
Hampir menuju sore pasangan Samuel dan Leni baru keluar dari panti asuhan milik mereka,Leni banyak belajar dari sikap suaminya yg ternyata begitu dermawan,wanita itu tak menyangka dibalik sikap dingin Samuel ternyata lelaki itu punya sisi hangat yg sedikit orang tau.
" Nanti datang kesini lagi ya Om " Ucap seorang bocah pria tersenyum kepada Samuel.
" iya Om usahakan " Balas Samuel mengusap kepala bocah itu.
" Bibi juga ya "
" Iya ganteng,nanti bibi kesini bawa hadiah yg banyak buat kalian " Jawab Leni semangat.
Bocah kecil itu bukannya senang malah menundukkan kepala.
" Kenapa ?" Tanya Samuel mengernyit.
" Aku salah omong ya ?" tanya Leni bingung.
Samuel menggeleng tidak tau dan menatap lagi bocah didepannya.
" Ada apa ? cerita sama Om " Pinta Samuel lembut.
" Dulu Mama juga pernah ngomong gitu sama aku Om,dia bilang sama Bibi bakal datang lagi tapi nyatanya...." Ucap bocah itu nanar.
Deg....
Samuel dan Leni tersentak,keduanya mulai mengerti apa yg dirasakan bocah tersebut.
" Iya Om paham " Kata Samuel menghela nafas.
" Maaf Sam aku gak berniat begitu " Kata Leni merasa bersalah.
" Hm ya udah,kamu tenang2 disini ya makan yg banyak dan harus pinter sekolah biar nanti bisa bantu ibu panti ngurusin adik kalian " Ucap Samuel tersenyum.
Bocah itu mengangguk cepat dan memberikan senyum termanisnya.
Pasangan tersebut pun pamit pulang setelah menyalami beberapa bocah yg asik bermain diluar..
" Sam " Panggil Leni melihat Samuel yg sedang memasang sabuk pengaman.
" Hm " Jawab Samuel cuek.
" Makan dulu yuk " Ajak Leni hati2.
" Bukannya tadi udah makan ?" tanya Samuel menoleh.
" Iya tapi tadi aku gak em selera " Jawab Leni pelan.
Samuel melihat istrinya dengan mata mengernyit.
" Gak selera ?" Ulang Samuel.
" Hm,aku belum pernah makan begituan Sam lagipula tadi itu cuma sayur kangkung sama Tempe,ayam gorengnya aja kecil banget dipotongin" Kata Leni mengkrucut.
" Emang gitu kalo tinggal dipanti,harus saling berbagi dan menerima apa adanya " Tegur Samuel tenang.
" Iya sih aku ngerti,tapi uang yg kamu kasih ke mereka kan gak sedikit,stidaknya kan bisa makan Ayam dengan potongan gede kaya di warung " Kata Leni heran.
" Leni " Panggil Samuel datar.
Deg....
Leni tersentak,baru kali ini Samuel memanggil namanya dengan nada berat.
" Kamu pikir uang yg aku kasih ke mereka itu cukup 1 bulan buat makan doang ? disana ada 20 anak dan 5 bayi yg harus di kasih susu,obat dan pakaian setiap hari " Kata Samuel tegas.
" Ya kan nominal yg kamu kasih ke mereka itu banyak Sam,kamu aja gak pernah loh kasih aku sgitunya " Balas Leni.
__ADS_1
" Kamu juga mau ?" Tanya Samuel menatap manik gadis tersebut.
" Ya gak sih,cuma kan kasihan mereka juga makan seadanya " Kata Leni tak enak.
" Kalo mereka makan enak tiap hari,makanan mahal kayak kamu makan,nanti tiba2 aku atau pengurusnya meninggal,mereka harus bergantung kemana ? Ibu panti itu sudah menyiapkan semuanya mulai dari A sampe Z,mereka tau mana yg terbaik,dan satu lagi hidup mereka gak seberuntung kamu punya segalanya " Jelas Samuel.
Leni diam menundukkan kepala,memang hidupnya begitu beruntung dari kecil hingga dewasa tak pernah mengalami kesusahan ekonomi,maksud hati Leni sebenarnya baik hanya saja gadis itu belum mengetahui apa maksud ucapan suaminya.
" Mau makan apa gak ?" tanya Samuel mengalihkan.
" Ya mau Sam,aku laper " Rengek Leni mengkrucut.
Samuel mengangguk,pria itu pun melajukan mobilnya kejalan raya.
Ditempat lain,seorang ibu dan anak duduk manis disebuah cafe menikmati angin sore.
Hari ini Winda habis menemani anaknya yg tadi dipanggil casting oleh seorang produser.
