Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
547


__ADS_3

Malam ini suasana sedikit hangat,kekeluargaan begitu terasa disebuah rumah kecil yang baru dimiliki dalam beberapa hari.


Yap tepat hari ini,Restu berhasil mendapatkan 1 unit rumah sederhana dengan beberapa perabotan didalamnya seperti kasur baru,lemari dan kulkas serta kompor beserta isi dapur.


Lelaki itu begitu berjuang mewujudkan cita2 nya untuk mendapatkan tempat tinggal yg layak buat istri dan anak tercinta.


" Mas ini beneran rumah kita ?" tanya Winda merasa takjub.


" Iya Yank,ini beneran rumah kita tapi belum aku cat " Jawab Restu tersenyum.


" Alhamdulillah Yank,ini aja udah bersyukur banget " kata Winda girang.


" Iya,alhamdulillah ya sekarang kita dah ngak ngerpotin Kakek dan Nenek lagi " Balas Restu.


" Hehe iya Yank,dan kita juga bisa lebih leluasa " kata Winda bersemu.


Restu tersenyum geli menyenggol lengan wanita tersebut.


" Pa " panggil Nur menarik baju Restu.


" Iya sayang " Jawab Restu menunduk.


" Kamal Nul dimana ?" Tanya Nur polos.


" Hm kamar Nur ada dipaling depan " Jawab Restu menunjuk dengan jarinya.


" Kenapa didepan ?" Tanya Nur mengernyit.


" Hm karna Nur anak gadis Papa,jadi kamar Nur berada didepan " Jawab Restu ramah.


" Kalo Nul gak gadis lagi ?" Tanya Nur polos.


" Hah " Pekik Winda dan Restu bersamaan.


Nur makin mengernyit dengan kekagetan orang tuanya.


" Hm ya tetap didepan " Jawab Restu menggaruk kepala.


Winda terkekeh geli,Nur mulai banyak bertanya sejak bergaul dengan Sutar dan Restu tempo lalu,kadang Winda sendiri juga bingung menjawab pertanyaan nyeleneh anaknya.


" Ya udah Nul mau kesana dulu " Kata Nur berpamitan.


Restu mengangguk seraya memperhatikan gerak gerik putrinya.


" Gak papa Mas aman kok,Nur cuma bertanya doang " kata Winda menegur.


" Kenapa pertanyaan nya horor Yank,aku takut " Ucap Restu merinding.


" Biasalah dia kan gak tau arti yg ia omongin " kata Winda lembut.


" kamu harus jaga Nur baik2 loh,jangan sampe dia dijahatin orang " kata Restu tegas.


" Iya Mas " kata Winda gemas.


Restu mencoba tenang,Nur makin kesini makin membuatnya berpikir yg aneh2.


" Oh iya Mas " kata Winda teringat.


" Iya kenapa ?" tanya Restu menarik kursi.


" Hm Nur udah ngasih tau kamu belum ?" Tanya Winda memainkan jarinya.


" Apa ?" tanya Restu tak paham.


" Hm anu Mas itu loh " Jawab Winda malu2.


" Apa Yank ?" tanya Restu makin bingung.

__ADS_1


" Hm Itu Mas Nur mau adik " Jawab Winda menutup wajahnya.


" Hah !" pekik Restu terkejut.


" Duhhh aku maluuuu " kata Winda bersemu.


" Nur minta adik ?" Ulang Restu syok.


" Iya,dia minta itu sama aku,kemarin juga dia ngadu sama Sutar dan Suci loh kalo dia bakal punya adik baru yg cakep,huh aku rasanya pengen tenggelem aja " kata Winda mengingat.


" Masa sih ?" tanya Restu terkekeh.


" Iya Mas,tau gak aku bahkan jadi bahan bulian dirumahnya Ayah Romi " Jawab Winda malu.


" astaga Yankkk,terus Sutar sama Suci gimana reaksinya ?" Tanya Restu penasaran.


" Mereka juga gak mau kalah saing hahaha,Alexi baru pulang kerja dipaksa Suci buat bikinin Adek untuk dia loh,sampe bikin Salsa hampir jantungan " Kata Winda tertawa.


" Masa sih Yank hahahah " Kata Restu tertawa ngakak.


" Iya Mas,kalo Sutar lain lagi,bocah itu menunda permintaannya karna Bang Serkan lagi keluar kota " Lanjut Winda terkekeh.


" Hahahahahha mereka ada2 aja deh Yank " Kata Restu antusias.


" Banget Yank,Nenek aja sampe bengek tertawa " Kata Winda tersenyum geli.


" Huh kayaknya kalo Nur sering ketemu mereka bakal nular tuh " Kata Restu ngeri.


" Iya,mereka cepet akurnya Mas walaupun ya kadang berkelahi juga " Kata Winda menghela nafas.


