
Disebuah kamar seorang perempuan terbangun dengan tubuh yang hanya diselimuti kain tebal.
Wanita itu bangun kaget dan terbelalak melihat dirinya tak memakai apapun.
" Astaga " Kata Winda langsung menutupi tubuhnya.
" Mana Samuel ? apa dia meninggalkan ku sendiri disini ?" Gumam Winda kesal.
Perempuan itu diam sejenak berpikir apa yang sedang terjadi kepadanya,hingga sedikit cuplikan terlintas dikepalanya.
" Astaga dia memang sudah gila " Ucap Winda menggeleng pelan.
Wanita itu teringat Samuel membuatnya pingsan tadi saat tak sanggup lagi maledeni hasrat pria itu.
Samuel berbeda dari biasanya,lelaki itu sedikit bermain kasar membuat Winda kesakitan dan tak sanggup mengimbang lagi.
" Aku harus bangun dan menemui pria itu " Gumam Winda yakin.
Dengan mengumpulkan tenaganya,perempuan itu bangun dan melangkah tertatih kekamar mandi.
Bahkan kakinya terasa gemetaran menahan sakit dipinggang bagian bawah.
Winda membersihkan dirinya dan keluar dari kamar dengan baju yang ia bawa.
Beruntung perempuan itu membawa baju ganti,kalau tidak Winda tak tau lagi harus bagaimana.
Ceklekk..
Pintu kamar terbuka,manik wanita itu melihat sekeliling dan mendapati situasi sepi tak ada siapapun.
" Kemana Sam ?" gumam Winda heran.
Winda terus berjalan menyelisik ruangan yang sangat besar tersebut jika hanya didiami seorang diri.
Perempuan itu melihat kursi kebesaran Samuel dan merasa sangat malu.
Winda ingat disana sang suami menggauli dirinya tanpa henti dengan hentakan yang cukup kencang.
" Aku harus pergi dari sini " Gumam Winda yakin.
Perempuan itu mengintip keluar dan kaget melihat 2 orang pria berpakaian serba hitam berdiri disana menghadap dirinya.
" Silahkan menunggu didalam Nona,anda dilarang keluar " Ucap salah satu dari pria tersebut sopan.
" Mana Samuel ?" tanya Winda pelan.
" Pak Samuel sedang meeting bersama Bos besar,harap masuk kembali "
" Tapi aku lapar,tak ada yang bisa dimakan didalam sini " Kata Winda tak enak.
" Kami akan pesankan " Balas pria itu ramah.
Winda mengangguk dan kembali menutup pintu ruangan.
" Apa2an dia kenapa aku dijaga seperti tahanan " Gumam Winda heran.
Dengan wajah kesal dan tubuh pegal,wanita itu pun duduk disofa dengan gerutuan kecil.
Disebuah ruangan seorang pria duduk tenang mendengarkan penjelasan sang Kakek yang begitu pandai dalam berkata2.
__ADS_1
" Nanti kirimkan semua laporannya ke cucu saya untuk diperiksa " Ucap Zaki menunjuk Samuel.
" Baik Pak,kami akan melaksakannya dengan cepat " balas tertinggi disana menyanggupi.
" Baiklah,jika ada kendala hubungi Rafael dia juga bertanggung jawab dalam proyek ini " Kata Zaki menunjuk menantunya.
Rafael tersenyum kecil memberi sapaan kepada karyawan.
" Kami sudah mengirimkan soft copynya ke alamat bapak,mohon diperiksa dulu untuk mengetahui detail " Balas seorang perempuan berpakaian rapi.
" Ya saya sudah melihat sebagaian,itu harus di pelajari dulu baru bisa mengambil keputusan " Balas Rafael tenang.
Semua orang mengangguk setuju,Zaki menganggukan kepalanya melihat respon Samuel mulai paham kemana jalan cerita perusahaan yang ia rintis.
" Baiklah jika sudah tak ada lagi pertanyaan,meeting selesai " Ucap Zaki berdiri.
" Ya Pak terima kasih " Balas para karyawan penting disana.
Beberapa orang langsung bubar,Samuel masih diam ditempatnya melihat beberapa berkas yang diberi oleh pegawai.
" Ini yang harus kamu kerjakan mulai sekarang " Kata Zaki tegas.
" Aku belum bisa sepenuhnya Kek " Balas Samuel jujur.
" Belajar dulu,nanti Papa mu yang akan membantu " Kata Zaki tenang.
" Baiklah " balas Samuel paham.
