Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
597


__ADS_3

Setiap hari Restu meminta penjaga nya untuk selalu menghubungi sang istri.


Lelaki itu seperti tak punya siapa2 lagi selain anak istrinya yg jauh dari genggaman.


" Apa sudah tersambung ?" Tanya Restu tak sabaran.


" Belum Pak,masih berdering " Jawab Penjaga melihat lelaki tersebut.


Restu menghela nafas panjang,dirinya tau ini sudah larut untuk menelfon Winda tapi rasa rindunya tak bisa dibendung.


Lelaki itu tak bisa tidur sebelum mendengar suara Winda ataupun anak2nya.


" Sepertinya mereka sudah tidur semua " Ucap penjaga serius.


" Iya,ini memang jam tidur mereka " Balas Restu lesu.


" Ya sudah nanti saya coba hubungi,untuk sekarang Bapak harus istirahat karna besok harus mulai berlatih lagi " Kata Penjaga tenang.


" Baiklah,tapi aku rasa sudah satu bulan ini belum ada kemajuan apa2 " Kata Restu melihat penjaganya dengan serius.


" Jangan pantang menyerah,Bapak harus mencobanya berulang kali " kata Penjaga tegas.


" Sampai kapan ? aku tidak ingin seperti ini terus " Kata Restu mulai frustasi.


" Jika Bapak ingin melihat senyuman diwajah anak dan istri bapak harus berjuang dengan giat "


" Aku sudah melakukannya semampu ku,ini sangat menyakitkan,aku hanya menyusahkan mereka dengan keadaan seperti ini " Kata Restu sedih.


" Bapak akan sembuh dan kembali normal,percaya dirilah " Ucap Penjaga menguatkan.


Restu mengangguk kecil,lelaki itu cukup berusaha selama ini bahkan tak pernah berpikir untuk menyerah,tapi melihat dirinya tak kunjung ada perubahan membuat mental lelaki itu kembali turun.


Restu sangat merasa kesepian,meski tinggal dirumah besar dengan penjagaan dan layanan yg memadai tapi rasa sepiny tetap ada karna pria itu tidak berkumpul bersama anak dan istri.


" Huh aku gak boleh sedih,Winda sedang menunggu ku " Ucap Restu semangat.


Lelaki itu mengambil buku terapinya dan kembali membaca.


kebesokan Sore harinya,Restu dibawa jalan2 untuk menenangkan diri.


Anak buah Rafael tau orang yg mereka rawat sangatlah bosan dirumah,para pekerja sebisa mungkin membuat Restu nyaman disana.


" Kita akan kemana ?" Tanya Restu kepada penjaga.


" Apa kau ingin pergi melihat dunia luar ?" tanya Penjaga balik.


" Ya tapi aku tidak ingin ketaman " Jawab Restu lesu.


" Kenapa ?" tanya penjaga mengernyit.


" Aku tidak ingin menangisi diri ku karna merindukan anak istri " Jawab Restu terkekeh.


" Haha ya kau terlihat sangat mencintai anak istri mu " kata Penjaga tertawa.


" Mereka berarti untuk ku " Ucap Restu malu.


Penjaga mengangguk kecil,ada 5 penjaga disana 1 perempuan yg bertugas didapur dan sisanya penjaga rumah dan antar jemput Restu serta asisten pribadi.


Meski Rafael dan Lutfia meninggalkan dirinya tapi penjagaan para anak buah begitu ketat,hal itu juga yg membuat Restu yakin Nur akan baik2 saja ditangan mereka.


" Kau ikut saja " Ucap Penjaga tersenyum smirk.


Restu mengangguk,dirinya pun dibantu memasuki mobil.


Setibanya di lokasi,Restu kebingungan dirinya berada dimana.

__ADS_1


" Kenapa kita kehutan ?" tanya Restu melihat sekitar.


" Kita akan bertamasya disini " Jawab penjaga seraya memainkan ponselnya.


" Hah tamasya ?" Ulang Restu syok.


" Ya,ini akan menyenangkan " Jawab Penjaga tersenyum.


Restu terdiam,mobil terus melaju membelah hutan yg terlihat sangat terjaga.


" ehh apa itu !" pekik Restu syok melihat sosok binatang buas mengintai mereka.


" Mereka tidak menggigit " Jawab Penjaga melihat.


" Hei Bung,dia punya gigi yg tajam " kata Restu merinding.


" Ya,tapi dia tidak berselera walaupun aku melempar mu ketengah " Balas penjaga terkekeh.


" Kau mengejek ku ?" Tanya Restu tersindir.


" Aku hanya bercanda,mereka semua punya pawang " Jawab Penjaga ramah.


Restu mengangguk,mobil kembali melaju hingga lelaki itu melihat sebuah rumah ditengah hutan yg cukup astetic.


