Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
148


__ADS_3

Suatu malam,keluarga Salders berkunjung kerumah Romi untuk melihat keadaan Alexi.


Tak tanggung2 ada 3 mobil langsung yang mengangkut keluarga itu.


Kehebohan pun terjadi saat para cucu Reno turun satu persatu dari mobil berlari duluan memasuki pagar rumah.


" Assalamualaikum " Teriak Jack mengetuk pintu rumah.


" Helo spadaaaa " Sapa Angel mengetuk pintu.


" Eh yang sopan " Tegur Zaiva gemas.


" Hehe biar kedengaran onty " Jawab Angel cengengesan.


Azura dan Histi membawa beberapa bungkusan apel dan snack.


Histi berdandan cukup cantik karna gadis itu sekalian mengapeli Serkan pikir Histi modus.


Aktam memencet bel rumah,karna pintu belum juga terbuka.


Didalam,Alexi mendengar suara teriak2 dari luar tapi pria itu bingung mau bagaimana karna ia belum terbiasa.


" Siapa rusuh malam2 gini ?" gumam Alexi heran.


Lelaki itu meraba sekeliling dan mendapati tongkat nya.


Alexi pun berjalan perlahan sambil mengetuk2kan tongkat takut nabrak.


" Ibu " Panggil Alexi terus berjalan.


" ib...brugg.." Suara Alexi terputus saat dirinya menabrak pinggiran dinding.


" Aduhhh " Ringis Alexi meraba keningnya yang terasa sakit.


" Ibuuuu " teriak Alexi menghempas tongkat kesal.


Belum sembuh kakinya yang terjatuh kemarin kini giliran jidatnya yang menghantam dinding,Alexi benar2 sangat frustasi dengan dirinya sendiri.


Ceklek..


Pintu kamar terbuka,keluarlah seorang wanita dengan mukena panjang disusul sang suami yang masih memakai sarung dan kopiah.


" Lexi kamu kenapa ?" tanya Yuni langsung berlari melihat Alexi berdiri depan tembok.


" Ibu kemana aja sih " Gerutu Alexi kesal.


Ting nong ting nong...


Bel terus berbunyi membuat Alexi kembali kesal.


" Ada yang bertamu Mas " kata Yuni menoleh kesuaminya.


" Iya,aku buka pintu dulu " kata Romi berjalan cepat mengangkat sarungnya.


" Ayo sini ibu bantu " Ucap Yuni memegang tangan Alexi.


Lelaki itu menurut dan mengikuti langkah Yuni perlahan.


Romi membuka pintu rumah dan terbelalak melihat 3 orang seumuran anaknya berdiri paling depan.


" Hay Kakek Romi " Sapa ketiga bocah itu serentak.


" Kalian " Kata Romi syok.


" Ya " jawab ketiganya tersenyum.


" Assalamualaikum Paman " sapa Ana maju bersama Lulu.


" Waalaikum salam,kenapa kesini gak ngabar ?" tanya Romi bingung.


" Hehe sekalian lewat Paman " Jawab Ana malu.


" Ya udah ayo masuk " Ajak Romi membuka lebar pintu rumahnya.


Seketika gerombolan anak orang kaya itu masuk kedalam.


Yuni yang sedang mengobati kening Alexi kaget melihat warga Salders berkunjung kerumahnya.


" Loh " Kata Yuni syok.


" Halo Bibi " Sapa Ana tersenyum.

__ADS_1


" Halo " Jawab Yuni ramah.


" Aduh kursinya gak cukup Mas " kata Yuni kepada Romi.


" Tenang Bi,kami bisa duduk dimana saja " Ujar Aktam duduk dikarpet.


" Ehh jangan dong dingin " Kata Yuni menggeleng.


" Gak papa Bi,santai aja " Jawab Lulu lembut.


Anak2 Reno pun duduk dikursi sebagian duduk dilantai.


Yuni merasa tak enak hati tapi apa daya kursi rumahnya beda dengan kursi rumah sultan.


" Alexi apa kabar ?" tanya Aktam merangkul Alexi yang hanya diam.


" Baik Om " jawab Alexi ramah.


" Dia belum bisa lihat ?" tanya Ana hati2.


Yuni menggeleng lemah.


Ana mengangguk paham dan memperhatikan pria itu.


" Apa Serkan sudah tau penyebabnya ?" tanya Aktam.


" Sedang diteliti " Jawab Romi.


" Jika membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk minta tolong paman " Ucap Aktam tenang.


" Haha iya Tam " jawab Romi malu.


" Kamu aja "


" Kamu aja lah "


" Ck kan kamu yang mau "


Cekcok 2 bocah antara Jack dan Salim anaknya Zaiva Bara.


" Kalian berdua kenapa ?" Tanya Angel heran.


" Dia mau ketemu Byanca Kak " jawab Salim.


" Cih tadi kamu bilangnya iya " Cibir Salim.


