
Malam harinya Restu pulang kerumah,lelaki itu membawakan kantong berisi makanan yang dibeli oleh Rudi tadi,kedua lelaki itu pun disambut hangat oleh anak dan istri mereka.
" Kenapa wajah kamu murung Pa ?" Tanya Risa melihat Rudi.
" Hm gak papa " Jawab Rudi tenang.
" Aku akan mandi dulu " Ucap Rudi berlalu.
Risa mengernyit dengan anggukan kecil.
" Papa kenapa ?" Gumam Risa heran.
Wanita itu mendekati cucunya yang sedang lesehan di karpet depan tv,sehabis pulang mall tadi Winda tak keluar kemana pun,wanita itu hanya ingin dirumah menemani anaknya bermain.
" Waahh Nur manja banget " Ucap Risa duduk di sofa.
" Hehe iya Nek,kangen Papanya " Jawab Winda terkekeh.
Terlihat Nur dan Restu saling suap menyuap makanan,bocah kecil itu sangat tenang dan banyak tersenyum jika sudah berada ditangan Restu.
" Hm tadi kalian kemana ?" tanya Risa kepo.
" Tadi kita main golf Nek sama di ajakin makan temen Kakek " Jawab Restu jujur.
" Temen Kakek ? siapa ?" tanya Risa lagi.
" Hm siapa ya namanya tadi aku lupa " jawab Restu mengingat.
" Udah tua ? cewek apa cowok ?" tanya Risa sangat kepo.
" hehe cowok Nek,mereka bawa cucu juga " jawab Restu terkekeh.
Risa mangut2 paham meski otaknya berpikir keras siapa yang ditemui sang suami.
" Oh iya aku tadi ditawarin kerja juga " Kata Restu semangat.
" Kerja ?" Ulang Winda mengernyit.
" Iya hm boleh gak ?" tanya Restu hati2.
Winda diam memperhatikan wajah melas suaminya.
" Kerja apa ?" tanya Risa lagi.
" Kantoran gitu Nek,gajinya lumayan " Jawab Restu.
Risa melihat Winda,cucunya hanya diam saja dengan wajah yang sulit dimengerti.
" Emang kerjaan kamu dikampung gak ada ?" tanya Risa.
" Hm ada sih Nek,cuma ya gitu harus sabar tunggu gajinya sedngkan perut mau diisi tiap hari " Jawab Restu terkekeh.
Risa kembali melihat Winda dan masih sama Winda diam tak membalas.
" Kakek kamu dah tau ?" tanya Risa.
" belum sempat cerita,Kakek banyak diam sih pas pulang " Jawab Restu.
" Oh ya udah nanti Nenek tanyakan " Balas Risa tenang.
Restu mengangguk setuju,wanita tua itu pun berlalu meninggalkan pasangan muda tersebut.
__ADS_1
" Yank " panggil Restu menegur.
" Kita pulang aja gak usah kerja disini " Balas Winda cepat.
" Lumayan loh Yank,kerja disini gajinya 3x lipat dikampung " Balas Restu.
" Tapi aku gak suka " kata Winda tegas.
" Kenapa ? kan cuma kerja itu juga buat kamu dan Nur " balas Restu.
" Mas " Panggil Winda nanar.
" Jangan takut,gak bakal terjadi apapun sayang,aku kan niatnya mau nafkahin kamu,kalo kita udah punya tabungan cukup nanti pindah lagi buka usaha dikampung,aku gak tega loh liat kamu nyangkul dikebun " Kata Restu memelas..
" Lumayan juga kan bisa buat berobat,kamu udah 2 tahun gak cek up " Lanjut Restu lembut.
" Aku udah sehat,gak perlu mikirin itu lagi " Kata Winda tersinggung.
" Ya aku tau,tapi kan harus dicek juga inget terakhir pas lahiran dulu,Dokter minta kamu cek terus loh tiap 3 bulan sekali,dan kita gak pernah melakukannya,aku juga khawatir sama kamu " Balas Restu memegang tangan Winda.
Winda menatap suaminya nanar,sungguh wanita itu merasa terharu dengan kepedulian lelaki tersbut kepadanya.
" kan mau punya anak lagi,ibu nya harus sehat dong ya gak ?" Goda Restu.
" ihh kamu mah,Nur aja masih kecil " kata Winda bersemu.
