Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
610


__ADS_3

Disebuah rumah seorang wanita paru baya diam melihat tingkah keduanya cucunya,kali ini Yuni yg giliran menjaga Sutar dan Suci.


Histi dan Salsa pergi kerumah sakit menjenguk Doni yg katanya terkena cidera saat bermain bola,kedua bocah itu tidak diizinkan ikut lantaran takut membuat kegaduhan.


" Huh capek " Ucap Suci menyeka keringatnya.


" Sama aku juga " Celetuk Sutar ikut melakukan hal yg sama.


" Udah capek ?" tanya Yuni terkekeh.


" Iya Nek " Jawab keduanya serempak.


" Hm gimana kalo kita tidur siang " Ajak Yuni semangat.


" Tidur siang ?" Ulang Suci sedikit mencebik.


Yuni mengangguk polos dengan mata berharap.


" No no no,tidak ada tidur siang dikamus kita,iya gak Sutar " Kata Suci bersedekap dada.


" Hah " Kata Sutar kaget.


" Kenapa ?" Tanya Yuni syok.


" Ngapain tidur siang,kan malam bisa " Jawab Suci enteng.


" Ya itu beda,siang juga harus tidur " Balas Yuni heran.


Sutar diam mendengarkan.


" Ngak Nek,buktinya kalo Mama tidur siang malamnya gak bisa lagi tidur " Kata Suci mengingat.


" Ya itu karna Mama mu kebablasan " Balas Yuni.


" Nah karna itu juga Suci ngak mau tidur siang " Balas Suci lagi dengan nada menyekak.


Yuni terdiam,melawan mulut cucu perempuannya memanglah berbahaya,kini bocah itu sungguh judes dan bisa memutar perkataan dengan sangat baik.


Romi melawati mereka bertiga dengan tenang.


" Kek " Panggil Sutar.


Pria dengan kaos biru itu berbalik badan.


" Kenapa ?" tanya Romi.


" Mau kemana ?" tanya Sutar.


" Em keluar " Jawab Romi hati2.


" Kerumah Bos ya ?" Tanya Suci semangat.


" Nggak !" Jawab Romi cepat.


" Yeeeee,aku ikutttt " Teriak Suci heboh.


" Aku jugaaa " Jawab Sutar bangkit.


Romi menganga begitupun Yuni yg kembali terkejut.


" Kan tadi Kakek bilangnya Enggak bukan iya " Kata Romi gemas.


" Haha itu pembodohan,Suci tau Kakek bohong " Kata Suci sambil mengikat tinggi rambutnya.


" Yankkk " Rengek Romi melihat Yuni.


" Heheh aku gak tau Yank " Kata Yuni cengengesan.


" Haissstttt tau aja nih bocah tujuan aku mau kesana " Gumam Romi gemas.


Kedua bocah itu sudah memegang kedua tangan Romi dan menyeretnya keluar.


" Dadaaaahhh " Ucap Yuni melambaikan tangan.


" Kamu ikut Yankk,aku mau kerja kesana " Pekik Romi.


" Loh aku gak mau Yank " Tolak Yuni.


" Seret nenek kalian " titah Romi kepada kedua cucunya.


Sang cucu pun mengangguk dan berlari mendekati Yuni.


" Aaaaa gak mauuu " teriak Yuni berlari menjauh.


" Kejaaaaaaarrrr " Teriak Suci heboh.

__ADS_1


Aksi lari2an pun terjadi dirumah tersebut,Romi menghela nafas panjang dengan gelengan pelan.


Pria itu pun berjalan keluar saat istrinya mulai diseret paksa oleh cucu sendiri.


Mereka berangkat dengan penampilan seadanya.


Sesampainya disana,suasana sedikit sepi tidak seperti biasanya.


" Yank kayaknya gak ada orang deh " Ucap Yuni menyelisik rumah besar tersebut.


" Ada Yank,tuh pintunya aja terbuka " Balas Romi santai seraya mengeluarkan beberapa mapnya.


" Kakekkkkkkkk " Teriak Sutar berlari masuk.


Suci diam melihat,bocah itu tidak berani langsung masuk kerumah orang.


" Kenapa gak ikut ?" Tanya Yuni menggoda.


" Gak sopan " Jawab Suci pelan.


Yuni tersenyum kecil,meski cucunya begitu bar2 tapi jika diluar Suci masih memegang erat ajaran orang tuanya.


" Ayo masuk " Ajak Romi berjalan duluan.


Suci dan Yuni mengangguk sambil bergandeng tangan..


Didalam,Sutar sudah disambut seorang pria yg sedang membersihkan bulu kucingnya.


" Eh ada Suci " Ucap lelaki itu terkejut.


" Assalamualaikum Bang Jack " Sapa Suci sopan..


" Waalaikumsalam cantik " Balas Jack tersenyum manis.


Blushhh....


Wajah Suci bersemu merah,gadis itu terlihat malu disebut Cantik.


