
Disebuah rumah seorang gadis menangis terisak dipelukan wanita yang selama ini menampungnya.
Salsa begitu merasa sakit hati dengan perlakuan keluarga Alexi yang seolah menjauhi dirinya.
Setiap hari Salsa selalu menelfon kerumah itu tapi tak ada yang bersedia mengangkat panggilannya.
" Mungkin mereka pada sibuk Sa " Kata Hena menenangkan.
" Biasanya mereka gak pernah gitu Bi,apa aku ada salah sama mereka huhuhu " kata Salsa terus menangis.
Hena menghela nafas panjang,ia juga merasa sangat kasihan,sejak Salsa kembali keluarga Romi langsung menjauh,padahal niat Salsa baik hanya untuk menanyakan kabar apalagi Alexi sedang sakit.
" Jangan nangis lagi ya nanti mata kamu bengkak " kata Hena menghapus air mata gadis itu.
Salsa rela menunggu tengah malam untuk mengubungi keluarga satu2nya yang ia miliki,tapi melihat penolakan mereka membuat hati Salsa begitu hancur.
" Aku tidak ingin seperti ini Bi hiks hiks " Kata Salsa memeluk Hena.
" Sabar ya Nak,Bibi mengerti keadaan kamu " kata Hena ikut sedih.
Dirinya sangat tau apa yang Salsa rasakan,ditolak itu bukan lah perkara mudah apalagi berurusan dengan orang yang sudah dianggap keluarga sendiri.
Hena sudah merasakan pahitnya harus dipaksa ikhlas meski dirinya tidak ingin.
" Ayo tidur lagi,kita bicarakan besok " Ajak Hena membaringkan Salsa.
Gadis itu mengangguk dan tetap memeluk Hena.
Malam ini Hena terpaksa tidur bersama Salsa dikamar sempit itu karna dirinya tak bisa membiarkan Salsa menangis seorang diri apalagi besok Salsa harus ujian dan bekerja.
" Udah tidur ya,nanti mata kamu bengkak " Kata Hena menepuk bokong gadis itu lembut.
Isakan Salsa masih terdengar meski air matanya sudah berhenti.
Hena terus mendiamkan Salsa hingga tak terasa Salsa tertidur dalam dekapannya.
Wanita dewasa itu menatap Salsa penuh iba,ia sangat kasihan,Hena menganggap Salsa sebagai Helend tapi putrinya masih beruntung karna hanya yatim tidak seperti Salsa yang kehilangan semuanya..
" Kita sama Sa,butuh seseorang yang bisa membuat kita nyaman,kita butuh rumah tempat kembali,tapi kita juga harus seperti rumah yang hangat untuk menyambut seseorang yang kita tunggu " Ucap Helend merapikan anak rambut Salsa.
Kadang Hena merasa sepi,dirinya juga ingin punya pasangan,hingga sekarang rasa cinta Hena kepada Bara belum juga pudar dan itu membuatnya terpenjara tapi Hena tak pernah membuat Bara meliriknya lagi,wanita itu tau diri dengan statusnya,meski Hena sangat ingin tapi ia menahannya sendirian.
Wanita itu tidak mau menyakiti hati Zaiva karna jika ia melakukan itu Hena juga menyakiti Bara dan anaknya sendiri.
Lama merenung membuat manik wanita itu perlahan berat dan terpejam dengan sendirinya.
Ditempat lain,Alexi masih diam lelaki itu tetap makan dengan wajah datar.
" Mau lagi Lex ?" tanya Winda takut2.
" Aku kenyang Win " Jawab Alexi datar.
" Hm ya udah " kata Winda mengkrucut.
Romi tersenyum kepada gadis itu dan mengusap bahu Winda penuh rasa sayang.
__ADS_1
Meski Winda jarang kerumahnya tapi gadis itu lah motivasi Romi untuk punya anak perempuan dan lahirlah Byanca yang tingkat keceriaannya hampir sama.
" Gak usah ke Alexi,buat Ayah aja " Kata Romi terkekeh.
" Hehe Ayah mau ya ?" tanya Winda malu2.
" Iya dong,masakan Istri ayah gak pernah mengecewakan " Jawab Romi mengedipkan sebelah matanya kepada Yuni yang dari tadi tegang.
Yuni menoleh ke Romi dan menunduk malu.
Serkan terkekeh melihat rona diwajah ibunya.
Winda dengan semangat mengambil lauk dan menaruh dipiring Romi.
