
Semua orang pulang kerumah masing2,setelah melewati hari libur selama 3 hari.
Serkan dan histi pulang kerumah baru mereka yang sudah dihadiahi oleh Reno.
" Ya ampun,apa ini rumahnya ?" tanya Serkan terbelalak.
" Menurut alamat sih ini " Jawab Histi.
" Ini keren banget " Gumam Serkan tak percaya.
Histi tersenyum,perempuan itu menarik tangan suaminya mendekati pintu.
" Kuncinya pake sentuh Yank " Ucap Histi menoleh ke Serkan.
" Kamu tau kodenya ?" tanya Serkan.
" Gak tau hehe " Jawab Histi cengengesan.
" Terus gimana kita bisa masuk ?" tanya Serkan kaget.
Histi menggaruk kepala gatal,dirinya lupa menanyai kode rumah kepada sang Kakek.
" Telfon aja " Kata Serkan gemas.
" Oke " Jawab Histi membuka tas mininya.
Perempuan itu pun mulai menelfon sang kakek.
Serkan berjalan keliling,pria itu masih tak menyangka Reno akan memberikan 1 rumah minimalis keren kepada mereka.
Rumah dengan abu gelap itu terlihat begitu elegant dan mempesona.
Ting nong...
Pintu rumah terbuka,Histi meneriaki Serkan yang masih melihat2.
" Ayo cepet " Ajak Histi semangat.
Serkan mengangguk keduanya pun masuk dengan membaca bismillah.
" Waw " Gumam Histi takjub.
Dari ruang tamu mereka sudah disambut bola lampu keemesan yang terlihat sangat cantik dan mewah.
" Keren banget " Gumam Serkan takjub
" Coba lihat kamarnya " kata Histi semangat.
Serkan mengangguk,keduanya pun mendekati kamar baru mereka.
" Wahhh " Gumam Histi meloncat girang.
Histi mendekati ranjang dan meraba kasur empuk itu.
" Enak nih Yank buat mantap2 " kata Histi menggoda.
Serkan terkekeh geli dengan anggukan kecil.
" Tapi kita gak bisa mendiami nya " Ucap Serkan pelan.
" Kenapa ?" tanya Histi mengernyit.
Serkan diam hingga Histi mendesah lesu.
" Oh iya kan mau pergi " Jawab Histi lesu.
" Maaf ya " kata Serkan merasa bersalah.
" Iya mau gimana lagi " kata Histi tersenyum canggung.
" Kalo gak mau,kamu bisa tinggal disini ntar aku sebulan sekali pulang " Kata Serkan nego.
" Hah gak mau lah,kan kita suami istri,aku gak mau pisah2 " Tolak Histi.
" Terus rumahnya gimana ?" tanya Serkan.
Histi diam,perempuan itu juga bingung harus bagaimana.
" Gimana kalo dijual ?" Tanya Histi.
__ADS_1
" Eh gila,itu pemberian orang gak boleh jual2 " Jawab Serkan tegas
" Hehe kan baru kasih ide " Kata Histi cengengesan.
" Gak mau,kamu gak sopan kalo sampe jual rumah ini " Kata Serkan tegas.
" iya sayang maaf " kata Histi menciut.
" Ya udah daripada kita melongo disini mending itu hehe " kata Histi menggaruk kepala.
" Apa ?" tanya Serkan mengernyit.
" Itu yang kayak semalam " Jawab Histi menggesekkan kakinya kelantai.
Serkan semakin bingung,otak polos lelaki itu belum bisa mengerti kode istrinya.
" itu Yank,ajeb2 " Kata Histi gemas.
" Hah " pekik Serkan melotot.
Histi menutup wajah malu seraya mengintip lelaki itu dari selah tangannya.
" Kamu mau ?" tanya Serkan.
" Ya kalo kamu mau " Jawab Histi.
Serkan tersenyum dan mendekati perempuan itu.
Histi mengulum senyum malu2.
" Tapi ini siang loh,panas " kata Serkan melihat keluar.
" kan ada Ac nya " kata Histi sangat malu.
Serkan menatap langit2 kamar dan mengangguk.
" Ya udah hayo " Ajak Serkan tersenyum.
" Gak mau ah aku malu " Tolak Histi berubah pikiran.
" Gak usah aneh2 deh,tadi kamu yang ajak !" Kata Serkan mendengus.
" Siap ?" tanya Serkan bersejajar dengan tubuh istrinya.
" Hm " jawab Histi merangkul leher lelaki itu.
Keduanya pun jatuh ke kasur,dengan hati2 Serkan membuat istri nakalnya terbuai hingga permainan sesungguhnya pun dimulai.
Kini Histi tak malu2 lagi untuk mengeluarkan suara emasnya,Serkan yang melihat semangat istrinya pun tak tinggal diam.
