Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
454


__ADS_3

Kembali lagi orang tua Malvin ditolak kehadirannya oleh suami Winda.


Pasangan itu pulang dengan tangan kosong bahkan belum sempat berbicara dengan cucunya.


Winda tak bisa menahan,Samuel benar2 sangat emosi melihat pasangan itu ada dirumah apalagi sang istri meringis kesakitan.


Samuel membanting pintu rumah hingga tertutup rapat.


" Sam " Panggil Winda pelan.


" Jangan terima mereka " Jawab Samuel ketus.


" Ini bukan salah mereka Sam,aku yang tidak hati2 " Kata Winda mengusap kepala suaminya.


Samuel tak menjawab,lelaki itu sibuk melihat bekas luka Winda yang terkena goresan.


" Masih sakit ?" Tanya Samuel sedikit menekan.


" Udah gak papa " Jawab Winda tersenyum.


" Lain kali hati2 dan jangan sembarang menerima orang masuk kerumah tanpa seizin ku !" Kata Samuel tegas.


" Iya sayang,maaf tadi aku juga kaget ada Nenek dan Kakek " Balas Winda menunduk.


" Ya udah " Kata Samuel berdiri.


" Mau kemana ?" tanya Winda mendongak.


" Kamu udah makan ?" tanya Samuel mengalihkan.


" Hmmm "


" aku bawa makanan buat kamu " Ujar Samuel mendekati bungkusan yang ia bawa.


" Kamu beli ?" tanya Winda mengernyit.


" Gak,tadi pesan diresto sama Mama mereka yang bayar " jawab Samuel jujur.


" Kamu bungkus ?" tanya Winda kaget.


" Ya " Jawab Samuel mengakui.


Winda mengulum senyum membuat Samuel meliriknya tajam.


" Ada yang aneh ?" tanya Samuel.


" Hm ya sedikit " Jawab Winda tersenyum manis.


" Apa ?"


" Kenapa kamu bungkus ? emang gak malu ?" tanya Winda menggoda.


" Malu ? ya iyalah tapi mau gimana lagi " Jawab Samuel.


" maksudnya ?" Tanya Winda bingung.


" Aku gak bisa makan enak kalo kamu dirumah cuma makan sayur bayam " Jawab Samuel ketus.


" Hah kamu mikirin aku ?" tanya Winda terbelalak.


" terus mikir siapa ? tetangga sebelah ?" tanya Samuel kesal.


Winda melongo,lagi2 wanita itu dibuat kaget dengan tingkah suaminya.


" Kamu gak sakit kan ?" tanya Winda memeriksa kening Samuel.

__ADS_1


Samuel menarik nafas berusaha tenang,ia mati2an menahan malu tapi istrinya malah menggoda.


" Ya udah kalo gak mau aku buang aja " Kata Samuel bangkit.


" Ehhh jangan dong " pekik Winda kaget.


" Jangan dibuang sayang,mubazir " Kata Winda mengambil bungkusan tersebut dengan cepat.


Samuel bersedekap dada melihat sang istri yang kini bersemangat membuka apa yang ia bawa.


" Wahhh ada es taeti " kata Winda girang.


" Kamu suka ?" Tanya Samuel.


" Hm,aku udah lama banget gak minum ini " Jawab Winda memeluk es merah tersebut.


" Minumlah,tapi gak boleh sering2 " kata Samuel tersenyum.


" Boleh ?" tanya Winda mendongak.


" boleh " jawab Samuel mengusap kepala wanita itu.


" Aaaaa makasih suami " Rengek Winda memeluk paha Samuel.


Lelaki itu terkekeh,hanya segelas air ia bisa melihat senyum merekah sang istri,Winda terlihat sangat bahagia.


Dengan cepat perempuan itu mengambil pring dan mangkok lalu memindahkan semua lauk kesana.


Kebetulan perempuan itu sedang keroncongan,Winda tak selera makan tadi karna selalu teringat perbuatan mertuanya.


Samuel diam memperhatikan Winda makan dengan halap,ntah mengapa hatinya merasa hangat,ia begitu nyaman melihat sang istri sudah jarang menangis.


" Mau ?" tanya Winda menyodorkan sepotong ayam dengan nasi.


" Hm " Jawab Samuel tersenyum.


Diluar rumah,orang tua Malvin hanya bisa mengusap dada dengan perlakuan Samuel.


Keduanya tak bisa memaksa Samuel ataupun Winda menerima mereka begitu saja karna mereka tau kesalahan masa lalu begitu membekas dihati keluarga sang anak.


" Ayo Ma kita pulang " Ajak Papa Malvin menegur.


