
Suasana semakin heboh,Angel & the genk duduk lesehan mendengarkan kisah para orang tuanya.
Nisa mewakili sang suami yang kini berada diluar negeri sebagai tertua disana karna Antoni tak ikut.
" Jadi gimana ceritanya ?" tanya Nisa membuka suara.
" Aku mau nikah Nek " Jawab Histi cepat.
" Cieeeeeeee " Angel dan Azura langsung menyorak gadis itu.
Histi menggaruk kepala malu seraya melirik Serkan yang juga merasa malu.
" Beneran nih ?" tanya Ana duduk disamping anaknya.
" Iya Onty,masa cuma Kak Helen aja aku juga mau dong " Jawab Histi cengengesan.
" huss nanti " Kata Zaiva menyenggol Histi.
Gadis itu menggaruk kepala malu.
Camelia hanya diam melihat sanak keluarga Histi yang sangat ramai.
" Kapan ?" Tanya Lulu kepo.
" Secepatnya Onty " Jawab Histi lagi.
Zaiva menegur Bara yang hanya diam melihat putrinya.
" Gimana Bara,kamu setuju ?" tanya Nisa kepada sang anak.
" Menurut Bunda gimana ? Helend juga sudah dilamar dan aku menerima lamaran Jacob " jawab Bara.
" Kawinin aja dua2nya Bang " Celetuk Aktam semangat.
" Mereka kan beda keyakinan " Kata Bara gemas.
" bukannya Helen ateis ya ?" tanya Aktam mengingat.
" Aku akan ikut Jacob Uncle " Jawab Helen.
Aktam mengangguk.
Untuk masalah Helen,keluarga Reno tak ada yang berani menyentuhnya karna itu hak Helen bahkan Bara pun tak bisa bersikeras kepada gadis itu,mereka hanya bisa mengarahkan dan hasilnya Helen yang tentukan.
" Kamu serius mau nikah sama pria itu ?" Tanya Ana kepada Helend.
" Iya Onty,Jacob memang berjanji akan menikahi ku " Jawab Helen ramah.
" Bukan karna aneh2 kan ?" tanya Ana penuh selidik.
" Hehe gak Onty,ini isinya rendang Mama semua " Jawab Helen mengusap perut sedikit buncitnya.
Ana mengangguk dengan menahan tawa.
Lulu menghela nafas lega,sejak mendengar kabar kedua gadis Bara dilamar dadakn membuat isi rumah langsung heboh karna mengira salah satu dari mereka ada yang hamidun.
" Jadi kapan rencananya ?" tanya Nisa kepada orang tua Jacob dan Serkan.
" Terserah kapan maunya,kami siap " Jawab Maria tersenyum.
" Jika bisa sebelum akhir bulan ini " Jawab Camelia.
" Kenapa dadakan ?" tanya Nisa kaget.
Camelia kembali menjelaskan,semua orang diam mendengarkan penjelasan wanita dewasa itu.
__ADS_1
Prito melihat Serkan,lelaki itu sedikit iba karna kurang banyak Prito tau kisah hidup Serkan dari istrinya.
" kmu udah yakin sama Histi ?" Bisik Prito pelan.
" Iya Bang,aku merasa cocok sama Histi " Jawab Serkan jujur.
" Histi itu bar2 sama kek Ontynya,nanti kalo kamu dah berumah tangga,stok sabar kamu harus ditingkatin,kalo dia marah diem aja jangan nyahut ntar dia cape sendiri " Ucap Prito memberi petuah.
" Emang Ontynya kek gimana Bang ?" tanya Serkan menelan ludah kasar.
" Tuh lihat,mereka diem gitu cakep kan,tapi beda kalo dah marah " Jawab Prito menyuruh Serkan melihat Histi dan Ana yang diam ayem mendengarkan orang tua mereka bicara.
" Abang jangan nakut nakutin dong " Kata Serkan ngeri.
" Abang bukannya nakut2in kamu,semua perempuan dirumah nenek Histi serem2,apalagi kalo dah merajuk,bakal seharian dicuekin,yang lebih parah jatah harian kamu bakal digantungin kek jemuran sama mereka." Kata Prito merinding.
" Pengalaman ya Bang ?" Tanya Serkan terkekeh.
" Hah haha iya,makanya jangan sampe kamu punya nasib yang sama " Jawab Prito tertawa pelan.
" Lagi ngobrolin apaan Pa,ikut dong " Ucap Jack tiba2 nyemplung ditengah mereka.
" Eh anak kecil ini kisah orang dewasa gak boleh ikut " Kata Prito kaget dengan kedatangan anaknya.
" Ya kan aku pengen tau Pa " Kata Jack mengkrucut.
" Gak boleh,dah sana main sama seumuran kamu " Usir Prito.
" Males ah,Salma ngajakin main Barby,aku kan lanang Pa " Tolak Jack bersedekap dada.
" terus mau main apa ?" Tanya Prito mengembangkan hidung.
