
Ditempat lain seorang pria duduk diam didalam mobil mewahnya.
Samuel tak pulang kerumah,pria itu belum siap melihat orang tuanya sendiri karna rasa kecewa dan sakit hati yang begitu dalam ia rasakan.
Sungguh Samuel sangat menyesali tindakan orang tuanya yang merupakan tokoh utama perceraian dirinya dan Winda.
Ia tak habis pikir kenapa Lutfia maupun Rafael tega melakukan hal seperti itu padahal Winda tak membuat kesalahan fatal.
Dering hape pria itu kembali terdengar,Samuel melirik sebentar dan menghela nafas melihat nama dilayar.
Kedua adiknya beradu menelfon siapa cepat membuat lelaki itu makin rusing.
" Huh gak bisa tenang apa nih bocah " Gumam Samuel heran.
Karna suara yang makin memekikkan telinga,pria itu mengangkat panggilan.
" Iya kenapa ?" tanya Samuel malas.
" Kakak dimana huhuhu ?" Tanya seorang gadis yang Samuel kenal.
" Kakak gak aneh2,gak usah cengeng " jawab Samuel tenang.
" Kakak jangan sakit ya,aku gak percaya lagi sama Mama dan Papa,Kakak gak boleh mati sekarang " Ucap gadis itu terus menangis.
" Siapa yang mati sih,Kakak masih hidup Tini " Kata Samuel gemas.
" Aku sangka Kakak mau bunuh diri huhuhu soalnya Tania bilang Kakak gak bakal pulang " Ucap Tini sedih.
" astaga nih bocah drama banget " gumam Samuel terkekeh.
" Kakak " Rengek Tini.
" Iya,Kakak emang gak pulang tapi bukan bearti Kakak mati " Kata Samuel heran.
" bagus lah,nanti sharelock ya Kakak dimana,aku mau ikut Kakak aja " Kata Tini melas.
Samuel diam,kedua adiknya kini memang sangat dekat dengan dirinya bedahal saat kedua bocah itu kecil dulu.
" Aku janji Kak,gak bakal boros2 lagi,aku takut tinggal sama Mama,nanti pilihan aku di cut juga " kata Tini ngeri.
Samuel ingin tertawa,suara adiknya terdengar begitu lucu saat sedang curhat,sekejab ia merasa terhibur.
" Hm ya nanti Kakak share " Balas Samuel tenang.
" Ya udah,kalo gitu aku mau liat Tania cekcok sama Mama dulu " Kata Tini pamit.
" Tania cekcok ?" Tanya Samuel kaget.
" Iya,Kak Tania mau pergi dari rumah tapi Papa marah " Jawab Tini.
" Astaga,kenapa dia ikut2an juga sih " kata Samuel sakit kepala.
" Tania kecewa banget Kak,tadi juga Nenek disahut2 sama dia dan hampir ditampar Mama kalo gak ditahan Kakek " Adu Tini.
Samuel memejamkan mata,belum selesai satu masalah kini adiknya membuat masalah baru.
" Ya sudah nanti kalian ke apartemen Kakak aja " Kata Samuel memutuskan.
" Oke Kak " Jawab Tini girang.
Tut.
Panggilan terputus,Samuel menaruh hapenya dan menyugar rambut kasar.
" Mereka memang adik ku " Gumam Samuel tersenyum kecil.
__ADS_1
Tok tok..
Pintu jendela diketuk dari luar,Samuel yang sedang berpikir langsung tersentak dengan nampaknya seorang pria dengan hoodi hitam.
" Masuk " Ucap Samuel membuka jendela.
Pintu terbuka,lelaki itu pun masuk kedalam dengan wajah tenang.
" Apa yang kau mau ?" tanya pria berhoodi itu menatap kedepan.
" Bisa bicara tempat lain,aku belum makan " jawab Samuel tenang.
Pria itu menoleh dan tersenyum miring.
" Kau pasti belum makan juga kan ?" tebak Samuel.
" Hm " Jawab Restu jujur.
Samuel terkekeh geli,ia sudah menebak suami mantan istriny tersebut tak nafsu makan dirumah.
" baiklah kita cari restoran " kata Samuel memutuskan.
Restu mengangguk,keduany pun melesat pergi mencari tempat makan.
" Apa kau marah dengn Winda ?" tanya Samuel membuka suara.
" Menurut mu ?" Tanya Restu balik.
