Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
638


__ADS_3

Restu menarik kursi untuk diduduki oleh istrinya,gadis didepan mereka hanya diam melihat pemandangan tersebut.


" Siapa nama mu ?" Tanya Winda mulai membuka suara.


" Nama aku Saras Kak " Jawab gadis didepannya sopan.


" Hm kamu yg merawat Mas Restu selama dia sakit ?" tanya Winda lagi.


Saras mengangguk kecil.


" Ini istri aku Ras,namanya Winda dan ini anak kami Afdhal " Ucap Restu tenang.


Saras mengangguk kecil.


" Hm boleh tau kau punya hubungan apa dengan Mas Restu ?" Tanya Winda.


" Hah ?" Ulang Saras kaget.


Winda diam memperhatikan gadis cantik didepannya.


" Aku dan Mas Restu gak punya hubungan apapun Kak,dia sudah aku anggap abang sendiri " Jawab Saras sopan.


" Benarkah ?" Tanya Winda tak percaya.


" Iya Kak " Jawab Saras yakin..


Winda melirik Restu,lelaki itu hanya diam saja.


" Lalu kenapa kalian sering berkomunikasi ?" Tanya Winda lagi.


" Apa tidak boleh ?" tanya Saras polos.


" Hm sebenarnya sah2 saja tapi status Restu berbeda,dia bukan bujangan lagi " Jawab Winda.


Saras terkekeh,Restu yg mendengar kata bujangan sedikit merinding geli.


" Ya aku tau Kak,em maaf jika itu membuat Kakak resah,aku gak punya temen selama ini,jadi pas Kak Restu ada,dia sering tampung isi hati aku " Kata Saras jujur.


Winda melihat Restu lagi,lelaki itu menggaruk kepala menatap manik berbeda istrinya.


" Jika kamu mau,kamu boleh menghubungi aku,ya itung2 aku pengganti Mas Restu,bukan tidak boleh kamu berkomunikasi dengannya,tapi Mas Restu punya anak2 kami " Kata Winda melemah.


" Benarkah ?" Tanya Saras girang.


" Ya,lagian aku juga gak punya temen hehe " Jawab Winda malu.


" Waaahhh kebetulan banget ya Kak,aku beneran gak ada temen,biasanya cuma kerja aja " Kata Saras terkekeh.


Winda mengangguk pelan,angin segar terasa disuasana yg tadinya dingin.


Restu sudah bisa menghela nafas baik,karna dari tadi lelaki itu sangat deg degan istrinya akan mengamuk kepada gadis polos tersebut.


Saras diajak pulang kerumah,gadis itu mengangguk setuju mumpung dirinya diberi libur.


Sesampainya dirumah,Saras duduk diam memperhatikan sekitar.


" Aku dengar kamu bekerja dengan Pak Rafael sudah lama ya ?" tanya Winda sambil membawa es teh.


" Iya Kak,dari umur 12 tahun " Jawab Saras.


" Benarkah ?" tanya Winda kaget


" Hm,mereka baik masih memberi aku kehidupan yg layak " Jawab Saras lagi.


" Kenapa kamu bisa berada disana ?" Tanya Winda.

__ADS_1


" Ceritanya panjang Kak,intinya aku pengganti orang tua yg juga kemarin kerja disana " Jawab Saras tak mau membahas.


Winda ber Oh ria,mereka kembali mengobrol hangat.


Restu tak berada disana lagi,lelaki itu sedang mengantar pakaian yg sudah diloundry.


Ditempat lain,seorang pria duduk sendirian menunggu Kakaknya yg sedang belanja.


Hari ini Histi menganjak adik lelakinya untuk pergi ke Mall karna Serkan sangat sibuk.


Sutar tak ada disana,bocah itu harus sekolah demi masa depan yg lebih baik.


" Kak udah belum ?" Tanya Juna mengantuk.


" Bentar " Jawab Histi masih melihat2 baju.


" Cepetan dong Kak,aku ada kuliah bentar lagi " Kata Juna gemas.


" Ck aman lah,kampus nya kan punya Papa kenapa kamu repot2 " Kata Histi santai.


" Ih walaupun punya Papa tapi kita harus taat peraturan dong " Cibir Juna..


Histi memutar mata dan menyingkap lagi baju yg diatasnya tertulis diskon 40%.


Juna memang sering menjadi teman Kakaknya daripada kedua adiknya dirumah dan Histi pun suka ditemani lelaki beranjak dewasa itu karna Juna tak banyak bicara dan nurut saja.