" Ya gak papa biar ntar gak cape ngurusnya 2x " Balas Restu terus menggoda.
Winda mencubit lengan lelaki itu gemas,ia memang masih punya planing akan adanya anggota baru,apalagi hubungan ia dan suaminya termasuk aman damai..
" Dah ah,aku mau istirahat cape banget " Kata Restu bangkit.
" Hm mandi dulu habis itu solat " tegur Winda.
Restu pun berlalu,Winda melihat suaminya dengan senyum kecil,Restu sangat pintar menggoda dirinya hingga membuat wanita itu sulit menolak.
" Ayo Nur temuin Papa kamu " Ajak Winda kepada sang anak.
Bocah itu mengangguk polos dengan senyum kecil.
Ditempat lain,seorang pria terduduk lemas dengan selang impus ditangannya.
Sejak pulang dari restoran tadi,Samuel tidak langsung pulang kerumah melainkan kerumah sakit karna ia merasa mual dan pusing.
Dan seperti dugaan sebelumnya,ginjalnya kembali kambuh.
Pria itu harus dirawat malam ini juga karna kondisi yang sedikit parah menurut dokter.
" Pak jangan minum alkohol " ucap Dokter lelah memberitahu.
" Saya tidak minum " jawab Samuel tenang.
" Tapi sebelumnya pasti bapak minum,meski kadar sedikit tapi itu sangat berpengaruh " Balas Dokter gemas.
" Apa saya akan mati ?" tanya Samuel lagi.
" Ya jika bapak terus melanggar aturan,punya 1 ginjal bukan hal yang mudah untuk bertahan hidup " jawab Dokter.
" Jika saya mengambil ginjal lagi apa akan selamat ?"
Dokter terdiam,pria itu sudah sangat hafal dengan pertanyaan pasiennya yang sudah 3 tahun belakangan dirawat.
__ADS_1
" Saya akan beri obat,nanti kita cek lagi " ucap Dokter menengahi.
Samuel tak menjawab,lelaki itu memejamkan matanya malas melihat sekitar.
Setelah dokter pergi,pintu ruangan tiba2 terbuka.
Masuklah seorang gadis dengan wajah panik menghampiri lelaki itu.
Samuel membuka mata dan mendapati adiknya disana.
" Kakak " panggil gadis itu bergetar.
" kenapa kau bisa ada disini ?" tanya Samuel malas.
" Harusnya aku bertanya,kenapa Kakak bisa masuk kesini lagi ?" Tanya Tania kesal.
" Ini seperti ruang istirahat " jawab Samuel asal.
Tania terdiam,ia sungguh tak tega melihat kondisi Samuel yang tak memungkinkan.
" Kak " panggil Tania lembut.
" Pulang lah,pacar mu itu sungguh ember " Cibir Samuel.
" Ya dia memberitahu ku karna perduli kepada calon iparnya " balas Tania kesal.
Samuel terkekeh geli,ia sudah tau jika ia datang kerumah sakit pasti ada yang akan menemuinya.
" Kakak minum lagi ya ?" tanya Tania duduk disebelah berangkar.
" Ya haus jika tak minum " jawab Samuel asal.
" Kak,please hentikan semua ini " Kata Tania memelas.
" Apa yang harus dihentikan ? kamu mau Kakak menyelesaikan hidup sekarang ?" tanya Samuel gemas.
" Aku menemukan Winda " jawab Tania cepat.
" Apa !" Pekik Samuel terbelalak.
Tania tersentak dengan wajah kaget kakaknya.
" Apa maksud mu ?" tanya Samuel bangun.
" Kakak harus tetap hidup jika ingin bertemu dengannya " jawab Tania tegas.
" Dia ada dimana ?" tanya Samuel tak sabaran.
" Tania !" Panggil Samuel kesal melihat adikya tak menjawab.
" lupakan wanita itu Kak,dia tak memikirkan Kakak sedikit pun " kata Tania menunduk.
" Maksud kamu apa ?" tanya Samuel heran.
" Aku mohon,bahagiakan diri Kakak,menikahlah dan punya istri dan anak yang cantik atau imut,nanti aku akan memperlakukan anak kakak dengan baik,aku janji kak " Jawab Tania memelas.
" Dimana kau bertemu dengannya ?" tanya Samuel tak menghiraukan permintaan sang adik.
" Dia sudah menikah " jawab Tania lesu.
" Apa !" Lirih Samuel syok.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.