Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
451


__ADS_3

Disebuah rumah besar seorang gadis bersama beberapa bocah ingusan terlihat sibuk mengurus bayi.


Hari ini Serkan dan Histi tak bisa membawa Sutar ikut bersama mereka karna pasangan itu harus pergi ke kantor Reno.


Histi tak mau anaknya terkenal dikantor karna Reno maupun Bara begitu menjaga privasi,Serkan juga tak mau sang anak menjadi objek bahkan sasaran empuk para pesaing mertuanya.


Jadilah bocah itu ditinggal dirumah bersama Nisa dan Azura.


Sebenarnya Histi kurang setuju berhubung ķesehatan neneknya juga kurang baik tapi Serkan meyakinkan Histi bahwa masih ada Azura yang akan membantu.


Gadis itu sedang libur hari ini jadi Azura punya waktu luang.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka,nampaklah seorang gadis cantik baru selesai mandi dengan handuk dikepala.


Gadis itu mendekati ranjang dan mendapati keponakannya sedang tidur nyenyak bersama sang Nenek.


Azura memeriksa kening Nisa dan mendapati Neneknya masih demam.


" Kasihan sekali nenek ku ini " Gumam Azura sedih.


Azura tak tega melihat Nisa mulai sering sakit,memang kesehatan Nisa setahun terakhir sering naik turun faktor usia.


Kadang Azura sering menangis saat Nisa dibawa kerumah sakit,ia begitu takut kehilangan wanita baik tersebut.


Selesai berganti baju,terlihat Sutar sudah bangun.


Bocah itu tak menangis,ia menatap wajah neneknya yang tertidur pulas.


" Sttt jangan berisik ya,nenek lagi tidur " Ucap Azura lembut.


Bayi itu kaget melihat Azura tiba2 menegurnya.


" Zura " panggil Nisa terbangun.


" Iya Nek " jawab Azura tersenyum.


" Sini sayang " Panggil Nisa melambaikan tangan.


Azura mendekat dan duduk bersama Nisa disana.


" Zura " Panggil Nisa memegang tangan cucu keduanya.


" Iya " Jawab Azura ramah.


" Hm boleh Nenek minta sesuatu ?" Tanya Nisa lembut.


" Minta apa ?" tanya Azura mengernyit.


" Nenek minta kamu selalu kuat,sehat dan bahagia " Jawab Nisa tersenyum.


" Hah maksudnya gimana ?" tanya Azura bingung.


" Kamu harus jadi panutan yang baik untuk adik2 kamu,kamu janji sama Nenek kalo kamu bakal jadi anak yang berbakti sama orang tua,baik sama keluarga dan bisa buat Papa kamu bangga " Kata Nisa gemetar..


" Nenek kenapa ngomong gini ?" Tanya Azura sedih.


" Ya gak papa,nanti kalo suatu saat Nenek udah gak ada lagi,kamu bisa ingat kata2 Nenek " Jawab Nisa tersenyum.


" Zura gak mau Nenek pergi " Rengek Azura.


" Nenek juga gak mau sayang,Nenek masih pengen lihat kalian tumbuh punya keluarga " kata Nisa terkekeh.


" Aku mau Nenek tetap bersama kami " Balas Azura mengkrucut.


" Nenek akan berusaha " Balas Nisa hangat.


Keduanya berpelukan,Nisa begitu menyayangi cucu nya tersebut.


Sejak Andrew meninggal kesehatan Nisa mulai terganggu,rasa kehilangan begitu ia rasakan hingga ke anak cucu.

__ADS_1


Azura sangat mirip dengan Papanya,keterdiaman Azura juga persis seperti Andrew bedahal dengan adik gadis tersebut yang lebih mirip ke ibunya.


Beberapa hari ini Nisa sering bermimpi tentang Andrew,Nisa merasa anaknya tersebut sangat merindukan dirinya dan sering meminta ia kembali.


" Oekkkk oekkkk " Sutar tiba2 menangis.


Kedua perempuan itu terkejut dan mengalihkan pandangan.


" Cup cup sayang,kenapa nangis ?" tanya Azura menggendong bocah itu.


" Oekkk oekkkk " Sutar terus menangis.


" Sini sama Nenek " Kata Nisa mengambil alih.


Azura menyerahkan bayi itu dan keajaiban terjadi.


Sutar langsung diam merasakan hangatnya pelukan sang Nenek.


" Lah diem Nek " kata Azura kaget.


" Iya langsung diam " kata Nisa ikut kaget.


Bocah itu tersenyum girang bahkan sampai mengeluarkan tawa.


" Uluh2 senengnya di gendong Oma ya " Goda Azura.


Nisa memengang tangan lembut cicitnya dengan senyum manis.


Bocah lelaki itu sangat mirip dengan Histi,bahkan cara tersenyumnya persis seperti sang cucu.


" Moga aja kamu gesrek kayak emak mu " Doa Nisa.