" Perempuan boleh ?" Tanya Jack memainkan alisnya.
" Eeeehhhh " Pekik Serkan dan Prito kena mental.
" Bocah semprulll !" Hujat Prito kesal.
Serkan tertawa pelan melihat ayah dan anak itu terlihat sangat lucu.
Ana menoleh heran melihat suaminya memasang wajah judes.
" Kenapa lagi sih suami ku ini ? dikit2 marah,heran deh padahal jatah full time aku kasih ckckxkx " Decak Ana heran melihat Prito.
Lulu dan Aktam kaget dengan gumaman wanita sengklek itu.
" Tuh lihat,Ana ngasih Prito full time,masa aku gak ?!" Gerutu Aktam kepada sang istri.
" Ya kan Prito anak baik bukan kayak kamu jelalatan " Jawab Lulu mendengus.
" Aku gak jelalatan sayang,kalo ada yang bening lewat masa iya aku tutup mata mubazir dong " Kata Aktam membela diri.
" Kamu tuh ya,masih aja mikirin cewek kurang gizi itu " Kesal Lulu menabok wajah sang suami.
" Makanya aku mau tambahin biar gizinya pas hehe " Jawab Aktam menjahili Lulu.
" Apa kamu bilang !!!" Kata Lulu lantang.
Sontak semua orang menoleh kearah pasangan itu,Bara yang sedang sakit kepala makin dibuat gemas oleh pasangan sengklek itu malam ini.
" Haistt kamu sih,jadi sorotan kan kita " Gerutu Lulu kesal seraya menunduk malu kepada mertua serta tamu.
" Becandaan sayang,marah2 telus " Kata Aktam manja.
" Gak usah pegang2 " Kata Lulu menarik lengannya.
__ADS_1
" Maaf sayang,hanya kamu yang paling sempurna dalam hidup ku " Ucap Aktam mulai menggombal.
" Iuhhh Pa udah deh jangan gombal sekarang,Kakak pengen muntah " Cibir Azura yang dari tadi diam.
" Hahahaa " Ana tertawa cekikikan mendengar celetukan gadis paling kalem dirumahnya.
" Kakak ih gak dukung Papa banget " Kata Aktam mengkrucut.
" Geli Pa " Jawab Azura datar.
" Haisttt,emak sama anak sama aja gak bisa bahagiain Papa " Cibir Aktam gemas.
Azura dan Lulu mengangkat bahu acuh.
Aktam pun bangkit mendekati anaknya Arshad yang sedang main game bersama sang adik.
" Kenapa Pa ?" Tanya Arshad mendongak.
" Dihujat masal ya ?" Tebak Archi anak kandung Aktam.
" Kok tau ?" Tanya Aktam kaget.
" Dah keliatan dari muka Papa kek telur orek " Jawab Bocah itu santai.
" Apa !" kata Aktam melotot.
Arshad dan Archi tertawa geli melihat kepala Aktam sudah berasap.
" Tuh lihat kan,apa aku bilang " Kata Prito menepuk pundak Serkan lagi.
" Teraniaya banget ya Bang " Kata Serkan merinding.
" Ya gitu,bahkan anak2 pun gak ada yang mihak ke bapaknya " Kata Prito sedih.
Serkan terkekeh,pria itu merasa terhibur dengan keluarga besar Histi.
Keputusan pun diambil,Bara memutuskan akan menikahkan Histi dan Serkan satu minggu lagi dan Helend minggu selanjutnya karna tak mungkin 2 pernikahan sekaligus apalagi beda keyakinan,dan lagi Nisa ingin pernikahan cucu pertamanya lebih terkesan karna Histi pemecah rekor dalam memperjuangkan cintanya yang penuh drama.
Malam semakin larut,Jacob dan orang tuanya pulang duluan karna mereka kelelahan berjam2 dipesawat tanpa istirahat sama sekali.
Diluar,Histi mengantar Serkan pulang.
Camelia sudah masuk mobil duluan karna mengantuk.
" Histi " Panggil Serkan memegang tangan Histi.
" Hm " Jawab Histi mendongak dengan senyum kecilnya.
" Kamu serius kan ?" tanya Serkan masih belum yakin.
" Apa aku pernah main2 dalam mencintai kamu ?" Tanya Histi sambil menggombal.
Serkan tersenyum malu dan mengecup kening gadis itu hangat.
" Aku sangat menunggu hari itu tiba " Ucap Serkan serius.
" Aku juga,semoga kita benar berjodoh " Jawab Histi tak kalah serius.
Serkan mengangguk,keduanya ingin berpelukan tapi tak jadi saat melihat seorang bocah keluar rumah dengan menguap lebar.
" Oh lanjut2 " Ucap Salim kembali berbalik badan.
Serkan dan Histi saling melihat dan tertawa bersama merasa lucu dengan tingkah bocah itu.
❤❤❤❤
__ADS_1
Guys minta Vote,Like,coment nya dong,masa iya kosong😔