Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Dua Puluh "TSJC"


__ADS_3

Hari sudah berganti pagi, dan Citra masih tertidur sangat lelap di lengan Riko.


Citra mencoba membuka matanya. walaupun masih terkantuk-kantuk, dilihatnya pelan-pelan disampingnya ada seseorang pria yang tertidur.


Citra mengamati wajah Riko yang saat itu tampak bercahaya. darimata, hidung, bibirnya..


tiba-tiba Citra cengengesan..


"hehe,, udah pagi. Tapi aku masih mimpiin pangeran. tapi kok pangerannya mirip kak Riko yahh.." gumam Citra.


Riko kemudian mengeliat merubah posisi tidurnya dari berhadapan dengan Citra menjadi terlentang.


hal itu membuat Citra langsung membelalakkan mata terkejut.


Citra langsung bangun dari tempat tidur dan berteriak histeris. Ia berdiri menarik selimut Riko, dan melihat Riko hanya menggunakan celana boxer pendek, dan membuat Citra semakin berteriak histeris pada Riko.


Citra lalu menatap tubuhnya kemudian menatap Riko yang hanya menggunakan boxer, Citra segera menutupi dadanya. Riko lansung terbangun mendengar teriakan Citra, kemudian menarik kembali selimut yang di ambil Citra.


"Kak Riko kenapa tidur di kamar aku,, bukannya kemarin kita udah sepakat ngga ada kontak fisik.." teriak Citra.


"Ini kamar aku." ucap Riko datar sambil matanya masih tertutup.


Citra melihat sekeliling kamar, dan menyadari ternyata memang kamarnya Riko.


"Kok aku bisa tidur disini?, Semalam kan aku tidur di kamarku." gumam Citra bingung.


"Kenapa Citra bisa tidur disini kak?" tanya Citra.


"Kak Riko jawab...!!! teriak Citra.


Riko membuka matanya malas dan melihat wajah bingung Citra.


"Kenapa kamu tanya aku,, harusnya aku yang nanya ke kamu, kenapa tiba-tiba masuk dan tidur di samping aku?" ucap Riko datar dan berusaha menahan tawanya melihat wajah Citra yang semakin bingung.


"Udah mending kamu masak aja sana, hari ini aku maklumi kamu kayak gitu. kalau besok terulang lagi, liat aja." ucap Riko masih berusaha menahan tawanya. Riko segera mengubah posisinya berbalik memunggungi Citra. Riko tersenyum geli.


Citra yang semakin bingung, mengikuti perintah Riko. Citra berjalan keluar kamar menuju ke kamarnya untuk mencuci wajahnya. Setelah itu Citra ke dapur untuk membuat sarapan.


'kenapa aku tidur di kamar kak Riko sihh,, apa yang sebenarnya terjadi,, ngga mungkin kan aku tidur sambil berjalan.' batin Citra sambil membayangkan dirinya tidur berjalan dan di perhatikan oleh Riko..


Citra segera menghilangkan pikirannya yang ngga jelas dengan menggelengkan kepalanya dan kembali fokus memasak.


Riko kemudian berjalan ke dapur sambil mengacak-acak rambutnya dan melirik Citra yang sedang menyiapkan sarapan.


Riko membuka kulkas dan mengambil air minum kemudian duduk di kursi.


Citra melirik Riko yang sedang minum..


"Ngga mungkin aku sendiri yang masuk ke kamar kak Riko. ngga ada sejarahnya aku berjalan sambil tidur. ini pasti ada sesuatu." batin Citra sambil terus melirik Riko sinis.


Riko menyadari bahwa Citra memperhatikannya.


"Ngga usah ngomong sama arwah." ucap Riko datar lalu menyendok sarapan ke piring nya.


"Apa kak Riko yang memindahkan Citra ke kamar kak Riko?" tanya Citra dan membuat Riko terkejut tapi masih berusaha tenang.


"Udah ngga bisa di inget yah, makanya nuduh." ucap Riko datar lalu memakan sarapannya.

__ADS_1


"Bukannya Citra nuduh kak.Citra hanya merasa ada yang ganjal, Citra ngga pernah tidur sambil berjalan." ucap Citra meyakinkan.


'Ya iyalah lo ngga jalan sambil tidur, orang gue yang mindahin lu..' batin Riko.


"Kamu mana tau,, kamu kan lagi tidur..


udah deh mending sekarang kamu siap-siap, aku antar kamu ke kampus." ucap Riko datar lalu berjalan meninggalkan Citra.


Skipp..


Di dalam Mobil.


Riko mengantar Citra ke kampus. Tidak ada yang berbicara di dalam mobil, Riko hanya fokus menyetir.


Riko memberhentikan mobilnya tidak jauh dari pintu gerbang depan kampus.


