
Suasana mulai ramai,dikediaman Serkan diadakan syukuran kecil2an atas hari bersejarah anaknya yaitu khitanan.
Yap 2 hari yg lalu Sutar disunat karna sudah menginjak usia yg cukup.
Meski tergolong orang berduit tapi Serkan tak mengundang banyak tamu lantaram pria cuek itu kurang suka keramaian,hanya keluarga terdekat saja yg diundang,bahkan Serkan tidak memesan catring makanan seperti orang kaya lainnya,semua disiapkan sendiri oleh istri dan saudara.
" Eh Histi sana kamu mandi,acaranya mau dimulai " Tegur Hanin terkejut melihat tuan rumah masih memakai daster dan rambut cepol khas irt masa kini.
" Bentar Mba,bawang gorengnya belum mateng " Jawab Histi seraya mengicau minyak dalam wajan.
" Aduhh,sini Mba yg ganti,kamu itu harus siap2 loh tamunya udah pada dateng " Kata Hanin heran.
" Hehe iya Mba " Kata Histi cengengesan.
Hanin menggeleng pelan dan mengambil alih pengicau ditangan Histi.
Histi pun keluar dari dapur dan mengintip ruang tamunya yg memang sudah ramai.
" Loh kok belum siap2 ?" Tanya sang Mama kaget.
" Ini mau siap2 " Jawab Histi menelan ludah kasar.
" Ck kamu ini,kayak gembel aja " Cibir sang Mama gemas.
Histi mendengus dan berlari menuju kamarnya.
Serkan menunggu didepan menerima tamu bersama Papa mertua.
Bara terlihat sangat tampan dan gagah mengenakan batik dengan ukiran burung merak yg senada dengan sang istri.
" Sutar udah mandi ?" Tanya Bara menanyai cucu pertamanya.
" Udah Pa,tadi Arjuna yg bantu " Jawab Serkan.
" Oh ya udah " Balas Bara mengerti.
Dari kejauhan sebuah mobil berjejer rapi memasuki pekarangan rumah.
Bara merapikan bajunya melihat mobil mewah tersebut.
Tin...
Bunyi klakson terdengar,mobil mewah tersebut berhenti dan langsung membuka pintu dengan sendirinya.
Nampaklah satu kaki dengan sepatu mengkilap.
" Waw " Gumam Serkan takjub.
" Halooo selamat pagi " Sapa seorang pria dengan kemeja hitam nan gagah.
" Selamat datang Kak " Sapa Serkan sopan.
" Halo paman " Sapa seorang gadis dengan wajah cantik.
Serkan tersenyum manis membalas gadis itu.
" Apa kabar Kek Nek ?" Sapa Serkan menyalami pasangan penomenal.
" Mana Sutar ?" Tanya sang Nenek tanpa basa basi.
" Didalam " Jawab Serkan hati2.
Wanita tua itu mengangguk dan masuk kedalam rumah.
" Bunda mau kemana ?" Tanya seorang wanita menegur.
__ADS_1
" Kedapur " Jawab Nisa polos.
" Lah katanya mau cari Sutar " Kata Ana heran.
" Ya ini mau cari " jawab Nisa bingung.
Ana mengernyit,Nisa terus berjalan dan tersenyum saat dirinya melihat seorang bocah sedang makan sambil berdiri.
" Heloo ganteng " Sapa Nisa hangat.
Bocah itu menoleh dan kaget melihat nenek buyutnya ada diambang pintu.
" Nenek " Sapa Sutar heboh.
" Ehh jangan lariii " pekik Arjuna kaget seraya menahan kain sarung bocah tersbut
" Gak usah lari !" Pekik Nisa ikut kaget.
Sutar langsung diam dan melihat Pamannya yg terlihat bertanduk.
" Bisa gak diem aja nanti berdarah nangisss !" kata Juna geram.
" hehe iya Om,lupa " Jawab Sutar cengengesan.
Ana masuk kedalam dan meringis melihat keponakannya seperti aki2 tua yg sedang dimarahi sang Paman.
" Hahaha kemana Sutar dikarungin gitu ?" Tanya Ana tertawa ngakak.
" Belum bisa pake celana Bi " Jawab Juna datar.
" Iya Bi,anunya Sutar nyut2an " Jawab Sutar polos.
" Coba bibi liat " Kata Ana maju.
" Ehhh " Pekik Sutar dan juna melotot.
Ana mendapat tabokan gemas dari Nisa yg diam saja memperhatikan.
" Ih mama pelecehan " Cibir Angel.
" Ck pelecahan apanya,kan masih kecil juga " Jawab Ana santai.
" Ihh gak boleh La,kata papa ini aset berharga gak boleh sembarang orang liat " Kata Sutar mengangkat kainnya.
