
Flasback On
Disebuah kampus seorang wanita tua dengan kaca mata hitam terlihat duduk santai diruang tunggu dosen,para mahasiswa yang melewati sana terlihat begitu terkejut dan tak menyangka bahwa seorang influncer terkenal bisa mampir ke kampus umum tersebut.
Malvin mengajar belasan tahun di kampus biasa yang isinya mayoritas orang biasa juga,pria itu dulu sempat ditempatkan di kampus ternama tapi karna kasus keluarganya membuat lelaki itu ditepak dari sana dan Malvin harus merangkak lagi mencari nafkah,beruntung rejeki anak dan sang istri mengalir kepadanya menjadikan Malvin kuat dan menemukan kampus yang cocok.
Pria itu memang terkenal dengan kerja keras yang luar biasa hingga membuat hati Sindi dulu luluh dengan sendirinya dan bertahan hingga saat ini.
Malvin keluar kelas dan terkejut melihat sang Mama menunggu disana.
Risa yang mengenali anaknya langsung berdiri dan menatap Malvin dari ujung kaki hingga kepala.
Pria itu masih terlihat sama,rapi dan menawan.
" Kenapa kesini ?" Tanya Malvin heran.
Beberapa mahasiswa terus menatap kearah mereka dengan tatapan bingung.
Tak ada yang tau bahwa wanita dengan high class tersebut punya anak seorang dosen.
" Ayo bicara didalam " Ajak Risa tenang.
" Aku ada kelas bentar lagi " Kata Malvin datar.
" Mama jauh2 kemari Malvin !" kata Risa mulai tersulut.
" aku tidak memintanya !" Balas Malvin tenang.
Risa menarik nafas berusaha tenang,wanita itu tak mau membuat keributan ditempat umum apalagi ia punya nama yang harus dijaga.
" Baiklah,kita ketemuan saja " kata Risa mengalah.
" Aku harus bekerja lagi " Balas Malvin.
" Aku ini masih ibumu ! kau berdosa menolak bertemu orang tua !" Kata Risa geram.
Malvin diam dengan jantung mulai bedebar menahan emosi.
Ntah mengapa kini pria itu benar2 hilang respeck kepada keluarganya apalagi mereka dengan tega mengusir Sindi dan anaknya yang tak berdosa.
" Mama hanya ingin bicara,kehadiran Mama dirumah mu ditolak oleh Winda " Ucap Risa kesal.
" Mama pernah kerumah ?" batin Malvin terkejut.
" Ya itu wajar karna kalian menyakitinya dengan brutal " Balas Malvin berusaha tak terkejut.
Risa kembali diam dengan helaan nafas panjang.
" Datanglah ke tempat Mama,luangkan waktu mu sebentar " ucap Risa lemah.
Wanita itu pun berlalu pergi,Malvin tak mengiyakan atau menolak,lelaki itu menatap punggung ibunya nanar.
Singkat cerita,Malvin memutuskan datang.
Tanpa basa basi Risa memberikan uang dalam amplop kuning yang sangat tebal.
" Apa ini ?" tanya Malvin mengernyit.
" Pakailah untuk biaya berobat Winda dan tempat tinggal yang layak " Jawab Risa.
__ADS_1
" Maksud Mama ?" tanya Malvin terkejut.
" Mama tau keluarg kecil mu tidak akan pernah memaafkan Mama dan saudara mu,ini hasil kerja keras Mama selama ini,sembuhkan Winda dan kembalikan ginjal pendonornya !" Jawab Risa.
Deg...
Malvin tersentak dengan kata akhir wanita itu.
" Dari mana Mama tau ?" Batin Malvin.
" Kau tidaak usah terkejut,Mama mengetahui semuanya,keluarga mu dalam incaran orang tuany,kalian harus bergerak cepat " Ucap Risa bisa membaca isi kepala Malvin.
" Mama membuntuti kami ?" tanya Malvin geram.
" Aku ini ibu mu Malvin,aku tau semuanya " Jawab Risa tegas.
" Heh Ibu ? sekarang Mama mengakui diri sebagai ibu ? lantas selama ini kemana saja ?" tanya Malvin terkekeh.
Risa terdiam,wanita itu tak bisa membalas ucapan anaknya yang begitu menyakitkan.
" Mama tau ini terlambat,tapi Mama bersyukur Winda selamat." Kata Risa berdiri.
Malvin diam,Risa pun pergi tanpa berpamitan kepadanya.
Malvin menghela nafas berusaha sabar seraya menatap uang tebal dalam map.
Lelaki itu pun membukanya dan terbelalak melihat uang ratusan ribu dari bank dan beberapa emas yang berkilauan.
" Ya ampun apa ini sungguhan ?" Gumam Malvin tak percaya.
