Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
TSJC Extra Part2 "Pernikahan Romi dan Silfa"


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Silfa dan Romi, setelah melalui proses yang panjang akhirnya mereka menikah.


Riko dan Citra pergi lebih awal ke gedung dimana acara pernikahan Romi dan Silfa diadakan, begitu juga dengan Anton dan Vivi, Kevin dan Indah.


Setelah mereka tiba di lokasi pernikahan, segera Citra, Indah dan Vivi menuju ruangan Silfa. Sementara para pria menuju ruangan Romi.


Para tamu undangan sudah berdatangan, dari kerabat serta keluarga Silfa dan Romi, begitupun dengan mitra bisnis dan orang-orang penting mereka.



Silfa dan Romi masih berdandan, setelah beberapa menit berdandan dan mengenakan gaun pengantin mereka, prosesi ijab qabul pun dimulai.


Terlihat Romi berjalan menuju podium dimana dia akan melakukan ijab qabul dengan dituntun oleh Riko yaitu sahabat yang sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri, setelah Romi tiba di podium, tidak lama kemudian Silfa pun juga menyusul Romi dengan dituntun oleh orang tua Silfa.


Setelah Silfa duduk di samping Romi, ijab qabul pun dimulai, Romi melakukan ijab qabul dengan sangat lantang karena sangat bersemangat, para tamu undanganpun dengan semangat berteriak mengatakan "Sah".


Setelah mereka melakukan ijab qabul dan Romi memasang cincin dijari manis Silfa, mereka kemudian naik kepelaminan yang sudah didekorasi sangat indah.



Resepsi pernikahan Romi dan Silfa berlangsung 2 sesi, sesi pertama didalam gedung dan sesi kedua di luar gedung yang bertema alam bebas.


Sesi pertama dilakukan dari pukul 10 hingga pukul 2 siang, sementara sesi kedua dilakukan pukul 4 sore hingga malam hari, dan sesi terakhir Romi dan Silfa mengkhususkan mengundang teman-teman alumni mereka, dari SD hingga perguruan tinggi, mereka menginginkan momen pernikahan mereka ini sebagai reuni untuk mereka, agar bisa berkumpul dan mengenang masa lalu mereka kembali.


Setelah sesi pertama selesai, Romi dan Silfa melakukan pemotretan sebelum akhirnya mereka kembali keruang ganti mereka masing-masing, untuk mengganti pakaian mereka untuk sesi kedua.


***


Diruang ganti Romi, terlihat Anton dan Arman heboh sendiri, mereka sibuk selfi untuk dibagikan ke sosmed mereka masing-masing.


"Kalian berdua itu ngga pernah berubah yah,, sampai kapan kalian akan terus seperti ini." ketus Riko merasa bosan melihat kedua sahabatnya yang urat malunya udah putus.


"Udalah Rik, biarkan saja mereka seperti itu." ucap Romi dan Riko hanya mangguk-mangguk.


"Ehh Rik, menurut lo apa rencana gue untuk memberi silfa kejutan akan berhasil? " tanya Romi merasa khawatir.


"Gue yakin 100% itu akan berhasil, dan gue yakin Silfa bakalan terharu banget dengan kejutan yang lo siapin." ucap Riko yakin membuat Romi terlihat puas.


"Ehh Rom, gimana rasanya sih udah punya istei?" celetuk Anton tiba-tiba membuat Romi dan Riko mengerutkan keningnya merasa herang dengan pertanyaan Anton.


"Kenapa lo nanya sama gue, gue juga ngga tau, secara belum juga sehari gue ngucapin ijab qobul, gue juga belum malem pertama juga. ehh lo malah nanya gimana rasanya punya istri, kenapa lo ngga nanya sama Riko, diakan lebih pengalaman." ketus Romi membuat Anton menatap Riko penuh harap.


"Kenapa sih lo pengen tau soal ini, lo juga udah pengen nikah?" tanya Riko dan Anton mangguk-mangguk.


