
Disebuah perusahaan beberapa orang pria duduk berhadapan.
Reno,Romi dan Ben berhadapan langsung dengan Zaki dan asistennya sedangkan Adelard berhadapan dengan Bara dan Alexi berhadapan dengan Samuel.
Semua berkumpul dalam satu gedung,hari ini mereka memutuskan akan menandatangani kontrak terbesar dikota yang kini dipimpin oleh penerus mereka.
Keluarga konglemerat terbesar itu bekerja sama mengembangkan inovasi yang tiada tanding,meski beradu tapi ketiganya memilih bermain aman dan tak saling menjatuhkan,berhubung mereka masih punya ikatan yang cukup kuat.
" Semua berkas sudah ada didalam map ini " Ucap Romi membuka suara.
Asisten Zaki menerima dan membaca secara gadis besar saja.
" Saya harap kerja sama kali ini tak menimbulkan kerugian yang besar " Ucap Ben tenang.
" Ya semua juga berharap begitu dan kerja sama ini mengikat kita menjadi keluarga " Balas Reno.
Semua orang mengangguk setuju,Samuel menatap Alexi dengan wajah yang sulit dimengerti,Adelard yang merasa aneh menegur Alexi lewat sepakan kaki.
Alexi menoleh dan diam dengan kode Adelard.
" Oh iya bagaimana dengan Serkan apa dia akan bergabung juga ?" tanya Reno kepada Romi.
" Belum tau,Serkan baru sampai dia masih butuh istirahat " jawab Romi tenang.
Reno mengangguk paham,hanya lelaki itu yang tak ikut andil karna Alexi juga sudah turun mengikuti jejak Romi.
" Bagaimana dengan mu Sam ? apa siap dengan proyek besar ini ?" tanya Reno beralih ke Samuel.
" Ya aku siap " Jawab Samuel tenang.
" Jangan ada kasus lagi,kita disini sangat rawan di incar para kaum lawan " Ucap Reno tegas.
Zaki melihat cucunya begitu pun Rafael yang menatap Samuel.
" Iya " Jawab Samuel malas.
" Baiklah,jika ketentuan ini sudah disepakati,tanda tangan semua berkas " Kata Reno tenang.
Semua orang mengangguk dengan mengambil map masing2.
Para karyawan begitu ketir dengan pertemuan kali ini bagaimana tidak,pemilik perusahaan legendaris bersatu padu memajukan perusahaanya.
Tak sedikit yang menyentuh salah satu dari mereka tapi berkat pengalaman dan kekuatan bisa menghancurkan debu2 tak berarti itu.
Selesai meeting,Alexi berjalan duluan tapi belum berapa langkah Samuel sudah menegurnya.
" ada apa ?" tanya Alexi tenang.
" Bisa bicara sebentar ?" tanya Samuel.
" Aku tidak punya waktu kerjaan ku menggunung " jawab Alexi.
" Kita sama2 sibuk " Balas Samuel terkekeh.
Alexi mengernyit malas,ia sudah tau kemana arah pembicaraan Samuel.
" Lex " panggil Bara menegur.
" Eh iya Bang " Jawab Alexi menoleh.
" Nanti Sore kerumah Abang ambil berkas yang ketinggalan tadi " Ucap Bara.
" Siap Bang " jawab Alexi patuh.
Bara menepuk bahu Samuel dan berjalan menjauh.
" Huh bisa gila aku kerjaan gak asi kelar " Gumam Alexi mengurut kepalanya.
" Nanti kita bicarakan lagi" kata Samuel tenang.
__ADS_1
Alexi tak menjawab,Samuel berlalu begitu saja meninggalkan dirinya.
" Haisttt cape banget ngurusin urusan orang,kerjaan gue aja gak selesai" Gerutu Alexi gemas.
Lelaki itu kini baru merasakan apa yang Ayahnya rasakan selama ini,bahkan kata Romi itu baru pemula karna yang kedepannya Alexi akan sangat sibuk dan harus pintar membagi waktu.
Dengan rambut acak2an Alexi kembali melangkah mulai membereskan satu persatu kerjaannya.
Dirumah besar,kehebohan terjadi saat Histi dan anaknya sampai.
Nisa yang makin tua menangis haru saat menatap sang cicit kini sudah besar dan bisa berjalan sendiri tanpa bantuan.
" Ya Tuhan terima kasih engkau masih memberi aku kesempatan melihat cucuku " ucap Nisa mengusap wajah Sutar lembut.
Sutar melihat wanita itu aneh,untuk kesekian kalinya bocah kecil itu merasa asing dengan sanak keluarga.
" Kamu kenal Oma Nak ?" tanya Nisa lembut.
" Ndak " jawab Sutar menggeleng.
" Kenal dong " Sahut Histi kaget dengan jawaban anaknya.
