
Malam harinya saat Serkan pulang kerumah lelaki itu dibuat kaget dengan kehadiran gadis cantik dirumahnya.
" Winda" Panggil Serkan mendekat.
Gadis yang sedang berjoget bersama Byanca didepan tv menoleh.
" Kak Serkan " Pekik Winda terbelalak.
" Kamu beneran Winda ?" tanya Serkan takjub.
" Iya Kak ini aku " Jawab Winda tersenyum cerah.
" Ya ampun udah gede ya " Kata Serkan tak percaya.
" Hehe ya dong tiap hari dikasih makan sama Mama " jawab Winda terkekeh.
Serkan mengusap kepala gadis itu lembut,sudah bertahun2 lamanya Serkan tak melihat gadis itu,terlihat Winda datang kerumah nya saat gadis itu masuk SMP.
" Yang lain mana ?" tanya Serkan tak melihat orang tua Winda.
" Kerumah Nenek " Jawab Winda duduk disofa.
Byanca masih berjoget sambil bernyanyi didepan tv.
" Kamu gak ikut ?" tanya Serkan lembut.
" Gak,mana pernah aku kerumah Nenek " jawab Winda tersenyum.
" Masih belum diterima ?" tanya Serkan iba.
Winda menggeleng.
" Gak papa,kamu gak salah kok,mending disini aja banyak temennya " Kata Serkan membesarkan hati gadis itu.
Winda mengangguk setuju,sebenarnya Winda ingin ikut saat Malvin menjemput Mamanya tadi tapi melihat raut sang Papa penuh penegasan membuat gadis itu mengurungkan niat.
Bukan tanpa alasan Winda dilarang kesana karna Malvin tidak ingin anak gadisnya bersedih dengan penolakan keluarga besarnya.
Sindi pun tak bisa membantu,wanita itu hanya membawa adik Winda yang kecil karna takut menangis tak melihat mamanya.
" Oh iya tadi ada cewek cakep Kak kesini,Alexi bilang itu pacar Kakak " Kata Winda teringat.
" Histi ?" tanya Serkan menyender disofa.
" Gak tau namanya siapa,dia kayak gak suka lihat aku " Jawab Winda sedih.
" Kenapa ?" tanya Serkan kaget.
" Gak tau,aku kan emang banyak yang gak suka " Jawab Winda terkekeh.
" hei gak boleh ngomong gitu " kata Serkan bangun dan mengusap kepala Winda.
Gadis itu menghela nafas dengan bibir bergetar.
" Jangan nangis,kamu gak salah,dia belum kenal kamu makanya anggap kamu asing " Kata Serkan menenangkan.
" Aku gak punya temen Kak " Kata Winda berkaca kaca.
" Ini temen,Kakak kan temen kamu,Alexi,Byanca,sama Lodra semuanya temen kamu " Kata Serkan tersenyum.
Winda menghambur memeluk pria itu,Serkan memeluk Winda dengan sayang.
Serkan sudah menganggap Winda seperti adiknya sendiri karna saat kecil mereka juga sering bersama meski lebih banyak ke Alexi karna seumuran.
" Udah punya pacar belum ?" tanya Serkan menggoda.
Winda menggeleng pelan.
" Mana sempet punya pacar,Papa galak liat temen cowok datang kerumah aja diplototin " Curhat Winda mengkrucut.
" Haha masa sih ?" Tanya Serkan kaget.
" Iya,pernah dulu murid kampusnya datang kerumah buat ambil nilai dan ketemu aku,eh anak didiknya disuruh pulang " Jawab Winda.
" Yahhh kalo gitu ceritanya belum pernah cinta monyet dong " Kata Serkan terkekeh.
" Pernah Kak " jawab Winda terkikik.
" Sama siapa ?" tanya Serkan penasaran.
__ADS_1
" Sama Kakak hahahahaha " jawab Winda langsung ngakak.
" Hah " Pekik Serkan terbelalak.
Winda terus tertawa melihat wajah syok pria itu.
" Kenapa Kakak ?" tanya Serkan tak percaya.
" Hm,tapi itu dulu,sekarang mah ogah " kata Winda disela tawanya.
" kenapa ?" tanya Serkan kembali terkejut.
" Kakak udah tua,aku dengar Kakak jadi Dokter killer juga dirumah sakit ya " Kata Winda terkekeh.
" Siapa bilang,meski tua Kakak masih ganteng " Kata Serkan tak mau kalah.
" Iya ganteng tapi Kakak bukan tipe aku " Kata Winda malu2.
" Cihhh pinter banget jatuhin mental Kakak " Kata Serkan mengkrucut.
Winda tertawa dan memeluk lelaki itu hangat.
Serkan bagaikan abang baginya,karna lelaki itu lah yang jadi pemisah jika Winda berkelahi dengan Alexi dan menghukum Alexi jika ketahuan menjahili gadis itu.
Yuni mendekat menegur Byanca yang masih dengan dunianya.
" Kenapa dikecilin Bu ?" tanya Byanca kesal.
" Ayah nganjak makan malam " Jawab Yuni gemas.
" Aku belum selesai " kata Byanca mengkrucut.
