
Disebuah ruangan 2 orang pria dan wanita saling berhadapan.
Keduanya saling melihat dengan tatapan yang sulit dimengerti.
" Jadi kamu orangnya ?" Ucap wanita berdres biru.
" Iya " Jawab si pria tenang.
"Hm lumayan juga " Ucap si wanita mangut2.
" Sebelum kita lanjut obrolan,apakah sebelumnya kau sudah menikah ?" tanya wanita bernama Leni tersebut.
" Menurut mu ?" Tanya Samuel balik.
" Kau seperti pria lajang " Jawab Leni menyelisik.
Samuel terkekeh pelan,memang banyak yg mengira dirinya masih bujangan lantaran gaya berpakain dan sikap Samuel yg biasa saja.
" Ya ya aku tau kau seorang duda " Lanjut Leni memutar mata.
" Kau tau dari mana ?" tanya Samuel.
" Ya kali aku akan menikah tanpa tau biodata pasangan " Kata Leni malas.
" Hmm " Jawab Samuel mengerti.
" Kau merokok ?" Tanya Leni santai.
" Ya terkadang " Jawab Samuel jujur.
Leni mangut mengerti.
" Jadi kau sudah bersiap menikah bulan depan ?" Tanya Leni mulai serius.
" Hei seharusnya aku yg bertanya " Kata Samuel kaget.
" Hahaha iya juga ya,sepertinya aku terlalu semangat " kata Leni tertawa.
Samuel diam memperhatikan gerak gerik wanita tersebut.
" Mama mu meminta ku menikah dengan anak bujangnya yg kesepian " kata Leni terkekeh.
" Ya seperti itu lah " Jawab Samuel malas.
" Kau tampan,kaya dan hmm nyaris sempurna,tapi kenapa tidak berhasil menemukan satu gadis seumuran ini ?" Tanya Leni heran.
" Lalu kenapa kau masih menggadis sampai sekarang ?" Tanya Samuel balik.
" Aku bukan gadis lagi " jawab Leni tenang.
" Kau juga seorang janda ?" Tanya Samuel kaget.
Leni menggeleng cepat.
" Ya kau tau lah cara pacaran anak zaman now " Kata Leni menghela nafas.
Samuel mengangguk paham kemana arah pembicaraan wanita dibawah umurnya tersebut.
" Oh iya aku harus memanggil mu apa ?" tanya Leni teringat.
" Kau hanya beda 4 tahun dari ku,panggil nama saja " kata Samuel.
" Hah gila,aku akan dimarahi Mama memanggil mu seperti itu " kata Leni menolak.
" Lalu kau ingin memanggil apa ?" tanya Samuel mengernyit.
" Hm gimana kalau aku panggil kamu Mas " Kata Leni terkekeh pelan.
" Mas ?" Ulang Samuel.
" Iya,Mas,itu panggilan yg sopan bukan,lagian kita berdua akan menikah " Kata Leni bersemu.
Samuel terdiam,sejenak ia lupa bahwa pertemuannya dengan Leni merupakan rencana pernikahan yg akan digelar bulan depan.
" Terserah kau saja " Kata Samuel tenang.
" Ya udah,lalu apa yg kau inginkan dari pernikahan ini ?" tanya Leni semangat.
" Kau ingin membuat kesepakatan ?" tanya Samuel balik.
__ADS_1
" Ya,tentu saja " Jawab Leni cepat.
" apa ?" tanya Samuel.
" Hm kita biarkan saja apa mau orang tua,tapi...." Ucap Leni menggantung.
" Apa ?" tanya Samuel mengernyit.
" Aku tidak bisa berhubungan intim dengan mu " Jawab Leni pelan.
" Maksud mu ?" tanya Samuel kaget.
" Aku masih trauma dengan seorang pria jadi em kau harus menunggu jika mau " Jawab Leni hati2.
Samuel lagi2 terdiam mendengar ucapan aneh wanita yg akan ia nikahi.
" Aku tau ini salah,tapi sungguh aku tidak bisa melakukannya " Kata Leni serius.
" Kau punya kelainan ?" tanya Samuel.
" Hm bisa dibilang begitu " jawab Leni.
" Aku sekarang punya pacar tapi tenang saja,dia seorang perempuan " Jawab Leni.
" Apa !" Pekik Samuel melotot.
" Hei kecilkan suara mu !" kata Leni balik melotot.
" Kau gila apa " kata Samuel murka.
" Ya jika kau mau,tenang saja aku tidak aneh2 kami hanya teman dekat " Kata Leni meyakinkan.
" Kau Lesbi ?" tanya Samuel menelan ludah kasar.
" Tidak juga,buktinya aku mau menikah dengan mu " Jawab Leni cepat.
Samuel diam sejenak mencerna otaknya yg masih ngeleg.
" Gimana ?" tanya Leni hati2.
" Kau yakin ?" Tanya Samuel hati2.
" Apa orang tua mu tau ini ?" Tanya Samuel.
" Tentu saja tidak,aku akan diusir dari KK jika mereka tau " Jawab Leni ngeri.
