Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
517


__ADS_3

Semua orang terdiam,Winda terus menunduk dengan tangan saling bertautan.


" Apa maksud kamu ?" tanya Samuel.


" Tanyakan saja kepada orang tua mu " Jawab Restu tenang.


Deg...


Samuel melihat orang tuanya yang hanya diam saja dari tadi.


" Pa " panggil Samuel mengernyit.


" Ya Papa akan jelaskan " Jawab Rafael.


" Pa !" Kata Lutfia melotot.


" Sudah waktunya Ma,aku gak mau lagi kayak gini " Kata Rafael tenang.


Lutfia diam melihat Pony dan Zaki yang juga diam.


" Baiklah Restu saya akan menjelaskan semuanya " kata Rafael menarik nafas.


Restu mengangguk pelan,pria itu begitu hormat kepada Samuel dan Zaki karna keduanya merupakan bos besar tempat ia bekerja.


" Dulu Samuel dan Winda sempat menikah " kata Rafael tenang.


" Samuel mendonorkan ginjalnya kepada Winda tanpa sepengetahuan kami,keluarga saya menolak akan hal itu tapi ini bukan salah Winda sepenuhnya karna Samuel juga terlibat " Lanjut Rafael.


" Saya masih mencintai Winda " sahut Samuel


Restu melihat Samuel dengan tatapan kagetnya.


" Sam " Tegur Zaki.


" Tapi sekarang saya menjadi suami Winda dan kami punya anak " Kata Restu tenang.


" Ya saya tau " Balas Samuel menghela nafas.


" Untuk meluruskan semua ini,saya meminta Samuel melepaskan Winda secara resmi meski sebenarnya Winda memang bukan milik dia lagi " kata Rafael melihat Samuel.


" Istri saya bukan barang yang bisa diover sana sini " Kata Restu merasa tersinggung.


" Bukan begitu Restu,ini demi kalian juga,saya tidak mau nanti Samuel menjadi bomerang untuk pernikahan kalian " Kata Rafael serius.


Restu mengangguk paham,Winda disuruh maju kedepan berhadapan dengan Samuel.


Manik Samuel mulai berkaca kaca,sungguh ia tak bisa menatap Winda saat ini apalagi manik Winda juga menunjukkan kesedihan.


" Sam " Tegur Zaki.


Samuel mengangguk pelan.


" Maaf " Ucap Samuel menunduk.


" Aku juga " kata Winda bergetar.


" Aku tau ini salah ku tidak bisa menjaga kamu dengan baik,aku terlalu bodoh menjadi seorang pria dan suami,harusnya aku mengetahui bahwa perpisahan kita dikarenakan ketidaksetujuan orang tua ku,aku begitu menyesalinya Win,jika waktu bisa diputar aku akan kembali ke masa itu dan memperbaiki semuanya " Kata Samuel nanar.


" Sudah terlambat Sam " balas Winda meneteskan air mata.


Restu terus melihat Winda dan Samuel dengan tatapan yang sulit dimengerti.


Ntah mengapa hati pria itu begitu sakit melihat istrinya menangis didepan pria lain selain dirinya.


" Anak ku mana Nek ?" tanya Restu kepada Risa yang juga melihat Samuel dan Winda.


" Hah em disana " jawab Risa tersentak.


" Aku akan menemui anak ku dulu " kata Restu pamit.

__ADS_1


" Mas " panggil Winda melihat Restu bangun.


" Lanjutkan saja " kata Restu tenang.


Winda kembali ingin menangis,wajah suaminya sedikit berbeda,terlihat sekali adanya kekecewaan disana.


" Gak papa,Restu cuma mau lihat Nur diluar " Kata Rudi menenangkan.


Winda mengangguk dan kembali duduk berhadapan dengan Samuel.


Restu berjalan keluar dengan perasaan yang tak menentu.


" Kita sudahi Sam,aku tidak bisa lagi bersama kamu " kata Winda tegas.


" Aku sangat berharap kita bisa kembali " Kata Samuel memelas.


" Itu tidak mungkin,aku sudah menikah dan aku menci..


" Kau mencintai dia ?" Tanya Samuel cepat.


" Ya " jawab Winda mengangguk tegas.


Samuel melemah dengan wajah tertunduk.


Winda mengambil tangan Samuel dengan genggaman erat.


" Lupakan aku Sam,aku harap setelah ini kau menemukan perempuan yang lebih baik,dan aku berharap kamu selalu bahagia " Kata Winda tegas.


" Win " Panggil Samuel menggeleng.


Winda melepas tangan lelaki itu dan berlari mengejar suaminya.


Seketika suasana hening,Samuel masih tertunduk menerima kenyataan pahit yang ia alami.