" Raf,ikut Papa keruangan " Ujar Zaki kepada Rafael.
Lelaki itu mengangguk dan mengikuti langkah mertuanya.
" astaga,sepertinya ini akan sulit " Gumam Samuel mengacak rambut kesal.
" Aku lebih baik bermain dengan oli dan tank daripada berhubungan dengan angka " Lanjut Samuel frustasi.
Lelaki itu pun bangun dan berjalan keluar melanjutkan pekerjaannya yang masih segudang.
Disebuah rumah seorang pria terlihat tak berdaya dikeroki oleh istrinya.
Hari ini Alexi pulang cepat lantaran merasa tak enak badan.
Sesampainya dirumah bukannya diberi obat,sang istri malah mengambil gelas dan minyak angin menyuruh dirinya membuka baju.
Alexi sempat menolak tapi kekuatannya kalah jauh dengan perempuan itu apalagi ada pendukung yang begitu besar membuat lelaki perkasa itu kalah telak.
" Gak usah maju2 napa !" Ucap Salsa menarik pinggang Alexi mundur.
" sakit Yank huhuhu " Kata Alexi menangis bombay.
" Makanya kalo tidur itu pake baju,ini Ac diatas kepala malah ditantang !" Gerutu Salsa kesal sambil menggosok gelas ke punggung sang suami.
Alexi diam menunduk,memang beberapa hari ini ia selalu merasa kepanasan bukan karna cuaca extrim lantaran karna sang istri tak bisa disentuh saat dirinya ingin bercocok tanam.
Yuni duduk didepan pasangan itu seraya memakan camilan yang ia buat.
Wanita itu kini merasa tenang dan tak panikan lagi jika anaknya sakit,karna sudah ada pengganti yang akan mengurus Alexi.
" Ibu tolonngg " Rengek Alexi memelas.
__ADS_1
" Sebelah situ belum Sa " Ucap Yuni menunjuk punggung sebelah Alexi.
" Aaaaaa gak mauuuuu " Pekik Alexi meronta.
Salsa mengulum senyum,mengurus Alexi sakit seperti mengurus bocah 5 tahun yang sangat nakal.
Pria itu akan berubah 80% jika sedang merasa tak enak badan,tingkat kemanjaan Alexi pun meningkat drastis..
" Cepat " Kata Salsa mengambil posisi mengepit pinggang lelaki itu dengan kakinya.
" Yank ini kdrt loh,aku bisa laporin kamu ke polisi !" Ancam Alexi.
" Bodo " Jawab Salsa memutar mata.
" Cepetan Lex nanti anginnya masuk lagi " Kata Yuni gemas.
" Gak ada angin2an,minum obat juga minggat " Kata Alexi kesal.
" Cepetan,kamu mau Ibu yang kerok ?" tanya Yuni garang.
" Hah jangaaan " Pekik Alexi terbelakak.
Lelaki itu sontak mundur kebelakang,Salsa mati2an menahan tawa.
Perempuan itu merasa terhibur dengan drama suaminya yang sangat takut kepada sang mertua.
" Lagi Sa,sampe merah " Kata Yuni kembali menyilang kaki.
" siap Bu " Jawab Salsa semangat.
" Pelan2 sayang,aku dendeman loh " Cicit Alexi pelan.
" Bu Alexi ngancem " Kata Salsa mengadu.
" Gak ada Bu,astagfirullah aku difitnah " Kata Alexi kelabakan.
" Awas aja kamu !" Kata Yuni melototkan matanya.
Bibir Alexi mengkrucut,hari ini lelaki itu begitu apes berhadapan dengan 2 wanita yang ia cintai.
Tangan Salsa kembali turun lapangan,Alexi memeluk bantal dengan erat mengalihkan rasa sakit dipunggungnya.
Yuni diam2 memvidio aktifitas anak menantunya,sudah lama sekali Yuni tak melihat Alexi menangis seperti saat ini.
" Ahhh aku merindukan anak2 ku saat masih kecil " Batin Yuni menghela nafas panjang.
Hampir 15 menit berlalu,akhirnya masa pengobatan selesai,Alexi tepar dengan posisi tengkurap.
Salsa dengan sabar memakaikan baju ketubuh suaminya dan memberi pijatan menenangkan.
" Biarin aja dia disini dulu " Kata Yuni pelan.
Salsa mengangguk,kedua perempuan itu pun bangun berjalan kedapur.
Salsa menyiapkan makan siang untuk suami tercintanya meski Alexi mengaduh tak ingin makan apapun.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1