Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
142


__ADS_3

Camelia berlari masuk kekamarnya,terlihat Romi baru selesai mandi dengan handuk sepinggang.


" Romi " Teriak Camelia panik dengan air mata berderai


" Ada apa Mel ?" tanya Romi kaget.


" Rom Alexi kecelakaan " Jawab Camelia bergerak tak nentu.


" Apa !" Pekik Romi melotot.


" Iya barusan tadi temennya nelfon " kata Camelia menangis takut.


" Ya Tuhan,mana Yuni ?" tanya Romi seketika panik.


" Pingsan didepan " jawab Camelia.


" Astaga Yuni " teriak Romi langsung berlari.


Diruang tamu Salsa menangis tersedu sedu menahan tubuh Yuni yang jatuh pingsan dilantai.


" Ibu bangun Bu hiks hiks " Ucap Salsa menggoyangkan lengan Yuni.


Byanca dan Serkan keluar dari kamar dengan wajah paniknya.


" Ibu " Teriak Serkan kaget.


Pria itu ikut berlari mendekati Yuni dan Salsa.


" Serkan bawa kekamar " Teriak Romi dari arah kamar.


" Iya Yah " Jawab Serkan mengerti dan langsung mengangkat tubuh Yuni.


Salsa menenangkan Byanca yang berteriak memanggil ibunya.


Romi terlihat biñgung harus bagaimana,Camelia yang melihat lelaki itu hanya mengenakan handuk spinggang menegur.


" Pake celana dulu Rom " Ucap Camelia tak enak.


" Hah eh iya " kata Romi tersadar.


Lelaki itu langsung masuk kamar mengambil baju dan celananya berlari kearah kamar mandi.


" Apa yang terjadi Salsa ?" tanya Serkan setelah menaruh Yuni diranjang.


" Alexi kecelakaan Bang " Jawab Salsa ikut menangis.


" Apa !" Pekik Serkan kaget.


" Sekarang sedang dirumah sakit,tadi temennya cewek nelfon " Ucap Salsa gemeteran.


Serkan terduduk diranjang mengusap wajahnya kasar,Romi keluar lagi dengan pakaian santainya.


Camelia bergerak cepat mencari minyak kayu putih untuk menyadarkan Yuni yang sangat syok.


Mendengar Alexi bertabrakan dengan truck membuat mental wanita itu langsung down seketika.


" Bagaimana ini Yah,tidak ada penerbangan malam ?" tanya Serkan menghadap Romi.


" Apa Alexi sudah ditangani ?" tanya Romi berusaha tenang.


" Sudah Yah,lagi dirumah sakit " Jawab Salsa.


" Baiklah,kita harus tenang kita gak boleh panik " Kata Romi menenangkan.


Serkan dan Salsa berusaha tenang meski otak keduanya terus berpikir.


Romi mengambil hapenya dan menelfon anak buah perusahaan untuk memantau Alexi.


Serkan dan Salsa hanya diam melihat Yuni yang belum juga sadar.


" Sa ambilin teh hangat " Ucap Camelia.


" Iya Te " Jawab Salsa paham dan berjalan cepat keluar.


" Ibu bangun Bu huhuhu " kata Byanca menangis sedih.

__ADS_1


" Byan,sabar Nak " Kata Camelia tak tega.


" Huhu Byan mau ibu huhu " ucap Byanca banjir air mata.


Serkan mendekati adiknya dan menggendong Byanca penuh kasih sayang.


" Byanca harus kuat ya,jangan cengeng gini semuanya akan baik2 aja " Kata Serkan lembut.


" Abang Alexi gimana Kak hiks hiks ?" tanya Byanca.


" Abang Alexi baik2 saja,besok kita kesana " Jawab Serkan lembut.


Byanca masih menangis,Serkan memeluk adiknya penuh kelembutan.


Tak lama Romi kembali lagi,pria itu mengambil koper dan menaruh beberapa baju dirinya dan sang istri kedalam koper tersebut.


" Yah " tegur Serkan.


" Kamu urus Byanca,biar Ayah dan ibu yang kesana " kata Romi tegas.


" Tapi Yah aku..."


" Fokus sama tugas kamu,biar Alexi Ayah yang urus,Byanca ada ujian dan antar Salsa ke bandara besok " Titah Romi.


Serkan terdiam,dirinya memang sedang banyak kerjaan karna padatnya jadwal operasi.


" Yah aku gak papa gak jadi berangkat besok,aku ikut Ayah dan Ibu liatin Alexi " Kata Salsa datang dengan gelas teh hangat.


" Tidak kamu tetap berangkat,tidak akan terjadi hal yang buruk,kamu harus selesai kuliah,semua akan sia2 jika kamu tak kembali !" kata Romi tegas.


" Tapi Yah...


" Salsa !" Tegur Romi nyalang.


Salsa menunduk dengan anggukan kecil,pria itu terlihat sekali sedang menahan emosi terpendam.


" Nurut sama Ayah " kata Romi melemah.


" Iya Yah " Jawab Salsa patuh.


