Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
200


__ADS_3

Disebuah bandara seorang pria baru keluar dari pintu kedatangan dengan membawa koper yang cukup besar.


Pria dengan tinggi 178 cm dengan berat 65 kg tersebut berjalan dengan gagah.


Dari kejauhan seorang pria dewasa melambaikan tangan seraya menggendong anak kecil berumur 3 tahun.


" Papa " Gumam Bryan tersenyum.


Lelaki itu berjalan cepat dan langsung memeluk ayah tercintanya.


" Apa kabar Son ?" tanya Adelard menepuk bahu sang putra.


" Baik Pa " jawab Bryan tersenyum.


" Om " Sapa gadis itu mengacungkan tangannya ke Bryan.


" Halo girl,how are you ?" tanya Bryan mengambil alih anak itu.


" Im fine " jawab gadis bernama Citra tersebut.


" Waahh pinternya bisa bahasa inggris " Kata Bryan memeluk gemas anak itu.


Citra menunduk malu,gadis itu mengalungkan tangannya dileher sang paman.


" Kok Citra bisa sama Papa ?" tanya Bryan.


" Tadi main kesana bentar nganterin Bibi kamu,eh ni bocah mau ikut saat tau Papa mau jemput kamu dibandara " Jelas Adelard terkekeh.


" Kangen sama Om ya ?" Tanya Bryan mencium pipi Citra.


" Iya Om,ada bwk oleh2 kan ?" Tanya gadis itu tersenyum.


" Yaaahh cuma dimodusin doang " kata Bryan lesu.


Adelard tertawa,anak bungsu adiknya itu memang begitu menggemaskan.


Keduanya berjalan menuju mobil yang terparkir.


Adelard kini kalah tinggi dari anaknya karna Bryan tumbuh dengan baik.


Keduanya langsung pulang kerumah sang Kakek karna semua orang sudah menunggu disana.


Ditempat lain,2 orang gadis terlihat baru pulang sekolah.


Sebentar lagi Azura akan lulus sedangkan Angel masih mengejar masa SMAnya.


Kedua gadis itu adu lari dari bawah menaiki anak tangga karna sudah kebiasaan.


Dari arah pintu masuk seorang pria menyeret kakinya berjalan karna sudah kelelahan.


Hari ini Arshad ada tanding bola dan grupnya kalah membuat lelaki itu sangat lemas Arshad juga cedera di tangan.


Sang Nenek yang melihat tingkah cucu2nya menggeleng pelan.


Setiap hari ada aja drama,ntah itu nangis,teriak2,bahkan sampai jambak2an bagi Nisa itu semua pahit manis dirumah besar tersebut.


" Nenek " Panggil Arshad mendekati Nisa yang kembali membaca majalah sambil menidurkan cucu bulunya yang berjejer rapi minta dielus.


" Kamu kenapa ?" tanya wanita berkaca mata bening itu.


" Sakit " rengek Arshad manja.


" Jatuh lagi ?" tanya Nisa lembut.


Pria itu mengangguk.


Nisa melihat tangan Arshad dan menarik nafas dalam.


" Gih sana ambil minyak biar nenek urut " Kata Nisa tenang.


" Minyak apa,goreng,jelantah ?" tanya Arshad polos.


" Minyak urut Arshaddd " Jawab Nisa gemas.


" Hehe,gak tau Nek " kata pria itu menggaruk kepala.

__ADS_1


" Ganti baju dulu baru Nenek exsekusi " Kata Nisa tenang.


" Hah jangan dipotong Nek " Kata Arshad melotot.


" Harus dipotong kalo gak bener " kata Nisa menjahili.


" Ihh gak mau,biar aku minta obat sama Mama aja,Nenek psikopat " Kata Arshad merinding.


Lelaki itu langsung kabur menaiki anak tangga walaupun tadi tak ada gairah untuk berjalan.


Nisa tertawa renyah melihat cucunya ketakutan.


" Dadar cemen " Cibir Nisa.


Dikamar kedua cucu perempuan nya,seorang gadis terlihat sangat heboh.


Kabar Bryan pulang terdengar ditelinga kedua gadis itu.


Angel sangat bahagia mendengar kabar mengejutkan tersebut pasalnya mereka sudah menunggu lelaki itu sangat lama,Bryan memang terkenal dengan sifatnya yang santun membuat Angel dan Azura kelepek2 meski mereka tau lelaki itu tidak sendiri.


" Coba kamu telfon Kak Histi,biar suruh dia ajak Bang Bryan ketemuan malam ini " Kata Angel heboh.


" Aku malu,ntar dikira pelakor lagi " Kata Azura sedih.


" Ck,kata Mama kalo surat undangan belum diterima artinya Bang Bryan punya semua orang termasuk kita " Kata Angel santai.


" Hah masa sih ?" tanya Azura polos.


