
"Om sudah tau sedikit tentang kamu dari Mita!! Dia sudah cerita ke om dan tante. Dia terlihat bahagia, raut wajahnya berbinar serta senyum manis di bibirnya tak pernah lepas, ketika membahas tentang kamu. Dan dari situ om sudah yakin jika kamu adalah pria yang baik untuk dia." Handoyo menggantung ucapannya.
"Dan om minta agar kamu segera menikahi Mita!!" Sambungnya lagi membuat dahi Doni mengerut.
"Saya memang baru mengenal kamu, tapi Mita sudah lama mengenal kamu!! Dan yang akan membangun rumah tangga adalah kalian berdua!! tugas om hanya merestui dan mendoakan hubungan kalian!! tuturnya lagi menatap lekat wajah Doni.
"Dan satu lagi, pria sejati tak akan pernah menyakiti wanitanya tapi dia berusaha membahagiakannya." sambungnya lagi.
"Om lihat!! kamu adalah sosok yang dewasa, mandiri dan bertanggung jawab!" sambungnya lagi
"Dia anak perempuan om satu-satunya!! dia kuliah dan bekerja seorang diri di Negara yang sangat jauh. Hal itulah yang membuat om selalu khawatir! Om tau dia sudah dewasa, sudah bisa membedakan baik dan buruk dan bisa menjaga dirinya, hanya saja, bagi om dia tetaplah putri kecil yang sangat lemah dan butuh perlindungan!!" tuturnya panjang lebar lalu kembali menatap lekat Doni.
"Sebelum masa cutinya habis, om ingin kamu segera menikahinya dan kembali ke Amerika bersamanya, mengawasi dan menjaganya!! kamu tidak perlu khawatir dengan pekerjaan disana!! om memili cabang perusahaan disana dan kamu bisa mengelolahnya." Tutur Handoyo lagi.
Doni memikirkan kembali perkataan Handoyo beberapa waktu yang lalu. Dan yah!! dukungan dari Handoyo lah yang membuat Doni melangkah maju tanpa ragu untuk segera menikahi pujaan hatinya Mita. Bukannya dia tidak ingin segera menikahi Mita, hanya saja Mita memiliki seorang kakak yang belum menikah, makanya dia belum berani untuk mengungkapkan keinginannya itu. Namun! karena permintaan sang calon mertua membuatnya menjadi yakin dan sangat bahagia.
Doni saat ini tengah bersiap di depan cermin, namun saat dia teringat dengan ucapan calon mertuanya itu membuat dia melamun dan senyum-senyum sendiri, dan tingkahnya itu ternyata disaksikan oleh seorang pria tampan berparas setengah bule yang sejak tadi berdiri diambang pintu kamar Doni.
"Gue tau lo bahagia bro!! cetus Arman tiba-tiba membuat Doni terkesiap dan menoleh menatapnya.
Arman yang tadinya bersandar sambil melipat tangan di dadanya kini berjalan mendekati Doni.
"Kalau tingkah lo terus seperti ini, ntar lo dikira orang gila!! cercanya saat kini dia berdiri disamping Doni.
"Apaan sih!!!" ketus Doni.
"Lo yang apaan!! sejak tadi kita udah nungguin lo!! ehh lo malah melamun nggak jelas disini!!! Cetus Arman kesal.
"Lo lagi mikirin apaan sih!? sambungnya lagi.
"Bukan urusan lo!!! Cetus Doni membuat Arman mencebikkan bibirnya.
"Sana pergi!! usirnya.
"Gue masih siap-siap nih!!! sambungnya lagi.
"Jangan lama-lama, semua orang sudah nunggu di ruang tengah!! cetus Arman lagi lalu beranjak ingin meninggalkan kamar Doni.
"Iya!!! cetus Doni sesaat sebelum sosok adik iparnya itu menghilang.
Setelah kepergian Arman. Doni lalu kembali memeriksa penampilannya selama beberapa detik. Lalu detik berikutnya diapun melesat pergi meninggalkan kamarnya.