" Jack,Mama mu mana ?" Tanya Yuni mendekat.


" Mama sama Bibi lagi keluar Bi " Jawab Jack menoleh.


" Kerja ?" tanya Yuni lagi.0


" Hahahaa " Yuni tertawa geli mendengar jawaban anak bungsu Ana tersebut.


Tak lama Tuan rumah muncul,Nisa terlihat menawan dengan baju gamisnya yg panjang.


" Udah lama ?" tanya Nisa ramah.


" Baru Kak " Jawab Yuni tersenyum.


Keduanya sedikit menjauh dari tiga bocah tadi.


Nisa menganjak Yuni kedapur untuk menikmati beberapa makanan yg ia buat.


Memang siapapun yg bertamu dirumah itu selalu disuguhi makanan.


Karna itulah Suci dan Sutar ingin kerumah tersebut.


" Anggun mana Kak ?" Tanya Sutar melihat kiri kanan.


" Dikamar " Jawab Jack masih sibuk sendiri dengan kucingnya.


Beberapa saat kemudian,lelaki itu pun selesai Jack bangun dari duduknya dan terkejut.


" Loh hidung kamu kenapa ?" tanya Jack syok melihat hidung Suci mengeluarkan darah.


" Hah " kata Suci tidak sadar.


" Iya,hidung kamu kenapa ?" tanya Sutar panik.


Jack mendekat dan memegang wajah gadis itu.


Manik Suci berkedip cepat,ia cukup terkejut dengan gerakan spontan Jack.


" Helooo " Sapa seseorang dari luar.


Semuanya menoleh otomatis.


" Aaaaaaaaa " Pekik wanita itu heboh.


" Astaga kamu kenapa ?" tanya wanita satu lagi stengah berlari.


Jack didorong dan Sutar langsung mundur saat keduanya grasak grusuk.

__ADS_1


" Tisu mana tisu " pekik Ana panik.


Lulu memegang wajah Suci yg terlihat kebingungan.


" Jacckkk ambilin tisu napa,kenapa bengong disana !" kata Ana memarahi anaknya.


" Hah iya Ma,bentar " kata Jack tersadar.


Sutar menggaruk kepala bingung,ia tidak tau harus berbuat apa.


Mendengar berisik2 Yuni keluar dari dapur dan terkejut mendapati cucunya dikrumuni massa.


" Ada apa ini ?" tanya Yuni setngah berlari.


" Halo Bi,hidung Suci berdarah " jawab Ana menoleh.


" hah kenapa ?" tanya Yuni syok.


Jack datang dengan segempal tisu ditangannya.


Ana langsung sigap membersihkan hidup gadis malang itu.


" Aku gak papa " Kata Suci bingung sendiri dengan beberapa wanita dewasa didepannya.


" Kamu terbentur ?" tanya Lulu lembut.


Suci menggeleng.


" Terus kenapa ? di jahatin Sutar ?" tanya Ana.


" Eh enak aja,aku gak ngapai2n " Kata Sutar tak terima.


" Terus kenapa dong bisa berdarah ? kan gak mungkin keluar sendiri " Kata Ana menyelisik.


Sutar berdecak kesal,bocah itu tidak terima kenapa dirinya yg harus dipojokkan.


" Gak ada yg salah " Kata Jack membuka suara.


" Oh atau kamu yg jahatin ?" Tuduh Ana tajam.


" Ihh Mama suuzon deh " Jawab Jack kesal.


" Bukan Bi,ini bukan salah mereka " kata Suci menggeleng cepat.


" Kamu kenapa ?" tanya Yuni menghela nafas.


" Aku terpesona Nek " Jawab Suci menunduk.


" Hah !" Pekik 3 wanita dewasa itu kaget.


" Terpesona ?" Ulang Ana masih tak percaya.


" Iya " Jawab Suci bersemu malu.


" Sama siapa ?" tanya Lulu heran.


Suci terus menunduk,ketiga dewasa itu melihat Jack dan Sutar bergantian.


" Gak mungkin " Kata Ana menggeleng.


" Hehe " Suci menunduk malu sambil menutup hidungnya.


" Masa sama Sutar sih ?" Tanya Ana dengan wajah polosnya.


Plakkkk...


Wanita itu mendapat tamparan dari sang sahabat yg merangkup menjadi iparnya sendiri.


" Mana mungkin lah sama Sutar mereka kan saudara " kata Lulu terkekeh.


" Kalo gak sama Sutar terus...." Ucap Ana menggantung.


Ketiga wanita itu menoleh kearah satu lelaki yg belum tersebut namanya.


" Aku ?" Tanya Jack polos seraya menunjuk dirinya.


" Hehehe " Suci cengengesan lagi sambil menggaruk kepala malu.


" Astagfirullah " Kata Ana mau pingsan.


Lulu langsung terbahak ngakak,sedangkan Yuni menutup wajah malu dengan pengakuan cucu perempuannya yg masih seumur jagung.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2