"Pokoknya punya istri itu enak banget, apalagi saat malam,, beuhhh pokoknya mantep." ucap Riko yakin sambil tersenyum licik.


"Maksudnya gimana Rik?" tanya Anton pura-pura bego membuat Romi dan Riko menghela nafas mereka dengan kasar.


"Hal seperti ini ngga bisa dijelasin hanya dengan teori, harus dengan praktek baru lo bisa paham." ketus Riko.


"Tapi, jangan sampai lo melakukan praktek sebelum halal, itu ngga boleh." celetuk Arman tiba-tiba.


"Bener tuh kata Arman." ucap Romi menyetujui.


Disisi lain Kevin terlihat sibuk menelfon, dia juga sibuk mengurusi acara pernikahannya.


Sementara diruang ganti Silfa, Silfa sudah memakai gaun keduanya dan itu membuat Citra, Vivi dan Indah takjub karena Silfa sangat cantik dengan gaun itu.


"Kak Silfa cantik banget." puji Indah dengan mata berbinar-binar dan Vivi menyetujuinya.


"Terima kasih yah." ucap Silfa.


"Tenang aja Ndah, sebentar lagi kamu juga akan seperti ini kok." celetuk Citra dan Silfa menyetujui.


"Iya,, aku iri banget deh sama kalian semua, Citra udah nikah, Indah bentar lagi, sementara aku belum ada kepastian." ucap Vivi sedih.

__ADS_1


"Kamu sabar dong Vi, mungkin aja kak Anton belum ada persiapan, lagian hal yang seperti ini harus punya persiapan yang matang." ucap Citra menasehati Vivi.


"Iya Vi,, Citra bener." ucap Silfa lagi.


"Lagian yah, kamu ngga sendiri kok, kan masih ada Mita, dia kan masih jomblo." ketus Indah. Mendengar nama Mita mereka kembalu teringat dengan Mita yang sudah 1 minggu berada di Amerika.


"Aku kangen sama Mita, kalau dia disini, pasti dia yang paling heboh." ucap Vivi lirih mengingat Mita.


"Semalam dia nelfon aku." ucap Silfa membuat semua terkejut dan menatap Silfa menuntut.


"Dia hanya mengucapkan selamat atas pernikahan aku, itu aja. Setelah itu selesai." jelas Silfa membuat semuanya terlihat kecewa.


"Udah kalian ngga usah kecewa, mending kita foto bareng, habis itu kita kirim ke Mita." ucap Silfa menenangkan mereka.


Akhirnya merekapun berfoto bersama, lalu mengirim foto tersebut kedalam grup, tapi tidak ada tanggapan dari Mita karena Mita sedang sibuk kuliah.


Setelah itu mereka meminta Silfa untuk melakukan foto sendiri lalu kembali dikirim ke Mita.


Di ruang ganti Romi. Romi juga telah selesai mengganti setelan jasnya, mereka kemudian melakukan selfie seperti yang dilakukan para wanita.


Tiba-tiba saja Romi teringat dengan Mita, diapun kemudian mengirim pesan kepada Mita, bahwa dia sudah melakukan ijab qabul, sekarang dia sudah tidak lajang lagi, dia bukan perjaka tua lagi seperti yang di ejekkan Mita kepada Romi. Tapi Mita tidak melihat pesan Romi.


Dia kemudian meminta Kevin untuk memotretnya lalu mengirimnya ke Mita.


"Aku selalu tampan disegala sisi" caption foto tersebut.


***


Acara sesi kedua telah berlangsung, semua teman-teman mereka sudah berdatangan memenuhi lokasi tersebut, tidak lama kemudian Romi dan Silfa memasuki lokasi pernikahan.


Semua mata tersorot kepada raja dan ratu sehari ini, terpancar juga kebahagiaan dari raut wajah Silfa dan Romi.