" Semua sudah selesai Sam,kau harus bangkit " kata Zaki menenangkan cucunya.


" Kenapa kalian tega Kek ?" Tanya Samuel dengan tangan terkepal.


Samuel mendongak menatap lelaki itu dengan tatapan tajam.


" Kalian ingin aku bahagia bukan ?" Tanya Samuel menahan emosi.


" Ya,tapi cara kami salah " Jawab Zaki.


Braakkkkkk....


Samuel mengebrak meja dengan keras hingga air digelas tumpah ruah membasahi meja dan lantai.


" Sam " Panggil Lutfia kaget.


" Mama puas ?? ini yang Mama inginkan dari aku ?" tanya Samuel melihat ibunya tajam


" Mama bisa jelaskan Sam " kata Lutfia nanar.


" Semua sudah jelas Ma,kalian menghancurkan hidup aku !" Kata Samuel emosi.


" Mama tidak pernah menginginkan itu terjadi Nak,Mama hanya ingi...


" ingin apa ? aku dan Winda saling mencintai,tapi Mama dengan tega memisahkan kami !" Teriak Samuel geram.


Lutfia tersentak dengan suara keras putranya.


" Kak Winda sama suaminya pergi " Ucap Tania dan Tini tiba2 masuk dengan wajah panik.


" Mereka sudah pergi ?" tanya Risa kaget.


" Ya,sepertinya suami Kak Winda marah " Jawab Tania takut.


Risa mengambil tasnya dengan cepat dan langsung berlari keluar.

__ADS_1


" Maaf kami permisi " Ucap Rudi menunduk sopan kepada Zaki dan Rafael.


" Ya hati2 " balas Zaki paham.


Rudi langsung berlari menemui istrinya yang berusaha mengejar Winda dan Restu.


Suasana kembali hening,Samuel menyugar rambutnya kasar,hilang sudah harapan yang ia bayangkan selama ini dan itu semua karna orang terdekatnya yang membuat situasi menjadi kacau.


" Apa Nur menangis ?" tanya Pony kepada Tania.


" Tadi nya gak Nek,tapi pas lihat wajah Papanya berubah,anak itu jadi sedih " Jawab Tania menghela nafas.


Pony mengangguk paham dan melirik Zaki yang masih menatap Samuel.


" Ini sudah berakhir Sam,sekarang kamu harus bangkit dari keterpurukan " Kata Zaki menepuk bahu cucunya.


Samuel diam tak membalas,detik berikutnya lelaki itu bangkit dan berjalan keluar.


" Samuelllll " pekik Lutfia ingin mengejar.


" Jangan " Tahan Rafael menarik tangan Lutfia.


" Pa,Samuel sedang dilanda emosinya,dia gak bisa berpikir tenang " Kata Lutfia khawatir.


" Dia sudah dewasa biarkan dia sendiri dulu,kamu gak usah ikut campur lagi " Kata Rafael tegas.


" Tapi Pa Samuel itu an....


" Ya dia memang anak kamu,tapi dia punya jalan hidupnya sendiri,stop kamu mengatur dia seperti robot hidup !" Bentak Rafael emosi.


Deg...


Lutfia melonjak kaget dengan suara keras suaminya yang tak pernah terdengar.


Tania dan Tini juga sama kagetnya,kedua gadis itu baru kali ini melihat wajah marah sang Papa.


" Sudah ayo kita pulang dulu " kata Pony menangahi.


Rafael tak membalas,lelaki itu langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan siapapun.


Lutfia masih terdiam menatap punggung suaminya yang terus melangkah keluar.


" Mama juga akan bertanggung jawab,jangan khawatir " kata Pony memegang bahu Lutfia lembut.


" Ma,Mas Rafael.." Kata Lutfia mulai menangis.


" Ya Mama tau " kata Pony menghela nafas.


" Mama lihat sekarang,ini semua gara2 Mama !" Kata Tania menohok.


Lutfia menoleh melihat anaknya yang juga menunjukkan kemarahan.


" Aku sangat kecewa Ma,harusnya Mama menjadi penengah bukan menjadi pusat masalah " Hujat Tania tanpa ampun.


" Tania sudah !" Kata Pony marah.


" Nenek juga,kalian begitu egois !" Sahut Tania berani.


" Tania !" Tegur Zaki tegas.


Tania melihat Kakeknya dengan wajah garang,gadis itu terlihat tak takut sama sekali dengan siapa ia berhadapan.


" Aku muak !" Kata Tania berbalik badan dan berjalan cepat mengejar Papanya.


" Astaga !" Gumam Zaki sakit kepala.


Lelaki itu ikut berjalan keluar dengan pikiran segudang.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2