
Setelah acara wisuda selesai. Satu persatu orang meninggalkan gedung dan terlihat semua orang terlihat sibuk berfoto bersama keluarganya dan saling memberi hadiah diluar gedung.
Riko dan Doni juga berjalan keluar gedung dan menuju ke arah kerumunan yang terdiri dari sahabat, Istri orang tua dan mertuanya.
Papa Indra langsung memeluk Riko dengan bangga, begitupun dengan mertuanya papa Bram.
"Selamat yah nak, papa bangga sama kamu." ucap Papa Indra dan Riko hanya tersenyum.
"Selamat yah Rik, papa juga sangat bangga memiliki menantu seperti kamu." ucap papa Bram memuji Riko.
"Terima kasih pah." ucap Riko tersenyum kepada mertuanya.
"Selamat yah sayang." ucap mama Ayu lalu memeluk putra semata wayangnya.
"Iya mah." ucap Riko. Begitupun dengan Mama Ratna yang bangga dengan menantunya.
"Ciee yang sah jadi sarjana, selamat yah, doain biar gue segera nyusul." ucap Arman.
"Nyusul apa dulu nih? Nikah dulu atau Wisuda dulu?" tanya Doni.
"Dua-duanya boleh lah, hhhh." ucap Arman lagi.
"Selamat yah Rik." ucap Romi lalu memberikan buket kepada Riko.
"Thanks." ucap Riko lalu memeluk Romi.
Romi tidak hanya memberikan hadiah kepada Riko, dia juga memberikan kepada Doni, begitu juga dengan Arman dan Anton memberikan Doni dan Riko hadiah wisuda.
"Lo jaga baik-baik pemberian dari gue, itu barang mahal." gerutu Anton.
"Barang mahal apaan, paling harganya cuma 50 ribu doang di tanah abang." ketus Romi mengejek.
"Ehh jangan salah, walaupun 50 ribu, itu sangat berharga, karna gue ngorbanin jatah bulanan gue." ucap Anton membela dirinya.
"Kasihan banget sih hidup lo." ucap Arman sambil mengelus pundak Anton prihatin.
"Diem lo." ketus Anton kesal membuat semuanya tertawa.
"Selamat yah kak Riko, kak Doni atas kelulusannya." ucap Indah sambil menyalami Riko dan Doni lalu memberi buket kepada mereka.
__ADS_1
"Selamat yah kak." ucap Mita lalu menyalami Riko dan Doni juga.
Mita memberikan buket berupa karangan bunga kepada Riko, sedangkan Doni, Mita memberi buket bunga + boneka + kado.
Mita menyerahkan hadiahnya dengan malu-malu, membuat semua orang menatap Mita curiga.
"Buat Doni banyak banget, jangan-jangan?" ucap Anton mengejek Mita.
"Kayaknya Mita naksir sama lo." ketus Riko sambil menyikut Doni.
"Apaan sih." ucap Doni ngga enak.
"Ih kak Riko dan kak Anton apa-apaan sih, hadiah ini biasa aja kok." ucap Mita membela diri.
"Kalau hadiah untuk Doni biasa aja, terus hadiah buat Riko ngga ada harganya dong. hhhh." ucap Arman lagi membuat semuanya kembali tertawa.
Sementara Citra hanya diam dalam rangkulan Riko, Citra merasa tidak enak badan, karena dari tadi dia merasa pusing dan mual menahan segala aroma yang dia cium.
"Ya udah gimana kalau sekarang kita foto bareng." ucap Vivi memberi saran dan semuanya menyetujui.
Mereka berfoto dengan kamera yang dibawa oleh Vivi.
Mereka kemudian mengambil posisi, Citra berada ditengah bersama dengan Riko, sementara disamping Citra ada Mita, Vivi, Indah dan Kevin. Disamping Riko ada Romi, Doni, Arman dan Anton.
Setelah berfoto bareng, mereka kemudian berfoto pasang-pasangan. Riko dengan Citra, Kevin dengan Indah, Vivi dengan Anton, Arman dengan Romi.