Ditempat lain seorang pria terbaring lemah diruang UGD.


Para Dokter terlihat sangat sibuk mondar mandir memeriksa lelaki tampan tersebut.


Alexi tadi keluar ingin menjemput Ayu pulang bekerja tapi karna otaknya tak fokus jadilah pria itu menabrak truck mengerem didepannya hingga membuat lelaki itu terpelanting cukup keras.


Ayu diluar ruangan terus menangis ketakutan,tak ada yang menemani dirinya.


Gadis itu duduk sendirian menunggu para Dokter bekerja.


" Ya Tuhan bagaimana ini ? tolong selamatkan Alexi " Gumam Ayu memohon.


Gadis itu merasa sangat bersalah,tadi Ayu sudah bilang kepada Alexi bahwa ia bisa naik taxi tapi lelaki itu kekeh ingin menjemputnya hingga kecelakaan terjadi.


Hampir 1 jam menunggu 2 orang pria mendekati gadis itu.


" Kalian siapa ?" tanya Ayu bingung.


" Apa didalam itu Alexi ?" tanya Lelaki tersebut tenang.


" Iya,kalian siapa ?" tanya Ayu lagi.


" Saya Gebi managernya Alexi " Jawab Lelaki itu tenang.


" Hah " Pekik Salsa kaget.


Gadis itu menyelisik penampilan lelaki santai itu dengan aneh..


Terlihat sekali lelaki itu masih muda dari Alexi tapi sudah mengaku menjadi manager.


" Kami akan menunggunya,apa kau kekasih Alexi ?" tanya lelaki itu lagi.


" Ah ya em bukan " jawab Ayu bingung.


Gebi mengangguk dan berjalan sedikit jauh saat ponselnya berdering.

__ADS_1


Lelaki itu terlihat berbicara serius dengan seseorang di telepn.


Ayu kembali duduk menunggu Dokter keluar.


" Bagaimana kronologinya ?" tanya lelaki seumuran dengan Gebi.


" Aku tidak tau,tadi aku ditelpon warga menggunakan hape Alexi " Jawab Ayu jujur.


Lelaki berkaos biru itu mengangguk kepala.


Kebesokan paginya,Romi dan Yuni sampai.


Seperti keinginan lelaki itu Salsa dan Byanca tidak ikut termasuk Serkan.


Pasangan itu langsung menuju rumah sakit tempat Alexi dirawat.


" Pak " Tegur Gebi melambaikan tangan saat melihat Romi celingak celinguk di coridor.


Yuni berlari duluan dengan tubuh gemeteran.


" Gimana Alexi Geb ?" tanya Romi panik.


" Benturan dikepala " jawab Gebi tenang.


" Apa dia selamat ?" tanya Yuni ketakutan.


" Dokter sedang berusaha Tante " Jawab Gebi.


Yuni langsung melemas,Romi menahan tubuh istrinya yang hampir jatuh.


" Istirahat dulu Pak " Ucap Gebi menunjuk kursi.


Romi mengangguk dan membawa Yuni ketempat duduk.


" Apa hanya kalian berdua saja ?" tanya Romi.


" Tidak,ada seorang gadis yang menunggu tapi sekarang sedang sarapan " jawab Gebi tenang.


" Siapa dia ? apa kekasih Alexi ?" tanya Romi kaget.


" Saya kurang tau,dia bernama Ayu " jawab Gebi jujur.


" Ayu ?" Ulang Yuni seperti mengenali nama tersebut.


" Ya " Jawab Gebi.


Yuni diam,Romi pun berusaha mengingat.


" Itu dia " Ucap Gebi menunjuk gadis yang dimaksud.


Keduanya menoleh dan terdiam melihat gadis dengan 2 botol minuman berjalan kearah mereka.


" Itu kan...." Kata Yuni berpikir keras.


Ayu yang mengenali orang tua Alexi sangat terkejut.


" Om Tante " gumam Ayu berhenti berjalan.


Yuni berdiri,Ayu pun mendekat kearah keduanya.


" Ada apa dengan Alexi ?" tanya Yuni garang.


" Yank " Tegur Romi terkejut mendengar suara keras Yuni.


" Kamu apakan Alexi hah! belum puas kamu hancurin hidup anak saya !" Bentak Yuni emosi.


Ayu menunduk dalam dengan manik berkaca kaca.


" Kau apakan Alexi !" teriak Yuni sambil menangis.


" Maaf " Ucap Ayu lirih dengan air mata mulai turun.


Romi menghela nafas,ia tau istrinya sangat terkejut dengan apa yang menimpa Alexi dan yang lebih mengejutkan Yuni melihat lagi penyebab Alexi dan Salsa berpisah..


❤❤❤❤

__ADS_1


Guysss please mana nih dukungan kalian,tolong author dong Vote,Like,Coment nya,author lagi ikutan lomba nih update time,pengen banget ngerasain yang namanya menang,jangankan ini,lomba karung tujuh belas agustus pun author dah tersungkur duluan sebelum pluit dibunyikan😭✌


__ADS_2