
Dipenjara sepasang suami istri terlihat bahagia menatap anak bujang mereka yang makan dengan lahap masih mengenakan seragam sekolahnya.
Hari ini Salsa menjemput Doni pulang sekolah karna suami dan yang lainnya sibuk sedangkan Histi tak ada dirumah,pasangan itu pergi kerumah orang tua Histi membawa sang buah hati serta Sania dan tidur disana.
Jadilah Salsa pengangguran dirumah yang harus mengurus Doni.
" Makasih ya Sa,kamu dah bawa anak Bibi kemari " kata Sindi tersenyum manis.
" Sama2 Bi,Ibu langsung kekantor sama Byan jadi gak sempet " kata Salsa ramah.
" Iya Bibi paham " Kata Sindi tersenyum.
" Pa tadi aku main bola " Kata Doni sambil mengunyah.
" Terus menang gak ?" tanya Malvin antusias.
" hm gak Pa,lawan aku gede2 " Jawab Doni lesu.
" Yaaaaahhh " kata Malvin ikut lesu.
" Tapi kata Pak guru gak papa,nanti usaha lagi " Kata Doni tersenyum.
" Iya dong,jangan putus asa nanti menang kok " Kata Malvin mengusap kepala anaknya.
Sindi dan Salsa tersenyum,Doni terlihat bahagia bisa berkumpul dengan orang tuanya.
" Oh iya Sa,Winda gimana kabarnya ?" tanya Malvin teringat.
" Dia baik Om,masih sama Sam " jawab Salsa.
" Mereka gak berkelahi kan ?" tanya Malvin khawatir.
" Gak,Winda bilang Samuel baik sama dia perhatian juga " Jawab Salsa.
" Yang bener ? Winda nanti bohong menutupi Sam " Kata Sindi khawatir.
" Gak Bi,Alexi udah introgasi dia habis2an " Kata Salsa terkekeh..
" Syukurlah,Bibi senang jika Winda dan Samuel akur " kata Sindi bahagia.
" Kamu juga Sa,semua aman aja kan ?" tanya Malvin.
" Hm ya kurang aman sih" Jawab Salsa menggaruk kepala.
" Maksudnya ?" Tanya Sindi bingung.
" Gak aman dari Alexi " Bisik Salsa pelan.
" hah hahaha " Sindi langsung tertawa ngakak.
" Kenapa Ma ?" tanya Malvin bingung.
" Gak papa " Jawab Sindi disela tawanya.
" Bibi ihhh diem2 aja " kata Salsa malu.
" Hati2 kamu Sa,Alexi bukan pria kalem lagi,Samuel aja dilawan sama dia " kata Sindi memberitahu.
" Iya Bi,Alexi udah berubah gak polos kayak dulu " Balas Salsa.
Malvin mendehem kuat,lelaki itu mulai konek kemana alur pembicaraan istri dan menantu sahabatnya.
Hampir setengah jam bercerita panjang lebar,waktu kunjungan habis.
Hati Salsa kembali sakit melihat Sindi dan Malvin harus berpisah lagi dengan Doni.
" Jangan sedih ya Nak,Mama dan Papa akan selalu disamping kamu " Ucap Sindi memegang wajah putranya.
" Aku mau Mama dan Papa pulang " Rengek Doni sedih.
" Iya sayang,doain Mama dan Papa ya biar cepet pulang " Balas Malvin memeluk anaknya.
Doni mengangguk,pasangan itu pun digiring masuk ke sel lagi.
__ADS_1
Salsa menarik nafas panjang,ia sangat sedih tapi perempuan itu tak mau menunjukkan kesedihannya kepada sang ponaan.
" Ayo kita pulang " Ajak Salsa menggandeng tangan bocah itu.
" Ayo " Balas Doni tersenyum.
Keduanya berjalan keluar,meski sedih tapi Doni menunjukkan wajah riangnya kepada orang2.
Keduanya menyetop taxi,hari ini Salsa ingin istirahat.
Beberapa hari menikah dengan Alexi membuat tubunnya remuk redam bagaimana tidak lelaki itu selalu minta jatah apalagi Alexisedang libur bekerja,tapi hari ini berbeda,Alexi akan kembali sibuk seperti biasa.
" Kak,Kak Winda ada tanya aku gak ?" tanya Doni teringat.
" Kak Winda belum telfon hari ini " Jawab Salsa jujur.
" Ini udah siang,kenapa Kak Winda gak cari aku ya ?" Tanya Doni heran.
" Mungkin lagi sibuk,nanti dia bakal nelfon kok " jawab Salsa menenangkan.
Doni mengangguk setuju,bocah itu pun memilih diam.
Ditempat lain,seorang wanita baru sampai ke tempat dimana akan diadakan pertemuan.
Winda berjalan sendirian dengan jantung berdebar.
Ia merasa sedikit takut menghadapi mertuanya,apalagi tak ada Samuel.