" Astaga kenapa Mama cari perempuan gini sih " Batin Samuel gemas.
" Hei " Panggil Leni memegang tangan Samuel.
Lelaki itu menarik tangannya dengan cepat membuat Leni menunduk.
" Kau jiji ya ?" Tanya Leni mengkrucut.
" Hm ya sedikit " Jawab Samuel jujur.
" Sialan !" Umpat Leni kesal.
Samuel terkekeh geli,perempuan itu tak bisa menahan ucapan memang terlihat dari cara ia menganjak Samuel ngobrol tanpa henti.
Keduanya sama2 diam,Leni memperhatikan gerak gerik Samuel yg membuat gadis itu merasa sangat penasaran akan sosok yg dibanggakan orang tuanya.
" Ya sudah " kata Samuel pasrah.
" Apanya ?" tanya Leni.
" Kita menikah " Jawab Samuel tegas.
" Ye...
" Tapi...." Potong Samuel cepat.
Leni yg ingin bersorak ria langsung diam dengan ucapan lelaki itu.
" Kita harus bekerja sama " Jawab Samuel.
" kau juga sama seperti ku ?" tanya Leni polos.
" Apa Gay ? ah kau gila " kata Samuel tajam.
__ADS_1
" Hehe aku kira kau juga belok " Kata Leni cengengesan.
" Aku normal !" Kata Samuel gemas.
" Iya ya " Kata Leni memutar mata.
" Aku tidak akan melarang kau ingin seperti apa,tapi selama dirumah bersikap lah baik dan jadi istri yg baik dan patuh dengan suami,aku suka dilayani mulai dari makan hingga tidur " Kata Samuel tenang.
" Kau pria manja ?" tanya Leni melongo.
" Ya bisa dibilang begitu " Jawab Samuel.
" Baiklah,aku bisa masak dan mengerjakan rumah,aku juga akan berusaha mencintai mu nanti " Kata Leni bersemu.
Samuel berdecih merinding,ntah mengapa tak ada rasa yg begitu tertarik dengan wanita didepannya meski Leni spik bidadari.
" Kalau begitu kita deal ya " kata Leni menyodorkan tangannya.
" Deal !" jawab Samuel menyambut.
Leni tersenyum cerah sedangkan Samuel diam menatap wajah gadis tersebut.
Tanpa keduanya sadari,seorang wanita melihat dari kejauhan kedekatan pasangan baru tersebut.
" Jadi Sam sudah menemukannya ?" Gumam Winda pelan.
Ntah mengapa hatinya tiba2 terenyuh,melihat sang mantan suami bersama wanita lain membuat Winda sesak.
" Ahh apa yg aku pikirkan,ini tidak benar " Kata Winda menggeleng cepat.
" Harusnya aku ikut bahagia melihat Samuel bersama wanita lain,huh aku gak boleh punya rasa lagi sama dia " Kata Winda tegas.
" Huh tenang Wind,sekarang kamu punya Mas Restu dan Nur bentar lagi juga bakal muncul anggota baru lagi " Gumam Winda mengusap perut datarnya.
Tak ingin berlama2,Winda langsung melangkah cepat kearah tempat nya.
" Kamu kenapa lama ?" Tanya Salsa melihat Winda menarik kursi.
" Hm anu Sa,kamar mandinya penuh " Jawab Winda beralasan.
" Masa sih ?" tanya Salsa melihat dari kejauhan.
" Iya pada bocor kali hehe " Jawab Winda melawak.
" Haha bisa aja kamu " Balas Salsa tertawa.
" Ya udah,balik yuk Alexi udah nelfon nih katanya Suci ngamuk " Kata Salsa mengambil barangnya diatas meja.
" Terus Nur gimana ?" tanya Winda teringat sang putri.
" Anak kamu aman,dasar Suci nya aja yg rewel kk bapaknya " Jawab Salsa.
Winda menghela nafas lega,wanita itu sempat khawatir tadi tak membawa Nur ikut lantaran ia akan menemani Salsa cek kedokter.
Kedua perempuan itu pun bangun dan berjalan keluar.
Winda sibuk menerima telepon Restu,lain hal dengan Salsa yg mencari taxi.
" Loh bukannya itu Samuel ?" Gumam Salsa melihat seorang pria sedang membukakan pintu untuk seorang wanita.
Salsa menyelisik dengan mata elangnya hingga tebakan wanita itu benar adanya.
" Astaga jangan sampe Winda lihat " Lanjut Salsa panik sendiri.
Wanita itu melihat Winda dan Samuel bergantian.
" Sa " Panggil Winda sudah selesai.
" Itu Taxinya ayo cepat " Kata Salsa menyeret Winda menjauh.
Winda menurut saja meski merasa aneh dengan sikap istri sahabatnya tersebut.
Dimobil,Leni menatap Samuel tanpa kedip.
Perlakuan manis Samuel barusan membuat hatinya tersentuh.
" Duhhh gue bakal bisa gak ya jatuh cinta ama nih laki ?" batin Leni penasaran.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.