Mita sangat ingin berfoto dengan Doni, tapi dia malu mengajak Doni duluan, Anton yang memiliki sifat yang jail, dia menangkap ekspresi keduanya yang canggung.
"Eh,, giliran kalian yang belum foto, udah sekarang kalian berpose biar gue foto." ucap Anton sambil mendorong Doni kearah Mita. Dan semua orang menyetujuinya.
Doni tidak ada pilihan lain selain menuruti Anton, Doni berdiri didekat Mita dengan pose yang kaku begitupun dengan Mita yang malu-malu mau.
Cekrek...
"Ya Ampun, gue lagi motret pohon yah, kok ngga ada ekspresinya sih. ulangin." gerutu Anton tidak puas.
"Kalian senyum dong." ucap Anton sambil mengarahkan kamera kearah mereka dan mereka menyetujui.
"Don, lebih deket dong ke Mita, kalian lagi berantem yah." protes Anton lagi lalu Donu menuruti.
__ADS_1
"Rangkul." protes Anton lagi, membuat Doni kesal begitupun dengan Mita.
Mitapun langsung mengambil inisiatif dan langsung memeluk pinggang Doni sambil tersenyum senang. Dan Anton langsung memotretnya.
"Nah gitu kan bagus." ucap Anton puas.
Sementara Doni merasa tidak suka dengan tindakan Mita.
"Maaf yah kak, aku ngga bermaksud memeluk kak Doni." ucap Mita menyesal saat menyadari ekspresi Doni.
"Udah ngga ppa, itu juga bukan keinginan kita, tapi karna dia." ucap Doni lembut kepada Mita.
Setelah berfoto dengan teman-temannya, Riko kemudian berfoto dengan keluarganya, pertama dengan orang tuanyanya, kemudian dengan Mertuanya dan Citra.
Setelah berfoto, orang tua dan Mertua Rikopun pamit untuk pulang, mertua Riko sudah sangat lelah, karna dia sama sekali belum istirahat sejak dia tiba dari Bandung pagi tadi. Begitupun dengan orang tua Riko.
Riko kemudian berinisiatif untuk mentraktir teman-temannya makan-makan.
"Ok, karna hari ini gue udah di wisuda, gimana kalau kita makan-makan, terserah kalian mau makan apa aja, gue yang bayarin." ucap Riko antusias begitupun teman-temannya juga sudah sangat antusias.
Tapi tidak halnya dengan Citra, dia yang tidak enak badan merasa tidak sanggup untuk ikut bersama mereka.
"Kak aku ngga ikut yah." ucap Citra.
"Kenapa sayang? kamu sakit." tanya Riko.
"Perasaan aku ngga enak kak, dari tadi aku pengen mual." ucap Citra lagi membuat Riko merasa kasihan dengan istrinya.
"Maaf sepertinya acara makan-makannya ngga jadi, soalnya istri gue lagi sakit." ucap Riko membuat semuanya kecewa, terutama Anton dan Arman yang sangat menginginkan makanan gratis.
"Ngga ppa kok kak, kak Riko pergi aja, aku ngga usah ikut." ucap Citra lagi membujuk suaminya.
"Ngga sayang, aku ngga mungkin bersenang-senang disaat istri aku lagi sakit." ucap Riko lagi.
"Tapi kak, kasihan mereka udah kecewa." ucap Citra lagi merasa tidak enak.
"Masalah itu gampang." ucap Riko menenangkan Citra.
"Sebagai gantinya, sebentar malam kalian kerumah gue, kita makan-makan dirumah gue sampai puas. gimana?" tawar Riko lagi dan mereka langsung mengiyakan. Citra merasa puas melihat ekspresi mereka.
__ADS_1
"Ya udah, Gue balik duluan yah, karna istri gue lagi ngga enak badan." ucap Riko lagi lalu Rikopun berjalan meninggalkan mereka sambil merangkul Citra.
Teman-teman Rikopun juga meninggalkan kampus. Anton pulang bersama Vivi untuk mengantar Vivi, Arman pulang sendiri biasa orang jomblo, Romi pulang bersama Mita meskipun Romi terpaksa, Kevin mengantar Indah. dan Doni juga pulang sendiri.