Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
312


__ADS_3

Malam hari pasangan suami istri masih dijalanan melewati rimbunnya hutan dan gelapnya malam yang dingin.


Histi tertidur pulas meringkuk di kursi karna kelelahan dengan perjalanan yang sangat panjang.


Setelah dari pesawat tadi mereka langsung dijemput 1 bis yang akan mengangkut para dokter relawan itu menuju tempat tujuan.


Serkan dan temannya harus gonta ganti kendaraan karna perjalanan yang extrim,bahkan Serkan dan Histi sempat terpisah karna harus memakai motor digoncengi orang lain.


" Berapa lama lagi ?" tanya Serkan kepada temannya.


" Gak tau " Jawab Dokter bernama Bayu.


Serkan mengangguk paham dan melihat jam.


Terlihat waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam,situasi sangat gelap dan berkabut.


Serkan melihat istrinya dan menghela nafas panjang.


Lelaki itu merasa kasihan dengan Histi yang sudah kecapean menempuh perjalanan jauh.


Semua orang diam menikmati perjalanan.


Hampir 1 jam mengelilingi jalan yang menanjak dan menurun akhirnya mereka semua tiba disebuah desa yang gelap.


Beberapa orang pria dan wanita terlihat memegang obor ditangan masing2 menyambut para Dokter itu.


" Selamat datang " Ucap seorang pria menunduk sopan.


" Terima kasih " jawab teman Serkan yang merupakan ketua penyelenggaraan.


" Sayang bangun " Bisik Serkan pelan menggoyang tubuh istrinya.


" Hm " Lenguh Histi bergerak perlahan.


" kita udah sampai " ucap Serkan lembut.


Perlahan Histi membuka matanya dan menatap sang suami.


" Udah sampe ?" tanya Histi serak.


" Iya,ayo turun " Ajak Serkan berdiri merenggangkan otot tubuhnya.


Histi mengangguk dan ikut berdiri memukul pinggangnya yang terasa ingin lepas.


Serkan memegang tangan sang istri membantu Histi keluar dari bis.


Pasangan itu pun langsung disambut seorang wanita yang mengalungkan rangkaian bunga berbentuk melingkar dileher Serkan dan Histi.


" Terima kasih " Ucap Serkan tersenyum kecil.


" Sama2 ayo kesana " Balas wanita berambut pendek itu tersenyum.


Histi menarik baju belakang Serkan,lelaki itu langsung peka dan menggenggam tangan Histi.


Keduanya melangkah menyusul dokter yang lain.


Mereka semua duduk disebuah pos dengan lampu obor sebagai penerangan.


" Ini lah desa kami Bapak2 dan ibu2 sekalian,kami disini kekurangan banyak sekali kebutuhan " Ucap seorang pria yang para Dokter yakini sebagai kepala desa atau rt.


" Banyak anak2 kami yang meninggal dunia karna tak mendapatkan perawatan saat sakit " Ucap seorang wanita tua menunduk sedih.


Histi dan para istri dokter lainnya merasa iba mendengar cerita ibu2 itu.


" Ya Pak Bu,kami disini diutus untuk membantu para warga disini dalam hal kesehatan " Ucap ketua Dokter disana.


" Terima kasih,oh iya kami sudah menyiapkan beberapa rumah untuk kalian menginap selama disini " Ucap pria itu tersenyum.

__ADS_1


Serkan dan lainnya tersenyum mengangguk dan menguncapkan terima kasih.


Karna hari semakin larut dan para dokter sudah kelelahan,jadilah mereka semua masuk kedalam rumah2 yang sudah disiapkan..


Histi berjalan mengikuti suaminya,manik perempuan itu melihat rumah2 warga yang begitu menyayat hati,ada yang dinding papan dan dedaunan sebagai atap.


" Apa mereka dsini sangat tertinggal oleh jaman ?" tanya Histi pelan.


" Disini akses perlajalan sangat sulit,kau lihat tadi kita harus berganti kendaraan untuk sampai disini " Jawab Serkan.


" Bahkan untuk lampu pun mereka masih mengenakan obor " Kata Histi menghela nafas melihat setiap rumah selalu ada api obor di tiang2.


" Keluarkan hape mu,jalannya becek " Ucap Serkan tenang.


" Hm " Jawab Histi membuka tas selempangnya.


Gadis itu menghidupkan ponsel dan kaget melihat jaringan yang tadinya penuh kini sudah menyilang.


" Gak ada jaringan Yank " Kata Histi panik.


" aku sudah tau " Balas Serkan.


" Terus gimana kita kasih kabar ke keluarga ?" tanya Histi pucat.


" Terangkan jalannya nanti kita masuk bandar " Jawab Serkan mengalihkan.


Histi kaget dan dengan cepat menghidupkan senter hape.


