
Azura merengek minta pulang,gadis itu tak tahan lama2 dekat dengan Romeo yang membahayakan imannya.
Gadis itu beralasan bahwa dirumah Angel sudah menunggu untuk minta bantuan isi pr,meski sebenarnya itu hanya hoak belaka lantaran saat ini Angel sedang menonton drama korea kesayangannya.
" Gak jadi tidur disini ?" tanya Romeo tenang.
" Hah gak Bang " jawab Azura kaget
Romeo tersenyum kecil,ia tau saat ini hati dan pikiran Azura saling bertentangan.
Romeo sudah cukup hafal dengan gerak gerik perempuan yang menginginkan dirinya,tapi Romeo tak berpikir sampai jauh kesana karna ia tau Azura gadis baik2 dan Romeo mau menjaga miliknya hingga waktu yang tepat untuk buka bungkus pikir lelaki itu..
" Ayo Bang " Rengek Azura manja.
" Kenapa ? kamu takut sama Abang ?" tanya Romeo bersekedap dada.
" hah gak kok,siapa yang takut " Jawab Azura deg degan.
" Abang gak bakal nyaktin kamu kok " kata Romeo mengusap kepala gadis itu.
" Emang gak nyakitin Bang,tapi abang bikin darah aku meleleh,aku gak sanggup begini " batin Azura berontak.
" Ya udah ayo pulang " kata Romeo bangun.
Azura mengangguk,gadis itu bersorak ria dalam hati.
" Sabar ya Bang,Adek belum siap kalo mau di unboxing sekarang " Batin Azura melihat Romeo merapikan hape dan kunci mobil.
" Udah,yok berangkat " kata Romeo setelah selesai.
Azura mengangguk dan berjalan duluan,Romeo masih diam memperhatikan gerakan gegabah gadis tersebut.
" Huh sabar Rom,harus pake perasaan ngadepin nih anak,gak boleh maksa " Gumam Romeo pelan.
" Kenapa tadi aku selera ya liat dia,uhhh kayaknya jiwa dewasa gue makin menjadi nih " Lanjut Romeo heran.
" Bangg " panggil Azura dari luar.
" Eh iyaa bentar " Jawab Romeo tersentak.
Lelaki itu pun berjalan keluar dengan cepat.
Azura menaiki mobil dengan wajah yang masih menyimpan kegugupan.
Pasangan itu pun pulang kerumah.
Ditempat lain,sebuah keluarga kecil terlihat adem menikmati makan malam mereka disebuah restoran.
Malam ini Restu menganjak Winda dan Nur pergi makan ditempat mahal yang belum pernah mereka jajahi,bukan tanpa alasan Restu ingin menunjukkan kepada istrinya bahwa ia sudah bisa menganjak mereka menikmati makanan luar tanpa takut dengan biaya yang mencekik leher.
" Kenapa harus disini sih Mas,kan warteg banyak " Ucap Winda celingak celinguk.
" Kamu gimana sih bukannya senang malah gerutu " kata Restu heran.
" Ya bukan gitu Mas,kita kan banyak pengeluaran,jangan boros2 ih " Balas Winda gemas.
" Ya gak papa dong sesekali makan ditempat mewah,iya gak sayang ?" kata Restu kepada putrinya.
" Iya Pa,Nul suka banyak lampu2 nya " Jawab Nur semangat.
" Tuh lihat,anak kamu aja seneng,kasihan kan dia cuma dirumah aja " Kata Restu membujuk.
Winda menghela nafas panjang,ntah mengapa kini wanita itu merasa risih datang ketempat tongkrongan orang kaya,ia tau kehidupannya sekarang jauh berbeda dengan dulu,apalagi Winda sudah asam pahit merasakan sulitnya bertahan hidup.
" Itu makanan kita udah sampe " kata Restu menunjuk pelayan mendorong troly
" Wahhh asikkk " Pekik Nur heboh.
__ADS_1
Winda hanya diam saja dengan wajah mencetutnya.
" Silahkan dinikmati " Ucap pelayan sopan
" Makasih Mba " Jawab Nur menunduk.
Pelayan tersenyum dan berbalik badan.
" Duhhh pinternya anak Papa " kata Restu mengusap pipi Nur.
" Kan Nul halus sopan sama olang " jawab Nur polos.
" Iya,Nur gak boleh sombong " kata Restu hangat
Bocah kecil itu mengangguk pelan dan bersiap menyantap makanannya.
" Sini Mas potong stick nya " Kata Restu mengambil piring Winda.
