Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
347


__ADS_3

Winda dilarikan kerumah sakit diantar oleh pria yang belum pernah Sindi lihat sebelumnya.


Gadis itu sadar dalam mobil dan menoleh kearah lelaki yang terlihat panik.


" Kenapa kamu nolongin aku ?" tanya Winda pelan.


Lelaki itu tak menjawab dan terus memacu kendaraannya secepat mungkin.


Winda tersenyum dan memegang bahu lelaki itu tapi langsung ditepak oleh pria tersebut.


" Jangan pegang2 " Ucap Lelaki itu tenang.


" Kenapa kamu sangat serius ? aku gak papa " Ucap Winda terkekeh.


" Winda " Tegur Sindi.


" Iya Ma,aku baik aja udah gak berdarah lagi " Kata Winda menoleh kebelakang.


" Kamu masih merasa sakit ?" tanya Sindi.


" Gak Ma,cuma tadi sesak aja " jawab Winda tersenyum.


Ciiiiiiiittttt....


Lelaki asing itu tiba2 mengerem mendadak membuat semua orang kaget.


" Ada apa ?" tanya Sindi mengusap dadanya.


" Kau tidak apa2 ?" tanya Samuel melihat Winda tajam.


" Gak " Jawab Winda menggeleng.


" Lalu untuk apa aku membawa mu ?" tanya Samuel.


Winda diam,Sindi melihat lelaki itu dengan mengulum senyum.


" Ahhh ada apa ini,aku lapar " Kata Winda mengalihkan.


" Iya Kak aku juga lapar,belum makan siang !" Sahut Doni.


" Iya Mama juga " Sahut Sindi.


Samuel menghela nafas mengangguk.


Lelaki itu tidak tau apa yang terjadi kepada Winda tadi,tapi saat melihat gadis itu jatuh lemah dan Sindi menangis membuat Samuel langsung panik.


" Hm Mama juga belum masak nih,gimana kalo kita makan diluar aja ?" Tanya Sindi malu2.


" Boleh Ma,aku juga lapar " Jawab Winda.


Samuel diam masih tak percaya gadis itu bisa sehat dalam hitungan menit.


Sindi dan Winda sangat pintar menyembunyikan kesedihan mereka.


" Mau makan dimana ?" Tanya Samuel tenang.


" Mau makan ayam " Jawab Doni samngat.


" Ayam ?" Ulang Samuel.


" Hm,boleh ya Maaaaa " Rengek Doni.


" Iya boleh,tanya supir gih " Jawab Sindi menunjuk Samuel dengan mulutnya.


Doni menghadap lelaki itu dan tersenyum manis.


" Iya " Jawab Samuel tenang


" Yeeee " Pekik Doni girang.


Winda melirik lelaki itu,Samuel memasang gigi mobilnya dan kembali melaju.


Samuel benar2 sulit ditebak,sifatnya sangat dingin membuat Winda bingung harus bicara apa.


drt drt...


Hape Samuel tiba2 berdering,lelaki itu mengambil hapenya di saku dan melihat nama dilayar.


Winda diam dengan wajah tenangnya menikmati perjalanan.

__ADS_1


" Ehm " dehem Samuel pelan.


Gadis itu menoleh dan tersenyum kepada Samuel.


Sindi melihat dari belakang dengan wajah tenang.


" Kenapa gak diangkat ?" tanya Sindi heran.


" hm nanti saja tante " jawab Samuel sopan.


" Siapa tau penting " Ujar Sindi.


Samuel hanya tersenyum..


" Kenapa Naya nelfon ya ?" batin Samuel deg degan.


Pria itu mengabaikan panggilan karna tak enak dengan Sindi disana..


Disebuah rumah seorang gadis mengumpat kesal melihat panggilannya tak terjawab.


" Gimana diangkat gak ?" tanya Lutfia penasaran.


" Gak Tante ih Samuel kemana sih ?" Gerutu Naya kesal.


" Dia tadi izinnya mau antar baju temennya sebentar " Ujar Lutfia tenang.


" Dia udah janji Te mau makan siang sama aku,aku cape nunggu dirumah,makanya sampe kesini " Kata Naya mengkrucut.


Lutfia tersenyum mengusap kepala gadis itu lembut.


" Sabar ya,bentar lagi juga pulang "


" Ck ya udah deh " kata Naya malas.


Lutfia mengangguk dan menemani gadis itu menunggu anaknya.


Beberapa menit kemudian,mobil Samuel berhenti ditempat makan salah satu yang terkenal di kota.


Mereka semua turun dengan semangat.


" Auuu " Ringis Winda memegang kepalanya.


Sindi dan Doni sudah keluar duluan karna bocah itu benar2 lapar.