Ana mengerjab2kan matanya melihat Jack menggaruk kepala malu.


" Aduhh Byanca nya lagi gak ada dirumah " Kata Yuni tersenyum geli.


" Dia kemana ?" tanya Jack kaget.


" Ikut Kakaknya " jawab Yuni terkekeh.


" Yaaaahhhh " Jack langsung mencair mengetahui gadis itu tak ada dirumah.


" Yaaahhh padahal udah pake baju limited edition" Desah Angel mengolok.


Jack mengkrucut sedih.


Angel langsung tertawa melihat wajah lucu adiknya dan langsung disambut tawa orang lain.


" Bearti Serkan gak ada juga dong ?" tanya Histi sedih.


Yuni mengangguk.


" Mereka lagi jemput Mamanya Serkan kesini " Jawab Yuni.


" Oh Mamanya Serkan mau kesini juga ?" tanya Ana.


" Iya " jawab Yuni.


" Jadi cerita itu bener ?" Gumam Lulu pelan dan langsung mendapat senggolan dari Zaiva.


" Hehe sorry Kak kecoplosan " Kata Lulu tak enak.


" Iya itu bener,Serkan punya 2 ibu " Ujar Romi ramah.


Mereka semua mengangguk paham dan tak ingin membahas itu sekarang karna semuanya sudah berlalu.


Tak lama suara mobil terdengar dan disusul larian anak kecil.

__ADS_1


Byanca masuk kedalam rumah dan terkejut melihat ramainya orang2 diruang tamu.


" Byanca " Gumam Jack dan Salim terkejut.


Gadis dengan kerudung merah itu tersenyum hangat membuat Jack dan Salim klepek2.


" Yaelah nih bocah malah terpesona " Kata Angel menoyor kepala adiknya.


" Ishhh Kakak ganggu aja,aku lagi lihat bidadari Kak " kata Jack kesal.


" Masih bocah juga udah tau cewek cakep " Cibir Angel.


Jack tak menghiraukan kakaknya!,bocah itu pun berdiri diikuti Salim yang tepat disampingnya.


Byanca berlari,Jack merentangkan tangan berharap gadis itu memeluknya,tapi apa yang terjadi Byanca berbelok kearah Salma yang diam bersama ibunya.


" Salma,kamu cantik banget " kata Byanca langsung duduk disamping gadis itu.


" Yaahhhh ambyarrr " Olok Aktam melihat Jack menganga dengan harapan kosong.


" Ish,Byan kalo mau meluk Salma bilang2 dong jangan bikin aku ngarep " kata Jack kesal.


" Ya ampun,bisa balikin nih bocah jadi kecebong gak sih ?" Gumam Ana menutup wajah malu.


" Hahahaha udah menjadi Na gak bisa dibalikin lagi " kata Lulu tertawa.


" Malu aku Lu,Jack kok dewasa sebelum waktunya sih " gerutu Ana kesal.


Lulu kembali tertawa renyah dengan tingkah sahabatnya.


" Main disana gih " Ucap Zaiva kepada putrinya.


" Iya Ma " jawab Salma patuh.


" Kita main diluar yuk " ajak Salma kepada Byanca.


" Hayuk " Seru Byanca setuju.


Kedua gadis itu pun keluar diikuti Jack dan Salim.


Yuni tersenyum bahagia melihat putrinya banyak teman karna kadang Yuni kasihan Byanca tak punya teman seumuran saat dirumah.


Serkan masuk duduk bersama Histi yang sudah dari tadi memberi kode kepadanya.


" Kamu dari mana ?" tanya Histi pelan.


" Tadi nganter Byanca ngaji,sekalian mau ambil Mama tapi Mama lagi keluar " Jawab Serkan tenang.


" Kamu gak macem2 kan ?" tanya Histi penuh selidik.


" Macam apa ?" tanya Serkan heran.


" Gak papa,aku tau kamu setia " Jawab Histi bergelayutan manja.


Serkan mengusap gemas kepala gadis itu dengan senyum kecilnya.


" Aku kangen,kamu sulit dihubungi akhir2 ini " Ucap Histi manja.


" Hm aku sibuk cari solusi untuk Alexi " Jawab Serkan melihat adiknya yang diajak ngobrol oleh Ana dan Lulu.


" Iya aku tau " Jawab Histi menggengam tangan lelaki itu.


Keduanya saling melempar senyum.


" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari luar.


" Waalaikumsalam " jawab mereka serempak menoleh kebelakang.


Deg...


2 orang wanita masuk dengan senyum hangatnya.


Serkan terdiam saat manik gadis yang dibawa ibunya bertatapan langsung dengan dirinya.


Gadis bercadar itu menyalami para wanita disana termasuk Histi.


" Dia siapa ?" tanya Histi berbisik kepada Serkan.


Serkan masih diam memperhatikan gadis dengan cadar biru itu duduk sopan didepan mereka.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa vote,like,coment ya.


__ADS_2