Lelaki itu kembali makan sambil curi2 pandang kearah Yuni yang bersemu melihatnya.
" Oh iya,Kakak malam ini gak tidur dirumah Lex nanti kamu diobatin sama Winda aja ya " kata Serkan teringat.
" Mau tidur dimana ?" Tanya Yuni mengernyit.
" Dirumah Mama,Mama bilang gak enak badan " Jawab Serkan.
" Mama kamu sakit apa ?" Tanya Romi.
" Paling demam Yah,makanya aku mau periksa " Jawab Serkan.
Romi mengangguk paham.
Mereka pun kembali makan.
" Kak " panggil Byanca melihat lelaki itu lewat didepannya.
Breeetttt...
Cat lukis Byanca pun keluar dari tempatnya saat terkena injakan Alexi..
" Yahhh Kakak " kata Byanca kesal.
" Maaf Byan Kakak gak sengaja " kata Alexi menunduk meraba2.
Byanca mendekat dan mengangkat tangan Alexi.
" Gak papa,cuma dikit kok " Kata Byanca berbohong,padahal cat cair itu sudah keluar semuanya hingga kempes dan berceceran dilantai.
Keduanya saling berdiri,Byanca mengambil tisu dan mengelap tangan Alexi yang kotor.
" Kakak mau kemana ?" tanya Byanca mendongak.
" Kamar " jawab Alexi nanar.
" Kakak salah jalan " kata Byanca hati2.
" Hm ya Kakak rasa begitu " Jawab Alexi.
Byanca menatap Alexi berkaca kaca,melihat kondisi Alexi sekarang membuat gadis itu sangat sedih.
__ADS_1
Alexi kini berubah drastis,pria itu juga tak bisa menemani dirinya belajar seperti dulu.
" Maaf ya Byan,nanti Kakak ganti cat lukis kamu " Ujar Alexi tak enak.
" Gak papa Kak " Kata Byanca tersenyum.
Alexi tersenyum kecil,pria itu ingin menangis mendengar suara adik yang sangat ia sayangi tapi Alexi menahan semuanya agar terlihat baik2 saja.
" Mau diantar ke kamar ?" tanya Byanca
" Hm gak usah,kasih clue aja " jawab Alexi malu.
" Oke,Kakak berjalan kesamping 4 langkah terus lurus 10 langkah dan belok kanan 5 langkah " Kata Byanca semangat.
" Hm pinter banget sih Dek " kata Alexi takjub.
" Hehe aku dan Ibu udah diajarin sama Kak Sifa,makanya tau " jawab Byanca.
Alexi mengangguk paham dan mulai mengingat perkataan adiknya tadi.
Perlahan tapi pasti,Alexi melangkah hingga sampai ke tujuan.
Dari belakang,Winda dan Serkan melihat adegan keduanya tapi mereka memilih diam melihat interaksi Alexi dan Byanca yang begitu menghangatkan jiwa.
" Alexi bisa sembuh kan Kak ?" tanya Winda berkaca kaca.
" Hm,Kakak yakin bisa " Jawab Serkan menoleh.
" Kasihan Alexi Kak,dia pengen berubah jadi lebih baik " Ujar Winda menitikkan air mata.
" Dia banyak cerita sama kamu ?" Tanya Serkan.
" Sedikit dan akan berlanjut malam ini hehe " Jawab Winda cengengesan.
" Hm,kau ingin menjadi detektif ?" tanya Serkan terkekeh.
" Aku penasaran bagaimana Alexi bisa berpisah dengan istrinya kemarin,padahal kata Ibu Kakak,perempuan itu gadis yang baik " Jawab Winda melihat Serkan.
" Ya,dan kau pun harus menjadi gadis yang baik agar jodohnya baik juga " Ujar Serkan lembut.
" Hehe iya Kak " Balas Winda malu.
" Ya udah Kakak berangkat ya " Kata Serkan pamit.
" Hm hati2 Kak " Kata Winda menyalami Serkan.
Lelaki itu tersenyum dan berjalan keluar.
" huhhh kalo aku jadi orang asing bakalan pusing kepala jika harus memilih antara Kak Serkan dan Alexi,keduanya sama2 tampan dan baik " Gumam Winda terkekeh.
" Kira2 ntar jodoh aku modelan gimana ya ?" Lanjut Winda penasaran.
❤❤❤
Guysss mana nih dukungan kalian,author kurang nutrisi Vote,Like,Coment nihh😭😭😭
__ADS_1
Bantuin dong biar tim author menang huhu