" Gak papa " Jawab Winda lirih.


" Ngomong kalo sakit jangan gak papa mulu !" Kata Samuel tegas.


" iya " Jawab Winda menunduk.


" Cepat keluar !" Titah lelaki itu garang.


Winda mengangguk lemah dan mulai turun.


Terik matahari terlihat sangat terang dan panas,Winda berjalan cepat menyusul adiknya.


Saat masuk kedalam tiba2 Winda berhenti melangkah melihat ibunya berpapasan dengan Bibi dan juga Neneknya disana.


Terlihat kedua orang yang sangat dekat dengan Papanya itu menatap Sindi dengan tatapan meremeh.


" Siapa mereka ?" tanya Samuel menegur.


Winda menoleh dan diam.


" Kamu tuli ?" tanya Samuel lagi.


" Bukan siapa2 " Jawab Winda menunduk.


" Jika bukan siapa2 kenapa mereka ada dirumah mu tadi ?" tanya Samuel tenang.


Winda kembali diam.


" Aku rasa kau harus segera diperiksa kedokter,bukan hanya ginjal yang sakit tapi otak sama telinga mu juga " Cibir Samuel.


" Aku gak budeg " Kata Winda kesal.


" Kalau tak budeg kenapa hanya diam !" Sahut Samuel gemas.


Winda menghela nafas dan melangkah mendekati Ibunya.

__ADS_1


" Lihat Ma,apa aku bilang mereka pandai bersandiwara !" Kata Sita menunjuk Winda dengan wajah jijik.


Risa diam saja melihat menantu serta cucunya didepan mata.


" Cepat angkat kaki dari rumah sebelum aku menghamburkan semua barang2 kalian ke jalanan !" Ucap Risa penuh ancaman.


Sindi diam menatap wanita tua itu dengan tatapan yang sulit dimengerti.


" Aku harap Mama tidak menyesal dengan ucapan Mama saat ini !" kata Sindi tegas.


" Eh gak usah ngancem2 " kata Sita mendorong bahu Sindi.


" Tante jangan kasar sama Mama !" Bentak Winda emosi.


Sontak semua orang yang ada disana langsung melihat kearah mereka.


Samuel menatap para wanita itu dengan wajah bingung.


Samuel benar2 tak tau apa masalah Winda kepada 2 wanita dewasa tersebut.


" Ayo pergi Ma " Ajak Sita melihat sekeliling.


Risa mengangguk dan berjalan cepat kearah luar.


" Sudah gak papa " Kata Sindi menenangkan anaknya.


" Mereka keterlaluan !" Kata Winda ingin menangis.


" Mama ada apa ?" Tanya Doni polos.


" Gak papa sayang,ayo makan habis itu kita pulang " Jawab Sindi tersenyum kecil.


Doni mengangguk,mereka pun mencari meja lalu memesankan makanan.


Winda tak makan ayam,gadis itu hanya makan sup yang dicampurkan dengan nasi tanpa garam.


Samuel menatap Winda penuh rasa kasihan.


" Dia pasti menderita makan tanpa rasa " Batin Samuel iba.


Winda makan dengan lahap,bukan karna lapar tapi karna ingin menghalau air matanya yang akan tumpah.


Sindi berusaha sebisa mungkin tenang,apalagi ia dikelilingi anak2 tercintanya terlebih Doni yang tidak tau apapun.


" Tante ayo dimakan " Ajak Samuel mencairkan suasana.


" Iya kamu juga makan " Balas Sindi tersenyum.


Samuel mengangguk dan mulai mempereteli ayamnya.


" Makan lah sedikit " Ucap Samuel memberi potongan ayam kecil untuk Winda.


" Gak usah makasih " Balas Winda menolak.


" Makan " Kata Samuel penuh penekanan.


Winda melirik Sindi,wanita itu terlihat melamun menatap Doni yang makan dengan lahap.


Winda mengambil tangan Samuel dan menyuapkannya dengan cepat.


" Ehh " pekik Samuel tertahan.


" Biar gak dimarahin hehe " Kata Winda cengengesan.


Samuel terdiam hingga senyum kecil terbit diwajahnya.


Mereka sama2 tersenyum dan mulai makan dengn tenang.


Setelah sampai dirumah,Sindi langsung bergerak cepat menaiki anak tangga.


Winda menatap punggung ibunya dengan nanar.


" Apa Mama akan benar2 meninggalkan Papa ?" Gumam Winda berkaca kaca.


Gadis itu tak bisa membayangkan bagaimana hidupnya tanpa Malvin,apalagi lelaki itu tidak tau bahwa Sindi akan membawa mereka pergi jauh.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2