Setibanya dia di ruang tengah apartemennya dimana kerabat dekatnya sudah berkumpul dan menunggu dirinya. Detik berikutnya merekapun segera melesat pergi meninggalkan apartemen mewah itu, menuju kediaman Mita untuk melamar Mita.
Yahh!! Setelah seminggu yang lalu Doni melamar Mita di dapur apartemennya, Yang menurutnya sangat tidak romantis!! Masa ngelamar pujaan hati di dapur!! di momen yang sangat tidak pas, lagi masak makan malam dan sementara ngulek!! bikin keki.
Tapi menurut Mita lain lagi, baginya lamaran Doni sangat perfect!! Momen seperti ini sangat langka dan akan sulit untuk dilupakan.
Dan setelah seminggu itu! Hari ini Doni akan mengukir sejarah yang indah, datang ke rumah Mita bersama keluarga besarnya dengan membawa kotak seserahan yang bisa dibilang isinya bukanlah barang murahan dan bukan barang biasa aja. Seserahan itu akan diberikan kepada sang pujaan hati sebagai tanda keseriusan Doni melamar Mita didepan seluruh keluarga besar Mita.
^Δ^
Sementara di kediaman Mita sendiri juga sudah nampak berbeda, mulai dari pintu gerbang yang dihias karangan bunga berwarna putih dan pink, menandakan jika penghuni rumah sedang berbahagia dan tak lupa papan sambutan yang diletakkan di pintu masuk. Papan yang terbuat dari kayu dengan kaligrafi nama Doni & Mita terlihat sederhana, namun cukup ampuh mencuri perhatian karena tambahkan karangan bunga mini di bagian atasnya.
Sementara ruang tengah rumah itu kini sudah berubah dengan dekorasi cantik bernuansa tema earth tone. Putih yang berpadu dengan warna cream yang lembut.
Backdrop warna putih dengan bentuk gerbang, terlihat cantik saat dipadukan dengan ornamen bunga warna soft yang menghiasinya.
__ADS_1
Kursi yang cantik nan aesthetic dipilih dengan hiasan bunga yang semakin membuat nuansa terasa khidmat tapi manis.
Bukan hanya di ruang tengah saja yang di hias, di halaman samping pun juga di hias dengan ornamen rangkaian bunga-bunga kemudian di tengah halaman itu terdapat meja panjang yang diatasnya sudah tertata rapi jamuan untuk para tamu dari pihak pria dan tamu dari keluarga inti Mita dan juga sahabat dekatnya.
Suasana di rumah Mita juga sudah ramai dengan kehadiran keluarga inti yang sudah ada sejak kemarin sementara sahabat Mita baru tiba beberapa jam yang lalu.
Sahabatnya yang hadir hari ini hanya Vivi dan Anton saja, dan beberapa keluarga intinya yang hadir adalah Romi dan juga anak-anaknya yaitu Nayla dan Riki, Indah dan Kevin beserta sang anak permpuannya Vinda. Sementara Riko dan Citra tidak bisa hadir di acara lamaran Mita, karena hari ini Citra akan melahirkan.
^Δ^
Di tengah acara yang belum dimulai, karena masih menunggu kedatangan rombongan pria. Sementara menunggu!! setiap orang sibuk dengan mengobrol satu sama lain hingga menimbulkan suasana yang sangat riuh. Namun! ditengah hiruk pikuk itu, ada satu anak laki-laki berparas tampan dengan tatapan teduh namun terlihat mengintimidasi. Mirip sekali dengan ayahnya yang saat ini tidak bisa hadir karena menemani istrinya yang akan melahirkan.
Anak berusia 5 tahun itu terlihat sangat gagah dengan setelan jas berwarna abu tua, dipadukan dengan kaos putih dan juga sneakers putih. Dia tengah duduk di gasebo halaman samping dia terlihat melamun. Saat ini raganya memang berada di Bandung di rumah auntynya namun, jiwanya berada di Jakarta, dia mengkhawatirkan bundanya yang saat ini akan melahirkan adiknya, dengan ekspresi wajah yang terlihat khawatir itu membuat dia terlihat seperti pria dewasa.
