Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
555


__ADS_3

Malam makin larut,selesai makan malam Samuel langsung masuk kamar dan merebahkan diri diranjang.


Lelaki itu terlihat sangat lelah lantaran hampir 1 minggu ia kurang istirahat.


Banyak sekali pikiran yg menyumbat kepalanya,keputusan hari ini pun bukan pilihan yg mudah apalagi ia tau wanita yg dia nikahi mempunyai kelainan yg membuatnya sakit kepala.


Dengan memakai kemeja putih digulung ke siku lelaki itu tertidur nyaman.


Suasana sepi lantaran istrinya belum masuk kekamar,ia pergi duluan dengan alasan ada kerjaan.


Diruang keluarga suasana masih ramai,Lutfia dan sang besan masih mengobrol santai tentang masa depan anak mereka.


" Nanti mau liburan kemana Len ?" Tanya Lutfia kepada sang menantu.


Leni yg sibuk dengan hape tak menjawab pertanyaan sang mertua.


" Leni " Tegur Mama nya.


" Ah iya " jawab Leni kaget.


" Mau liburan kemana ?" Ulang Lutfia tenang.


" Liburan ?" tanya Leni terkejut.


" Iya,emang kalian gak honeymoon ?" Tanya Lutfia terkekeh.


" Hmm honeymoon ya ?" Ulang Leni menggaruk kepala.


" Iya dong,masa habis menikah gak honeymoon " Jawab Lutfia terkekeh.


" Hm anu Ma aku banyak kerjaan,gaun klain aku belum selesai " Balas Leni tak enak.


" Gak bisa ditunda ?" Tanya Lutfia mengernyit.


" Hehe kayaknya gak bisa Ma,orang mau pake bulan depan,terus aku ada pemotretan juga " Jawab Leni hati2.


Lutfia terdiam,wanita itu terlihat kurang suka dengan jwaban menantunya yg terkesan menolak.


" Hm nanti aku tanya Samuel dulu " Kata Leni mencoba mengalihkan.


" iya tanya Samuel,kalian harus kompak mau kemana " Balas Mama Leni tersenyum.


Lutfia mengangguk dan melirik Rafael yg ikut diam memperhatikan.


Mereka kembali mengobrol,hingga orang tua Leni berpamitan pulang.


" Gih sana temuin suami kamu " Kata Lutfia menegur Leni yg diam diambang pintu melihat mobil Papa dan Mamanya melaju.


" Hm ya Ma " Jawab Leni mengangguk.


Wanita itu langsung berlalu dengan cepat.


" Pa " Panggil Lutfia.


" Hm " Jawab Rafael seraya menutup pintu rumah.


" Leni sibuk banget ya " Kata Lutfia menghela nafas.


" Kan kamu tau dia emang gitu " Balas Rafael tenang.


" Ya tapi gak gitu juga Pa,aku tuh mau nya dia lengket sama Samuel " Kata Lutfia mengkrucut.


" Mereka bisa memposisiskan diri "


" Aku takutnya Leni terlalu sibuk Pa sampe gak memperhatikan Sam " Ucap Lutfia khawatir.

__ADS_1


" Ma stop deh " Ujar Rafael tegas.


" Kenapa ?" Tanya Lutfia kaget.


" kamu gak usah ikut campur lagi urusan rumah tangga Sam,mereka udah dewasa mereka bisa mengurus mereka sendiri " Jawab Rafael kesal.


" Aku cuma khawatir Pa " Kata Lutfia aneh.


" Kamu mengganggu Ma,nanti Leni gak enak kalo kamu gak percaya sama dia,jangan ngulangin kesalahan yg sama dong " Ujar Rafael.


" kok Papa ngomongnya gitu " Ucap Lutfia tak terima.


" Ya aku ngomong apa adanya Ma,jangan sampe nanti pernikahan Sam sama seperti dulu,ini pilihan kamu,dulu dia sudah memilih sesuai hatinya Sam tapi kamu malah memisahkan mereka dan sekarang Sam menurut permintaan kamu dan kamu juga mau ikut campur juga !" Jelas Samuel mengeluarkan uneg2nya.


Lutfia terdiam mendengar kata menyakitkan yg keluar dari mulut pria pendiam tersebut.


" Kita udah tua Ma,biarkan lah anak2 mau melakukan apapun asal mereka senang " Kata Rafael menghela nafas.


" Aku cuma khawatir Pa,aku sayang sama anak2 aku " kata Lutfia menunduk.


" Aku tau kamu sayang sama mereka tapi cobalah bersikap santai,kamu mengekang mereka jika cara berpikir mu begitu " Balas Rafael mengusap bahu istrinya.