Semua teman-temannya memberi ucapan selamat kepada mereka. Teman-teman dari alumni perguruan tinggi mereka merasa tidak percaya kenapa mereka bisa bersama.


Acara terus berlangsung hingga malam hari. Pada saat waktu menunjukkan pukul 9 malam, tiba-tiba saja lampu ditempat itu padam membuat semua tamu undangan terkejut begitupun dengan Silfa juga panik karena dia takut dengan kegelapan.


Ditengah kegelapan tersebut, tiba-tiba ribuan kembang api meletus diangkasa membuat semua tamu undangan begitupun Silfa terkejut.


Semuanya merasa terpesona dengan keindahan kembang api tersebut, saking terpesonanya mereka semua bergumam mengatakan "Wow".


Sementara mata Silfa tidak pernah berhenti menatap langit yang berwarna-warni karna kembang api tersebut disertai dengan senyuman diwajahnya.


Selama 5 menit kembang api itu terus meletus diangkasa, setelah 5 menit kembang api itu berakhir dengan diakhiri tulisan "Silfa I Love You" dia angkasa, melihat itu membuat semuanya tersenyum dan merasa iri dengan Silfa karena keromantisan Romi.


Silfa tidak menyadari ternyata Romi sudah tidak berada disampingnya sejak kembang api dimulai, Silfa baru menyadari saat Silfa berbalik dan ingin mengucapkan terima kasih kepada Romi tapi Romi sudah tidak ada.


Silfa mencari-cari Romi, tapi disaat yang bersamaan tiba-tiba sebuah layar besar menyala lalu menayangkan sebuah video yang sudah dipersiapkan oleh Romi.


Semua mata kembali tertuju kelayar tersebut begitupun dengan Silfa.


Silfa semakin fokus menatap layar tersebut, dia sudah tidak sabar melihat kejutan apa yang ingin Romi tunjukkan kepadanya.


Video itu pun mulai, dengan diawali sebuah tulisan.


"Wanita yang paling berharga setelah ibuku"


Setelah tulisan itu, 1 persatu muncul foto-foto Silfa dengan berbagai caption.


"Dia wanita yang imut." lalu muncul foto-foto Silfa saat bayi yang sangat imut.


"Dia wanita yang manis" Di caption foto foto Silfa saat masih SD.


"Dia wanita yang baik, polos dan manja"


"Dia wanita yang suka menangis." Foto Silfa yang sedang menangis di tampilkan dengan ekspresi yang lucu membuat semuanya tertawa.

__ADS_1


"Wanita yang polos dan lugu." foto waktu Silfa SMA di tampilkan membuat Silfa merasa malu.


"Wanita yang dewasa dan ceria" foto Silfa saat tertawa dengan gembira setelah kelulusannya dengan Romi berada dibelakang Silfa, menatap Silfa.


"Wahh, aku ngga nyangka ternyata kak Romi bisa semanis ini." puji Citra sambil senyum-senyum membuat Riko cemburu dan menatapnya sinis.


"Jadi maksud kamu, aku ngga manis gitu." ketus Riko cemburu.


"Kak Riko, aku itu ngga ngebandingin kak Riko dengan kak Romi, ini tu hal yang beda, aku muji kak Romi dalam hal dia memperlakukan kak Silfa." bantah Citra.


"Sama aja." ketus Riko masih belum terima, membuat Citra memutar bola matanya malas.


"Ngga dapet jatah." ancam Citra lalu kembali fokus menatap layar.


"Jangan gitu dong sayang, aku ngga cemburu kok." ucap Riko membujuk Citra karena takut tidak mendapat jatah. Membuat Citra merasa menang.


Silfa merasa penasaran, dimana Romi mendapatkan semua foto tersebut. Setelah tampilan foto selanjutnya Romi menampilkan sebuah Video.


"Dia selalu marah, dan saat dia marah singapun takut kepadanya." captionnya.