" Iya Bi " Sahut Juna mendukung keponakannya.
" Ck,dulu juga Juna Bibi yg rawat itu kamu sampe sembuh " Kata Ana malas.
" ihh mana ada " Kata Juna melotot.
" Sudah,kenapa pada bahas ini sih " Lerai Nisa.
Ana mendengus dan berjalan keluar,Juna dan Sutar masih diam saling melihat.
" Hehe punya Om gak locis lagi ya,udah diliatin ama Bibi " Kata Sutar menggoda Juna.
" Ih mana ada,masih locis ini !" Kata Juna kesal.
Sutar tertawa ngakak,bocah itu pun berjalan seraya memegang kainnya agar tak merosot.
" Ihhh Bibi pelecehan anak dibawah umur !" Gerutu Juna kesal.
Lelaki itu pun menyusul keponakannya yg akan dikerumuni massa.
Acara dimulai,pak Kyai sudah datang untuk mendoakan keselamatan pewaris tahta tersebut.
__ADS_1
Disudut,seorang gadis duduk kalem bersama ibunya.
Hari ini Suci tak banyak gerak,seperti biasa ia harus menjaga sikap jika dihadapan banyak orang apalagi Suci tau tamu undangan yg datang bukanlah orang biasa,tapì tidak jika jiwa Bar2 nya dipancing.
" Ma laper " Ucap Suci merengek melihat Salsa.
" Nanti,angkat tangan dulu " Kata Salsa melirik anaknya.
" Ihh gak kuat Ma,laper " Kata Suci mengkrucut.
" ck gak usah banyak alasan deh,angkat kayak gini doain Sutar dulu biar jadi anak soleh " Kata Salsa memutar mata malas.
Suci mengangkat tangannya dan kembali menjatuhkan lagi.
Gadis itu terlihat tak bersemangat,ia merasa lapar karna tak jauh dari ia duduk beberapa menu makanan terlihat melambai2.
Salsa menghela nafas,anak perempuannya begitu banyak akal bulus agar bisa dikasihani.
Diatas kursi kebesaran,Sutar melihat sekeliling dan mendapati saudarinya terlihat ogah2an dengan bibir mengkrucut.
Manik keduanya bertemu,Sutar mengedipkan matanya mengolok gadis itu.
" A aha aku punya ide " Ucap Sutar mendapatkan akal bulus.
Bocah itu mengambil kue didepan nya dan mencoba makan dengan sangat anggun.
Suci yg mendapat angin segar memberi kode kepada pria tersebut,tapi apa yang ia lihat begitu menyakitkan hati karna Sutar tiba2 memalingkan wajahnya menghadap orang lain.
" Ehh " Ucap Suci melotot.
" Diem !" Kata Salsa pelan.
Suci melihat Sutar lagi,bocah itu kembali makan dengan gaya exsotis.
" Sialan !" Umpat Suci mulai kesal.
" Shuut !" Tegur Salsa lagi.
" Sutar Ma,dia makan depan aku tapi gak mau bagi !" Kata Suci kesal.
Salsa melihat kedepan dan benar saja anak pertama Serkan itu memang sedang menjahili putrinya.
" Sabar ini ujian " Kata Salsa menahan tawa.
" Ishh awas aja nanti aku habisin seluruh makanan disini biar dia kelaparan !" Kata Suci penuh dengan kedendaman.
Ternyata bukan hanya Suci yg menjadi korban,anak lelaki Winda juga merasakan hal yg sama.
Bocah itu beberapa kali merengek kepada Ibunya tapi karna Winda peka,bocah itu dibawa kedapur agar tak menangis ditengah orang ramai.
" Liat tuh anak kamu,jahil banget " Tegur Ana kepada Histi yg duduk disampingnya.
" Udah biasa Kak,paling korbannya Suci " Balas Histi tenang.
" Hahaha kasian Sucinya nahan emosi dari kejauhan " Kata Ana tertawa.
Histi melihat.putranya,Sutar masih melancarkan aksi yg membuat orang geleng2 kepala.
Tak lama ucapan Amin terdengar,Suci tersenyum miring dan langsung bangun tanpa sepengetahuan ibunya.
" Udah selesai gih sa...eh Suci mana ?" Ucap Salsa kaget tak mendapati anaknya lagi.
" Aaaaaaaaaa " Pekik Sutar terdengar.
Semua orang menoleh kearah suara dan kaget melihat anak pertama Alexi sedang menjambak rambut Sutar dengan kesal..
__ADS_1
" Eeeeeehhhhhh " Pekik orang2 langsung heboh.
" Ya Tuhan,kalemnya pas Doa doang " Gumam Alexi menghela nafas melihat tingkah putri pertamanya tersebut.