Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
358


__ADS_3

Jantung Winda terlihat tak sabaran,gadis itu sangat deg2an saat ini apalagi Samuel tak memberitahu mereka akan kemana.


" Hm bisa gak aku pulang aja,kamu gak usah anter biar aku ssndiri aja " Ucap Winda hati2.


Samuel menoleh sebentar lalu fokus lagi kedepan.


Winda menggigit bibirnya kelu melihat respon Samuel yang begitu acuh.


" Diem aja " Ucap Samuel tenang.


" Aku mau pulang " Balas Winda lirih.


" Cuma makan doang abis itu pulang " Kata Samuel tegas.


Winda menundukkan kepalanya pelan,lelaki itu terlihat sangat jutek dan posesif membuat Winda sulit bergerak bebas.


Tak lama mereka pun sampai,Samuel turun dengan cepat.


Winda masih diam menatap restoran mewah itu dengan tangan bergetar.


" Kenapa aku dibawa kesini ? apa dia mau ngedate sama pacarnya ? tapi kenapa bawa aku ?" Gumam Winda bingung.


Saat asik menerka,tiba2 pintu mobil terbuka nampaklah wajah Samuel super datar menatap Winda.


" Kenapa masih diam ? betah duduk didalam ?" tanya Samuel bersedekap dada.


" Aku gak punya uang makan disini " Jawab Winda sopan.


" Bukankah kau banyak uang ? kau bahkan bisa membayar belanjaan ku saat itu " Cibir Samuel.


Winda menunduk dengan wajah lesu.


" Aku tidak bekerja lagi jadi aku tidak punya penghasilan " Balas Winda.


" Akhh kenapa jadi bahas uang sih,cepetan keluar " Kata Samuel memegang tangan gadis itu.


" Jangan menarik ku seperti binatang " Ucap Winda nanar.


Deg...


Samuel tersentak dan melepas tangan gadis itu seketika.


" Maaf " Ucap Samuel tak enak hati.


Winda berjalan keluar dengan hati2 dan memperhatikan restoran didepannya.


" Apa aku terlalu kasar kepada gadis ini ?" Batin Samuel mencoba mengingat.


" Kenapa diam ? apa kita akan bertemu disini ?" tanya Winda menegur.


" Hah em ya ayo jalan " Kata Samuel tersadar dari lamunannya.


Keduanya pun berjalan masuk,wajah Winda begitu natural tanpa polesan make up sedikit pun.


" Kau seperti orang sakit,berjalanlah yang benar !" Bisik Samuel tegas.


" Aku memang sedang sakit " Balas Winda.


" Jadi kau minta dikasihani orang ?" tanya Samuel tersenyum miring.

__ADS_1


" Mengapa pertanyaan mu begitu menyakitkan ?" tanya Winda berhenti berjalan.


" Kenapa ? kau tersinggung ?" tanya Samuel terkekeh.


" Ya,em aku pulang saja,ini bukan tempat ku " Kata Winda berbalik badan.


" Ehhhh mau kemana ? orangnya udah nungguin " Kata Samuel menahan gadis itu.


" Aku tidak suka disini,aku tidak punya tenaga jika harus mencuci piring setelah makan " Jawab Winda tegas.


Samuel terdiam,pria itu mulai merasa ucapannya tadi begitu menyinggung.


" Oh ayolah,aku hanya bercanda,aku punya uang untuk membayar semua makanan yang kita makan nanti " Kata Samuel membujuk.


" Sombong " cibir Winda.


" Ck,ayo masuk " kata Samuel mengambil tangan Winda lalu menggenggamnya erat.


Gadis itu pun dipaksa masuk oleh pria keras kepala tersebut.


Di ujung ruangan,seorang lelaki terlihat tak tenang..


Ia sudah menunggu hampir 1 jam disana tanpa memesan,pria itu hanya ingin bertemu dengan gadis yang sudah ia nantikan.


" Kemana mereka,kenapa lama sekali ?" gumam pria itu tak sabaran.


Tak lama,Winda dan Samuel datang dari arah belakang.


Winda menatap punggung lelaki yang duduk tak tenang itu menyelisik..


" Papa " gumam Winda pelan.


Samuel menoleh dan memperhatikan gerak gerik Winda.


Gadis itu berlari kearah keluar,Malvin yang mendengar suara gaduh sontak menoleh kebelakang dan mendapati anaknya yang hampir mendekati pintu.


" Winda !" Pekik Malvin langsung berdiri.


Samuel berhasil menangkap tubuh gadis itu dan memeluk Winda erat.


" lepaskan aku !" Pinta Winda berontak.


" jangan pergi dulu " Ucap Samuel masih menahan tubuh Winda.


