Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
TSJC Extra Part 3 "Pernikahan Kevin dan Indah"


__ADS_3

1 Bulan Kemudian


Riko, Citra, Romi dan Silfa sedang dalam perjalanan menuju Bandung untuk menghadiri pernikahan Kevin dan Indah yang akan dilaksanakan besok pagi.


Mereka berangkat dengan menggunakan mobil masing-masing, Riko bersama dengan istrinya, begitupun dengan Romi.


Dalam perjalanan Riko terlihat fokus menyetir sambil sebelah tangannya terus mengelus perut Citra yang sudah semakin buncit, sambil Riko sesekali tersenyum saat merasakan respon dari anaknya dengan menendang.


"Kak Riko, udah dong ngelusnya!! perut aku sakit." keluh Citra.


"Iya sayang aku minta maaf, aku terlalu semangat bermain dengan anak kita." ucap Riko lembut sambil mengelus pucuk kepala istrinya dengan gemas, setelah itu dia kembali fokus menyetir.


Sementara di mobil Romi, Silfa terlihat tidak bersemangat, dia tampak lesu.


"Sayang, kamu ngga ppa kan? apa kamu sakit?" tanya Romi sedikit khawatir dengan istrinya dan Silfa hanya menggelengkan kepalanya tanda dia tidak apa-apa.


Romi mulai merasa khawatir dengan keadaan Silfa, yang terlihat tidak baik.


"Apa kita perlu ke rumah sakit?" tawar Romi sambil mengelus pipi Silfa.


"Ngga usah Rom, aku ngga ppa, mungkin aku cuma masuk angin aja, setelah kemarin seharian jalan-jalan." jelas Silfa membuat Romi sedikit tenang.


"Ya udah kalau gitu, kamu tidur aja, nanti aku bangunin kalau kita udah di Bandung." ucap Romi lagi sambil mengelus pucuk kepala Silfa, dan Silfa hanya mengangguk lemas lalu menyandarkan kepalanya pada kursi dan tidur.


Riko dan Romi hanya mengantar istri mereka ke Bandung untuk menghadiri pernikahan Kevin dan Indah, sementara mereka berdua tidak dapat menghadiri pernikahan tersebut, karena Riko dan Romi harus ke Jepang untuk melakukan pekerjaanya dan mereka akan berangkat malam ini, tapi sebelum mereka berangkat mereka lebih dulu mengantar istri mereka.


Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan akhirnya mereka tiba di rumah orang tua Citra, dan Silfa akan tinggal di rumah orang tua Citra meskipun di Bandung Romi memiliki tante tapi tetap saja Silfa lebih memilih tinggal bersama Citra karena Silfa merasa sudah dekat dengan Citra.


Setelah memarkirkan mobil mereka di halaman rumah papa Bram, Riko dan Romi pun masuk dengan membawa masing-masing koper istri mereka.


Kedatangan mereka disambut hangat oleh orang tua Citra dan langsung dipersilahkan masuk ke dalam rumah.


Citra sangat senang akhirnya dia bisa kembali ke Bandung setelah sekian lama dia tinggal di Jakarta dan dia juga sangat senang bertemu kedua orang tuanya.


Sementara Silfa yang dari tadi masih merasa tidak enak badan, dia hanya bisa tersenyum lemas.


"Kamu masih ngga enak badan sayang?" tanya Romi khawatir dan Silfa hanya mengangguk.


"Kak Silfa kenapa? kak Silfa sakit? wajah kak Silfa pucat banget." tanya Citra.


"Iya Cit, dia udah seperti ini sejak tadi." ucap Romi.


"Ya sudah, mending sekarang kamu anter istri kamu ke kamar untuk istirahat." tawar papa Bram dan Romi menyetujuinya.


"Ya sudah nak, sini tante tunjukin kamar kamu." ucap mama Ratna sambil berjalan untuk menunjukkan kamar Silfa, Romi pun mengikuti mama Ratna sambil memapah istrinya.


Sementara Romi dan Silfa ke kamar, Di ruang tamu Riko kembali usil kepada Citra dengan mengelus perut Citra lagi dan itu membuat anak yang didalam perut Citra langsung merespon elusan Riko dengan menendang.


"Kak Rikoooo!!!" keluh Citra karena merasakan sakit pada perutnya.