"Likiiii!!!
Suara cempreng namun terdengar menggemaskan itu berhasil menyadarkan anak laki-laki itu. Dengan raut yang wajah datar dia menoleh ke sumber suara.
"Aku nyariin kamu dari tadi!! telnyata kamu disini." ucapnya lagi lalu dengan susah payah dia mengambil duduk disamping Riki.
"Kenapa?" tanya Riki datar.
"Aku hauss!! aku mau kamu ambilin aku minum!! pinta anak perempuan yang sebaya dengannya.
"Lagipula, aku bosan sendilian di dalam, tidak ada teman!! main yuk!? ajaknya lagi sambil menarik gemas lengan Riki.
"Kamu main aja sendiri!!! aku lagi males bergerak!! kalau kamu haus, kenapa tidak minta sama papa Romi!" Cetusnya dengan nada yang datar disertai dengan ekspresinya yang dingin membuat anak perempuan itu mengerucutkan bibirnya karena kesal.
"Aku hanya mau main sama kamu!! disini aku tidak punya teman selain kamu!! cetusnya lagi dengan wajah memelas yang sangat menggemaskan.
"Aku ngga mau!! ketus Riki membuat Nayla cemberut.
"Jangan bicala sama aku lagi!! aku marah sama kamu!!! cetusnya lagi dengan wajah cemberutnya membuat pipinya mengembul sangat menggemaskan.
Detik berikutnya dia turun dari tempat duduk gasebo itu, sebelum melesat pergi dia kembali melirik Riki dengan tatapan sinis, namun Riki biasa aja, karena tatapan Nayla itu bukan pertama kalinya bagi Riki. Sudah sangat sering!! Bahkan hampir setiap jam.
Riki masih bergeming melihat sosok Nayla yang sudah menghilang ke dalam rumah. Lalu detik berikutnya dia menghela nafas berat, karena merasa menyesal. setelah ini pasti dia akan mengemis minta maaf kepada Nayla, dan selalu seperti itu, meskipun dia tidak salah, dia yang harus minta maaf duluan, dan itu adalah peraturan yang dibuat oleh Nayla tanpa persetujuan Riki. Aduh gemas sekali mereka ini.
^Δ^
"Wow."
Vivi berseru kagum tatkala melihat penampilan akhir Mita yang sudah selesai di rias. Bukan hanya Vivi yang kagum tapi juga Indah.
"Kamu cantik banget Mit!! puji Indah dengan mata berbinar.
Mita hanya tersenyum lebar mendengar pujian sahabatnya itu. Dia merasa sangat bahagia.
"Karena Doni!! dia langsung berubah jadi wanita seutuhnya." celetuk Vivi membuat senyum Mita memudar.
"Aku ini memang wanita Vi!! cetus Mita kesal.
"Iya Vi! Mita bener dia itu wanita, hanya saja sebelum mengenal Doni, dia setengah pria setengah wanita." cetus Indah sambil terkekeh.
"Benerbener." Vivi membenarkan dengan semangat dan ikut terkekeh membuat Mita mendengus kesal.
Persahabatan apa seperti ini!? memujinya hanya di awal, setelah objek yang dipuji terbang tinggi seketika di hempaskan dengan kuat. untung hanya ada Vivi dan Indah saja!! Jika saja Citra juga ada, bisa di pastikan Mita ternistakan lebih parah dari ini. Pikir Mita.
__ADS_1
"Memangnya aku waria!! setengah wanita setengah pria! cetus Mita lagi dengan kesal.
"Jangan baper kali, kita cuma bercanda!! sergah Vivi cepat saat menyadari wajah cemberut Mita.
"Iya Mit, kamu beneran cantik banget hari ini!! sambung Indah memuji Mita.
"Beneran!? Tanya Mita tidak yakin.