" Maaf Nek,Sutar masih bingung sama Ibu aja dia masih cuek " kata Histi tak enak.
" Gak papa,nanti juga lama2 kenal " Jawab Nisa tersenyum.
" Nenek baik2 aja kan,,aku denger Nenek sering sakit " Ucap Histi khawatir.
" Iya namanya juga udah tua " Balas Nisa terkekeh.
" Jangan sakit dong,Histi sedih nih " Kata Histi mengkrucut.
Nisa tersenyum manis,wanita itu memang sudah tua tapi Nisa berusaha tetap hidup agar bisa melihat keturunannya tumbuh.
" Wah2 siapa yang datang ini " Ucap seorang wanita berhijab mendekati mereka.
" Hay Histi astaga ini anak kamu ?" tanya Lulu melihat Sutar.
" Hehe iya Kak " Jawab Histi malu.
" Mamaaaaaa " panggil seorang bocah masuk.
Sutar menoleh dan terdiam melihat seorang gadis cantik dengan hijab yang senada dengan bajunya.
" ini anak Kakak ?" tanya Histi melihat gadis lucu itu.
" Iya ini namanya Syakira anak bungsu " Jawab Lulu malu.
" Antik Ma " Bisik Sutar kepada Histi.
" Iya " Jawab Histi terkekeh.
Syakira bersembunyi malu melihat Sutar menatapnya nanar.
" ehm " Dehem Sutar memegang tenggorokannya.
" ehnmn bukan muhrim " Tegur Histi tau kode Sutar.
" Heheh butan muhlim ya Ma ?" tanya Sutar cengengesan.
" Iyaaa,ini sodara kamu jadi gak usah ngarep " Jawab Histi malas.
" Hahahaha kamu ada2 aja Histi " Kata Lulu tertawa ngakak.
" Yahh adahal antik loh Ma " kata Sutar lesu.
" Astagfirullahalazim " Ucap Nisa beristigfar dengan cicitnya.
Lulu kembali tertawa,Syakira yang ditatap Sutar kembali bersemu malu..
__ADS_1
" Ya udah lah aku cetia aja ma Kak Nia " Ucap Sutar memutuskan.
" Nia siapa ?" tanya Lulu bingung.
" Itu Sania yang kemarin aku bawa " jawab Histi.
" Ohh gadis kecil itu ?" tanya Nisa teringat.
" Iya Nek,sebenarnya mau aku bawa lagi kesini tapi gak dibolehin orang tuanya " jawab Histi lesu.
" Ya iyalah Histi,mana berani orang tuanya kasih anak mereka gitu aja " Balas Lulu paham.
" Nanti kalo udah gede Sutar diajak main kesana biar silahturahmi " Balas Nisa tenang.
" Hm sekalian minang ya kan ?" goda Histi.
" Ehhh " pekik Nisa dan Lulu kaget.
Histi tertawa ngakak begitupun Sutar yang ikut tertawa melihat wajah syok 2 perempuan yang baru ia kenal.
Malam harinya Serkan pulang,semua sanak keluarga berkumpul disana termasuk orang tua dan adik2 Histi.
Reno begitu takjub melihat cicitnya yang kini sudah besar dan aktif.
" Sutar nanti gede mau jadi apa ?" tanya Reno basa basi.
" Hm dadi Bos " Jawab Sutar cepat.
" Bos ?" Ulang Reno kaget.
" Ya bial dak cape kelja " Jawab Sutar polos.
Reno melongo begitupun Aktam dan Bara yang baru pulang bekerja dengan keadaan lelah.
" Emang kamu pikir Bos kerjanya ngapain ?" tanya Aktam kepo.
" Itung uang kayak Mama " jawab Sutar.
" What ??" Pekik Aktam melotot.
Mereka semua melihat Histi,terlihat wanita itu asik berselfi ria dengan Angel dan Azura karna lama tak bertemu.
" Emang kerjaan Mama kamu dikampung ngapain ?" tanya Bara ikut kepo.
" Hm makan tidul duit " Jawab Sutar polos.
" Ehh apaan nih kenapa aku dengar ada yang buka aib ?" Pekik Histi mendekat.
Sutar melihat ibunya dan terkekeh geli.
" Beneran Histi kerjaannya cuma itu ?" tanya Bara kepada Serkan.
" Hm,plus ngerumpi " Jawab Serkan menambahi.
" Betul " Celetuk Sutar tersenyum.
" Yaaaaaankkkkkkkkkk " pekik Histi tak terima.
Bara memplototi Histi dengan mata elangnya membuat wanita beranak satu itu menciut.
" Aku difitnah Pa " kata Histi memelas.
" Wah2 musuh dalam selimut nih " Kata Aktam dramatis.
Sutar dan Serkan saling bertos ria tanda sepakat mengerjai cinta pertama mereka.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1