
Seharian Alexi hanya diam ditempat,pria itu mengaduh sakit saat banyak bergerak dan akibatnya Alexi diomeli Yuni habis habisan.
Wanita itu sangat takut melihat kondisi Alexi apalagi melihat perban dimanik lelaki itu.
" Tuh tuh apa Ibu bilang,ngeyel sih kamu !" Kata Yuni menampar lengan putranya.
" Aku bosen Bu diranjang terus,aku cuma buta bukan lumpuh !" Kata Alexi gemas.
" Ya kan tetap aja,kamu harus banyak istirahat,jangan banyak gerak sana sini" Kesal Yuni.
Byanca dan Romi hanya diam mendengarkan wanita itu terus nyerocos.
" Ayah,antar aku kerumah Nenek aja ya " Bisik Byanca pelan.
" Kenapa ?" tanya Romi ikut berbisik.
" Ibu galak,aku takut " Jawab Byanca ngeri.
Romi terkekeh,memang tak ada yang berani melawan Yuni saat wanita itu sudah mengeluarkan tanduk.
Hanya Alexi kini yang sering melawan karna merasa bosan dengan peraturan ibunya yang membuat kepala Alexi sakit.
" Udah kamu sini aja,Ibu panggilin Dokter !" Titah Yuni setelah selesai membasuh tubuh Alexi dengan air.
" Iya " Jawab Alexi malas.
Yuni berbalik badan dan mendapati anak serta suaminya berbisik2.
" Kalian ngomongin aku ya ?" tanya Yuni berkacak pinggang.
" Hah gak,kita gak ngomongin Ibu " Jawab Byanca pucat.
" Iya,kita lagi bahas acara sekolahnya Byan " Ucap Romi membantu putrinya.
Yuni mendengus dan berjalan keluar.
" Huuuftt aman " Ucap Byanca menghela nafas lega.
" Untung gak ketahuan ibu " Kata Byanca terkekeh.
Romi tersenyum kecil mengusap kepala anaknya.
Siang nanti Romi akan bekerja sekalian mengantar Byanca kerumah neneknya untuk tidur disana.
Romi tak tega harus membiarkan putrinya tidur dirumah sakit karna kondisi Byanca juga kurang memungkinkan,gadis itu terkena flu dan itu sangat bahaya bagi mereka semua apalagi Alexi yang sedang rawan.
Tak lama Dokter pun masuk memeriksa keadaan Alexi.
" Masih sakit ?" tanya Dokter tenang.
" Hm sedikit " Jawab Alexi.
" Dia banyak gerak Dok,marahin aja !" Kata Yuni ketus.
Alexi diam mendengar suara jengkel ibunya.
Dokter tersenyum dan memegang bahu Alexi.
" Jangan banyak gerak apalgi tersenggol karna itu sangat berbahaya,patuhi ibu mu karna dia pasti memberikan yang terbaik " Ucap Dokter pria itu tenang.
" Iya Dok " jawab Alexi mengangguk.
Dokter itu pun membantu Alexi minum obat lalu keluar ruangan.
Suasana kembali sunyi,Byanca dan Romi sudah siap dengan tas mereka masing2.
Keduanya mendekati Yuni yang sedang membersihkan sisa makanan mereka pagi tadi.
" Ayah ayo " Ajak Byanca menarik tangan Romi.
" Iya sayang sabar " Kata Romi menelan ludah kasar.
__ADS_1
Pria itu ingin mendekat tapi takut Yuni masih kesal.
" Kenapa ?" tanya Yuni berbalik.
" hm kita mau pamit " Jawab Romi menggaruk kepala.
" Oh,hati2 " jawab Yuni mendekat.
Romi diam mematung pasrah jika harus dimarahi.
" Kamu pulang kerumah aja Mas,biar aku disini nemenin Alexi " Ucap Yuni mengusap jas suaminya lembut.
" Mana bisa aku ninggalin kalian disini " Jawab Romi kaget.
" Kan ada Serkan,Winda juga pulang kesini kasihan Byanca,rumah neneknya jauh kamu juga harus bolak balik " Kata Yuni menghela nafas lesu.
" Gak papa,aku kuat kok buat kalian " Balas Romi tersenyum.
" Aku kasihan sama kamu Mas,kamu kan udah tua,pasti harus banyak istirahat " Kata Yuni memelas.
Romi mendatarkan wajahnya,ntah mengapa kata 'Tua' dalam kalimat Yuni membuat lelaki itu tak suka.
Yuni mengulum senyum,wanita itu tau suaminya akan protes sebentar lagi.
" Ya walaupun aku sudah Tua tapi aku masih kuat !" Balas Romi kesal menebalkan kata tua.
