Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Dua Satu "TSJC"


__ADS_3

Skipp ..


Istirahat..


Saat jam istirahat Citra dan Indah berada di kantin kampus.


"Ya ampun Cit, aku ngga nyangka kamu kuliah disini juga, aku fikir kamu bakal kuliah di Bandung." ucap Indah senang.


"Aku juga ngga nyangka kamu kuliah disini, bukannya kamu bilang waktu itu mau kuliah di China, ikut orang tua kamu disana." ucap Citra menatap Indah curiga..


"Ahhh soal itu, aku ngga jadi ikut sama mami papi aku Cit.." ucap Indah.


"Kenapa..??" tanya Citra curiga.


"Karna ada sesuatu." ucap Indah..


"Kamu tuhh ngga pernah mau jujur sama aku yahhh,, aku tau kamu kuliah disini pasti karna Kevin kan.." ucap Citra spontan dan membuat Indah malu karna Citra mengetahuinya.


"Iii..ituuu.... karna aku malu Cit.." ucap Indah terbata..


"Malu.. kamu ngapain sih malu sama aku Ndah.." ucap Citra bingung.


"Aku malu Cit sama diri aku sendiri, aku tuh udah tau kalau Kevin itu ngga pernah suka sama aku, tapi sukanya sama kamu. tapi aku masih aja suka sama dia bahkan ngikutin dia sampai kesini." ucap Indah menundukkan kepalanya..


"Udah Ndah,, kamu jangan nyalahin diri kamu tentang perasaan kamu,, karna itu di luar kehendak kamu.. aku akan bantu kamu untuk dekat sama Kevin." ucap Citra mengelus pundak Indah.


"Ngga usah Cit, aku tuh pengen Kevin sendiri yang sadar tentang perasaan aku ke dia." Ucap Indah,,


"Ya ampun Ndah, itu bukan ide yang bagus. emang Kevin itu dukun yang bisa menebak perasaan kamu.." ucap Citra.


Disaat mereka sedang asyik ngobrol tiba-tiba seseorang menghampiri mereka yang ternyata itu adalah Kevin..


"Hayy.." ucap Kevin tersenyum ke arah mereka


Citra dan Indah melihat ke arah Kevin yang sedang tersenyum.


Mereka pun membalas senyuman Kevin.


"Aku boleh duduk disini ngga.." ucap Kevin lalu mereka pun mempersilahkan mereka untuk duduk..


"Kamu kok tau kita disini Vin?" tanya Citra.


"Tadi aku ngeliat kalian di marahin sama kak Lusi, dan aku juga ngga nyangka kamu kuliah disini Cit.." ucap Kevin tersenyum kepada Citra.


Citra hanya membalas senyuman Kevin dengan canggung sambil melirik ekspresi indah.


"Oh yah Ndah kamu kuliah disini juga, bukannya kamu mau ikut orang tua kamu ke China yah?" tanya Kevin ke Indah.


Indah menatap Kevin.


"Kamu tau itu dari mana?" tanya Indah penasaran.


"Dari Mita.." ucap Riko datar..


Disisi lain kantin, ternyata para senior Cowok memperhatikan mereka bertiga.


"Siapa laki-laki itu, apa dia maba?" tanya Anton penasaran.


"Iya, dia junior Gue, Fakultas teknik." ucap Doni..


"Tapi, kok mereka kelihatannya akrab banget yahh,, ini ngga bisa di biarin gue harus kesana." ucap Anton lalu berjalan menghampiri Citra.


Doni hanya menatap Anton...

__ADS_1


Skipp..


Parkiran Kantor Riko.


"Ngapain lo ngikutin gue." ucap Riko.


"Ya, gue mau tau lo mau kemana.." ucap Romi heran.


"Gue ada urusan di Kampus. Prof. Heri mau ketemu sama gue." ucap Riko lalu masuk ke dalam mobilnya.


"Mendingan lo ngurusin berkas-berkas yang akan kita bawa ke Amrik." ucap Riko di dalam Mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju kampus yang jaraknya ngga terlalu jauh dari kantornya.


Romi hanya menatap mobil Riko keluar dari parkiran, lalu masuk ke dalam kantornya lagi..


Skipp


Kampus..


Sesampainya Riko di Kampus dia bergegas ke ruangan Prof. Heri.


Tok..Tokk.. Tokk..


Riko mengetuk pintu ruangan Prof. Heri.


"Masuk." ucap Pak Heri dari dalam Ruangannya.


"Selamat siang pak.." Ucap Riko saat masuk kedalam Ruangan itu.


"Ehh Riko, ayo duduk nak." Ucap dosen Heri mempersilahkan Riko untuk duduk. Lalu Riko pun duduk di kursi depan meja pak Heri.


"Ada apa yah pak,, kok tiba-tiba saya disuruh kesini?" tanya Riko penasaran.


"Begini nak,, kamu itu kan salah satu mahasiswa unggulan di kampus ini, nah sebentar lagi akan diadakan wisuda, apa kamu ngga berniat untuk mengurus semua keperluan wisuda kamu?" ucap Prof. Heri menatap Riko.


"Saya mengerti keadaan kamu Riko, tapi sangat disayangkan kalau kamu menunda wisuda kamu." ucap Pak Heri.


"Saya juga tidak ingin menunda wisuda saya pak,, bagaimanapun saya akan berusaha, agar secepatnya saya wisuda pak." ucap Riko.