Keduanya terus berjalan hingga Serkan melihat sebuah rumah yang terdapat 2 obor.


" Itu siapa ?" tanya Histi melihat kedepan.


" Penunggu " jawab Serkan.


" Hah maksudnya hantu ?" pekik Histi meloncat.


" Malam Pak " Sapa Serkan kepada seorang lelaki memegang 2 obor.


" Malam dokter " Jawab bapak dengan pakaian serba hitam itu tersenyum menampakan gigi kuningnya.


" Apa ini rumah yang akan kami tempati ?" tanya Serkan sopan.


" Iya,sudah saya bereskan isi dalamnya,Dokter dan Istri bisa langsung istirhat " Jawab lelaki itu ramah.


" Terima kasih banyak Pak " Ucap Serkan tersenyum.


Lelaki itu mengangguk dan memberikan satu obornya kepada Serkan.


" Jika butuh sesuatu,bunyikan pentungan ini,kami setiap malam meronda di pos " Ucap lelaki itu menunjuk sebuah pentungan dari bambu dipinggir pintu masuk.


" Iya " jawab Serkan paham.


Lelaki itu pun pamit undur diri,Histi keluar dari punggung Serkan ntah mengapa bulu kuduk Histi merinding melihat bapak2 tadi ditengah kegelapan.


" Sayang kamu yakin ?" tanya Histi kepada Serkan.


" Yakin atau gak kita udah disini " Jawab Serkan tenang.


Histi terdiam dan membuka pintu rumah.


Pasangan itu langsung disambut kegelapan tanpa cahaya sedikit pun.


Histi kembali bersembunyi dibelakang tubuh Serkan,lelaki itu menaiki anak tangga yang terbuat dari kayu dan masuk kedalam.


" Aku takut " Rengek Histi menarik baju Serkan.


" Gak tenang aja " balas Serkan tenang.

__ADS_1


" Ntar ada uler " Kata Histi tak tenang.


Serkan menaruh obor di dalam rumah dan mengambil hape Histi.


" kamu mau kemana ?" tanya Histi ketakutan.


" Mau lihat kamarnya " jawab Serkan tenang.


" Ikut " Rengek Histi langsung berlari.


Keduanya pun masuk kesebuah bilik terbuat dari papan.


Terlihat disana ada kasur tipis diatas dipan yang juga terbuat dari kayu.


" Kamu bawa bantal sama selimut kan ?" Tanya Serkan.


" Hm sama kasur2nya juga " Jawab Histi.


" Kasur ?" tanya Serkan kaget.


" Hm,aku beli online,kecilnya seperti handuk tapi pas dibuka langsung gede segaban " Jawab Histi cengengesan.


Serkan terkekeh pelan dengan kelakuan istrinya.


" Kita pengantin baru loh Yank,masa iya nyetak anak gak ada persiapan nya " Goda Histi meremas bokong Serkan.


" Heii jangan macam2 " Ucap Serkan menampar tangan Histi.


Perempuan itu tertawa pelan dan keluar dari bilik.


Keduanya langsung membongkar koper dan menyiapkan apa saja untuk keperluan mereka.


Serkan langsung bergerak mengecek setiap detail rumah takut ada binatang tak terlihat yang menyelinap masuk dan membahayakan dirinya terutama sang istri.


" Yank mau mandi " rengek Histi sudah menggantungkan handuk di leher.


" Ayo aku bantu " kata Serkan mengangguk.


Pria itu mengunci pintu rumah dan mendekati dapur.


Serkan menyiapkan air hangat dengan menghidupkan api tungku,Histi pun harus bersabar karna tak ada barang canggih disana,semua serba manual dan alami.


Malam semakin larut hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam.


Pasangan baru itu pun berbaring di kasur yang Histi bawa dengan selimut tipis mengingat barang bawaan mereka sangat banyak.


" Uhh capek ya " Kata Histi berbaring dilengan suaminya.


" Hm " Jawab Serkan menatap langit2 rumah.


Keduanya hanya diterangi lampu cas yang Serkan bawa sedangkan api obor ia taruh diluar takut2 memakan atap rumah.


" Aku gak papa hidup sederhana gini asalkan tetap sama kamu " Ucap Histi menatap Serkan dengan senyum manisnya.


" Benarkah ?" tanya Serkan menoleh.


" Hm,yang penting kita makan gak susah,butuh ini itu gak susah,gak minjem2 sama orang,pokoknya kita adem ayem aja gitu " Jawab Histi terkekeh.


" Definisi cukup bukan ?" tanya Serkan mendekat.


" Hm,cukup gini " Jawab Histi mencakup pipi Serkan dan mencium lelaki itu.


Serkan tersenyum dan membalas kecupan istrinya.


Pasangan baru itu menghabiskan malam mereka dengan ciuman mesra dan pelukan hangat hingga pagi menjelang.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2