Beberapa menit terdiam,Malvin pun memilih pulang .
Flashback Off.
" Aku harus gimana Yank,gak mungkin dong ini aku taruh disana " Kata Malvin memelas.
" Ya bisa diambil orang " jawab Sindi polos.
" Kita memang lagi butuh uang Yank,minggu ini Dokter datang kerumah dan kita harus bayar mahal " Balas Malvin lelah.
Sindi terdiam,saat ini mereka memang butuh banyak masukan biaya untuk berobat Winda dan Samuel,Sindi tak berani membawa keduanya kerumah sakit karna Romi sudah melarang sejak Samuel dinyatakan hilang.
Jika mereka nekad kesana bukan tak mustahil Samuel ditemukan dan Sindi tidak mau itu terjadi.
Pasangan itu terlihat frustasi dan bimbang.
" Kita harus gimana ?" Tanya Malvin takut2.
" Aku gak tau Mas,kepala aku pusing,gajian masih lama itu pun gak bakal cukup buat cek up mereka berdua " Jawab Sindi sedih.
" Kalo kita pinjam lagi ke bang Romi aku gak enak,hutang kemarin aja belum dibayar,terus mereka juga punya pengeluaran juga " Kata Malvin galau.
Keduanya kembali menghela nafas bingung.
Sindi sebenarnya tidak mau dan tidak pernah mau melibatkan siapapun dalam masalah mereka apalagi mertua yang tak menyukai dirinya selama ini.
Tapi sekarang keadaan mereka benar2 genting,hutang menumpuk anak sakit membuat isi kepala Sindi ingin meloncat.
Mereka diuji dengan luar biasa,tapi pasangan itu sama2 menguatkan menjadikan mereka bertahan dalam kondisi apapun.
__ADS_1
" Ya udah Mas,gak papa " kata Sindi memutuskan.
" Apanya ?" Tanya Malvin.
" kita pake itu dulu buat biaya bulan ini,nanti kita ganti " Jawab Sindi yakin.
" Tapi Mama ngasih cuma2 gak minta imbalan atau balikin " Kata Malvin ragu.
" Aku gak mau,nanti aku dan Winda jadi bahan omongan lagi " kata Sindi kesal.
" Hm ya udah,nanti aku cari kerja sampingan buat nutupin " Balas Malvin paham.
Sindi mengangguk dengan senyum kecilnya.
Wanit itu pun menyiapkan makan malam,Samuel bergabung dengan wajah tenang.
Lelaki itu jarang tersenyum,Sindi maupun Malvin mulai terbiasa dengan kecuekan Samuel.
" Ayo makan lagi " Ucap Sindi menaruh lauk dipiring Samuel.
" Iya " Jawab Samuel mengangguk.
Tak ada rasa asin maupun pedas,lauk pauk Winda dan Samuel hambar seperti air tapi keduanya tetap makan dengan lahap.
Awalny Samuel masih mual tak berselera tapi melihat Winda makan tanpa protes membuat lelaki itu terpancing dan melakukan hal yang sama.
Disebuah kamar hotel,seorang gadis diletakan dengan hati2 diranjang.
Salsa dibawa Alexi pergi dari rumah Helen tanpa terbangun sedikit pun.
Terlihat Salsa benar2 lelah menjalani harinya.
" Huuftt capek " Gumam Alexi merenggangkan otot2 tubuhny.
Menggendong Salsa menaiki lift membuat tenaga lelaki itu terkuras habis.
Alexi berbaring bersama Salsa dan menatap wajah gadis itu nanar.
" Maafin aku Sa,harusnya aku perduli sama kamu " Ucap Alexi lembut.
" Kamu pasti banyak menderita karna aku " Lanjut Alexi.
Pria itu menyadari bahwa yang ia lakukan selama ini adalah salah apalagi mencueki Salsa yang mengharapkan kabarnya.
Alexi memang lebih mengutamakan Winda daripada Salsa karna ia pikir Salsa akan bisa memaklumi seperti biasa,tapi pria itu lupa bahwa Salsa sama dengan gadis lainnya yang bisa merasakan cemburu dan terluka.
" Ibu tidur aja,Salsa sama aku " Ucap Alexi menelfon Yuni.
" Kalian dimana ?" tanya Yuni.
" Hotel " Jawab Alexi polos
" Apa !" Pekik Yuni terkejut.
" Heheh " Alexi cengengesan membuat ibunya seketika murka.
" Lex kalo mau kawin dirumah ajaaaa,nikah dulu " Teriak Yuni marah2.
Alexi terkekeh ia tau pasti saat ini Yuni sudah negative thingking kepadanya.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys minta Vote,Like,Coment dong😭