Winda sebenarnya ingin menolak,tapi Nur merengek ingin pergi dengan niatan mau membantu Papanya bekerja.
Hati lembut Winda pun tersentuh,bahkan wanita itu sempat menangis dilokasi syuting saat putrinya diarahkan beberapa orang memasang gaya dan cara bicara.
Jiwa keartisan putrinya menurun dari sang Nenek buyut yg juga seorang public figure terkenal.
Meski dulu Risa membenci Winda tapi kini wanita itu menjadikan Winda dan Nur bagaikan emas berlian yg harus dijaga.
" Ma " panggil Nur melihat Winda melamun.
" Hah iya Nak " Jawab Winda tersentak.
" Aku mau es ini boleh ?" Tanya Nur menunjuk menu.
" Tadi kan udah minum es " Jawab Winda.
" Mau lagi yg ini Ma,Nul haus " Balas Nur memelas.
Nur mengangguk pelan dan melambaikan tangan memanggil pelayan.
" Duhh Mas Restu mana ya,ini udah mau sore " Ucap Winda melihat jam dihapenya.
Matahari mulai menguning,tadi Restu bilang ia akan menyusul tapi belum juga memberi kabar.
" Apa dia lembur ya ? huh aku telfon aja deh " Kata Winda khawatir.
Dengan gerakan cepat wanita itu menelfon sang suami.
Tuttt....
Panggilan tersambung,beberapa menit Winda menelfon belum juga diterima.
" Ma,Papa jadi kesini gak ?" Tanya Nur.
" Gak tau Sayang,Papa kamu gak angkat telfon Mama " Jawab Winda lesu.
" Udah mau maglib Ma,lumah kita jauh " Kata Nur ngeri.
" Iya,kita tunggu aja ya " Kata Winda mengusap kepala anaknya.
Nur mengangguk kecil,bocah itu pun kembali sibuk sendiri dengan camilan dan es.
Sebuah mobil memasuki pekarangan,seorang pria dan wanita turun dengan gaya elegant mereka.
" Astaga bukannya itu vloger terkenal ya ?" Ucap pelayan menunjuk keluar.
" Iya,itu Leni deh,siapa pria disampingnya ?" sahut pelayan lain menyelisik.
__ADS_1
" Itu suaminya,wah2 mereka keren banget "
" Iya,sempurna banget ya,satu cantik kaya dan prianya ganteng kaya juga "
Kedua gadis pelayan itu berbisik2,Winda yg mendengar pun berbalik badan dan melototkan matanya.
" Sam " Ucap Winda pelan.
" Kenapa dia ada disini ?" Gumam Winda menelan ludah kasar..
Samuel dan Leni terus berjalan masuk dan disambut 2 gadis pelayan tadi dengan sangat ramah.
" Sebelah sana " Ucap Leni menunjuk kursi.
Samuel melihat jari istrinya dan terdiam saat maniknya melihat 2 orang yg ia kenal.
" Winda " Ucap Samuel pelan
" Hah siapa ?" Tanya Leni menoleh.
Samuel tak menjawab,lelaki itu masih diam melihat Winda dan anaknya.
" Sam ayo " Ucap Leni sudah membelakangi Winda.
Pria itu mengangguk seraya menelan ludah kasar.
" Kamu sebelah sini ya,aku mau angel foto dulu " Ucap Leni menarik kursi untuk suaminya.
Samuel mengangguk dan duduk disana.
Deg...
Pandangan Winda dan Samuel beradu,keduanya duduk berpapasan..
" Ya Tuhan,situasi macam apa ini ?" Batin Winda menelan ludah kasar.
Kakinya mulai gemeteran,wanita itu merasa seluruh tubuhnya merinding seketika saat melihat lagi manik yg pernah membuatnya bahagia itu.
" A ayo kita pergi " Ucap Winda bangun dengan cepat.
" Hah " kata Nur terkejut.
" Ay ooakhhhh " Pekik Winda memegang perutnya yg tiba2 kram.
Braakkkk....
" Winda "
" Mama "
Pekik Samuel dan Nur bersamaan.
Leni yg mau mengambil foto Samuel pun ikut terkejut mendengar suaminya memanggil nama orang lain.
" Kamu gak papa ?" Tanya Samuel memegang bahu mantan istrinya tersebut.
Jantung Winda berdetak kencang,sejenak keduanya saling melihat hingga Winda sadar bahwa ada gadis lain yg menatap kearah mereka dengan wajah syok.
" Aku gak papa,maaf permisi " Ucap Winda cepat.
" Nur ayo Nak " Ajak Winda menegur putrinya yg sudah pucat.
Bocah itu mengangguk pelan dan memegang tangan sang ibu.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya