Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
493


__ADS_3

Sesampainya dikota suasana sangat panas dan terik,Restu begitu khawatir dengan kondisi anaknya yang berkeringat deras saat turun dari bis.


" Kita kesana dulu " Ucap Restu membawa tas besar mereka.


" Iya Bang cuacanya panas banget " Sahut Doni yang juga ikut berkeringat.


Winda melihat kiri kanan,mereka berhenti disebuah jalan raya karna seingat Winda rumah neneknya tak jauh dari lokasi mereka berdiri.


" Sayang udah telfon Nenek kamu ?" tanya Restu melihat sang istri.


" Belum diangkat Mas " jawab Winda berkeringat.


" Ya udah kita cari tempat teduh dulu disana,kayaknya popok Nur juga penuh " Balas Restu paham.


Winda mengangguk,mereka pun mulai melangkah mendekati halte.


Doni mengeluarkan minuman dibotol,bocah itu tidak ikut rombongan pesepak bolanya lantaran Doni akan tinggal di rumah Sita dan Rudi.


" Anak papa kepanasan ya ?" tanya Restu mengusap dahi Nur.


Bocah itu diam melihat lelaki yang tersenyum kearahnya.


" Sabar ya Mama lagi nelfon Oma " Lanjut Restu lembut.


Nur menyenderkan kepalanya didada bidang lelaki itu seolah mencari perlindungan disana.


" Duh kok gak diangkat ya ?" Gumam Winda berkutak katik dengan hapenya.


" Belum diangkat Kak ?" tanya Doni.


" Iya nih,apa Nenek lagi kerja ya ?" Gumam Winda menebak.


Doni mengangkat bahu tidak tau,sebelumnya Winda sudah mengkonfirmasi kepada Risa bahwa mereka akan datang dan Risa pun menyambut dengan gembira.


" Apa Nenek melupakan janjinya lagi ?" Gumam Winda overthingking.


" Gak boleh gitu " Tegur Restu.


Winda menoleh melihat suaminya menggeleng pelan.


" Aku kurang percaya diri soalnya Mas,apalagi kita gak pernah lagi kesini " Ucap Winda menunduk.


" Nenek pasti jemput kok tunggu aja " Balas Restu lembut.


Winda menghela nafas dengan anggukan kecil,Doni hanya diam melihat kekhawatiran Kakaknya.


Hampir 2 jam menunggu tiba2 hape Winda berdering,wanita itu tertidur dibahu suaminya merasa lelah begitu pun Nur yang sudah berapa kali menangis karna tak tahan.


Mereka tak bisa kemana pun,dan Winda juga tak mau tiba2 langsung datang kerumah Kakek neneknya tanpa pemberitahuan,wanita itu merasa sangat canggung karna Winda memang tak dekat dengan keluarga dari sang papa.


" Halo " sapa Restu sopan.


" Ya ampun Nak,kalian dimana ?" tanya seorang wanita terdengar panik.


" Apa ini Nenek ?" tanya Restu hati2.


" Ya saya nenek Winda,kalian ada dimana ?" tanya Risa khawatir.


" Hm kami ada di halte tapi gak tau ini dimana " Jawab Restu bingung.


" Halte mana ?" tanya Risa tak kalah bingung.


Restu melihat sekeliling dan menemukan sebuah plang nama yang begitu besar dan menjulang.

__ADS_1


" Nenek jemput sekarang " Ucap Risa paham.


" Iya Nek " jawab Restu tenang.


Tut.


Panggilan terputus,Restu menghela nafas lega.


Jujur saja ia pun tak tau sekarang ada dimana,selama hidup Restu baru 3x ke kota itu pun karna memang keadaan mendesak bukan karna ingin jalan2.


Lelaki itu termasuk pria kampung yang tak begitu exsis dalam dunia perkotaan.


" Kenapa Mas ?" tanya Winda terbangun.


" Bentar lagi Nenek sampai " Jawab Restu tersenyum.


" udah bisa ditelfon ?" tanya Winda kaget.


Restu mengangguk pelan.


" Alhamdulillah " ucap Winda penuh syukur.


Sebenarnya Winda bisa saja menghubungi Alexi untuk minta bantuan,tapi lantaran ia membawa banyak pasukan membuat wanita itu enggan merepoti apalagi Winda tau jam2 seperti ini merupakan jam padat dikantor.


Tak lama sebuah mobil sedan berhenti didepan mereka,semuanya menoleh dengan wajah mengernyit.


Seorang pria tua dan istrinya keluar dengan wajah syok dan panik.


