
Setelah mendengar kabar mengejutkan itu Alexi semakin menjadi pendiam,pria itu juga mulai tak menghiraukan Ayu meski gadis itu sering menelfonnya.
" Lex kamu mau kemana ?" Tanya Yuni melihat Alexi bersiap2 dengan baju kutang.
" Kerumah sakit Bu " Jawab Alexi datar.
" Emang ada jadwal hari ini ?" tanya Yuni mengernyit.
" Disuruh Kak Serkan kesana bareng Histi " Jawab Alexi.
Yuni mengangguk paham meski dirinya belum menerima perintah apapun dari Serkan.
Tak lama pintu rumah pun diketuk,Yuni berjalan keluar membuka pintu.
" Assalamualaikum Bibi " sapa Histi tersenyum hangat..
" Waalaikumsalam Histi,ayo masuk " Ajak Yuni ramah.
" Alexi udah siap Bi ?" tanya Histi sedikit malu.
" Masih siap2,tunggu bentar ya " jawab Yuni.
Histi mengangguk,gadis itu duduk diruang tamu menatap foto2 yang tercetak disana.
Terlihat Serkan kecil yang tersenyum menghadap camera.
" Gak iklas banget senyumnya,pasti fotografernya capek arahin gaya " Gumam Histi terkekeh.
Di bingkai cukup besar itu nampak sebuah foto keluarga dimana ada Yuni,Romi,Serkan dan Alexi.
Mereka terlihat sangat harmonis hanya saja Serkan pelit senyum membuat fotonya kurang sempurna pikir Histi.
" Huh kalo ntar aku punya anak sama Dokter Serkan,anak aku tampangnya gimana ya ? apa dingin kek bapaknya atau rusuh kyak emaknya ?" Gumam Histi bingung.
Berapa hari ini gadis itu terus membayang masa depannya dengan Serkan nanti,Histi ingin berumah tangga bersama pria idamannya itu karna menurut Histi,Serkan pria yang cocok untuknya karna selain Serkan berpikir dewasa lelaki itu juga tau cara memanjakan dirinya.
Tak lama Alexi pun keluar,pria itu sudah tampan dengan kaca mata hitam.
" Waw " Ucap Histi takjub.
" Udah sampe ?" tanya Alexi mendekati Histi dibantu Yuni.
" Udah,ayo berangkat " Ajak Histi semangat.
" hm " Jawab Alexi tersenyum.
Yuni memberi tangan Alexi untuk digandeng Histi tapi lelaki itu menolak membuat Yuni dan Histi terkejut.
" Aku bisa sendiri Bu " ucap Alexi.
" Gak mau dibantu ?" tanya Yuni.
" Gak usah,kata Sifa aku harus bisa mandiri " Jawab Alexi.
Deg...
Histi tersentak saat mendengar nama gadis yang ia kenali tersebut.
Yuni melihat Histi,gadis itu tersenyum kecil seolah baik2 saja.
" Ya udah,hati2 " Kata Yuni tak enak hati.
Alexi mengangguk dan mulai mengetuk lantai berhitung dalam hati setiap langkahnya.
" Kami berangkat Te " Ucap Histi menyalami Yuni.
__ADS_1
" Hati2 ya " Kata Yuni tersenyum.
Histi mengangguk,gadis itu pun mengikuti langkah Alexi dari belakang.
Setelah keduanya pergi,Yuni menghela nafas panjang.
" Huh aku gak tega kalo harus dukung Sifa sama Serkan,,Histi juga gadis yang baik " Gumam Yuni bimbang.
Yuni sebenarnya lebih menyetujui Sifa yang menjadi istri Serkan karna gadis bercadar itu memenuhi syarat sebagai perempuan soleha dan berpendidikan tinggi,tapi melihat Serkan yang lebih memilih Histi membuat Yuni tak berani memaksa kehendak karna itu hak Serkan dalam memilih apalagi Romi juga melarang dirinya ikut campur masalah hidup Serkan.
Romi membebaskan Serkan melakukan apapun yang ia mau,karna Romi sudah cukup memberinya banyak pelajaran hidup saat Serkan kecil hingga beranjak dewasa..
Sampainya dirumah sakit,Histi sangat bersemangat.
Gadis itu begitu ceria akan bertemu kekasihnya,sebenarnya Serkan tidak menyuruh Histi menjemput Alexi,lelaki itu hanya bilang bahwa ia akan membawa Alexi berobat tapi otak licik Histi bekerja dengan keras mencari celah agar dirinya bisa lama2 bersama Serkan.
Jadilah kesempatan dalam kesempitan ia dapatkan meski harus menjadi supir Alexi hari ini.
" Masih jauh gak ?" tanya Alexi terus berjalan.
" Gak kok didepan sana " jawab Histi sambil berkaca.
" Oke " Jawab Alexi paham.
Sejalan2 Histi merapikan penampilannya,sejak bertemu Camelia berapa hari yang lalu kini gadis itu mulai berpakaian tertutup.