"Aku minta maaf sayang, tapi aku ngga bisa kalau ngga ngelus perut kamu, aku seneng bermain dengan anak kita, ijinin aku yah sayang, ini untuk terakhir kalinya, bentar lagikan aku mau berangkat ke Jepang selama seminggu, jadi selama itu ngga akan ada yang ngelus perut kamu lagi." ucap Riko dengan wajah kasihan membuat Citra pasrah, akhirnya Rikopun kembali mengelus perut Citra dan sesekali dia mengajak anaknya berbicara.


***


Romi membantu Silfa untuk berbaring lalu memasangkan selimut pada tubuh Silfa, lalu Romipun duduk disamping Silfa dengan perasaan khawatir.

__ADS_1


"Kamu serius ngga ppa?" tanya Romi lagi pada Silfa dan Silfa hanya mengangguk, tapi jawaban itu tidak bisa meyakinkan Romi bahwa istrinya benar baik-baik saja.


"Apa aku ngga usah ke Jepang." ucap Romi tiba-tiba membuat Silfa terkejut.


"Rom, kamu jangan kayak gitu, aku serius ngga ppa, kalau kamu ngga ke Jepang gimana nanti pak Riko, nanti di Jepang dia kewalahan ngurusin kerjaan sendirian." ucap Silfa meyakinkan Romi.


"Tapi kamu lagi sakit sayang." ucap Romi lagi.


"Aku ngga ppa, aku cuma masuk angin aja, besok juga aku udah baikan." ucap Silfa lagi.


"Serius kamu ngga ppa?" tanya Romi lagi dan Silfa mengangguk yakin membuat Romi pasrah.


"Ya udah, aku percaya sama kamu, kalau gitu kamu istirahat yah, aku mau ke rumah Kevin dulu sebentar." ucap Romi sambil menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh Silfa hingga dada dan Silfa hanya mengangguk.


Romipun mengecup kening istrinya lalu meninggalkannya.


***


Romi memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah Kevin, terlihat suasana rumah Kevin tidak terlalu ramai.


Saat Romi masuk ke dalam rumah, Romi mendapati Kevin sedang bermain game di ruang tamu.


"Wahh, calon pengantin terlihat santai sekali yah." ucap Romi sambil menghampiri Kevin membuat Kevin terkejut.


"Kak Romi, kapan kak Romi tiba? kok aku ngga denger suara mobil." ucap Kevin.


"Gimana lo mau denger, lo aja sibuk main game." ejek Romi dan Kevin hanya tersenyum.


"Gimana persiapannya?" tanya Romi.


"Udah hampir selesai kak. Oh yah, kak Romi kesini sendiri? kakak ipar mana?" tanya Kevin menyadari bahwa Romi hanya sendiri.


"Kenapa kak Romi ngga bawa dia kesini aja?" tanya Kevin lagi.


"Dia belum terbiasa dengan kalian, lagian gue cuma sebentar disini, tante mana?" ucap Romi sambil berjalan meninggalkan Kevin untuk mencari orang tua Kevin.


Kevin yang masih bingung dengan perkataan Romi pun dia mengikutinya.


"Maksud kak Romi apa? kenapa kak Romi cuma sebentar?" tanya Kevin penasaran.


"Romii." sapa mama Kevin saat melihat Romi.


"Halo tante." ucap Romi ramah sambil menyalami mama Kevin.


"Istri kamu mana nak, kok ngga ada." tanya mama Kevin.


"Dia ada kok tan, cuman dia lagi istirahat di rumah orang tua Citra karena kelelahan." jelas Romi.


Romi terus mengobrol dengan mamanya Kevin, sementara Kevin dari tadi masih penasaran. Akhirnya Kevin pun memotong percakapan antara mamanya dan Romi. Romipun mengatakan bahwa dia harus berangkat ke Jepang karena urusan pekerjaan yang tidak bisa dia tunda dan dia juga mengatakan bahwa dia tidak dapat hadir di pernikahan Kevin besok karena malam ini dia akan berangkat. Orang tua Kevin mengerti dengan keadaan Romi.


***


Setelah makan malam Riko dan Romipun bersiap untuk pergi ke Bandara dengan diantar pak Tono. Mereka berangkat dari Bandara yang ada di Bandung.


Mereka pun mulai berpamitan, awalnya Citra dan Silfa ingin mengantar suami mereka ke Bandara, tapi di cegah oleh suami mereka karena Citra sedang hamil dan Silfa sedang tidak enak badan.