" Iya lah,kan belum ketuk palu " Jawab Angel terkekeh.


" Cere kali ketuk palu " Cibir Azura.


Angel tertawa renyah dan mulai memilih baju yang akan ia pakai malam ini meski rencana belum dijalankan sama sekali.


Azura diam,sejak terakhir mengobrol dengan Histi gadis itu merasa respon Histi diluar dugaan.


Azura pikir Histi akan mengamuk seperti biasanya jika miliknya diambil orang lain,tapi kali ini gadis itu bersikap berbeda dari biasanya.


Tanggapan Histi hanya kaget tak disertai cerocosan panjang.


" Dokter siapa ?" tanya Angel kedengeran.


" Hah bukan siapa2 " Jawab Azura kaget.


" Kamu nyembunyiin sesuatu dari aku ?" Tanya Angel menyelisik.


" Gak " Jawab Azura cepat.


" Jujur " Desak Angel tajam.


" Beneran Ngel " Kata Azura gugup.


Angel mendengus,gadis itu pun kembali sibuk dengan gaun2nya.


Azura mengusap dadanya lega Angel tak terlalu kepo.


" Huh untung gak ketahuan,kalo iya bisa mati aku digantungin Kak Histi " Batin Azura merinding.


Malam harinya,Histi dan Juna datang kerumah sang Nenek.


Rencananya kedua beradik itu akan menginap disana berhubung Juna akan kembali masuk pesantren lusa.


Histi sudah mengenakan gaun panjang dengan sedikit belahan dikaki.


Tak lama bunyi suara sepatu terdengar,seorang gadis turun dengan gaun pendek sepaha membuat semua orang melotot tak terkecuali seorang lelaki yang sedang asik mengopi bersama sang mertua.


" Angel !" Teriak Ana menggelegar.


Gadis yang berlenggak lenggok dianak tangga itu menoleh.


Glek...


Seketika gadis itu menelan ludah kasar.


" Sini kamu !" Titah Ana mengulung lengan bajunya.

__ADS_1


" Sabar Na " Kata Lulu ngeri melihat wajah garang sang sahabat.


Gadis itu mendekati sang ibu seraya menurunkan roknya yang mengangkat.


" Kamu kehabisan baju ?" tanya Prito menggeleng pelan melihat putrinya.


" Mau tampil beda Pa " Jawab Angel tersenyum


" Beda palak mu !" Hujat Ana menabok kepala anak itu.


" aduhh " Ringis Angel kaget.


" Kenapa pake baju tarzan gini ?" Tanya Ana berkacak pinggang


" Mama gak tau fashion deh,kamseumpay " Cibir Angel.


Ana melotot kaget dikatai anaknya.


Azura keluar dari lift dan langsung mendekati keramain.


" Kamu mau kemana ?" tanya Lulu kepada putrinya.


" Ketemuan sama Bang Bryan Ma " Jawab Azura jujur.


" Sama Histi ?" tanya Aktam


" Iya Om,gak lama kok " Jawab Histi.


" Hati2 " Kata Aktam mengangguk.


Gadis itu tersenyum.


Disamping mereka ibu dan anak itu masih berdebat.


Ana merasa begitu menyesal pernah berlaku semaunya saat masih belia,kini wanita itu menerima karma karna sang anak ternyata lebih parah dari dirinya dulu bahkan Angel sering membuat tensi Ana naik drastis.


" Ganti sana baju mu,gak pantas anak gadis pake baju pendek gini " Tegur Prito lama terdiam.


" Ini keren Pa " Jawab Angel.


" Iya Papa tau,tapi lihat tuh paha kamu keliatan,masa mau dipamerin sama orang gratisan,paha ayam aja mahal loh " Kata Prito memberi pengertian.


" Tapi kan Pa in...


" Ganti sekarang !" Kata Prito tegas.


Ana tersenyum melihat Prito sudah mengeluarkan aura seorang pemimpinnya.


" Cape turun naik " Kata Angel merengek.


" Atau Papa sobekin depan orang banyak sekarang !" Kata Prito tenang.


Deg...


Gadis itu terbelalak,seketika semua orang diam karna tau Prito sedang mendidik anaknya.


" Jangan dong Pa,kan aku anak kesayangan Papa " kata Angel memainkan tangan Prito.


" Cihh aku kali anak kesayangan " Cibir Jack tak terima.


" Syirik aja " Cibir Angel kesal.


Jack memutar mata malas seraya memijit kaki kakeknya agar lelaki tua itu mau membawanya bertemu dengan hewan buas lagi.


Ana melirik bocah kecil itu dan terkekeh geli.


Prito menatap datar anak gadisnya membuat Angel harus segera mengganti baju sebelum lelaki itu membuktikan ucapannya.


" Tungguin ya Kak " Kata Angel kepada Histi yang sudah tertawa.


Gadis itu pun melesat pergi masuk lift.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2