
Tak terasa kini pernikahan Serkan dan Histi sudah memasuki satu bulan,selama menikah keduanya terlihat akur meski kadang ada sedikit cekcok mulut dalam keseharian mereka.
Serkan pun mulai sibuk,setiap hari lelaki itu akan berangkat bekerja pagi dan pulang sore bahkan malam jika mendesak.
Selama satu bulan,keduanya jarang mengabari keluarga lantaran susahnya mencari sinyal internet,Serkan pun kebingungan untuk mengirim laporan hasil kerja mereka hingga sang ketua dokter meminta anak buahnya untuk pergi kebukit hanya untuk mendapatkan sinyal.
Jika sudah begitu siap2 para istri harus ditinggal selama beberapa hari.
Dalam bulan ini saja Histi sudah 2x tidur sendirian lantaran Serkan pergi tak menganjak dirinya karna takut terjadi sesuatu..
Beruntung disana para Dokter dijaga oleh warga desa yang begitu perduli karna mereka pun butuh bantuan Serkan dan teman2.
Seperti hari ini,Histi pergi kesawah bersama ibu2 untuk mencari belut dan ikan disungai.
Semua serba alami,tak ada pemanis buatan apapun bahkan beras saja Histi langsung memetik dari batangnya untuk diolah menjadi nasi.
" Waah airnya jernih banget " Gumam Histi takjub melihat air aliran sawah yang bening.
" Iya Neng,airnya langsung ngalir dari bukit sana " Ucap seorang wanita paru baya dengan suyak dari anyaman rotan dibelakangnya.
" Wah keren " Kata Histi takjub.
" Kita nyarinya disana Neng,sekalian cabutin kangkung udah siap panen " Ucap si ibu tadi.
" Oh oke Bu " jawab Histi semangat.
Keduanya pun melangkah menyusuri jalan setapak yang becek dengan pohon padi dikiri dan kanan.
Jika pagi menjelang sore,Histi akan berteman dengan ibu2 yang ada disana tapi beda lagi jika sudah Sore menjelang malam,perempuan itu akan bermain dengan anak2 kecil dan remaja disana untuk bermain kelereng atau sekedar mandi disungai.
Serkan tak melarang aktifitas Histi karna ia pun sibuk dan Serkan tak ingin Histi merasa terpenjara.
Meski diberi kebebasan oleh sang suami,tapi Histi menjaga dirinya dengan baik,perempuan itu tak lupa akan dirinya yang berprofesi sebagai istri,jika Serkan pulang bekerja,dirinya sudah bersih,wangi dan tentu isi dapur sudah tersedia,Serkan hanya tinggal makan dan istirahat.
" Ayo Neng turun " Ajak si ibu menggulung celana panjangnya.
" Dalam gak Bu lumpurnya ?" tanya Histi ngeri.
" Gak kok,ini bekas bajakan suami saya kemarin " jawab si Ibu.
Histi ber Oh ria dan mulai turun.
" Aduh2 Bu,licinnn " Pekik Histi kelabakan.
" Hati2 Neng " Ucap si Ibu ngeri.
" Gimana cara jalannya ini Bu ?" tanya Histi takut.
" Ya gitu Neng melangkah " Jawab si Ibu terkekeh.
Histi mencoba melangkah,tapi saat mengangkat sebelah kaki,perempuan itu kelabakan sendiri karna merasa sangat berat.
" ayo Neng semangat " Ucap si ibu memberi Histi semangat.
Histi mengangguk dan kembali melangkah..
Meski sangat kesusahan tapi perempuan sengklek itu tidak mau menyerah.
Bermenit menit berkutat dalam lumpur tiba2 kaki Histi terasa geli.
" Ihhh apaan tuh " Pekik Histi meloncat ketakutan.
" kenapa ?" tanya ibu bernama Warni ikut kaget.
" Ada yang jalan dikaki aku Bu " Jawab Histi ingin berlari.
" tangkap Neng " Balas si Ibu semangat.
__ADS_1
" Hah tangkap ?" Tanya Histi terbelalak.
" Iya,mungkin itu belutnya " Jawab Warni.
Histi melototkan matanya dan menunduk melihat lumpur yang sudah menutupi betis.
" Ya yang bener aja Bu ?" Tanya Histi pelan
" Aduh si Neng lama,nanti belut nya kabur " Jawab si Ibu gemas.
Wanita parubaya itu mendekati Histi dan memasukkan tangannya kedalam lumpur.
Histi berdiri mematung.
" Aduh2 itu Kaki saya Bu " Pekik Histi kaget si ibu meraba kakinya.
" Maaf Neng salah ambil " Balas Warni terkekh.
Histi mundur dan melihat Warni bergemung dengan lecak.
" Ihhh ulaarrr " pekik Histi melotot sempurna melihat Warni mengangkat seeorang binatang yang meliuk2 ditangannya.
" Ini Neng belutnya " Kata Warna memberi hewan itu kepada Histi.
" Ihhh gak mauuuu " Kata Histi langsung mundur.
