Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
184


__ADS_3

Alexi dan Salsa sama2 berlomba memperjuangkan masa depan mereka yang lebih baik,ntah kemana kapal mereka berlabuh hanya kedua insan itu yang tau.


Romi dan Yuni tak terlalu berharap Salsa akan kembali lagi menjadi menantu mereka,melihat Salsa kini semakin dewasa dan berpikiran luas sudah membuat pasangan itu bangga.


Meski hanya sebentar menjadi menantu tapi kesan Salsa sangat terasa,bukan hanya Yuni,Romi pun merasa gadis itu baik untuk anaknya tapi Alexi malah menghancurkan segalanya tanpa pikir panjang.


Kini Serkan dan Alexi sudah lepas dari tanggung jawab Romi,kedua putranya sudah sama2 dewasa dan bisa menentukan hidup sendiri.


Romi sekarang mulai fokus kepada putri kecilnya yang mulai menunjukkan bakat dan minat meski masih kecil.


Apapun yang Byanca inginkan,Romi sebisa mungkin mengabulkan,meski begitu Byanca tak bisa seenaknya karna masih ada Yuni yang akan memonitor segalanya.


Yuni tidak mau anak kecil itu besar kepala,karna Yuni tau suaminya mencari uang bukanlah perkara mudah,kadang nyawa lelaki itu juga menjadi terancam jika Romi sudah serius dalam mengurus suatu masalah.


Tak jarang Romi pulang dalam keadaan terluka,seperti malam ini lelaki itu pulang dalam keadaan dada sobek bekas tembakan.


Yuni yang menyambut lelaki itu seperti biasanya pun histeris bukan main melihat suami tercintanya bersimbah darah.


" Ya Tuhan Massss " Teriak Yuni berlari.


" Tolong " Ucap Romi pucat.


Byanca yang mendengar teriakan ibunya langsung terbangun dan terkejut melihat Ayahnya terjatuh kelantai dengan sang ibu menangis menahan tubuh lelaki itu.


" Ayaaaahhhh " Teriak Byanca langsung menangis.


" Bawa dia kekamar Yank " Kata Romi lemah.


" Ayah,Ayah kenapa huhu ?" tanya Byanca tersedu sedu.


" Ayah gak papa Nak,Byan tidur sana " kata Romi menahan sakit.


" Ngak Ayahh huhu " Gadis itu malah memeluk Romi membuat dada lelaki itu semakin sesak.


" Siapkan obat Yun " pinta Romi berusaha tenang.


Yuni mengangguk meski seluruh tubuhnya bergetar.


Perempuan itu langsung berlari mengambil p3k.


Romi memeluk anaknya yang terlihat begitu sedih.


Byanca salah satu penguat lelaki itu,Romi ingin tetap hidup agar bisa melihat putrinya tumbuh menjadi gadis ceria.


Yuni mengambil hape dan menghubungi anaknya.


" Ayo Serkan angkat telpon nya Nak " Ucap Yuni panik.


Beberapa detik kemudian,panggilan pun dijawab.


" Halo Bu " Sapa seseorang diseberang.


" Halo Serkan,kamu dimana kerumah sekarang,Ayah mu tertembak " Kata menangis.


" Apa !" Pekik Serkan.


" Ibu harus bagaimana,Ayah mu sudah pucat hiks hiks " Kata Yuni tak kuasa.


" Ibu yang tenang,aku dalam perjalanan kesana " kata Serkan mencoba menenangkan.

__ADS_1


Yuni terus menangis,teriakan Byanca membuat Yuni tersadar dan langsung berlari.


Didalam mobil,Serkan terlihat panik pria itu baru pulang mengambil Mamanya disalon.


" Ada apa Nak ?" tanya Camelia heran melihat Serkan menambah laju kendaraannya.


" Ayah terluka Ma " Jawab Serkan.


" Terluka kenapa ?" tanya Camelia kaget.


" Kena tembakan " Jawab Serkan memasukkan gigi mobil.


" Astaga " Ucap Camelia terbelalak.


Lelaki itu sudah diam fokus berkendara Camelia ikut diam berpegangan dimobil anaknya.


15 menit kemudian,keduanya sampai,Serkan langsung berlari dan mendobrak pintu.


Terlihat rumah sepi,lelaki itu langsung masuk kamar dan terdiam melihat ayahnya meringis diranjang.


" Ayah " pekik Serkan.


" Kakak huhuhu tolong Ayah Kak " Kata Byanca menangis terisak.


" Iya sayang,Byan tenang ya " Kata Serkan memeluk sebentar adiknya.


Camelia ikut masuk kedalam menutup mulutnya tak percaya.