" Iya " jawab Winda mulai melemah.
Lelaki itu mulai bergerak meski ia tak tau caranya.
" Hati2 Mas nanti piring orang pecah " kata Winda terkekeh geli.
" Dagingnya keras Yank,ini udah mateng apa belum sih ?" Kata Restu heran.
" Kayaknya itu setengah mateng deh Yank " Kata Winda kepo melihat serat daging
" Gak bakal sakit perut kan ya ?" Tanya Restu ngeri.
Winda tertawa,kepolosan suaminya sungguh begitu menghibur.
Maklum jika Restu tak banyak tau,karna lelaki itu biasa makan nasi dengan lauk pauk seadanya.
" Ma mau nasi " Celetuk Nur tiba2.
" masa makan mie gak pake nasi Ma ?" Tanya Nur polos.
Winda menganga seraya melirik suaminya yang ternyata berpendapat dengan sang anak.
" Hahaha ini spageti Nak,makannya ini doang gak pake nasi " kata Winda merasa lucu.
" Tapi Nul mau nasi Ma,Nul lapal " Jawab Nur mengkrucut..
" Pesenin aja nasi Yank " Kata Restu kasihan.
" Tapi Mas ini tuh....
" Ya udah deh,Nul makan kentang aja " kata Nur menunduk.
" Ehhh " Kata Winda syok.
Gadis kecil itu mencomot kentang goreng dengan mayones didepannya.
" Kamu sih " Kata Restu gemas.
" Ya itu soalnya..." Jawab Winda bingung.
" Ini sayang sama dagingnya juga,udah Papa potong2 " Ucap Restu membesarkan hati anaknya.
" Papa juga gak pake nasi ?" tanya Nur tak melihat nasi sebutir pun disana.
" hehe Papa lagi diet " Jawab Restu asal.
" Kan Papa udah kulus,kenapa diet ?" tanya Nur heran.
Restu melihat tubuhnya dan menggaruk kepala.
__ADS_1
Ia memang sedikit kurus sekarang lantaran banyaknya pekerjaan membuat lelaki itu setrez.
Winda bangun dari duduknya dan berjalan kearah lain.
Wanita itu tak tahan melihat anak dan suaminya begaduh hal nasi meski sebenarnya wanita itu gemas juga dengan Restu yang mementingkan ego.
Saat akan kedapur,tak sengaja Winda berpapasan dengan seorang pria yang baru keluar dari pintu kitchen.
Deg...
Manik keduanya bertemu,pria dengan keringat diwajah itu seketika terbelalak melihat wanita didepannya.
" Sam "
" Winda "
Ucap keduanya bersamaan.
" Kenapa kamu ad...." Ucap mereka selaras.
" Kamu duluan " Kata Samuel mengalah.
Winda menunduk dengan wajah canggung.
" Kamu dari mana ?" tanya Winda berusaha tenang.
" Aku dari dalam,kamu sama siapa kesini ?" tanya Samuel melihat mantan istrinya tersebut.
" Sama Mas Restu dan Nur " Jawab Winda jujur.
Samuel melihat kearah depan dan memang terlihat disana seorang pria sedang menyuapi gadis kecil yang bersemangat.
" Oh iya,hm apa bisa pesan nasi hangat ?" Tanya Winda teringat.
" Nasi buat apa ?" tanya Samuel polos.
" Hm Nur gak bisa makan tanpa nasi jadi dia..." Kata Winda menggantung.
" Apa kau yang memesan spageti tadi ?" Tanya Samuel hati2.
" Hm ya,itu untuk Nur " Jawab Winda mengangguk.
Samuel terdiam hingga senyum kecil terbit diwajahnya.
" Kenapa ?" Tanya Winda mengernyit.
" Itu aku yang buat,apa dia menyukainya ?" tanya Samuel berharap.
Winda berbalik badan dan melihat Nur serta sang suami menghabiskan makanan mereka.
" Sepertinya begitu " Jawab Winda tersenyum canggung.
" Dan nasi daging tanpa micin itu punya mu ?" Tanya Samuel lagi.
Winda kembali mengangguk pelan.
" Kamu gak berubah Win " Ucap Samuel tersenyum nanar.
" Aku harus menjaga ginjal mu agar tetap sehat " Balas Winda menunduk.
" Terima kasih " Balas Samuel terharu.
Keduanya saling bicara satu sama lain hingga tanpa sadar dari meja lain Restu menatap keduanya dengan wajah berbeda.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya
__ADS_1