Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
351


__ADS_3

Malvin terdiam mendengar pertanyaan Romi yang membuatnya tersentak.


" Ia " Kata Malvin pelan.


" Iya apa ?" tanya Yuni masih kesal.


" Aku pernah bertemu dengan Ratu " Jawab Malvin nanar.


" Kau !!! " Geram Yuni langsung bangun.


" Itu tidak sengaja Mba " kata Malvin membela diri.


" Kau menemui mantan istrimu tanpa sepengetahuan Sindi ?" tanya Yuni meledak2.


" Kami bertemu tak sengaja,saat itu aku sedang..." ucap Malvin mencoba mengingat.


" Kau keterlaluan Malvin " Bentak Yuni geram.


" Yank,sabar " tegur Romi menarik tangan istrinya.


" Dia berselingkuh Mas,tega sekali " kata Yuni mulai menangis.


" Sumpah Mba,aku gak selingkuh aku bertemu Ratu tak sengaja saat acara makan bersama para dosen " Kata Malvin menerangkan.


" Tetap saja kau tidak memberitahu Sindi,kau tau apa yang istri mu lewati selama ini,kau tidak melihat anak mu yang berjuang untuk hidup !" Bentak Yuni sambil menangis..


Malvin menunduk dalam,ia baru ingat bahwa putrinya sedang sakit.


" Saat itu aku langsung pergi keluar kota " Kata Malvin sedih.


" Kau keluar kota setelah bertemu mantan ?" Tanya Romi.


" Iya Bang,aku ada study " Jawab Malvin.


Romi mengangguk paham,pria itu melihat istrinya yang masih menangis.


" Coba kamu telfon Yank siapa tau diangkat " Kata Romi lembut.


" Aku udah coba Mas tapi gak bisa,nomor Winda juga gak aktif huhuh " kata Yuni menangis.


Romi menghela nafas dan melihat Malvin lagi.


Pria itu terlihat begitu lemah,Romi sangat iba saat tau pernikahan sahabat istrinya tak berjalan mulus apalagi orang tua Malvin masih tak menyukai Sindi dan keturunannya.


" Tolong aku Bang " Ucap Malvin berkaca kaca.


" Aku akan mencoba,lebih baik sekarang kau cari siapa orang dekat istri mu atau Winda siapa tau mereka kesana" Titah Romi.


Malvin diam mencoba mengingat.


" Winda gak punya temen Mas !" kata Yuni masih kesal dengan Malvin.


" iya Bang,Winda gak punya teman dekat selain Alexi " Ujar Malvin.


Romi diam,hingga detik berikutnya Yuni langsung menelfon sang anak.


Malvin mencoba mengingat siapa teman anak dan istrinya,karna yang Malvin tau kedua perempuan itu sedikit tertutup dengan orang asing.


" Halo Alexi " Sapa Yuni cepat.


" Iya Bu" Jawab Alexi diseberang.


" Hm kamu dimana ?" tanya Yuni ragu.


" Lagi kerja,aku lembur " jawab Alexi tenang.


" Oh em " kata Yuni melihat Romi.


Wanita itu ngeri2 sedap menanyakan Winda kepada Alexi karna lelaki itu belum tentu tau.


" Tanya aja " Bisik Romi pelan.

__ADS_1


" Kamu aja Mas,aku takut " kata Yuni tak berani.


Romi mengembangkan hidung dan mengambil hape istrinya.


" Halo Bu ada apa ?" tanya Alexi serius.


" Lex " Panggil Romi.


" Iya Yah,kenapa ?" tanya Alexi.


" Winda em ada nelfon kamu gak ?" tanya Romi tenang.


" Winda ? ada kenapa ?" tanya Alexi.


" Kapan ?" tanya Romi semangat.


" Kemarin Yah " Jawab Alexi polos.


" Hah kemarin ?" pekik Malvin kaget.


" Ada apa Yah ?"


" Hm dia ngomong apa ?" tanya Romi.


" Gak ngomong apa2 cerita biasa,memangnya kenapa ?" Tanya Alexi penasaran.


" Oh gak papa " Kata Romi menyembunyikan.


" Winda bilang dadanya sering sesak Yah,kalian udah dapat donor belum ?" Tanya Alexi polos.


" Hah " Pekik Malvin dan Yuni bersamaan.


" Hm belum yang kemarin gak jadi,Winda ngomong apa aja ?" tanya Romi.


" Kayak biasa Yah,,dia bilang sekarang Mamanya lagi cari kerjaan,emang Om Malvin gak kerja ya ?" tanya Alexi.


Deg...


" Sindi " Gumam Malvin sesak.