" Bawa kerumah sakit Serkan,Ayah kamu udah gak kuat lagi " Kata Yuni ketakutan.


Serkan mendekati Ayahnya dan menatap wajah renta lelaki itu..


" Jika Ayah tak selamat,tolong jaga ibu dan adik2mu " Ucap Romi tenang.


Romi memejamkan mata memegang kuat tangan putranya.


" Ayah akan selamat,ayo kita pergi kerumah sakit " kata Serkan tenang.


" Ayah gak kuat lagi " Kata Romi lemah.


" Mas,jangan ngomong gitu !" kata Yuni emosi.


Brakk...


Tiba2 pintu kamar terbuka,masuklah 2 orang pria tua dan muda mendekati mereka semua.


" Om " Gumam Yuni terbelalak.


" Kalian tunggu apa hah ! kenapa tidak bawa kerumah sakit !" Bentak Reno emosi.


Yuni semakin menangis,Camelia yang tidak mengenali lelaki itu terlihat kebingungan.


" Sepertinya udah ngak memungkinkan Pa " Ucap Aktam tenang.


" Mana Dokter tadi cepat selamatkan Romi !" Kata Reno emosi.


3 orang dokter pun masuk dengan tergesa gesa mendekati Romi yang sudah lemah.


Mereka mulai memeriksa,Byanca memeluk ibunya dengan tubuh bergetar.

__ADS_1


" Sepertinya kita harus segera mengeluarkan peluru ini Pak " Ucap salah satu Dokter.


" Lakukan sekarang !" kata Reno tegas.


" Apa !" Pekik Serkan kaget.


" Kita kekurangan alat " Ucap Serkan tak terima.


" Butuh waktu 30 menit kerumah sakit,kita tak punya banyak waktu " kata Aktam tenang.


" Tapi Ayah..." Kata Serkan ketakutan.


" Kau seorang Dokter,kau harusnya tau ini keadaan darurat,siapakan apa yang kau tau " Kata Reno menepuk bahu pria itu.


Serkan menantap ayahnya,Romi sudah tak bersuara.


" Serkan bagaimana ini " Kata Yuni begitu takut.


" Siapkan air hangat Bu " Ucap Serkan tenang.


" Apa kalian akan melakukan nya dirumah ?" Tanya Yuni terbelakak.


" Mereka hanya akan mengeluarkan peluru saja,Romi akan selamat " kata Reno menenangkan.


Aktam keluar dari kamar menerima telfon dari anak buahnya.


Melihat Yuni diam,Reno memberi kode kepada Dokter untuk melakukan tindakan segera.


Para Dokter itu mengangguk paham dan langsung bergerak.


Romi tak melawan karna rasa sakit luar biasa bahkan nafas pria itu sudah tercekat.


Reno membawa Yuni keluar,Camelia masih diam melihat mantan kekasihnya yang begitu menderita.


Ntah mengapa Camelia merasa ikut sakit,meski Romi pernah menyakitinya dengan begitu brutal tapi melihat lelaki itu seperti sekarang membuat hati nurani perempuan itu tergerak..


Camelia mendekati Dokter dan menepuk bahu lelaki itu.


" Tolong selamatkan dia Dok " Ucap Camelia tenang.


Romi membuka matanya,penglihatannya sudah gabur melihat wajah wanita itu.


" Kau harus semangat Rom " Bisik Camelia pelan.


Perempuan itu pun keluar menutup pintu membiarkan Dokter bekerja.


Didapur,Yuni terlihat panik sendiri,melihat ibunya tak fokus Serkan melakukan sendiri dan ikut masuk keruangan.


" Jangan kasih ampun kepada mereka yang berani menembaki Romi !" Ucap Reno mengepalkan tangannya.


" Siap Pa,anak buah ku sedang mencari pelaku " Jawab Aktam tegas.


" Aku tidak akan mengampuni mereka " Kata Reno emosi.


Flashback On


Tadi Reno dan Romi sedang makan malam setelah meeting bersama seorang klain di sebuah restoran ternama,tapi saat mereka pulang dengan mobil masing2,tiba2 suara tembakan terdengar.


Mobil Reno yang sudah jalan duluan langsung berhenti,lelaki itu terbelalak melihat asisten setianya tertembak didada,Romi bukannya kabur malah mengejar pelaku dengan pistol yang selalu ia bawa untuk berjaga karna pelaku juga menembakan peluru kearah mobil yang ditumpangi Reno.

__ADS_1


Karna tak berhasil menangkap pelaku jadilah Romi pulang memberitau istrinya,bahkan lelaki itu masih bisa menyetir sendiri saat pulang.


sungguh sebuah hal yang sangat langka,makanya Reno sangat mengandalkan lelaki dengan mental baja tersebut.


__ADS_2