" Iya Nek,moga aja Sutar kalem kek bapaknya " Sahut Azura.


Keduanya tertawa,tiba2 pintu terbuka menampilkan wajah seseorang.


" Abang " Pekik Azura terbelakak.


" Romeo " Sapa Nisa hangat.


" Apa kabar Bun " Sapa Romeo menyalami Nisa.


" Baik,kamu sama siapa ?" tanya Nisa hangat.


" Sendiri " jawab Romeo.


" Ada apa Bang ?" tanya Azura sopan.


" Tadi Histi kerumah,dia bilang minta jemput kamu bawa Sutar sama Sania " Jawab Romeo.


" Kak Histi dirumah Abang ?" tanya Azura kaget.


" Hm katanya sih habis dari kantor " Jawab Romeo.


" Sekarang mereka dimana ?" Tanya Azura.


" Mau makan siang,makanya aku disuruh jemput,Sania itu siapa ?" tanya Romeo bingung.


" Anak tetangga dia dikampung " Jawab Nisa.


Romeo ber Oh ria,mereka pun keluar kamar dan mendapati Jack sedang merangkul Sania dari atas tangga.


" Woi Jack bukan muhrim " Pekik Romeo.


" Ck masih anak2 ini Bang " Sahut Jack berdecak.


Sania melepas tangan Jack di bahuny,dari tadi gadis itu ingin kabur dari bocah lelaki tersebut tapi Sania bingung mau kemana karna tak ada Histi dirumah.


" Aku aduin sama Mama mu Jack kalo kamu melecehkan seorang gadis " Ancam Romeo.


" Mana ada melecehkan,kami cuma pura2 bermain rumah tangga " Jawab Jack kesal.

__ADS_1


" Apa !" pekik Romeo dan Azura bersamaan.


Nisa tertawa geli,cucu nya satu itu benar sudah diluar kendali,Jack selalu saja berulah jika ada warga baru masuk kerumah.


" Rumah tangga pala mu,pr tuh diisi dulu " Hujat Azura.


" Bisa gak jadi orang gak usah julid " Cibir Jack malas.


Azura menggelutuk gigi kesal,kini ia bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi Angel yang setiap hari tak ada libur berkelahi dengan bocah itu karna memang Jack diciptakan untuk membuat semua orang darah tinggi dirumah.


" Ayo Kak bawa aku pergi " kata Sania menarik baju Azura.


" Kamu diapain sama Jack ?" tanya Azura khawatir.


" Dia gombalin aku Kak,dia bilang mantannya banyak dan cantik2,terus ntar kalo gede dia janji mau nikahin aku,aku takut Kak,aku masih mau sekolah " Adu Sania polos.


Azura menganga begitu pun Romeo yang merasa di tampar berulang2 dengan ucapan Sania barusan.


" Histt jangan kamu kasih tau dong planing kita kedepan " Kata Jack merajuk.


" Planing gigi mu " Jitak Romeo gemas.


" Aaaaa Nenekkkkkkk " pekik Jack berkanjit kesal.


" Jack2,kencing aja belum lurus dah mau ngawinin anak orang " Kata Nisa menggeleng tak percaya.


" Kan masih bayang2 Nek,gak papa dong menghayal dulu " Kata Jack membela diri.


" Ya udah terserah kamu aja,Nenek pusing mau tidur " Kata Nisa pasrah.


" Yahhh Nekkk belain cucu mu napa,ini penerus perusahaan Nekkkk " Pekik Jack menghentak kaki.


Romeo kembali tertawa,lelaki itu merasa terhibur dan tak habis pikir dengan ulah anak terakhir Ana dan Prito itu.


" Dah yuk,bisa gila aku lama2 ladenin Jack " Kata Azura berjalan duluan.


" Eh tasnya gak dibawa ?" Tanya Romeo.


" Oh iya,Sania tolong ambilin tas Sutar dong " Pinta Azura.


Sania mengangguk dan berlari kearah kamar yang sempat ia tiduri kemarin.


" Sini biar Sutar sama aku " Kata Romeo mengambil alih bayi mungil itu.


Azura menyerahkannya dengan hati2,bau parfum Romeo terasa menyegarkan membuat gadis itu salah tingkah.


" Wajah mu memerah " Bisik Romeo pelan.


Deg....


Azura seketika melotot dan menunduk dalam.


Romeo tersenyum kecil dan membawa Sutar pergi duluan.


" Kak aku mau ikut " Pekik Jack histeris.


" Gak,bentar lagi Mama mu jemput " Jawab Azura cuek.


" Ishh kalian pasti modus ya mau pacaran,aku aduin sama Kakek " Ancam Jack..


Azura mendengus kesal,dengan cepat perempuan itu mengeluarkan uang disakunya menyempal kemulut bocah itu.


" Awas kalo berisik " Ancam Azura.


Jack tersenyum miring mengipas uang hijau tersebut.


" Rejeki anak soleh " Kata Jack bahagia.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2