Iya "
Salsa kembali membujuk gadis itu hingga gadis asing itu memberikan nomor hapenya kepada Salsa.
Setelah selesai belanja,Salsa menarik Bryan menjauh.
" Nih dapat " Kata Salsa menyodorkan hapenya.
" Kamu apaan sih Sa,malu tau minta nomor hape orang gak dikenal " Gerutu Bryan.
" Beneran gak mau ?" Tanya Salsa mengangkat sebelah alisnya.
Bryan diam.
" Ya udah,aku hapus lagi nih " Ancam Salsa.
" Eeh jangan " Kata Bryan menahan.
Salsa tersenyum lebar,gadis itu yakin Bryan tertarik dengan gadis asing tadi melihat dari raut wajah lelaki tersebut.
Bryan sangat malu tercidyuk oleh Salsa,tapi apa boleh buat dirinya merasa ingin mengenal gadis tersebut tiba2.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.