"Itu memang Silfa." ucap salah satu teman alumni Silfa yang berdiri didekat Silfa membenarkan tulisan tersebut sambil melirik Silfa dan membuat Silfa malu.


Tiba-tiba Video yang muncul adalah Video kegaduhan yang terjadi di kantor Riko, Saat itu ulang tahun Silfa.


"Itu... di kantor aku." ucap Riko terkejut saat melihat kantornya berantakan.


Di Video tersebut, Silfa terlihat bahagia karena semuanya memberi ucapan selamat kepadanya, ditengah-tengah kebahagiaannya tiba-tiba Romi melempari Silfa dengan kue diwajahnya membuat dia belepotan.


"Romiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii." teriak Silfa di dalam video tersebut membuat semuanya kembali tertawa.


Melihat hal itu membuat Silfa senyum-senyum sendiri begitupun dengan Romi. Setelah itu videopun berakhir dengan gambar masih wajah Silfa yang penuh dengan kue lalu kemudian lampu mulai menyala kembali.


"Ahhh.. ahhh..." ucap Romi diatas panggung menggunakan mikrofon lalu matapun tertuju kepadanya.


"Silfaaa.... ucap Romi sambil berjalan kearah Silfa.


"Aku sangat bersyukur setelah mengenal kamu. kenapa?


Romi terus berjalan kearah Silfa dengan menatap Silfa dalam begitupun dengan Silfa menatap mata Romi sangat dalam.


"Namaku Romi, orang tuaku meninggal disaat aku berumur 3 tahun, sejak saat itu aku menjadi yatim piatu, aku dirawat oleh nenekku sampai aku berumur 15 tahun lalu dia pergi juga meninggalkanku. setelah kepergiannya aku merasa sepertu akulah pria yang paling menyedihkan didunia ini, aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya kasih sayang orang tua terutama seorang ibu, bagaimana rasanya menceritakan berbagai hal kepada seorang ayah meskipun itu hal yang sepele." ucap Romi penuh penghayatan membuat semuanya terlihat sedih.


Mata Silfa berkaca-kaca mendengar perkataan Romi yang tidak pernah dia dengar sebelumnya.


Romi tiba dihadapan Silfa dan memegang tangan Silfa.


"Aku pernah berdoa kepada tuhan, aku meminta, agar dia memberikan kepadaku seseorang tempat aku bersandar dan berkeluh kesah. Dan Tuhan memberikannya. Sil, aku tidak tau kasih sayang seorang ibu seperti apa? tapi setelah aku mengenalmu aku merasakan kasih sayang itu dari kamu. Aku tidak pernah mendapat seseorang yang selalu mendengar cerita aku bahkan sampai larut malam sekalipun dari seorang ayah, tapi aku mendapatkannya dari kamu."


Perkataan Romi membuat Silfa meneteskan air matanya.


"Tetaplah disisiku, menjadi orang tua sekaligus kekasihku, selamanya." ucap Romi dan Silfa mengangguk lalu Romi tersenyum dan langsung memeluk Silfa dengan erat.


"Tapi aku selalu marahin kamu, apa itu ngga ppa?" tanya Silfa ditengah pelukannya membuat semuanya tertawa.


"Ngga ppa, itu adalah hal wajar seorang ibu memarahi anaknya." timpa Romi membuat Silfa tersenyum dan langsung mencubit perut Romi membuat Romi langsung mengeluh kesakitan dan melepaskan pelukannya.


Mereka saling bertatapan dengan penuh cinta, lalu perlahan Romi mendekatkan wajahnya kepada Silfa untuk mencium bibir Silfa.


"Mmmm, aku iri sama mereka." gumam Vivi dan Anton hanya pura-pura tidak mendengar.


Indah dan Kevin hanya tersenyum. Sementara Citra sudah malu sendiri karena bucin.


***


Bersambung... Tunggu Extra part selanjutnya yahh.

__ADS_1


__ADS_2