" Kita sudah sampai " Kata penjaga melepas sabuk pengaman.


" Kau tidak berencana melepas ku disini bukan ?" Tanya Restu was2.


" Jika kau tak menurut aku akan melakukannya dengan senang hati " Jawab penjaga santai.


Restu melotot kaget,penjaga itu pun keluar dari mobil dan membantu Restu juga dengan kursi rodanya.


" Wahhh ini luar biasa " Gumam Restu takjub.


" Aku akan membawa mu masuk,nanti akan ada orang lain yg menjaga mu dsini " Ucap penjaga tegas.


" Kau mau kemana ?" Tanya Restu kaget.


" Aku akan berburu,burung goreng sepertinya enak dimakan " Jawab penjaga mengeluarkan senapan panjangnya dari mobil.


Restu mengangguk lesu,lelaki itu juga ingin melakukan hal yg sama tapi dirinya tak seberuntung itu.


Pria dewasa itu pun didorong hingga masuk kedalam.


" Kemana dia ?" Tanya penjaga kepada temannya.


" Sedang memasak " Jawab teman penjaga seraya menyesap rokok.


Penjaga mengangguk dan berjalan kearah lain.


Restu diam saja melihat sekeliling,walaupun banyak putung rokok diluar tapi kebersihan tetap tertata rapi didalam ruangan.


Tak lama penjaga keluar lagi,ia tidak sendiri melainkan bersama seorang gadis dengan baju serba panjang dan rambut dikuncir kuda.


" Ini tugas mu,kau harus menjaga nya dengan baik " Ucap penjaga tegas.


" Apa dia tidak bisa berjalan ?" Tanya gadis itu pelan.


" Ya dia lumpuh,tapi dalam proses penyembuhan " Jawab Penjaga tenang.


Gadis itu melihat Restu dari ujung kaki hingga kepala,Restu tidak tau karna pria itu masih berada ditengah pintu.


" Saya akan pergi nanti malam saya kembali " Ucap penjaga tegas.


" Baiklah " Jawab gadis itu mengerti.

__ADS_1


Penjaga pun berjalan menjauh,gadis tersebut diam masih memperhatikan lelaki asing didepannya.


Tak lama gadis itu mendekat dan memegang kursi roda Restu.


Karna terkejut,Restu pun menoleh dan hampir melompat dari tempatnya.


" Siapa kamu ?" Tanya Restu melotot.


" Saya penjaga rumah ini Tuan " Jawab gadis itu sopan.


" Penjaga ? ditengah hutan ini ?" Tanya Restu syok.


" Iya Tuan " Jawab gadis tersebut tersenyum.


Restu diam,pria itu pun melihat penampilan gadis asing itu dari ujung kaki hingga kepala.


" Sepertiny dia masih sangat muda " Batin Restu menyelisik.


" Hm maaf,apa Tuan sudah makan ?" tanya Gadis tersebut membuka suara.


" Hm siapa nama mu ?" Tanya Restu hati2.


" Nama saya Saras " Jawab Gadis itu tersenyum kecil.


" Cantik " Gumam Restu pelan.


" Maksudnya ?" tanya gadis bernama Saras tak kedengeran.


" Ah tidak,em perkenalkan nama saya Restu " Jawab Restu berusaha mengangkat tangannya.


Gadis itu melihat tangan Restu gemeteran.


" em Maaf,saya em lum...


" Ia Tuan Restu,panggil saya Saras,hari ini saya akan menjaga tuan disini sesuai perintah " Kata Saras memotong.


" Maaf,mungkin saya akan menyusahkan kamu " Kata Restu terkekeh.


Saras hanya tersenyum,gadis itu pun mendorong kursi roda Restu masuk lebih dalam.


Restu terlihat canggung,pria itu tidak pernah lagi berinteraksi dengan gadis lain selain istri dan anaknya.


" Apa disini ada binantang buas ?" tanya Restu teringat.


" Apa Tuan melihatnya ?" Tanya Saras balik.


" Ya tadi dijalan,aku melihat harimau " Jawab Restu merinding.


" Ya dibelakang rumah juga ada beberapa ekor " Balas Saras tersenyum.


" Apa !!" Pekik Restu terbelalak.


" Mereka tidak menganggu,aku setiap hari memberi makan " Kata Saras santai.


Restu melongo dengan wajah syok dan udik,sungguh lelaki itu tak habis pikir dengan apa yg ia dengar dan lihat.


" Apa kau menganggap mereka seperti ayam dan kucing peliharaan ??" Tanya Restu polos.


" Haha ya,kurang lebih seperti itu,bedanya jika aku mmebuat kesalahan maka aku yg jadi makanan mereka " Jawab Saras tertawa.


Restu making melongo,seketika sekujur tubuhnya merinding disko.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2