" Aku mau ketemu Winda Pa " Ucap Risa menatap nanar pintu rumah cucunya.


" Sam masih emosi,nanti yang ada malah nambah masalah " Bujuk Rudi hangat.


" Winda marah banget sama aku Pa " Ucap Risa berkaca kaca.


" Ya mungkin,dia masih trauma " Balas Rudi.


" Kita harus bagaimana Pa,aku gak tega lihat Winda tinggal dirumah kecil kayak gini " Kata Risa menghela nafas.


" Nanti kita kesini lagi,sekarang ayo kerumah Romi temui Doni " Ajak Rudi.


" Romi ?" Ulang Risa.


" Ya,dia ada disana,Sam belum mau membawa Doni karna mereka masih susah " Jawab Rudi.


" Apa mereka sangat kekurangan ?" tanya Risa lagi.


" Aku rasa begitu,Sam juga tidak akur dengan keluarganya " jawab Rudi.


" Lalu gimana mereka cari makan ?" tanya Risa terkejut.


" Aku tidak tau "

__ADS_1


" Pa,bantu Sam " kata Risa memelas.


" Tidak semudah itu Ma,kau lihat sendiri bagaimana kerasnya pria itu " Kata Ŕudi gemas.


" Kita harus bagaimana ? kasihan Winda dan Doni Pa,keluarga Romi juga pasti risih dengan Doni " Kata Risa bingung.


" Kita kesana dulu " Ajak Rudi.


" Apa Yuni ada disana ?" Tanya Risa hati2.


" Lalu kau pikir dia akan berada dimana ?" Tanya Rudi heran.


" Huuuufttt Yuni tidak suka dengan ku Pa,kita pasti diusir " Tebak Risa lesu.


" Jika kita sopan,mereka pasti menerima " Kata Rudi menguatkan.


Risa menatap suaminya nanar,terakhir ia bertemu Yuni juga dengan keadaan tak mendukung,sekarang wanita itu merasa trauma dengan mulut pedas Yuni yang tak kenal usia membentak orang.


Keduanya pun berlalu pergi,mau tak mau keduanya harus pergi kerumah Romi jika ingin bertemu sang cucu.


Masih banyak yang harus dilakukan pasangan tersebut,mereka juga akan pergi ke kantor polisi mengajukan banding,bahkan Risa sudah menyiapkan pengacara ternama untuk membebaskan anak serta menantunya.


Ntah ada angin dari mana,Risa merasa sangat simpati apalagi jika melihat Doni yang diasuh oleh orang lain dan Winda dengan keadaan yang kurang baik.


Perlahan pintu hati wanita itu terbuka,ia mulai menyesali setiap perbuatan yang pernah ia lakukan dimasa lampau.


Bukan hal mudah berada dipihak Malvin karna suadara/i Malvin tak setuju jika Risa menghabiskan banyak uang demi lelaki itu dan istrinya.


Kebesokan paginya,Doni dibawa pulang oleh sang nenek.


Bocah itu menurut saja berkat bujukan Romi yang merasa kasihan melihat Risa menangis meminta sang cucu tinggal dengannya.


Meski mendapat penolakan keras dari Yuni,Romi berusaha meyakinkan sang istri bahwa semuanya akan baik2 saja..


" Bibi besok aku kesini lagi ya " Kata Doni menyalami Yuni.


" Kamu jangan nakal ya sayang,nanti bibi jemput " Balas Yuni mengusap pipi Doni.


" Iya Bi " Jawab Doni semangat.


" Ayo Nek,aku udah gak sabar pengen ketemu Mama sama Papa " kata Doni menggoyang tangan Risa.


" Kami berangkat " Ucap Risa tak enak hati kepada Yuni.


" Hm jaga Doni baik2 !" Kata Yuni datar.


Risa mengangguk cepat,mereka pun berlalu memasuki mobil.


" Yank,dia amanah gak ?" Tanya Yuni melihat Romi.


" Insyaallah,kalo gak amanah ntar aku hancurin karirnya " jawab Romi terkekeh.


" Eeehhh " pekik Yuni kaget.


" Jahat banget kamu " Hujat Yuni.


" Biarin,cape juga jadi orang baik mulu " Balas Romi santai.


Yuni tertawa,keduanya pun masuk kerumah dengan saling berangkulan.


Dikantor polisi,sepasang suami istri berhadapan dengan seorang wanita dan pengacaranya.


" Betah disini ?" Tanya wanita dengan tas mahal tersebut.


❤❤❤❤

__ADS_1


guys jangan lupa Vote,Like,Coment dong🤧🤧😭


__ADS_2