Yuni kembali menangis,wanita itu tak bisa membayangkan Sindi bekerja meninggalkan Winda bersama adiknya yang juga butuh perhatian.


" Ya udah Lex,Ayah mau mandi dulu " kata Romi memutuskan.


" Hm ya udah,kalo ada kabar Winda kasih tau aku ya Yah " Pinta Alexi.


" Iya " Jawab Romi.


Tut.


Panggilan terputus,Romi menaruh hape dimeja dan melihat Malvin.


" Aku harus mencari mereka " Kata Malvin bangun dari duduknya.


" Mau cari kemana ?" tanya Romi.


" Kesemua tempat Bang,aku gak bisa biarin ini terjadi " kata Malvin menghapus air matanya cepat.


" Kau sudah makan ?" tanya Yuni melihat penampilan Malvin yang acak2an.


" Aku gak bisa makan sebelum mereka bertemu " Jawab Malvin.


" Kau harus punya tenaga,Yank siapkan makanan " Ucap Romi.


" Gak usah Bang,aku gak lapar " jawab Malvin menolak.


" Kau jangan menyakiti diri,bagaimana bisa fokus mencari jika perut mu keroncongan,ayo ikut kedapur sekarang " Kata Romi bangun.


Yuni mengangguk setuju dan berlari kedapur menyiapkan makanan.


Malvin memang belum makan apapun dari pagi hingga menuju sore,pikiran lelaki itu benar2 sudah tak karuan lagi.

__ADS_1


Malvin mengangguk pelan dan berjalan kedapur.


Yuni menyiapkan makanan untuk pria itu dengan tangan bergetar.


Sungguh Yuni juga sedang kalut saat ini dengan menghilangnya sang sahabat,makanya tadi Yuni tak berani bicara dengan Alexi takut2 Alexi terkejut dan malah membuat masalah lebih kacau.


Malvin makan sendirian,Romi masuk kekamarnya menghidupkan laptop.


Pria itu akan mencari Sindi dan anak2nya saat ini juga walaupun belum mandi.


Didapur,Malvin makan dengan cepat pria itu terlihat begitu kosong,meski merasa tak lapar tapi Malvin akan memakan semua yang disajikan agar ia punya tenaga lebih.


Setelah selesai,pria itu langsung berpamitan mencari cintanya.


Dirumah kecil seorang gadis terbaring lemah seorang diri,Winda kembali sakit.


Gadis itu merasa kepada dan dadanya nyeri tak tertahankan membuat tubuh gadis itu sempat jatuh saat menyapu rumah.


Winda tak bekerja lagi dengan Alexi semenjak sakit,ia takut mengecewakan lelaki itu lebih dalam lagi karna tak mampu bekerja.


Winda meringkuk dikasur tipisnya menahan sakit yang luar biasa hingga suara pintu kamar terbuka dan masuklah seorang bocah berseragam merah putih menghampiriny


" Kakak " panggil bocah itu masuk kedalam.


" Doni " Panggil Winda lirih.


" Kakak kenapa ?" Tanya Doni mendekat.


" Bisa tolong ambilkan Kakak nasi,Kakak lapar " jawab Winda.


" Iya Kak " Balas Doni mengangguk dan berlari keluar.


Winda mencoba bangun tapi tubuhnya masih lemah.


Tak lama Doni datang lagi dengan nasi dan sayur yang dicampur 1 tempat.


" Ini Kak " ucap Doni berjongkok.


" Bisa kamu suapin Kakak ?" tanya Winda.


" Hah em aku gak bisa nanti tumpah " Jawab Doni menunduk.


" Tangan Kakak lemah sayang,Kakak gak bisa bangun " Kata Winda sedih.


" Mama belum pulang ya ?" tanya Doni nanar.


Winda menggeleng pelan.


" Aku kangen Papa hik hiks " Doni mulai menangis.


Bocah kecil itu belum terbiasa dengn kehidupannya yang sekarang,Winda sangat paham karna selama ini bocah kecil itu hidup berkecukupan penuh kasih sayang..


" Sabar ya Dek " Kata Winda mengusap paha adiknya.


Doni mengangguk dan mencoba untuk tenang meski air mata masih mengalir.


" Ya Tuhan,kenapa begini kasihan adik ku " Batin Winda menangis.


Saat merasa sangat sedih tiba2 pintu rumah mereka diketuk.


Keduanya langsung terkejut dan saling melihat.


" Siapa Dek ?" tanya Winda


" Gak tau Kak " Jawab Doni.


" Coba liatin gih " pinta Winda.


Doni mengangguk dan berjalan keluar.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2