" Pegang Neng,masih ada satu tuh " Kata Warni heboh.
" Hah ada lagi " Kata Histi kaget.
" Iya cepetan ini pegang " Kata si ibu menaruh belut itu ditangan Histi dan kembali menangkap belut lain.
Histi yang menerima hewan bermata dua itu seketika panik sendiri saat si belut ingin meloncat dari tangannya.
" Eeehhh jangan lariii " Pekik Histi kelabakan.
" Buuu dia gerak2 " Teriak Histi heboh.
" Aaakhh " Pekik Histi saat si belut berhasil lolos dari dekapan hangatnya.
Byuurrr...
Gadis itu langsung terduduk dilumpur.
Si belut menoleh kebelakang seolah menertawakan perempuan berisik itu.
" heiii jangan kaburrr " Teriak Histi heboh.
Belut yang merasa nyawanya terancam langsung meliuk2 di lumpur berusaha kabur.
" Woii sini kau " Teriak Histi bangun dan berjalan cepat.
Hap..
Seketika baju gadis itu berubah kecoklatan.
" hahah dapat kau " kata Histi memegang sebuah benda yang mirip.
" Bu in..loh belutnya kok berubah jadi kayu ?" Pekik Histi kaget menatap kayu seukuran belut tadi ditangannya.
" Itu dia Neng " Pekik Warni menunjuk belut yang sesungguhnya.
Histi menengok dan kaget.
" Tangkap Neng " Teriak Warni heboh.
" Oke Bu " Jawab Histi semangat.
__ADS_1
Kedua perempuan beda usia itu pun ikut meliuk2 di lumpur mengejar hewan licik itu.
Hampir 3 jam bergelut dilumpur keduanya pulang kerumah dengan keadaan yang begitu tragis.
Seorang pria baru pulang bekerja dan menunggu didepan rumah melihat pintu rumahnya terkunci.
" Kemana Histi ?" Gumam Serkan heran.
Lelaki itu pulang cepat hari ini karna tak banyak yang mereka kerjakan dan Serkan pun ingin istirahat setelah kemarin pulang dari bukit.
Dengan lesu Serkan menunggu dianak tangga depan rumah seraya melihat bapak2 pulang dari sawah.
" Sayaaaaaaaangggg " Pekik seseorang dari kejauhan.
Serkan menoleh mengenali suara tersebut.
" Sayaaaanggg yuhuuuuuu " Teriak perempuan itu melambaikan tangan dari jalanan sawah.
Serkan menajamkan matanya dan kaget mengenali perempuan dengan lecak menutupi hampir seluruh tubuhnya.
" Histi !" Pekik Serkan terkejut bukan main.
Histi berlari sambil membawa kresek hitam.
Serkan menganga melihat perempuan itu berlari kearahnya seperti anak kecil.
" Sayang,aku bawa sesuatu buat kamu " Kata Histi berdiri didepan Serkan.
Glek...
Serkan menelan ludah kasar,pria itu menatap Histi dari ujung rambut hingga kepala dan berhenti lagi diwajah sang istri yang terlihat begitu kotor.
" Huh capeknya untung dapat banyak " Kata Histi mengusap wajahnya dengan tangan dan menambah tanah lumpur itu disana.
" Kamu kenapa jadi gini ?" tanya Serkan mundur.
" Sayang,ini aku istri kamu " Kata Histi mendekat.
" Eehhh jangan dekat2 " kata Serkan menoyor gadis itu dengan telunjuknya.
Histi mengkrucut melihat Serkan tak mau dekat dengannya.
" Aku gini demi kamu tau,kan kamu bilang mau makan ikan " Kata Histi cengengesan.
" Ya tap i tapi gak gini juga " Kata Serkan merinding.
" Heheh gak papa yang penting ikannya dapat + aku nangkap belut juga buat besok sama sayur kangkung nih" Kata Histi cengengesan.
Serkan menggeleng pelan,detik berikutnya perempuan itu langsung diseret ke sumur.
Histi terlihat pasrah,Serkan membuka bajunya dan mengambil air disumur.
" Nih sikat sampe bersih,pokok nya gak boleh ada kotoran sedikit pun,sikat sampe tulang2nya " kata Serkan tegas.
" hah sampe tulang ? hancur dong kulit aku " Kata Histi mengkrucut.
" Aduhhh ya ampunnn,punya bini gini amat ya " kata Serkan mengambil alih sikat dan mulai menyikat kaki Histi yang begitu menyakiti mata.
Histi tersenyum geli dan berdiri tenang memainkan rambut suaminya.
Pria itu terlihat begitu serius membersihkan tubuh sang istri yang kini sering bersahabat dengan tanah kotor.
" Adoh2 pelan2 " Pekik Histi merasa perih dengan sikatan maut sang suami.
" Diem,ini dakinya ya ampun " Gerutu Serkan dan kembali menyikat.
Histi mencat2 sedangkan Serkan menahan tubuh gadis itu agar tetap tenang saat pembersihan berlangsung.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.