" Habis ini temenin Kakak pulang kerumah Mertua ya " Pinta Histi memelas.


" Aku mau kuliah Kak !" kata Juna kesal.


" Bentar doang " Kata Histi mengkrucut.


Juna merengut dan memilih diam.


Histi yg menang bersorak ria dan menyudahi acara belanjanya.


Mereka pun melaju pulang kerumah Romi,suasana jalanan makin ramai.


Para mobil berantrian dilampu merah,Juna yg kini sudah mengantongi izin Papa nya berkendara terlihat sangat hati2 menyalip.


Histi duduk tenang sambil menghitung Bon belanjaannya.


" Wah2 harusnya tadi aku ajakin Salsa buat borong " Gumam Histi pelan.


Juna tak mengubris,lelaki itu terus melaju dengan tenang.


Sesampainya dirumah Romi,terlihat seorang bocah sedang duduk diteras dengan piring makanannya.


Suara klakson terdengar nyaring membuat bocah itu menoleh.


" Papa " Gumam Sutar melotot.


Bocah itu melihat dirinya dan langsung berlari masuk.


" Astagaaa liat tuh anak kamu,gak pake celana " Ucap Juna melihat Sutar berlari terbirit2.


" Iya dikirainnya ada Kak Serkan " Kata Histi terkekeh geli.


" Iya ini kan mobilnya Papa yg sering dipakein Kak Serkan " kata Juna ikut terkekeh.


Histi turun dari mobil,wanita itu berjalan masuk membuka pagar.


" Aku langsung ya " Pekik Juna.


" Eeh nanti,Kakak pulang sama siapa kalo kamu pergi " Kata Histi kaget.

__ADS_1


" Sama Sutar " jawab Juna tertawa.


" Apa !" Pekik Histi melotot.


Bruuummm....


Mobil sedan hitam itu langsung melaju meninggalkan Histi yg masih melotot ditempatnya.


" Junaaaaaaa,adik kurang ajar kamu yaaaa " Teriak Histi kesal.


Mobil hitam itu terus melaju tanpa ragu,Histi mencat2 kesal sambil ngomel2 tak jelas.


" Kampret bener tuh bocah,awas aja kalo nanti minta uang saku sama aku !" Kata Histi geram.


Dengan wajah tersungging,wanita itu masuk kedalam dan mendapati anaknya kembali dengan celana lengkap.


" Loh Papa mana ?" Tanya Sutar kebingungan.


" Gak ada " Jawab Histi ketus.


" Kemana ?" tanya Sutar lagi.


" Ya kerja lah,emang kamu mau gak makan enak !" kata Histi gemas.


" Kan aku cuma nanya,kenapa Mama ngengas ?" Tanya Sutar heran.


Histi diam,manik wanita itu melihat sesuatu dipiring anaknya.


Sutar yg tidak peka masih memasang wajah polos.


" Kaburr " Ucap Histi setelah mencomot ayam goreng disana.


" Ayaaaam kuuuuuuuu " Teriak Sutar kelabakan.


Histi berlari masuk sambil menggigit paha ayam tersebut.


" Nenekkkkkk ada pencuriiiiiiiii " Teriak Sutar minta tlong.


Aksi kejar kejaran dan drama siang pun terdengar memekakkan telinga.


Salsa yg sedang demam,keluar dari kamar dan menghela nafas lelah.


" Aduhh Lexx,pindah rumah aja yukkk " Gumam Salsa ingin menangis frustasi.


Baru tadi drama rebutan paha ayam antara Sutar dan Suci,kini kedatangan Histi malah menambah kehebohan.


Diperjalanan,Juna mendapat telepon dari seseorang.


" Dirumah mertuanya Pa " Ucap Juna tenang.


" Ya udah,kamu bisa kekantor gak sekarang,Papa butuh bantuan " Ucap Bara diseberang.


Juna terdiam,pria itu saat ini sudah sangat dekat dengan tempat kuliahnya.


" Juna " Panggil Bara.


" Uhhhh ya Pa,aku kesana sekarang " Kata Juna mengalah.


" Oke,Papa tunggu " Balas Bara langsung mematikan ponsel.


" Ck,mereka sebenarnya mau aku jadi apa sih ? supir atau calon pengusaha ?" Gumam Juna heran.


Dengan lesu lelaki itu memutar lagi kendaraan besi tersebut,tapi saat akan melanju tiba2 maniknya melihat seorang yg akan menyebrang jalan.


" Ya Tuhan cantik sekali " Gumam Juna terkaget.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment


__ADS_2