Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
459


__ADS_3

Semalaman Doni aktif bermain,bocah itu sangat girang bisa bergerak bebas tanpa hambatan,Winda menatap bocah itu dengan tatapan campur aduk.


hatinya terenyuh melihat keceriaan sang adik,baru kali ini mereka mendapatkan pelukan hangat,kata2 menenangkan bahkan beberapa pujian yang belum pernah terdengar dari mulut seorang nenek dan Kakek.


" Kenapa melamun ?" Ucap seseorang menepuk punggung Winda.


Wanita itu menoleh dan tersenyum melihat sepupunya duduk bersama.


Jo memasukkan tangan kedalam saku celana yang ia pakai.


" Naya mana ?" Tanya Winda mengernyit.


" Udah pulang " Jawab Jo santai.


" Pulang ?" Ulang Winda kaget.


" Hm naik taxi " Jawab Jonathan tersenyum.


" Kenapa kamu gak antar ?" tanya Winda lagi.


" Lagi mager "


" Gak boleh gitu,masa kamu jemput kamu gak anter " Kata Winda miris.


Jonathan hanya tersenyum menanggapi gerutuan sepupunya.


" Doni masih main ?" tanya Jo mengalihkan.


" Hm,tuh masih asik main kuda sama Kakek Nenek " Jawab Winda menunjuk pasangan tersebut menaiki biang lala menemani cucu mereka.


" Hahah Nenek lucu banget " Kata Jonathan tertawa melihat Neneknya seperti ingin mual diajak berkeliling.


Winda hanya tersenyum mengangguk.


" Maafin kami ya " Kata Jonathan menoleh.


" Buat apa ?" tanya Winda bingung.


" Semuanya,harusnya kamu juga merasakan apa yang aku dan Doni rasakan saat kecil " Jawab Jonathan menghela nafas.


Winda yang cepat peka langsung tersenyum kecil.


" Iya gak papa " Balas Winda lembut.


" Mama belum bisa menerima kalian karna ia trauma kehilangan adiknya,tapi aku Nenek dan Kakek tetap menerima kalian semua dengan lapang dada " Balas Jo lagi.


" Iya aku tau " Kata Winda lesu.


" Jangan sedih,nanti kalo sidang udah dimulai aku yakin pengacara Nenek bakal bisa keluarin orang tua kamu " Kata Jo menepuk bahu Winda.


" Makasih Jo " Kata Winda merasa terharu.


Pria itu merangkul bahu Winda hangat layaknya seorang sahabat dekat.


Winda pun tak menolak karna ia menganggap Jonathan sebagai saudara kandung.


Cekrekkk...


Bunyi kamera terdengar,seseorang tersenyum puas melihat hasil yang ia dapat.


" Waw ini pasti akan gempar " Gumam seseorang tersebut bangga.


Hampir tengah malam mereka pun mengakhiri jalan2,Doni sudah tertidur lelap bocah itu kelelahan bermain sampai Winda kewalahan adiknya kencing dicelana.


" Hahah dia sangat semangat " Kata Rudi tertawa melihat Doni tak mengenakan celana lagi.


" Iya Pa,hampir ngos2an aku ladenin nih bocah " Balas Risa mengantongi celana basah sang cucu.


" Maaf ya Kek Nek,Doni bikin kalian sulit " Kata Winda merasa bersalah.


" Gak papa,namanya juga anak2 " Balas Rudi hangat.


Winda tersenyum dan menutup bagian bawah adiknya dengan kain.


Jonathan fokus berkendara,malam ini pria tersebut akan tidur dirumah sang Nenek untuk mengambil moment bersama.

__ADS_1


Sesampainya dirumah,Rudi dan Risa langsung masuk membawa Doni.


Belum puas bersama,pasangan itu masih ingin tetap berada disamping cucu mereka bahkan saat tidur.


" Gak mau tidur sama Nenek ?" Tanya Risa memeluk guling.


" Gak Nek aku sendiri aja " Jawab Winda merasa malu.


" Tidur aja gih sama Nenek " Goda Jonathan.


" Gak mau ah aku dah gede " Tolak Winda kesal kepada lelaki itu terus mengoloknya.


" Haha ya udah,kalian jangan larut2 ya " Kata Risa paham.


" Iya Nek,selamat tidur " Jawab Jonathan tersenyum.


Risa mengangguk dan berlalu kekamarnya.


" Mau ngobrol dulu ?" Ajak Jo memainkan alis.


" Boleh " Jawab Winda tersenyum.


" Ayo keruangan tv " Ajak Jo semangat.


Winda mengangguk,keduanya pun berjalan beriringan keruangan lain.


Rumah Risa cukup besar untuk menampung banyak keluarga,kamar disana pun sangat luas dan lengkap.


Kadang Winda merasa sedih,Kakek Nenek dan para bibinya kaya2 tapi tidak dengan Malvin.