Keduanya berpacu dengan kecepatan tinggi menuju kepuasan tak terduga.
Serkan benar2 menggila,lelaki itu benar2 dibuat mabuk oleh tubuh Histi yang begitu menggoda iman.
Hampir 3 jam berpetualang,lelaki itu menumpahkan semua benih cintanya kerahim sang istri.
Jantung Histi berdetak sangat kencang,pria itu membuat dirinya hampir pingsan.
" Sepertinya aku salah menduga " Batin Histi melihat Serkan terjatuh lemas.
Keduanya saling berpelukan hingga Serkan meminta untuk Histi mandi bersama.
Beberapa hari berumah tangga dengan histi membuat Serkan lebih banyak mengalah dan harus mengambil keputusan yang pas.
Setiap hari Histi akan bertanya akan hal2 random kepada lelaki itu.
Seperti pagi ini,saat bangun tidur Histi sudah bertanya kepada suaminya mau makan apa.
" Terserah kamu aja " Ucap Serkan mengantuk.
" Ya aku gak tau kamu suka makan apa " Balas Histi sudah style ibu2 muda dengan rambut cepol dan daster sebetis.
" Aku ngikut aja " Jawab Serkan memeluk bantal.
" Beneran ?" tanya Histi.
" Hm " jawab Serkan malas.
" Ya udah gak usah makan " kata Histi merajuk.
__ADS_1
Deg...
Serkan membulatkan matanya dan menoleh melihat perempuan itu.
" ya jangan gak masak dong Yank " Rengek Serkan menahan tubuh istrinya.
" Kan kamu nurut aku ? aku lagi diet " Kata Histi santai.
" Kamu diet kan aku nya enggak " Kata Serkan mengkrucut.
" Ya udah bilang mau dimasakin apa ? jawab gitu aja kok susah amat " Gerutu Histi gemas.
Glek...
Serkan menelan ludah kasar,sifat asli perempuan bar2 itu baru terlihat.
" Hmm apa ya ?" Gumam Serkan berpikir.
" Cepetan aku kasih waktu 5 menit " Jawab Histi datar.
" Iya2 " Jawab Serkan ngeri.
Histi bersedekap dada menatap suaminya mulai berpikir.
Bukan tanpa alasan Histi melakukan itu semua,ia ingin tau apa makanan kesukaan suaminya karna Histi tak tau tentang menu kesukaan lelaki itu.
Hampir 5 menit menunggu,Histi belum juga menerima jawaban.
Perempuan itu sudah menggaruk kepalanya yang tiba2 gatal karena ketombe.
" Hm ikan goreng aja " Ucap Serkan melihat Histi sudah hampir berasap.
" Hah cuma ikan goreng ?" tanya Histi terbelalak.
" Hehe iya,pengen makan ikan Yank sama tumis sawi aja " jawab Serkan cengengesan.
Histi melotot dengan mulut menganga.
" Kita gak kekurangan uang loh Yank,kamu gak bisa mesennya agak ribet sedikit ?" Tanya Histi tak percaya.
" Buat apa ? aku pengennya itu " Jawab Serkan polos.
" Aku kira kamu mikir lama karna banyak yang mau dimasak " kata Histi menggeleng.
" Udah segitu aja Mba,dah sana balik dapur aku mau mandi " Usir Serkan.
" Beneran gak mau riquest yang mewah2 ? gratis loh ini ?" Tanya Histi lagi.
" Kalo kamu gorengnya gak gosong aku kasìh tip " Kata Serkan serius.
" Wahh beneran ?" tanya Histi berubah girang.
" Hm " jawab Serkan bangun mengambil handuk.
" Yesss " Pekik Histi berjoget ceria.
Serkan menggeleng pelan dan mengàlungkan handuk dilehernya.
Pria itu pun berjalan kekamar mandi sebelum otak warasnya ternodai dengan kegesrekan sang istri.
" Goreng ikan sama tumis sawi mah gampang !" Kata Histi sombong.
Perempuan itu pun berjalan kedapur dan mulai menyiapkan pesanan suami tercintanya.
Beberapa menit kemudian,Serkan keluar dari kamar dan terkejut ketika masuk kedapur melihat istrinya mengguñakan helm dan jas ujan.
" Kamu ngapain ?" Tanya Serkan terbelalak.
" Minggir Yank,ikannya ngelawan " Teriak Histi membuka helm balap tersebut.
" Astga " Gumam Serkan mengusap wajah kasar dan memilih keluar dari sana.
Histi kembali berkutat dan mencat2 saat ikan yang akan ia goreng tak terima dan berbalik menyerang perempuan sombong itu dengan minyak panas.
" Aduh aduhh,Yankkk tolongg " Pekik Histi kelabakan.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like Coment ya.
__ADS_1