Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
649


__ADS_3

Lama Leni menunggu akhirnya yg ditemui pun tiba,terlihat dari kejauhan sepasang suami istri mendekat kearahnya.


" Leni " Ucap seorang wanita menegur.


Leni yg asik memperhatikan keluarga heboh disebelahnya tadi langsung menoleh kaget.


" Kalian sudah sampai ?" Tanya Leni basa basi.


" Hm,maaf terlambat tadi ada sedikit kendala " Jawab Restu merasa bersalah.


" Tidak masalah " Balas Leni tersenyum.


Restu menarik kursi untuk istrinya dan Winda mengucapkan terima kasih.


Leni memperhatikan keduanya dengan manik tersenyum,sungguh pasangan itu membuat Leni iri apalagi Restu memperlakukan Winda dengan baik.


" Pesan dulu " Kata Leni menyodorkan menu.


" Kau tidak makan ?" Tanya Winda melihat meja hanya terisi air es saja.


" Aku belum lapar " Jawab Leni tenang.


" Ya udah,kita pesan dulu ya memang belum makan " Ucap Restu terkekeh.


Leni mengangguk paham.


Winda dan Restu mulai mencari menu untuk memuaskan perut mereka.


Leni diam memperhatikan anak lelaki Winda yg begitu anteng dan kalem.


" Nama kamu siapa ?" Tanya Leni menyentuh pipi bocah itu.


Afdhal tersipu malu bersembunyi didada ibunya.


" Wajah mu tampan sekali " Puji Leni membuat Afdhal makin memepet ibunya.


Setelah selesai memesan makanan,mereka kembali serius..


" Ada keperluan apa ?" tanya Restu membuka suara.


" Hm aku ingin bertanya " Jawab Leni.


" Tanya apa Len ?" Tanya Winda hangat.


Leni melihat Winda dengan tatapan yg sulit dimengerti.


" Apa kau masih mencintai Samuel ?" Tanya Leni serius.


" Hah " Pekik Winda kaget.


" Maaf pertanyaan ku mungkin menyinggung mu tapi aku dan Sam memilih berpisah " Kata Leni tenanv.


" Apa !" Pekik Restu dan Winda kaget.


" Ya,terlalu sulit untuk kami bersama " Kata Leni tersenyum.


" Mengapa kau melakukan itu ?" Tanya Restu syok.


" Karna dia mencintai istri mu dan belum bisa melupakannya " Jawab Leni cepat.


Restu terdiam dengañ mulut sedikit terbuka.


" Itu tidak benar Len " kata Winda memotong.


" itu benar Win,di hati Sam masih ada nama kamu dan dia tidak bisa membuka hatinya untuk ku " Kata Leni sedih.


Winda diam sejenak seraya melirik suaminya.


" Jadi kalian memilih berpisah ?" tanya Restu tenang.

__ADS_1


" Ya " Jawab Leni mengangguk.


" Len " Panggil Winda memegang tangan Leni lembut.


" Aku ingin sekali membenci mu " Kata Leni terlihat menahan amarahnya.


" Tapi aku tidak bisa " Lanjut Leni menghela nafas.


" Aku tau ini sulit,Samuel memang berbeda,aku dan dia dulu juga hampir sama seperti mu,berjuang mati2an " Kata Winda lembut.


" Tapi Sam punya hati yg kuat Len,dia susah dilunakkan tapi..." Kata Winda menggantung.


" Apa ?" tanya Leni mengernyit.


" Dia juga punya cinta yg luar biasa " Jawab Winda menghela nafas.


" Ya kau benar,saking luar biasanya dia tak bisa melupakan kamu yg sudah bersuami dan punya anak 2 " Kata Leni terkekeh.


" Ya dan aku ingin kau seperti itu " Sambung Winda.


" Aku sudah berusaha,keluar dari masa trauma dan menerima Sam bukan hal yg mudah bagi ku,tapi penolakan demi penolakan yg dia lakukan membuat aku kehilangan nyali " Kata Leni lesu.


" Berjuang lah sekali lagi " Pinta Winda.


" Tidak bisa Win " Ucap Leni menggeleng.


" Kenapa ?" tanya Restu.


" Keluarganya membenci ku,dan aku baru saja kehilangan mama ku " jawab Leni menunduk.


" Astaga " Kata Restu terkejut.


" Mengenaskan bukan ?? hah aku rasanya ingin pergi jauh " Kata Leni gemas.


Pasangan itu kembali diam melihat Leni yg seolah membenci dirinya sendiri.


" Aku tidak tau,aku hanya ingin memberitau kalian tentang pernikahan ku ini " Jawab Leni.