" Maaf Pa " Kata Lutfia berkaca kaca.


" Ayo kekamar,aku mau istirahat" Balas Rafael merangkul wanita itu lembut.


Lutfia mengangguk,keduanya pun berjalan dengan senyum kecil.


Meski Rafael terkadang ketus dalam berucap tapi lelaki itu tetap bersikap manis,ia hanya memberi masukan agar rumah tangganya tetap aman terkendali.


Tanpa keduanya sadari ternyata Leni mendengar potongan ucapan Rafael tadi.


" Jadi benar Sam pernah menikah ?" Gumam Leni dibalik tangga.


" Apa karna Mama Sam pisah sama istrinya dulu ? jika itu benar kasihan sekali Samuel,pasti hidupnya tak karuan " Lanjut Leni merasa iba.


Wanita tersebut mengambil hapenya dan kembali kekamar.


Sesampainya disana,Leni melihat pintu kamar adik Samuel terbuka.


Nampaklah 2 orang gadis keluar dengan mengendap2.


" Kalian mau kemana ?" Tanya Leni menegur.


Keduanya menoleh kaget dengan manik melotot.


" Kakak " Ucap Tania terkejut.


Leni melihat penampilan adik Samuel dari ujung kaki hingga kepala.


" Kak,Mama udah masuk kamar belum ?" Tanya Tini pelan.


" Udah " Jawab Leni


" Uh syukurlah " Ucap Tania dan Tini menghela nafas.


" Mau kemana ?" Tanya Leni lagi.


" Mau jalan Kak,nnti kita tidur diapartemen Kak Sam " Jawab Tania tersenyum.


" Club ?" Tebak Tini.


" Mana berani Kak,ketahuan Kak Sam bisa digantung depan pintu kita berdua " Jawab Tini ngeri.


" Kalian takut sama Samuel ?" Tanya Leni terkekeh.

__ADS_1


" Sebenarnya sih gak juga ya,cuma Kak Sam gak suka adiknya bandel " Jawab Tania lembut.


" Masa sih ?" tanya Leni terkejut.


" Iya Kak,Kak Samuel lindungin kita banget hm aku boleh minta sesuatu gak dari Kakak ?" Tanya Tania serius.


" Kenapa ?" Tanya Leni mengernyit.


" Tolong jangan sakiti hati Kakak kami " Jawab Tini memelas.


" Apa " Pekik Leni terbelalak.


" Kasihan Kak Sam Kak,dia udah banyak menderita " Sahut Tania.


Leni terdiam,kedua gadis itu terlihat begitu serius dalam ucapannya barusan.


" Kami gak banyak minta Kak,kami sayang Kak Sam dia udah berkorban banyak buat kami semua " Kata Tini ingin menangis.


" Iya Kakak janji " Ucap Leni mengangguk pelan.


" Beneran ?" Pekik Tini semangat.


" Shuuttttt " Ucap Tania mendekap mulut adiknya.


" Hehe oke2 " Kata Tini menutup mulutnya sendiri.


" Ya udah,kalian hati2 ya Kakak mau masuk kamar dulu " Kata Leni tersenyum.


" Iya Kak,yg semangat ya malper nya " Goda Tania terkekeh.


" Malper ?" Ulang Leni mengeryit.


" Iya malam pertama uhuy " Jawab Tini terkekeh.


" Hah " Pekik Leni terbelalak.


" Kami pergi dulu dahhh " Kata Tania melambaikan tangan.


Leni masih diam menganga melihat kedua gadis itu kembali berjalan mengendap layaknya seorang pencuri.


" Ahh kedua gadis itu kenapa menggemaskan sekali " Gumam Leni terkekeh geli.


Leni melanjutkan perjalanannya dan masuk kekamar.


Suasana sepi senyap,wanita itu melihat sang suami sudah tertidur lelap dengan lampu redup.


" Kenapa bajunya gak diganti ?" Gumam Leni melihat Samuel dari ujung kaki hingga kepala.


Wanita menatap wajah sang suami dengan tatapan yg sulit dimengerti.


" Dia pria yg tampan " Ucap Leni tersenyum kecil.


Tangan wanita itu terangkat merapikan anak rambut Samuel yg menutupi jidatnya.


" Aku memang belum menyukai mu Sam,tapi aku akan berusaha mengabulkan permintaan adik2 mu " Ucap Leni lembut.


" Emmppphhh......" Lenguh Samuel bergerak perlahan.


" Heiii bangun,ganti baju dulu " Ucap Leni memetik pipi Samuel.


Perlahan manik lelaki itu mengerjap hingga manik hitamnya terbuka..


❤❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2