" Ya ampun,maaf Nenek datang terlambat " ucap Risa mendekati.


" Apa kabar Nek ?" Tanya Restu sopan.


" Baik Nak,kalian udah lama nunggu ya ?" tanya Risa memegang pipi Doni dan Nur.


" Maaf ya tadi Nenek kamu sibuk syuting jadi lupa kalian mau kesini,Kakek juga sibuk sama kantor" Ucap Rudi merasa bersalah.


" Iya Kek gak papa " Jawab Restu ramah.


" ya udah,ayo kita pulang " Ajak Risa cepat.


Winda mengangguk,Risa mengambil alih Nur yang melihatnya aneh.


Mereka pun masuk kedalam dengan cepat..


Disebuah mobil seorang pria terlihat sibuk dengan tab mahalnya yang menampilkan banyak pekerjaan.


" Pak kita akan ke perusahaan X " Ucap Supir memberitahu.


" Ya beri mereka 10 menit dalam bersiap2 " balas Samuel tenang.


Deg...


Supir terkejut,10 menit mana cukup untuk mengatur jadwal meeting mendadak yang akan Samuel usulkan.


" Kamu tidak dengar ?" tanya Samuel mendongak.


" Si sia p Pak " jawab supir kelabakan.


Pria merangkap asisten itu mulai sakit kepala dengan sikap Bos besarnya,Samuel memang sering membuat orang kotar katir apalagi lawan perusahaannya juga bukan orang biasa.


Saat asik membaca,Samuel merasa hidungnya gatal pria itu pun akan memulai bersin tapi maniknya tak sengaja melihat seorang lelaki yang seperti ia kenal duduk dibangku belakang sebuah mobil hitam.


" Bukankah itu Doni ?" gumam Samuel terbelalak.

__ADS_1


Saat ia melihat lagi,tiba2 mobil hitam itu melaju kencang karna sudah lampu hijau,Samuel panik sendiri melihat kedepan.


" Susul mobil itu " ucap Samuel tegas.


" Hah apa ?" tanya Supir kaget.


" Susul sekarang " Bentak Samuel emosi.


" Tapi Pak kita akan meeting " jawab Supir bingung.


Samuel melihat lagi mobil tersebut dan naas incarannya lepas saat di sabit mobil lain.


" Akhhhh sialan !" Ucap Samuel melepar tabnya asal.


Supir terlihat kebingungan,ia tak tau apa yang ada dalam otak bosnya saat ini,Samuel selalu memerintah tanpa adanya arahan.


" Itu pasti Doni,aku yakin itu Doni " ucap Samuel yakin.


Ia sangat ingat wajah adik iparnya yang tak pernah berubah,meski sedikit samar2 tapi keyakinan samuel begitu besar.


" Jika Doni ada disini,bearti Winda juga ada dikota ini " Ucap Samuel nanar.


Supir berputar arah,gara2 Samuel mereka harus 2x kali kerjaan.


Samuel langsung diam melihat jalanan dengan mata tajamnya.


Sesampainya dirumah,Restu dibuat tercengang menatap rumah besar yang hanya ia lihat di tv2 terbang.


" Ini beneran rumah Nenek kamu ?" Bisik Restu tak percaya


" Iya Mas,ini rumah Nenek " Jawab Winda.


" Besar banget Win " Kata Restu takjub.


Winda hanya tersenyum,Rudi yang tau menantunya takjub ikut tersenyum geli.


Dulu ia sempat kurang suka dengan Restu karna Rudi pikir lelaki itu sama dengan Samuel,tapi waktu membuktikan bahwa kekahwatirnya hanyalah fiktip belaka.


" Ayo masuk " ajak Risa semangat.


" Iya nek " Jawab Doni sopan.


Mereka mulai masuk,Restu kembali dibuat takjub dengan dekorasi rumah yang sangat elegant.


" Sini sayang sama Oma " Ucap Risa mengambil Nur dari tangan Papanya.


Nur menerima uluran tangan wanita itu dengan senyum kecil.


" Aaaaaaa Oma kangen banget sama Nurrrr " Ucap Risa gemas memeluk gadis mungil itu.


Nur tertawa geli,bocah itu pun langsung dibawa ketempat lain oleh Risa dan suaminya.


" Kamu mau makan apa langsung istirahat ?" tanya Winda melihat Restu.


" Hm kayaknya makan deh Yank,laper banget " Jawab Restu malu2.


" Ya udah ayok " Kata Winda menggandeng tangan lelaki itu kedapur.


Keduanya saling merangkul pinggang dengan wajah ceria..


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2