Keluarga mereka tergolong orang biasa saja,bahkan pangkat Malvin yang hanya seorang dosen sebenarnya hanya cukup untuk makan dan kebutuhan kecil saja,makanya Sindi tak bisa berlagak layaknya orang berada dan Winda pun sama dengan sang ibu.


Tapi Winda bersyukur meski banyak kekurangan tapi Malvin tak pernah membiarkan mereka semua kelaparan.


" Duduk sini aja Win " ajak Jonathan menepuk sofa.


Winda mengangguk dan duduk tenang disana.


Suasana sepi sunyap,tak ada suara aneh2 selain suara Tv yang dikecilkan.


" Mau tanya apa ?" Tanya Jonathan sudah siap.


" Ya aku sudah tau kau akan bertanya tentang lelaki itu " Balas Jo malas.


" Ya dia suami ku "


" Kau mengakuinya ?" tanya Jo terkekeh.


Winda mengangguk cepat.


" Hahaha ya kau terlihat cinta kepada lelaki itu " Cibir Jonathan.


Winda diam dengan senyum kecil.


" Apa Naya benar sudah putus dengan Sam ?" Tanya Winda kembali serius.


" Ya aku rasa begitu " Jawab Jonathan santai.


" Kenapa ?" Tanya Winda lagi.


" Kau tidak melihatnya tadi ?" tanya Jonathan balik.


" Maksud mu ?"


" Aku rasa kau mengetahuinya " Jawab Jo tenang.


" Apa kau mengambilnya dari Sam ?"


" Kurang lebih begitu "


" Kenapa ?" tanya Winda syok.


" Tak ada yang tau cinta bukan ?" tanya Jo tenang.


Winda terdiam melihat wajah sepupunya yang merasa tak bersalah sama sekali.

__ADS_1


" Jadi kau sekarang berpacaran dengannya ?" Tanya Winda serius.


" Hm " Jawab Jo mengangguk.


" Astaga kau mengambil pacar sahabat mu " Kata Winda menggeleng pelan.


" Dan kau memetik hasilnya " Balas Jo terkekeh.


Winda kembali terdiam menggangguki pernyataan Jonathan.


" Sam itu orangnya keras,dia tak bisa luluh begitu saja terhadap perempuan " Kata Jo menghela nafas.


" Sekarang dia baik kepada ku " Kata Winda mengingat.


" Ya karna tak ada lagi penghalang diantara kalian "


" Kau benar2 menyukai Sam ?" Tanya Jo menoleh.


" Aku rasa begitu,dia ingin punya anak dari ku " Jawab Winda malu2.


" Haha itu sebuah progres yang baik " Balas Jo tertawa geli.


" Aku harap dia tetap seperti ini Jo,aku tak tau jika tak ada dia jadi apa hidup ku " Kata Winda nanar.


" Ya dia termakan karmanya sendiri " Cicit Jonathan pelan.


" Hah maksud mu ?" tanya Winda kaget.


" Bukan apa2 " Kata Jonathan kelabakan.


" Apa Jo ? kau jangan menyembunyikan apapun dari ku " Desak Winda.


" Jangan nanti kamu sakit hati "


" Mending aku sakit sekarang daripada nanti " Kata Winda tegas.


" Aku tidak bisa Wind,aku bersyukur sekarang kau dan Sam bahagia "


" Aku ingin tau,Samuel berubah dengan sedikit aneh membuat ku bingung "


" Ya dia mulai merasa nyaman dengan mu "


" Beritahu aku " Kata Winda tegas.


" No " Tolak Jonathan.


" Jo !" Rengek Winda menggoyang lengan pria itu.


" Baik2,jangan sakit hati setelah ini karna Samuel sudah berubah !" Kata Jonathan tegas.


Winda mengangguk cepat meski merasa deg degan.


" Dia menjadikan mu tempat balas dendam padaku " Ucap Samuel dengan satu kali tarikan nafas.


" Apa !" Pekik Winda terbelalak.


" Oooow owww jangan panik say " Kata Jo kelabakan.


" Apa maksudmu Jo ?" tanya Winda langsung berdiri.


" Jangan marah dulu Win " Kata Jo ngeri.


" Dia menjadikan aku tempat pembalasan ? memangnya salah aku apa ?" Tanya Winda bingung.


" Bukan salah kamu,ini salah aku " Balas Jo berusaha menenangkan.


" Aku akan jelaskan semuanya dan kamu jangan memotong !" Pinta Jo tegas.


" Duduk " Ajak Jo menarik tangan Winda.


Perempuan itu menurut dan duduk dengan tenang melihat wajah pria tersebut.


Jonathan menghela nafas panjang dan mulai membuka cerita.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


Makasih sudah mendoakan dan suport yang terbaik untuk author,meski masih belum pulih sepenuhnya tapi author berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian semua,love youu😘


__ADS_2