" Aku mohon lepaskan aku,aku tidak mau bertemu pria itu " kata Winda memelas.


" Win itu Papa kamu !" kata Samuel tegas.


Winda menggeleng pelan dan terus berusaha untuk lepas.


Malvin berjalan kearah anaknya dengan tatapan nanar apalagi Winda tak mengakui dirinya,padahal dulu gadis itu dengan bangga mengakui bahwa Malvin cinta pertamanya.


" Winda " Panggil Malvin lirih.


Winda terus berontak hingga air mata gadis itu menetes.


Samuel yang melihat Winda menangis,sontak melepas tubuh gadis itu.


" Aku harus pergi,bawa aku pergi " ucap Winda nanar melihat Samuel.

__ADS_1


Pria itu hanya diam melihat Malvin yang berkaca kaca.


" Winda,kenapa kalian ninggalin Papa Nak ?" tanya Malvin berdiri didepan anaknya.


Winda menunduk menahan air mata yang memaksa terjun bebas.


" Kemana kalian pergi ? kenapa meninggalkan Papa sendiri ?" tanya Malvin memegang bahu putrinya.


" Untuk apa kami bertahan ?" tanya Winda mendongak.


" Maksud kamu ?" tanya Malvin mengernyit.


" 21 tahun aku dan Mama menahan semuanya Pa,kami pikir Papa juga akan berpihak dikami,tapi apa yang Papa lakukan ? Papa diam2 bertemu dengan mantan istri Papa ? lalu apa pentingnya kami ?" Tanya Winda nanar.


Deg....


Samuel dan Malvin melonjak kaget.


Samuel berjalan mundur membiarkan anak dan bapak itu menyelesaikan masalah.


" Apa maksud kamu sayang ?" tanya Malvin syok.


" Kami sudah tau semuanya Pa,ternyata bukan hanya sekali Papa bertemu mantan istri Papa itu,kenapa Papa tega melakukan semua itu kepada kami Pa,kenapa Papa menyembunyikannya dari Mama ? tidakkah cukup selama ini kami menjadi cacian keluarga Papa ? tidakkah cukup pengorbanan Mama selama ini ?" Tanya Winda sambil menangis.


" Winda sayang dengarin Papa " pinta Malvin memegang tangan Winda.


Dengan cepat Winda mengibas tangannya tak ingin disentuh.


" Aku pikir Mama yang egois selama ini,tapi ternyata aku salah,Mama begitu memperjuangkan aku dan Doni walaupun kami tak diakui dikeluarga Papa,sekarang kami tau diri Pa,aku dan Mama tak mau lagi menyusahkan hati dan pikiran Papa karna menahan kami selama ini " Balas Winda berusaha ikhlas.


" Winda " Panggil Malvin mulai menangis.


Kata demi kata yang dilontarkan putriny begitu menyakitkan,Malvin tak menyangka Winda mengetahui banyak hal meski jika dilihat sekilas gadis itu tak akan mencari tahu hal2 yang bukan urusannya.


" Aku akan tetap menganggap Papa sebagai orang tua ku,aku tidak akan pernah melupakan Papa sebagai cinta pertama ku dan adek,kami tidak akan melupakan Papa sebagai kepala keluarga,tapi aku mewakili Mama meminta Papa untuk melepaskan kami " Ucap Winda menahan nafas.


" Apa !" Pekik Malvin terbelalak.


" Mama sudah memberitahu aku segalanya Pa,tentang semua masa lalu kalian dan perjuangan Mama dulu,Mama tidak ingin lagi bertemu Papa,jadi aku mohon jangan sakiti hati Mama ku lagi " Pinta Winda memegang tangan Malvin.


" Winda,Papa bisa jelasin semuanya Nak,beri Papa kesempatan untuk bertemu kalian semua,papa akan menjelaskan semuanya sama kalian " Kata Malvin memohon.


" Mama bilang suatu saat jika aku bertemu Papa aku diminta memberitahu ini " Kata Winda tenang.


Setelah berbicara panjang lebar,gadis itu langsung berlari keluar.


" Winda " pekik Malvin kaget.


Samuel menoleh dan terbelalak melihat itu melesat keluar.


Pria yang akan menyendokkan spageti kemulut itu pun mengurungkan niatnya dan ikut mengejar Winda.


" Windaaaa tunggu " Pekik Malvin terus mengejar putrinya.


Brugh....


Saat terus berlari tiba2 kepala Winda terasa berputar dan jantungnya berpacu sangat cepat hingga membuat gadis itu jatuh dan langsung pingsan.


" Windaaaaaaaa " Pekik Samuel dan Malvin bersamaan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2