" Hahahaha " Yuni tertawa geli,Alexi juga tersenyum mendengar tawa ibunya yang hoby menjahili sang ayah.
" Udah ah,terserah kamu aja ntar kalo kamu dah encok,aku cari suami baru " Kata Yuni belum puas.
" Apa !" pekik Romi melotot.
Byanca menghela nafas lelah,gadis itu merasa capek dengan tingkah orang tuanya.
Yuni kembali ingin tertawa,tapi Romi langsung menarik pinggang wanita itu mendekat.
" Kamu mau apa ?" tanya Yuni melotot.
" Emmpptttt " pekik Yuni terbelalak dengan aksi suaminya.
" Ayah,kenapa mata Byan ditutup " Pekik Byanca menampar tangan Romi.
Yuni menampar punggung Romi yang masih bergilya dengan bibirnya.
Alexi menghadap kearah lain,mendengar decak yang ia kenal membuat lelaki itu mengumpat.
" Sialan! Mentang2 aku buta mereka bisa seenaknya ciuman depan anak !" Gumam Alexi kesal.
" Mash emhh pas " Kata Yuni berusaha mendorong Romi.
Byanca terus melawan tangan besar Ayahnya begitu pun Yuni yang ingin meloloskan diri.
" Aaaaaa " Pekik Yuni tertahan saat lelaki itu menyesap kuat.
" Hosh hosh hosh " Nafas Yuni dan Byanca tercekat saat pria itu melepaskan mereka.
" Kamu ihhhh " Kata Yuni menabok wajah Romi kesal.
" Emang enak " Kata Romi santai seraya mengusap bibir basahnya.
" Dasar pria tua !" Hujat Yuni.
" Biarin " Kata Romi mencebik dan berjalan keluar.
" Ayaaah tunggu " Pekik Byanca kelabakan.
Ayah dan anak itu pun keluar ruangan.
Yuni mengusap bibirnya dan menoleh kearah Alexi yang sedang melihat kearah tembok.
" Kamu lihat ?" tanya Yuni oleng.
__ADS_1
" Gak kan aku buta mana bisa lihat kalian lagi ciuman " Sindir Alexi.
Yuni terkekeh menggaruk kepalanya malu.
" Ayah kamu tuh yang nakal " Kata Yuni membela diri.
" Cih sama aja " Cibir Alexi.
Yuni tertawa geli melihat wajah putranya.
Kini giliran Alexi yang marah2,Yuni hanya diam duduk disofa bermain ponsel mendengar ocehan anaknya.
1 minggu kemudian,Alexi dibawa pulang.
Kondisi lelaki itu semakin membaik tapi Alexi belum bisa membuka perban mata karna belum waktunya.
Setiap hari Serkan selalu memantau keadaan lelaki itu,manik Alexi akan dibuka dihari dimana Serkan dan Histi akan melangsungkan akad nikah.
" Ini baju buat acara Kakak mu nanti " Ucap Winda memberi baju yang sudah jadi kepada Alexi.
" Warna apa ?" tanya Alexi.
" Hitam tapi ada batiknya " jawab Winda.
Alexi mengangguk paham.
" Salsa tau gak ya Kak Serkan mau nikah ?" Tanya Alexi.
" Ntah lah,aku tidak tau,Bibi dan Ayah tak ada cerita " Jawan Winda.
" Kenapa ? kamu rindu sama mantan istri kamu ?" tanya Winda.
Alexi tersenyum kecil,dirinya juga tak tau apakah boleh merindukan Salsa atau tidak.
" Lex " Panggil Winda serius.
" Hm " Jawab Alexi..
" Aku dengar Salsa sudah punya pacar " Ucap Winda hati2.
Alexi yang sedang merasai bahan bajunya langsung terdiam mendengar kabar mengejutkan itu.
" Benarkah ?" tanya Alexi.
" Hm,aku dengar dari Histi sedang cerita sama Kak Serkan diruang tamu semalam." Jawab Winda.
Alexi diam menatap nanar.
" Oh bagus lah " jawab Alexi kembali memasang wajah datar.
" Kamu gak cemburu ?" tanya Winda menyelisik.
" Cemburu kenapa ? itu hak dia Win " Jawab Alexi tenang.
" Bukannya kamu masih suka sama dia ?" tanya Winda.
" Kalo pun aku suka,emang dia mau kembali sama aku dengan keadaan seperti ini ? jangankan dia Win,kamu aja pasti gak mau " Jawab Alexi tersenyum kecut.
" Aku mau " Jawab Winda cepat.
deg
drg
deg
❤❤❤❤
Hayo tebakk Winda mau apa ????
Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1