Perlahan2 Histi mulai merasa malu dan tak mau kalah saing dengan Sifa,dirinya memang belum merasa mampu untuk berhijab tapi Histi pelan2 mulai memperhatikan Zaiva dirumah yang jarang melepas penutup kepala itu.
Terlihat diujung lorong Serkan sedang berbicara dengan Dokter yang Histi kenal.
" Cih gini nih tinggal bentar ada aja yang nempelin " gumam Histi gemas melihat Adiva tertawa bersama lelaki itu.
Histi mempercepat langkahnya seraya menarik tangan Alexi,Alexi yang belum siap pun terpaksa berjalan terseret.
" Ehm " Dehem Histi kuat saat sudah dekat dengan mereka.
" Ehh ada Histi " Tegur Adiva ramah.
" Hm " jawab Histi ketus
" Em mau ketemu Serkan ya ?" tanya Adiva basa basi.
" Iya mau ketemu calon laki " jawab Histi tersenyum..
Serkan melototkan matanya mendengar jawaban nyeleneh Histi.
" Haha iya,nih aku pulangin " Kata Adiva mendorong pelan Serkan.
Lelaki itu menggeleng pelan melihat wajah merajuk Histi.
Gadis itu sangat cemburuan,bahkan sekarang Histi tak ragu menunjukkan rasa tak sukanya jika ada orang lain yang mendekati Serkan.
" Nanti kita bahas lagi " Ucap Serkan kepada Adiva.
" Iya Dok santai aja " Balas Adiva tersenyum.
Gadis cantik itu pun undur diri karna tak tahan melihat Histi bertanduk.
" Ayo ikut Kakak " ajak Serkan merangkul bahu Alexi.
" hm " Jawab Alexi mengangguk.
Kedua lelaki itu pun berjalan meninggalkan Histi yang melongo melihat dirinya ditinggal begitu saja.
" ehhh aku gimana ?" tanya Histi bingung.
__ADS_1
" Ya jalan " Jawab Serkan gemas.
" Ngomong dong jangan main tinggal aja " Gerutu Histi kesal.
Serkan melambaikan tangannya,Histi pun langsung tersenyum dan berlari kesebelah Serkan.
" Pengen juga dirangkul " Rengek Histi menaruh tangan Serkan dibahunya.
Serkan tersenyum dan menaruh tangannya dipinggang gadis itu.
" Shuttt " Ucap Serkan memberi isyarat diam.
Histi mengangguk paham dan memeluk pinggang Serkan hangat.
Alexi hanya diam meski ia mendengar pasangan itu saling berbisik mesra.
Sesampainya diruangan,Alexi langsung diperiksa oleh Serkan.
Banyak alat tersedia disana,Serkan juga tak sendirian,pria itu ditemani lelaki sedikit tua yang nanti akan ikut andil dalam penyembuhan Alexi.
" Ya Tuhan,nih cowok cakep banget pas kerja serius gini " Gumam Histi menggeleng tak percaya melihat Serkan terlihat sangat mempesona.
Serkan terus bercakap dengan Dokter ahli,Histi sampai nyences melihat kekasih hatinya.
" Duhh kenapa rahim aku tiba2 anget ya " Gumam Histi meraba perutnya.
" Hihhh aku mikirin apa sih,please Histi jangan mesum ntar Dokter Serkan kabur " Gumam Histi menabok kepalanya sendiri..
Alexi mulai melakukan serangkaian tes untuk memastikan apa kerusakan fatal maniknya...
Histi terus menunggu dengan sabar,tanpa ia sadari,Histi mulai menaruh simpati kepada calon adik iparnya.
Ditempat lain Yuni kedatangan tamu tak diundang.
Wanita itu meloncat kegirangan saat melihat sahabatnya datang kerumah membawa 1 keluarga.
" Aahhhh Sindiii aku kangen " kata Yuni geregetan.
" Hahah iya Yun aku juga " Kata Sindi memeluk Yuni.
" ini anak kamu ?" tanya Yuni menunjuk seorang gadis yang begitu cantik.
" Iya,ini si putri duyung dulu " Jawab Sindi terkekeh.
" Mama " Rengek gadis cantik itu malu.
" Haha wah sekarang dah gede ya putri duyungnya,masih sering berendam dikolam gak ?" Goda Yuni terkekeh.
" Gak Tante,aku gak berendam di kolam,saat itu pasta gigi ku jatuh makanya aku masuk kolam " Jelas gadis itu gemas.
" Heh ngeles,padahal Papanya lihat sendiri dia ubek2 air dikolam,iya gak Sayang ?" Ucap Sindi kepada Malvin yang hanya diam.
" Gak kan Pa " Kata gadis itu memelas.
Malvin terlihat bimbang membuat Yuni tertawa.
" Gak papa,ayo silahkan masuk kita ngobrol didalam " Ajak Yuni ramah.
" Alexinya ada Te ?" tanya gadis itu malu2.
" Lagi berobat " jawab Yuni tersenyum.
" Yahh padahal aku kangen banget sama dia,udah lama gak main kelereng bareng,dia masih ingat gak ya sama aku ?" Gumam gadis itu lesu.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa vote,like,coment ya.