" Kau sudah bicara 4 mata dengan Sam ?" tanya Winda.


" Sudah,dan inilah keputusannya " Jawab Leni yakin.


" Baiklah,jika itu menurut mu baik lakukan " Kata Winda tegas.


Winda bisa merasakan apa yg saat ini Leni rasakan,pasti sangat sakit dengan semua yg terjadi karna Winda pernah berada dititik terendah bahkan hampir mematikan dirinya sendiri.


Restu diam sejenak dengan otak yg mulai berpikir.


Sebenarnya ini tidak ada hubungannya dengan mereka,tapi mendengar Leni menyebut Sam masih mencintai istrinya membuat Restu gusar.


Rasa cemburu membakar hati lelaki itu,Winda sudah menjadi miliknya tapi ada pria lain yg lebih mencintai Winda membuat Restu kepanasan.


Winda kembali membuka luka lama yg selama ini ia tutup rapat2.


Wanita itu terpaksa menceritakan sebagian rasa sakitnya saat bersama Samuel.


Leni yg mendengar pun tercengang tak percaya,Leni pikir hanya dirinya yg mengenaskan tapi ternyata Winda sudah lebih dulu merasakan batu bara yg menancap hati.


" Lalu Tuhan mempertemukan aku dengan Mas Restu,dia lelaki yg begitu pandai dalam segala hal meski berada dalam keterbatasan " Ucap Winda disela ceritanya.


" Kau beruntung " Kata Leni terkekeh.


" Ya setelah semua rasa sakit akhirnya Tuhan memberikan aku obat yg mujarab " Balas Winda terkekeh.


Restu diam tanpa expresi,pria itu mencoba menahan malunya.


" Dan Nur ?" tanya Leni.


" Dia anak Restu,bukan Samuel " Jawab Winda tegas.

__ADS_1


" Lalu kenapa Papa dan Mama Sam mengambilnya ?" tanya Leni bingung.


" Ntah lah,kami punya hutang budi kepada mereka dan semuanya akan baik2 saja karna Samuel sudah berjanji akan menjaga anak ku " Jawab Winda.


Leni mangut2 paham,keduanya kembali mengobrol blak2an hingga Afdhal tertidur saking menikmati cerita masa lalu ibunya.


Malam harinya,Leni pulang dengan taxi yg ia tumpangi.


Wanita itu berjalan tenang menyusuri lorong apartemen hingga tiba diunit Santa.


" Kenapa pintunya terbuka ?" Gumam Leni melihat pintu terbuka sedikit.


Leni diam berpikir sejenak,staunya sang mantan akan pulang minggu depan.


Leni mulai was2,wanita itu melihat kiri kanan tapi tak ada siapapun.


" Duh siapa ya ?" Gumam Leni ngeri.


Wanita itu merogoh tasnya dan mengambil ponsel.


Terlihat disana ada pesan Santa yg memberitahu bahwa ia sedang makan malam bersama crew yg lain.


Karna lelah berperang dengan isi kepala dan malas untuk turun lagi akhirnya Leni memberanikan diri untuk masuk.


Leni melangkah dengan hati2.


Terlihat lampu hidup sebagian yg menandakan bahwa memang ada yg aneh.


Wanita itu mendekati telepon ruang tamu dan..


Cetekkk....


Lampu tengah seketika menjadi terang,Leni menoleh kaget dan membulatkan matanya.


" Ka kau " Ucap Leni terbata.


Seorang pria berdiri disamping sakelar lampu dengan manik tajam dan bersedekap dada.


" Mengapa kau ada disini ?" tanya Leni menelan ludah kasar.


" Sudah puas bermainnya ?" Tanya Samuel tenang.


Yap,lelaki itu adalah Samuel yg sudah menunggu lama di dalam..


Leni diam melihat Samuel dari ujung kaki hingga kepala.


Samuel mendekat membuat Leni melepas ganggang telepon dan memilih mundur.


" Kau mau apa ?" Tanya Leni siaga 1.


" Menurut mu ?" tanya Samuel tersenyum smirk.


" Keluar dari sini,aku tidak mau melihat wajahmu lagi " Usir Leni mengacungkan tangannya.


" Kau mengusirku ?" tanya Samuel tajam.


Lelaki itu terus mendekat hingga memepet Leni ke pintu ruangan.


Deg...


Manik keduanya bertemu dengan Sam yg memukul dinding tepat ditelinga perempuan tersebut.


" Kau mencoba untuk kabur begitu saja ?" Tanya Samuel berdecih.


" A ak aku ak u...." Ucap Leni terbata.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2