"Turun..!!!" ucap Riko datar.


"Kita ngapain ke kampus kak?" tanya Citra.


"Hari ini kamu ospek." ucap Riko singkat.


Citra pun turun dan berjalan masuk ke dalam kampus.


"Semua mahasiswa baru berkumpul di depan gedung Aula sekarang." ucap seseorang yang berteriak menggunakan toa..


Citra yang bingung melihat mereka semua berlari, Citra hanya berjalan dengan santai di tengah orang-orang yang sedang berlari.


Semua senior menatap Citra.


Senior yang cowok semuanya menatap kagum dengan kecantikan Citra dan bertanya-tanya siapa dia?.


"Heyy, kamu yang berjalan itu, ayo cepat kemari, kamu fikir lagi fashion show jalannya lamban gitu.." teriak Lusi salah satu senior perempuan di kampus Citra.


Citra menoleh kiri kanan, melihat tidak ada yang berjalan selain dia. Kemudian dia berlari mengikuti semua mahasiswa yang berlari.


Semuanya telah berkumpul di depan Aula.


"Semuanya membuat barisan sesuai dengan Fakultas masing-masing." Teriak senior menggunakan toa.


Suasana kembali gaduh, semuanya sibuk mencari fakultas masing-masing, sementara Citra hanya berdiri kebingungan karna dia tidak tau dia berada di fakultas mana.


Citra yang masih berdiri kebingungan disaat semuanya kacau, tiba-tiba di tabrak seseorang.


"Aoooowww..." Citra terjatuh.


"Maaf maaf, aku ngga sengaja." ucap orang itu menatap Citra.


"Citra.." ucap orang itu..


Citra menatap orang itu..


"Indahh.." ucap Citra. lalu kemudian mereka berdiri.


"Kamu kuliah disini Cit?" tanya Indah.


"iya.." ucap Citra singkat.

__ADS_1


"Bukannya kamu ud..." perkataan Indah terhenti saat Lusi menghampiri mereka dan memarahinya.


"Kalian ini, masih aja bergosip, kalian ngga liat semua sudah berkumpul menurut fakultas mereka." ucap Lusi marah.


"Kamu fakultas apa?" tanya Lusi kepada Indah.


"Hukum kak." ucap Indah takut.


"Kamu kesana." ucap Lusi menunjuk dengan dagunya.


Indah pun pergi ke arah yang di tunjukkan lusi.


"Kalau kamu..?" tanya Lusi ke Citra dengan nada keras.


Citra yang tidak mengetahui Fakultasnya, bingung.


"Heyy.." teriak Lusi yang membuat Citra kaget.


"Aaku fakultas hukum juga kak.." jawab Citra takut.


"Terus ngapain masih disini." ucap Lusi.


Citra ppun berlari menuju rombongan fakultas hukum.


Skipp..


Kantor Riko.


Riko terlihat sibuk di ruangannya dia sangat fokus membaca dokumennya dengan teliti.


Romi masuk ke dalam Ruangannya menghampiri Riko..


"Diem Looo.." Ucap Riko tanpa melihat Romi.


"Gue belum ngomong apa-apa Rik.." ucap Romi bingung.


"Gue lagi sibuk, kalau lo mau dateng cuma buat ngedongeng, mending lo keluar sekarang." ucap Riko datar tanpa melihat Romi.


"Gue dateng kesini bukan buat ngedongeng Rik,, tapi gue mau kasi tau ke elu, 3 hari lagi kita ke Amrik buat membahas proyek kerja sama perusahaan kita di sana dengan perusahaan pak Albert." ucap Romi lalu duduk di depan Riko sambil memainkan ponselnya.


Tiba-tiba notifikasi masuk. pesan dari Anton mengirim sebuah foto.


"Gilaaa,, si anton jadi raja di kampus, di kelilingin maba yang cantik-cantik." gumam Romi.


"Rikk.. bukannya hari ini ada Ospek di kampus lo.." ucap Romi.


"humm." ucap Romi tak acuh.


"Lo nggak ikut ospek maba, secara maba di kampus lo tuh cantik-cantik, nihh liat nih.." ucap Romi menunjukkan ponselnya ke Riko.


Riko menatap foto di ponsel Romi.


"Citra." batin Riko.


"Wahh, kalau cewek maba semua cantiknya kayak gini, gue mau kuliah di kampus lo Rik.." ucap Romi melihat kembali foto Citra.


Riko tiba-tiba keluar dari ruang kerjanya..

__ADS_1


"Ehhh, lo mau kemana Rik?" tanya Romi tapi tidak di hiraukan oleh Riko.


"Ahhh,, kebiasaan dehh tuhh es batu, main pergi-pergi aja." gumam Romi lalu berlari mengejar Riko.


__ADS_2