__ADS_1


"Aku berangkat yah sayang, kamu harus jaga kesehatan kamu, kamu harus rutin minum obat yang udah aku beliin." ucap Romi kepada istrinya dan Silfa hanya mengangguk lalu Romipun mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Papa berangkat yah sayang, kamu jangan nakal di perut mama, ok." ucap Riko kepada anaknya dengan berjongkok di depan perut Citra.


"Aku ngga akan nakal papa, jaga kesehatan papa yah." ucap Citra mewakili anaknya dan Riko hanya tersenyum.


"Aku pergi yah sayang, jaga kesehatan kamu dan kamu ngga boleh melakukan pekerjaan yang berat-berat, ok." pinta Riko kepada istrinya dan Citra hanya mengangguk paham lalu Rikopun mengecup bibir istrinya.


"Wahh, pengantin baru dengan yang lama itu perbedaannya sangat jauh yah." gumam Romi melihat Riko lebih romantis kepada istrinya dibandingkan dia.


Lalu mereka pun berangkat ke Bandara dengan diantar oleh pak Tono.


***


Setelah melakukan ijab qobul, resepsi pun di mulai, para tamu sudah berdatangan sejak tadi, keluarga Indah yang berasal dari Negara Cina pun turut hadir di hari bahagia Indah.


Di gedung acara pernikahan Kevin dan Indah.



Sepasang pengantinpun sangat cantik dan ganteng dengan gaun dan setelan yang mereka kenakan, meskipun sederhana tapi aura bahagia mereka tetap terpancar.


Citra dan Silfa juga sudah hadir sejak sebelum acara dimulai.


Acara terus berlangsung, para tamu undangan sedang bergantian naik kepelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai tersebut.


Lalu naiklah Citra dan Silfa juga memberikan mereka ucapan dan hadiah.


Setelah Silfa memberikan kado beserta ucapan selamat kepada Indah dan Kevin, sekarang dia sudah duduk di kursi tamu dengan kondisi yang masih belum membaik.


Tidak lama kemudian seseorang menghampiri Silfa dan orang itu adalah mamanya Mita.


Mamanya Mita menanyakan keadaan Silfa yang sepertinya kurang baik, dan Silfapun menjelaskan kondisinya bahwa mungkin dia sedang masuk angin, tapi mama Mita merasa ragu dengan kondisi Silfa yang sebenarnya, dan akhirnya mamanya Mitapun memberi saran kepada Silfa agar dia melakukan test pack untuk mengetahui kondisi dia yang sebenarnya dan perkataan mamanya Mita membuat Silfa sedikit terkejut tapi juga merasa penasaran.


Sementara Citra masih sibuk bersama Indah, mereka terus mengobrol tapi tiba-tiba saja Vivi datang menghentikan obrolan mereka sambil mengarahkan kamera ponselnya kepada mereka.


Ternyata Vivi sedang melakukan panggilan Video dengan Mita.


"Ya ampun Indah sahabatku, dan Kevin sepupuku, akhirnya kalian resmi jadi suami dan istri tanpa aku hadir di pernikahan kalian." ucap Mita di balik layar tersebut.


"Siapa bilang kamu ngga hadir, sekarang kamu udah hadir." ucap Indah.


"Selamat yah atas pernikahan kalian, aku turt bahagia,, dan ahhh, hadianya udah aku kirim ke Indonesia, dan bakalan sampai selama perjalanan 2 minggu, jadi tungguin yah." ucap Mita membuat Indah kecewa sementara Citra dan Vivi tertawa.


"Sekalian ngga usah deh Mit." ucap Indah kesal.


"Loh kenapa?" tanya Mita ngga paham.


"Harusnya itu kamu kirim hadiahnya 2 minggu sebelum aku nikah, jadi hari ini udah bisa langsung dianter ke rumah aku, jadi aku ngga perlu nunggu kelamaan." ketus Indah.


"Yah suka-suka aku dong, kan yang ngasih hadiah aku, kok kamu komplen." ketus Mita lagi.


Mereka terus menerus mengobrol melalui panggilan video, meskipun hanya melalui panggilan video, tapi itu sudah membuat rasa rindu mereka terobati setelah sebulan lebih Mita tidak bisa dihubungi karena dia sibuk kuliah, sampai akhirnya terputus karena Mita masih ada kuliah.


Acara pun terus berlangsung hingga selesai.

__ADS_1


***


Jangan Lupa Like dan Komennya yah gaysss..


__ADS_2