" Nanti lanjutin lagi " Balas Yuni berjalan mendekati Winda dan Serkan yang asik mengobrol.
" Ayo2 makan dulu " Tegur Yuni.
" Ayah udah pulang Bu ?" Tanya Serkan.
" Udah dari tadi " jawab Yuni.
" Ya udah ayok Win " Kata Serkan berdiri
" Ehhh kenapa gitu,ayo makan sama2,orang tua kamu bakalan lama " Kata Yuni kaget.
" Malu ya " Goda Serkan.
Winda menunduk membuat Serkan terkekeh.
" Ayo cepetan jalan " Kata Serkan menyeret gadis itu.
" Hah iyaaa " pekik Winda kelabakan.
Yuni tertawa melihat anaknya dan anak Sindi sangat akur layaknya adik Kakak.
" Tinggal Alexi yang belum " Gumam Yuni.
Wanita itu pun melangkah menuju kamar sang putra.
Yuni membuka pintu perlahan dan mengintip kedalam,terlihat Alexi sedang belajar menggunakan buku braile yang diberi Serkan dan Romi.
Yuni menghela nafas menatap anaknya seperti kebingungan tapi tangan Alexi tetap menyentuh satu persatu huruf.
" siapa disana ?" tanya Alexi merasa ada seseorang datang.
" Saya Pak " jawab Yuni mengangkat tangan.
Alexi tersenyum,Yuni ikut tersenyum mendekati putranya.
" Anak ibu lagi ngapain ?" tanya Yuni merangkul Alexi.
" Lagi belajar Bu " Jawab Alexi malu.
" Udah bisa belum ?" tanya Yuni.
" Hampir bisa,Kak Serkan datang kan ?" Tanya Alexi.
" Datang,nanti minta bantu sama Serkan dan Winda ya " Jawab Yuni.
" Sekarang ayo makan dulu " Ajak Yuni membantu menutup buku Alexi.
__ADS_1
" Hm " jawab Alexi setuju.
Mereka pun berjalan keluar,Alexi sedikit ceria hari ini karna kedatangan Winda.
Sampai didapur,Winda langsung menarik tangan Alexi duduk disampingnya.
" Kau hampir membuat ku jatuh " kata Alexi gemas.
" hehe maaf,aku terlalu bersemangat " kata Winda malu.
" Sebagai gantinya kau harus mengambilkan makanan untuk ku " kata Alexi pura2 merajuk.
" Hah kau curang " kata Winda kaget.
" Aku tidak mau tau dan kau juga harus menemani aku belajar malam ini " Kata Alexi tegas.
" Lihat lah Paman,anak mu menjahili ku !" Adu Winda kepada Romi.
" Pentung saja kepalanya Win " kata Romi santai.
" Hahahaha " Winda langsung tertawa dengan masukan lelaki itu.
Alexi terkekeh geli,Winda pun mengambil makanan untuk Alexi dan meminta pria itu makan dengan tangan saja sama sepertinya.
Romi dan Yuni menghangat melihat 2 bersahabat itu saling ceria.
Saat asik2nya makan,tiba2 ponsel Serkan berbunyi.
Pria itu melihat nama dilayar dan terdiam.
" Siapa ?" tanya Yuni melihat Serkan menatap mereka.
" Salsa " Jawab Serkan pelan.
Deg...
Alexi yang mendengar suara Kakaknya langsung terdiam.
" Angkat saja Kak " Kata Alexi tenang.
" Hah " Kata Serkan kaget.
" Angkat saja,aku tidak akan bersuara " kata Alexi lagi.
Serkan melihat Romi,lelaki itu mengangguk setuju.
" Halo Sa " Sapa Serkan mengangkat panggilan.
" Kak Serkan,kenapa telfonnya gak pernah diangkat sih ?" tanya Salsa langsung nyerocos..
" Hah em Kakak sibuk Sa " Jawab Serkan ngeles.
" Kalo pun sibuk kan bisa sesekali angkat telfon aku,Kakak kenapa menjauh,Ibu sama Ayah juga,kalian gak pernah angkat telfon aku lagi,aku khawatir Kak,aku gak tenang disini huhuh " Salsa langsung menangis sambil mengungkapkan uneg2nya.
Alexi diam memejamkan matanya merasa nyeri mendengar tangis pilu Salsa.
" Kalian gak anggap aku lagi ya ? kalian ingin menjauh dari aku ya Kak,kalo emang gitu aku gak bakal ganggu Kakak atau siapa pun lagi huhuhuhu "
" Sa tenang lah " Ucap seseorang diseberang.
" Aku khawatir Bi,aku pengen tau kabar mereka,Alexi semuanya hiks hiks " Ucap Salsa.
Semua orang mendengar termasuk Winda,gadis itu melirik Alexi yang hanya diam dengan tangan terkepal.
" Ya udah Kak,aku pamit assa..
" Salsa !" Panggil Alexi lantang.
" Tut !" Panggilan terputus.
Brakkkk....
Alexi menggebrak meja dengan keras..
Seketika semua orang menatap Alexi dengan wajah kaget.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1