Terlihat di kejauhan 2 orang wanita duduk tenang menatap dirinya dikejauhan.
" Astaga,Mama bawa Nenek juga " Gumam Winda terbelakak.
Lutfia dan Pony duduk berseblahan ditemani 2 gelas jus jeruk dan camilan.
" Ya Tuhan,semoga gak terjadi apa2 " Gumam Winda pasrah.
Wanita itu pun mendekat dan menunduk memberi salam.
" Apa kabar Ma,Nek ?" tanya Winda sopan.
Pony menatap penampilan istri cucunya dari ujung kaki hingga kepala,penampilan Winda sedikit bagus dari biasanya.
Winda yang tau sedang diperhatikan merapatkan tas hasil seserahan pernikahan kemarin.
" Duduk " Titah Lutfia tegas.
Winda menarik kursi dan duduk didepan 2 wanita itu.
" Ada apa Ma ?" Tanya Winda sopan.
" Masih berani kau memanggil saya Mama ?" tanya Lutfia tersenyum miring.
" Mama ibu suami ku " jawab Winda.
" Cih hasil kebohongan " Decih Lutfia.
Winda kembali menunduk memainkan tangannya.
" Kalian tinggal dimana ?" tanya Pony membuka suara.
" Kami ngontrak " jawab Winda.
" Dimana ?" tanya Pony lagi.
" Aku dilarang Sam memberitahu " Jawab Winda pelan.
" Kau tak menganggap kami !" Bentak Pony geram.
Winda tersentak kaget dan kembali menunduk.
" Maaf Nek,ini perintah Sam " Jawab Winda.
" Kau benar2 sudah meracuni otak cucuku !" Kata Pony tersulut.
__ADS_1
Winda tak membalas,ia tau sepatah kata yang ia keluarkan tak akan bisa meluluhkan hati 2 perempuan didepannya.
" Minta Sam kembali kerumah " Ucap Lutfia tenang.
" Bukankah dia sering kembali ?" tanya Winda bingung.
" Ya hanya sebentar,saya mau dia tinggal dirumah seperti biasa " Jawab Lutfia.
" Aku tidak tau masalah itu Ma,itu hak Sam jika ia ingin kembali " Balas Winda.
" Kau yang menghalanginya kembali " Kata Lutfia mengebrak meja.
" Aku tidak pernah menahan Samuel,dia bertindak sesuka hati tanpa paksaan " Balas Winda tenang.
" Saya tidak mau tau,Samuel harus kembali kerumah dalam waktu 3 hari,jika tidakk....
" Tidak apa ?" Tanya Winda mengernyit.
" Orang tuamu akan menua disana " Jawab Lutfia tersenyum miring.
Deg....
Winda terbelakak kaget dengan ucapan jahat mertuanya.
" Jangan bawa orang tua ku lagi Ma " Kata Winda kesal.
" Kau yang membuat masalah ini semakin rumit " Kata Lutfia terkekeh.
" Jika kau cerai dengan Sam,maka semuanya akan selesai dan saya akan mengeluarkan orang tua mu dari hukumannya "
" Kenapa Mama melakukan semua ini,aku dan Sam saling mencintai Ma " Kata Winda nanar.
" Cinta ? kau yakin dengan ucapan mu itu ?" tanya Lutfia geram.
" Aku memang bersalah telah membohongi kalian,tapi sekarang aku dan Sam sedang berusaha membentuk rumah tangga yang baik " Kata Winda berkaca kaca.
" Aku tidak sudi lagi punya menantu pembohong seperti mu " Hujat Lutfia tajam.
" Kau menghacurkan keluarga ku Winda !" Bentak Lutfia sambil menangis.
" Aku tidak berniat melakukannya Ma " Jawab Winda kesal.
" Tapi kau melakukannya !" Teriak Lutfia geram.
" Aku ti Plakkkkkkkkkk...." Wajah Winda langsung mendapat tamparan keras dari nenek Samuel.
" Ma "
" Nek "
Ucap Winda dan Lutfia bersamaan.
" Kau gadis kurang ajar,pergi dari hidup Samuel !" Ucap Pony berapi2.
" Nek aku dan Sam saling mencintai " Kata Winda mulai menangis memegang pipinya.
" Pergiiii !" Bentak Pony emosi.
Winda mengambil tasnya dan langsung berlari keluar dengan deraian air mata.
Pony terduduk merasa telapak tangannya hangat setelah menampar pipi istri cucunya.
" Kenapa Mama menamparnya ?" tanya Lutfia kesal.
" Mama tidak tau " jawab Pony.
" Ma astaga,jika Sam tau dia bakal ngamuk sama aku !" kata Lutfia panik sendiri.
Pony tak menjawab,wanita itu langsung berjalan keluar.
" Akhhh sialan,ini akan berdampak buruk " Gumam Lutfia frustasi.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.