" Sedikit " Jawab Samuel.
Restu diam tak mmebalas.
" Apa Nur itu memang anak mu ??" Tanya Samuel lagi.
Deg...
" Kau meragukannya ?" tanya Restu.
" Hm tidak juga,jika mengitung jarak kelahiran dia bukan darah daging ku " jawab Samuel.
" Ya dia anak ku " Kata Restu tegas.
Samuel mengangguk paham,ia memang tak merasa Nur merupakan darah dagingnya tapi bocah itu begitu kalem dan tenang membuat Samuel penasaran.
Asik mengobrol sebentar,tak terasa mereka tiba di sebuah restoran mewah.
Restu mulai deg degan,bukan karna takut kepada Samuel,tapi takut tak bisa bayar makan dan minum ditempat tersebut.
" Ayo " ajak Samuel sudah siap.
" hm kenapa harus kesini ? banyak warung biasa ditempat lain " Tanya Restu berusaha tenang.
" Aku tidak suka ditempat ramai " Jawab Samuel
" Masalahnya aku tidak bawa uang banyak " Balas Restu jujur.
" Tidak masalah,restoran ini milik ku " Jawab Samuel tersenyum.
" Apa !" Pekik Restu kaget.
Samuel berjalan duluan dengan langkah tegap khas bos muda dengan uang melimpah.
" Dia pemilik restoran mahal ini ?" Gumam Samuel tak menyangka.
" Ayo " Tegur Samuel melihat Restu yang masih diam.
__ADS_1
Restu mengangguk dan berjalan mendekati lelaki itu.
Keduanya disambut hangat oleh pelayan,bahkan sudah disediakan karpet merah menyambut para tamu terhormat.
" Sebelah sana Pak " ucap seorang wanita berpakain rapi dan bersih.
Samuel mengangguk dan mengikuti arahan..
Restu duduk tenang dengan view yang langsung mengarah kepantai dan Vila terdekat.
" Aku seperti pernah mengenal tempat ini,tapi dimana ?" Gumam Restu pelan.
" Winda menyukai pantai " Kata Samuel tersenyum.
" Hah em ya " Jawab Restu terkejut.
" Oh astaga,ini seperti lukisan anak ku 1 tahun lalu " Batin Restu teringat.
Lelaki itu diam mengingat lagi gambaran putrinya yang dibantu Winda saat Nur sedang aktif menggambar abstrak dulu.
" Kenapa begitu kebetulan dengan ini ?" Batin Restu bingung.
" Disini kalau malam pemandangannya makin bagus karna lampu pantai akan dihidupkan " Ucap Samuel memecah keheningan.
Restu mangut2 paham.
" Lelaki ini begitu kaya,pantesan Winda tak mudah melupakannya " Batin Restu meghehal nafas.
Saat melamun,makanan mereka sampai tanpa dipesan.
Restu kembali dibuat takjub melihat berbagai makanan dengan porsi kecil tersaji begitu apik diatas piring bulat.
" Ini makanan pembukanya Pak,nanti akan dilanjutkan dengan menu utama " ucap pelayan sopan.
Samuel mengangguk paham dan mulai menuangkan air merah digelas.
" Ini untuk mu " kata Samuel menyodorkan gelas yang sudah terisi setengah.
" Apa ini alkohol ?" Tanya Restu polos.
" Ini Wine " Jawab Samuel.
" Apa bisa memabukkan ?" tanya Restu lagi.
" Jika kau meminumnya dengan kadar banyak,bisa membuat mabuk " Jawab Samuel tenang.
Glek...
Restu menelan ludah kasar,selama dia hidup baru kali ini pria itu melihat minuman khas orang berduit tersebut.
Ia memang tau dengan Wine tapi belum pernah merasakannya sedkit pun,selain kurang update,Restu tak punya banyak uang untuk membeli barang2 aneh.
" Minumlah,tak apa " Kata Samuel tenang.
" Kau tidak usah meminum ini,bukankah ginjal mu bermasalah ?" tanya Restu ngeri.
" Aku sudah biasa,jangan perdulikan " Jawab Samuel terkekeh.
Restu diam melihat Samuel begitu santai tanpa beban.
" Ayo makan " Ajak Samuel.
Restu mengangguk,lelaki lugu itu pun mulai menyendokkan makanannya.
Samuel ikut makan dengan sesekali melihat gerak gerik Restu.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.