
" Papa gak sayang sama Suci !" Ucap Suci lantanģ seraya mengibas tangan Alexi.
" Papa sayang sama Suci Nak,makanya Papa larang " Kata Alexi mengambil lagi tangan putrinya.
" Kalo Papa sayang sama Suci harusnya Papa dukung dong kayak Nenek dan Kakek " Balas Suci mengibas lagi tangannya.
Alexi menghela nafas panjang,sudah lebih dari 10x ia melepas pasang tangan anaknya yg kini sudah makin berani.
" Papa dukung apa mau kamu,tapi untuk futsal Papa tidak mendukungnya " kata Alexi tegas.
" Kenapa ? itu juga olahraga Pa,aku berkeringat deras saat mengejar bola " Balas Suci kesal.
" Ya emang tapi ahkk pkoknya kamu harus nurut kali ini " Kata Alexi kekeh.
Suci menatap Alexi nyalang,gadis itu benar2 terlihat emosi dengan larangan Papanya yg dianggap tidak bermutu.
Dibalik tembok,Salsa dan Histi mengintip pertengkaran sengit anak dan bapak tersebut.
Histi begitu takjub kepada ponaannya yg sangat berani,bahkan Histi yg terkenal bar2 pun tidak berani melawan Bara jika lelaki itu sudah memberi perintah tegas.
" Kayaknya jiwa anak kamu tertukar deh sama Sutar " Ucap Histi pelan.
" Iya Kak,aku rasa juga gitu,kenapa anak ku modelan macan gini ya,sensi amat " Balas Salsa bingung.
" Kamu pas ngidam dulu sukanya apa ?" Tanya Histi penasaran.
" Gak ngidam aneh2 kok Kak,yg ada malah Alexi sering minta beli ini itu " Jawab Salsa mengingat.
Histi mangut2 paham,keduanya kembali mengintai dan kaget melihat Suci sudah didepan mereka dengan wajah datrnya.
" Ehh Suci " Ucap Histi kelabakan.
Suci melongos begitu saja mengambil tas sekolahnya dan berjalan menjauh.
" Ehh Tunggu " Pekik Histi kaget dan mengejar bocah itu.
Salsa masih ditempat melihat Alexi menyugar rambut kasar.
" Yank " Panggil Salsa mendekat.
" Nanti bawa dia ke psikiater " Titah Alexi tenang.
" Hah buat apa ?" tanya Salsa kaget.
" Aku rasa otaknya bermasalah,anak itu sudah diluar batas " jawab Alexi kesal.
" Kamu mau bilang Suci gila begitu ?" Tanya Salsa tersinggung
" Bukan gitu Sa,Suci itu udah kelewatan,dia berani melawan ucapan orang tuanya,itu gak bener " Kata Alexi geram.
" Dia masih anak2 Yank,lagian kamu tau kan kalo Suci itu gak suka ditindas " Kata Salsa membela anaknya.
Alexi diam,pria itu baru teringat sang anak memang pantang ditindas bahkan Alexi sudah 2x kesekolah karna gadis kecil itu berkelahi dengan temannya sendiri.
" Jangan terlalu keras Yank,aku selalu ngawasin kok,Ayah juga bilang itu masih normal " kata Salsa menenangkan.
" Tapi aku waktu kecil gak gitu Yank,aku gak pernah nakal " Kata Alexi yakin.
" Terus kamu mau bilang itu gen dari aku ?" Tanya Salsa menyelisik.
" Ya gak juga sih,cuma kalo emang bener ya bearti nurunin kamu " Kata Alexi menggaruk kepala.
Pletakkkkj....
Pria tersebut langsung mendapat tabokan dari istrinya,Salsa terlihat tidak terima dengan ucapan sang suami.
__ADS_1
" Enak aja,aku anak baik2 tau " Kata Salsa kesal.
Alexi cengengesan,pria itu pun merangkul bahu Salsa masuk kedalam rumah.
Drama belum selesai,Suci meminta Romi mengantarnya sekolah sekarang walaupun jam masuk masih lama.
" Nanti Sayang,Kakek aja belum mandi " kata Romi santai seraya menyesap kopi panasnya di meja tamu.
" Kakek mau antar atau aku jalan sendiri ?" tanya Suci datar.
uhuk uhuk....
Romi langsung terbatuk mendengar ucapan cucu perempuannya.
" Ya jangan dong,nanti diculik orang gimana ?" Tanya Romi gemas.
" Biarin aja toh gak ada yg sayang sama Suci " Jawab Suci ketus.
Romi melihat Alexi,sang anak hanya diam seraya menggrutu kecil.
" Ya udah,tunggu ya Kakek mau mandi dulu " Kata Romi mengalah.
Suci mengangguk,bocah itu kembali melongos menjauh.
Gadis itu masuk kekamar Serkan,Suci terdiam saat maniknya melihat Sutar sedang didandani sang Uncle.