Vivi mengangguk antusias lalu berucap "BangetBangetBanget." ucapnya sambil mengacungkan kedua jempolnya kearah Mita.
"Makasih!? cetus Mita malu-malu.
Vivi dan Indah mengerutkan dahi heran, mereka merasa aneh dengan tingkah malu-malu Mita. Biasanya juga malu-maluin. pikir mereka.
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu membuat mereka bertiga terkesiap dan secara bersamaan mereka menoleh ke arah pintu itu. Beberapa detik mereka termangu, mereka masih menunggu seorang dari luar membuka pintu bercat putih itu.
Mereka berfikir bahwa itu adalah orang yang akan memanggil Mita untuk turun karena rombongan pria sudah tiba. Tapi detik berikutnya. "Auntyyyy!!! cetus anak perempuan dengan nada yang memelas masih berdiri diambang pintu.
Mita tersenyum bahagia saat melihat keponakannya itu.
"Sini sayang!! panggil Mita sambil merentangkan tangannya ingin memeluk Nayla.
Dengan langkah gontai Nayla menghampiri Mita dan langsung memeluknya.
Mita terlihat bahagia memeluk tubuh mungil Nayla, karena ini adalah pertemuan perdana mereka. Ada rasa iba tatkala Mita mempererat pelukannya, karena anak cantik ini tidak mendapatkan kasih sayangnya dari ibu kandungnya sendiri!! meskipun dia mendapat kasih sayang ibu dari Citra, tapi tetap saja berbeda.
"Papah sama Riki mana sayang!? Mita bertanya disela-sela pelukan mereka.
"Mereka ada di bawah." jawabnya.
"Anaknya kak Romi!? cetus Indah penasaran. Mita dan Vivi mengangguk bersamaan.
"Aunty cantik sekali!! cetus Nayla lagi sesaat setelah dia melepaskan pelukannya.
Mita tersenyum lembut lalu berucap "Ila juga cantik dan manis sekali! puji Mita sambil mencubit pipi cubby Nayla.
"Makasih!! cetusnya malu-malu. Membuat mereka bertiga merasa gemas.
"Aunty, baju kita kembal!! cetusnya lagi saat menyadari ternyata kebaya yang mereka kenakan berwarna senada.
"Ehhh, iya, kita kembar!" Cetus Mita sambil menatap Nayla yang masih terus tersenyum lebar, manis sekali. pikir Mita lalu kembali memeluk Nayla.
Memang di hari istimewanya, Mita terlihat sangat cantik dengan mengenakan kebaya modern berwarna abu-abu berlengan pendek dengan detail cantik berupa beads melingkar dibahu, ditambah aksesoris selendang yang senada dengan kebayanya menambah kesan yang anggun, kemudian dipadukan dengan rok jarik kombinasi biru dan pink menambah kesan yang sangat feminim. High heels dengan aksen renda dan manik-manik, menyempurnakan penampilannya hari ini.
Begitupun dengan Nayla yang saat ini juga mengenakan kebaya brokat anak berwarna senada dengan yang dipakai Mita, membuat Nayla terlihat cantik ditambah rambut panjangnya yang digerai dengan hiasan pita warna pink semakin membuat dia terlihat sangat imut dan menggemaskan serta sepasang sepatu balet berwarna pink melengkapi penampilannya.
Bukan hanya dengan Nayla saja, Mita mengenakan pakaian yang senada. Doni pun demikian.
-tbc-
Author's Note π_π
...Part ini udah kepanjangan!! semoga para readers tidak bosan dengan part ini yah!...
...sedikit aku hadirkan Nayla dan Riki di part ini, karena Citra dan Riko nggak bisa hadir, jadi sebagai gantinya, aku munculin anak mereka aja!! Gimana dengan karakter Riki dan Nayla, apa kalian suka!?...
__ADS_1
...Udah itu aja!! author udah capek ngetik, hehe. sekali lagi maafkan atas keterlambatan upnya yah!!...
...Happy Reading guyss ❤...