"Bagus,, saya mengapresiasi semangat kamu Riko, hanya itu yang ingin saya sampaikan. saya harap kamu bisa menyelesaikannya dengan baik." ucap Pak Heri.


"Terima kasih atas dukungannya pak,, kalau begitu saya permisi." ucap Riko berpamitan.


"Iya silahkan, lain kali kita ketemu lagi." ucap Prof.Heri.


"Pasti pak." ucap Riko lalu bersalaman dengan Prof.Heri kemudian keluar dari ruangan pak Heri.


Setelah keluar dari ruangan pak Heri. Riko lalu menelfon Anton, tapi tidak ada jawaban, kemudian di menelfon Doni.


"Halo Rik, ada apa?" tanya Doni.


"Posisi lo sekarang dimana?" tanya Riko kembali.


"Gua di kantin kampus Rik bareng Anton. emang kenapa?" ucap Doni.


"Gue kesitu." Ucap Riko lalu memutuskan sambungan telfon nya.


Riko berjalan menuju kantin, sesampainya di kantin semua mata kembali tertuju padanya, senior senior cewek udah mulai berusaha mendekati Riko seolah-olah mereka akrab, tapi tidak dihiraukan oleh Riko. Riko hanya fokus berjalan menghampiri Doni yang sedang makan bersama Lusi.


"Heiii Rik,, duduk." ucap Doni mempersilahkan Riko duduk lalu Riko pun duduk di samping Doni.


"Ya ampun Rik, lo makin ganteng aja sih,, lo kemana aja udah seminggu ngga pernah ke kampus." ucap Lusi berusaha mencari perhatian Riko, tapi Riko hanya melirik Lusi dengan wajah datarnya.


"Gue sibuk dengan kerjaan." ucap Riko datar.

__ADS_1


"Tadi lo bilang, lo disini bareng Anton, mana dia?" ucap Riko..


"Tuhh disana." ucap Doni sambil menunjuk ke arah Anton dengan dagunya.


"Ngapain dia disana?" tanya Riko.


"Yahh biasa Rik,, dia lagi modusin cewek maba. kayak lo ngga kenal aja sama tuh anak." ucap Doni.


"Siapa yang dia modusin?" ucap Riko sambil terus menatap Citra sinis.


"Tuuhh, cewek yang cantik itu." ucap Doni menunjuk ke arah Citra.


"Dia itu juniornya Anton, namanya Citra." ucap Doni menjelaskan.


"Junior?" ucap Riko Heran.


"Iya junior, Citra itu juniornya Anton karna Citra anak fakultas hukum." ucap Doni lalu meminum minumannya sambil menatap Riko.


"Fakultas Hukum, bukannya waktu itu gue daftarin dia di fakultas kedokteran, sejak kapan dia pindah Fakultas." Batin Riko heran.


"Kenapa lo Rik, kok lo melamun sihh?" tanya Doni Heran.


"Cihhh,, sok cantik banget sih tuh cewek." prote Lusi yang melihat Citra sinis.


Riko lalu melihat Citra yang sedang tersenyum di hadapan Anton.


"Oh yah Rik,, btw lo ngapain tiba-tiba dateng ke kampus?" tanya Doni yang membuat Riko mengalihkan pandangannya dari Citra dan kembali bicara dengan Doni.


"Gue tadi ketemu sama pak Heri.." ucap Riko datar


"Ngapain lo ketemu sama pak Heri?" tanya Doni penasaran.


"Ngga ada yang penting, dia cuman ngomongin soal kapan gue ngurusin keperluan wisuda gue." ucap Riko datar lalu berdiri.


"Udah ahhh gue mau balik ke kantor, gue masih banyak kerjaan." ucap Riko lalu berbalik tapi di tahan oleh Lusi yang berusaha menarik lengan Riko.


Riko berbalik menatap Lusi..


"Ada apa?" tanya Riko Cuek.


"Kok lo buru-buru banget sih,, lo kan belum lama disini." ucap Lusi sok imut.


Doni mengerutkan keningnya melihat tingka Lusi.


"Gue sibuk, Lepasin tangan gue.." ucap Riko dingin lalu berjalan keluar kantin.


Semua cewek di dalam kantin itu masih berbisik tentang Riko sampai terdengar di telinga Anton, dan berusaha mencari-cari Riko dan menemukannya sudah berjalan hendak keluar kantin.


"Rikooo.." teriak Anton membuat Citra terkejut dan mencari orang yang di panggil Anton.


Riko yang mendengar Anton memanggilnya berbalik melihat anton dengan tatapan dinginnua sekilas kemudian pergi.


Citra juga melihat Riko.


"Kak Riko ngapain ke kampus?" batin Citra bertanya-tanya.


Anton merasa kesal karna Riko tidak menghiraukannya kemudian dia duduk.


"Dasar induk penguin.." gumam Anton kesal. kemudian melirik jam tangannya dan menyadari waktu istirahat telah selesai. Anton kemudian memberi kode kepada Doni.


"Cekk,, karna jam istirahat telah selesai, kami harap semua maba agar kembali berkumpul di depan aula, sekarang!!!" teriak Doni menggunakan toa.


Semua Maba kemudian segera meninggalkan kantin. Citra, Kevin dan Indah juga meninggalkan kantin menuju Aula.

__ADS_1


__ADS_2