" Namanya juga anak2 Yank " kata Restu paham.


Winda mengangguk tersenyum dan mengalungkan tangannya dileher Restu.


" Jadi gimana ?" Tanya Winda malu.


" Apanya ?" tanya Restu.


" Hehe emang siap lahiran lagi ?" tanya Restu.


" Ya mau gak mau lah " Jawab Winda.


" Nanti kayak dulu lagi gimana ? aku rasanya trauma banget lihat kamu nahan sakit " Kata Restu sedih.


" Mas,melahirkan seorang anak kedunia itu mulia loh,bahkan bisa hapusin dosa aku " Kata Winda lembut.


" Tapi itu bertarung nyawa Yank,kamu gak inget dulu pernah koma pas lahirin Nur " Kata Restu lembut.


" Itu udah kewajiban aku Mas,kalau Tuhan udah berkehendak ya mau gimana lagi,walaupun meninggal dalam proses melahirkan pun itu masuk mati syahid loh,aku dapat pahala dan surganya Tuhan " Ucap Winda menenangkan.


Restu menghela nafas panjang,ia sebagai suami juga sebenarnya ingin punya anak banyak biar rumahnya terasa ramai,tapi jika mengingat bagaimana perjuangan mereka dulu membuat Restu mengurungkan niat,ia takut kehilangan sang istri atau anaknya atau juga kedua2nya dalam waktu bersamaan.


Restu merasa bisa gila jika itu terjadi kepadanya nanti.


" Dah ah jangan inget yg buruk2nya,mending kita lets go aja " Kata Winda mengalihkan.


" Kamu serius ?" tanya Restu menyelisik.


" Iya sayang,ini demi masa depan kita juga " Kata Winda tersenyum manis.


" Deal ya ?" Tanya Restu menyodorkan tangannya.


" Cupppppp....Deal sayang " Jawab Winda mengecup bibir lelaki itu.


Restu terkekeh geli,lelaki itu pun bangun dan menggendong istrinya ketempat exsekusi.


" Oh iya sebelum mulai mending Nur ditidurin dulu gih " Kata Winda teringat anaknya.

__ADS_1


" Oh iya,ya udah aku kesana dulu cek dia " Kata Restu bangun.


Winda mengangguk,lelaki itu mengecup kening Winda dan berjalan menjauh.


" Huhhhh Mas Restuu selalu aja bisa bikin aku klepek2 " Gumam Winda memegang wajahnya.


" Hm biar cepet jadi mending aku bikin ramuan dulu " Lanjut Winda terkekeh geli.


Tanpa basa basi,wanita itu langsung berlari kedapurnya menyiapkan bahan2.


Dikamar Nur,Restu melihat sang putri sedang menulis sesuatu di meja kecil samping nakas.


" Anak Papa lagi ngapain ?" tanya Restu mendekat.


Nur menoleh dan menutup kertasnya.


" Itu apa sayang ?" tanya Restu mengintip.


" Ini lahasia " Jawab Nur menyembunyikan dipunggungnya.


" Gak mau kasih tau Papa ?" Tanya Restu mengkrucut.


" Nul malu Pa " Jawab Nur menunduk.


" Kenapa malu sayang ?" tanya Restu mengernyit.


" Hm Nul balu bisa menggambal " Jawab Nur terus menunduk.


" Wah anak Papa udah bisa gambar ?" tanya Restu.


Nur mengangguk pelan.


" Kamu gambar apa ? coba Papa lihat " Kata Restu membujuk.


Nur masih diam melihat wajah Restu,lelaki itu tersenyum manis agar anaknya melemah.


" Tapi jangan diketawain ya Pa " Kata Nur melas.


" Iya sayang,Papa gak bakal hujat gambar kamu kok " Jawab Restu lembut.


Nur memberikan gambarnya dengan gerakan pelan,Restu tersenyum manis dan melihat gambar tersebut.


" Ini apa ?" tanya Restu mengernyit.


" Hm ini gambal aku " jawab Nur menunjuk gambar anak kecil dengan kuncir 2.


" Terus ini siapa ?" tanya Restu menunjuk gambar pria menggendong bayi ditangannya.


" Ini Papa dan adik " Jawab Nur.


" Terus Mama mana ?" tanya Restu.


" Mama ?" ulang Nur.


" Iya kok gambar Mama gak ada ?" tanya Restu menyelisik.


" Hmmm Mama gimana gambalnya Pa ?" Tanya Nur polos.


Restu tersenyum kecil dan mengusap kepala gadis itu lembut.


" Sini Papa gambarin " Kata Restu mengambil pensil anaknya.


Nur menyerahkan dan melihat Restu mulai melukis.


" Kenapa Mama jauhan Pa ?" tanya Nur mulai protes.


Restu hanya diam dan memberikan senyum manis di bibir sang Mama.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2