" Eh Suci sini " Panggil Sutar menyadari kedatangan saudarinya.
Suci mendekat dan duduk diatas ranjang.
" Kamu udah siap ?" Tanya Sutar tersenyum manis
" Hm " Jawab Suci mengangguk.
" Nanti Papa jemput ya kita kerumah Kakek " Ucap Serkan kepada Sutar.
" Iya Pa " Jawab Sutar manut.
Suci menatap Serkan dengan wajah sendunya.
" Kenapa ?" tanya Serkan ikut duduk disamping gadis itu.
" Bisa tukeran anak gak Om ?" Tanya Suci serius.
" Hah " Kata Serkan kaget.
" Maksud kamu ?" Tanya Sutar bingung.
" Ya tukeran sehari gitu,aku jadi anak Om " Jawab Suci cengengesan.
" Memangnya kenapa mau jadi anak Om ?" tanya Serkan mengusap kepala gadis itu..
" Suci pengen disayang kayak Sutar Om,yg selalu bantu Suci ngerjain pr atau bantuin pake baju sekolah " Jawab Suci berkaca kaca.
Deg...
Serkan tersentak kaget mendengar ucapan gadis kecil itu.
" Memangnya Papa Alexi gak gitu ?" Tanya Serkan hati2.
" Papa selalu sibuk Om,Suci melakukan semuanya sendiri kadang dibantu Mama atau Kakek " Kata Suci lesu.
Serkan mangut2 paham,lelaki itu tau adiknya memang sangatlah sibuk.
Alexi dan Serkan cukup berbeda,meski Serkan juga banyak kerjaan tapi lelaki itu berusaha menempatkan diri untuk menjadi Papa sekaligus teman yg akrab dengan Sutar walau hanya sesaat.
__ADS_1
" Jadi karna itu kamu gak mau nurut sama Papa Alexi ?" tanya Serkan lagi.
Suci mengangguk kecil.
" Papa gak dukung Suci Om,padahal Suci lakuin itu agar Papa bisa perhatiin Suci tapi yg ada malah Papa marah2 " Kata Suci terkekeh miris.
Serkan menghela nafas panjang,lelaki itu mulai tau apa yg keponakannya rasakan sekarang.
" Baiklah,sekarang ayo kita keluar nanti Om marahin Papa kamu " kata Serkan semangat.
Suci mengangguk,ketiganya pun turun dari ranjang dan berjalan keluar.
Terlihat Alexi baru menikmati sarapannya diatas meja,tak tunggu lama Serkan langsung menghampiri lelaki itu dan menceramahi Alexi disana.
Serkan tak mau menunda lebih jauh,anak adiknya merupakan anaknya juga jadi Serkan harus bersikap adil agar penghuni rumah merasa nyaman.
Ditempat lain,seorang lelaki terlihat gembira saat dirinya melihat sang istri berada dilayar ponsel.
" Kamu dimana Mas,kenapa suasananya gelap ?" Tanya Winda diseberang.
" Aku dalam perjalanan pulang " Jawab Restu tersenyum.
" Memangnya dari mana ?" tanya Winda lagi.
" Dari hutan " Jawab Restu terkekeh.
" Hah maksudnya ?" tanya Winda mengernyit.
Brbriakjdhamkakhshjakagdhak....
Hape tiba2 terjatuh dari genggaman,suara berisik pun terdengar tak beraturan.
" Maaf maaf aku tidak sengaja menjatuhkannya " Ucap Restu merasa bersalah.
" Tidak apa " Jawab gadis disebelahnya tersenyum.
Hape kembali tegak,Winda yg masih berada di layar terlihat kaget mendengar ada suara asing disebelah sang suami.
" Kamu sama siapa Mas ?" Tanya Winda mendesak.
" Hah em anu ini em dia..." Jawab Restu bingung.
" Maaf Nona,nama saya Saras,saya pekerjanya Nyonya Lutfia " Sahut Saras tersenyum.
Winda terlihat begitu terkejut melihat wajah gadis cantik disamping suaminya tersebut.
" Win jangan salah paham " Kata Restu menelan ludah kasar.
" Oh iya,apa kau yg menemani suami ku sekarang ?" Tanya Winda hangat.
Deg....
Restu terbelalak dengan respon istrinya yg begitu menakjubkan.
" Hah em ya,aku dan beberapa tuan2 disini,kami penjaga Tuan Restu " Balas Saras tersenyum canggung.
" Ahh terima kasih Nona,aku begitu khawatir kepada suami ku siapa yg mengurusnya disana,mohon bantuannya ya,suami ku belum bisa melakukan sendiri " Kata Winda ramah.
" Hehe iya Nona,kami akan berusaha semaksimal mungkin membuat Tuan Restu kembali sehat " Balas Saras tersenyum manis.
Winda ikut tersenyum,perempuan itu pun kembali mengobrol dengan Restu sesekali menceritakan keadaan dirinya dan Afdhal dirumah.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1