
Setelah mereka makan makanan utama, Riko kemudian memesankan Citra ice cream coklat kesukaannya dengan porsi jumbo sesuai keinginan Citra.
Tidak lama kemudian pesanan Citra pun datang, Citra segera menyantap ice cream itu.
Riko hanya menatap Citra yang makan dengan lahap, kemudian dia kembali memikirkan bagaimana Citra bisa di mall, dan bersama siapa.
"Sayang, tadi kamu kesini sama siapa?" tanya Riko.
"Sama mama Ayu dan mamaku kak." ucap Citra tanpa menatap Riko dia hanya fokus makan ice cream.
Riko terkejut dengan pengakuan Citra.
"Terus mama sama mama Ratna dimana sekarang?" tanya Riko lagi. karna pasti sekarang mereka pusing nyariin Citra.
Kenyataannya mama Ayu dan mama Ratna sama sekali tidak menyadari kalau Citra tidak ada, mereka hanya sibuk perawatan di salon milik teman mama Ayu.
Rikopun menelfon mamanya, untuk memberitahu bahwa Citra bersamanya.
"Halo nak." ucap mama Ayu di seberang telfon.
"Halo mah,, aku mau bilang sama mama kalau Citra sama aku." ucap Riko.
"Humm Citra?" gumamnya sambil mencari-cari Citra di dekatnya dan tidak ada, dan dia baru menyadari.
"Ohh iya nak,, kalian bersenang-senanglah." ucap mama Ayu sedikit canggung karna bagaimana mungkin dia tidak sadar bahwa Citra sudah tidak bersamanya.
"Ya udah mah,, Riko matiin" ucap Riko lalu memutuskan sambungan telfon, sementara Citra hanya sesekali melirik Riko menelfon sambil makan ice cream.
Setelah menelfon, Rikopun ingin mencoba ice cream Citra, tapi saat Riko melirik wadah ice cream Citra sudah kosong membuat dia kecewa.
"Ice creamnya udah habis, buat aku mana." ucap Riko kecewa.
"Kak Riko juga mau? aku fikir kak Riko ngga mau makanya aku habisin,, ya udah kalau kak Riko pengen tinggal pesan lagi." ucap Citra lalu mencoba ingin memanggil pelayan, tapi Riko sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Citra dan memegang dagu Citra agar menghadap ke wajahnya.
"Ngga usah.." ucap Riko menatap wajah Citra yang jaraknya sudah lima centimeter.
"Hmmm... gumam Citra bingung, seketika Riko langsung mengecup bibir Citra dan merasakan bekas ice cream di bibir Citra.
Citra terkejut dengan tindakan Riko dan hanya melototkan matanya.
__ADS_1
"Hmmm, Rasa Coklat." ucap Riko setelah mengecup bibir Citra dan kembali duduk.
Semua orang yang berada di tempat itu melihat ke arah mereka, ada yang cemburu melihat adegan mesra mereka dan ada juga yang merasa risih dengan tindakan mereka.
"Kak Riko kenapa melakukan itu? " ucap Citra canggung saat semua mata tertuju ke mereka sambil memukul lengan Riko.
"Apa?" tanya Riko bingung, karna dia tidak memperhatikan sekelilingnya dia hanya cuek.
"Semua orang melihat kita kak." gerutu Citra lagi.
"Biarkan saja mereka melihat kita, mereka kan punya mata." ketus Riko cuek.
"Bukan begitu kak, tapi aku malu." ucap Citra lagi sambil menunduk karna orang-orang masih menatapnya, terutama cewek-cewek jomblo yang syirik.
"Kamu kenapa malu sayang,, kita kan suami istri, jadi masa bodoh dengan mereka." ucap Riko lembut sambil mengelus pipi Citra dan tersenyum, Citrapun membalas senyuman Riko.
"Ya udah sekarang kita pergi dari sini." ajak Riko lalu berdiri sambil menggenggam tangan istrinya.
Mereka pun meninggalkan tempat itu, sambil bergandengan tangan, tanpa memperdulikan orang-orang syirik yang terus menatap mereka.
Next...
Di saat Romi terus memandangi Silfa, perlahan-lahan Silfa membuka matanya dan menyadari bahwa Romi sedang menatapnya, Romi yang melihat Silfa terbangun segera memalingkan pandangannya dari Silfa.
"Akhirnya bangun juga." gumam Romi.
Silfa yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya karna baru bangun tidur, berusaha untuk duduk sambil menatap Romi sinis.
"Sorry tadi gue ketiduran." ketus Silfa.
"Ketiduran sampai 2 jam." ketus Romi lagi.
"Hah,, jadi gue udah tidur selama 2 jam,, dan lo dari tadi disitu ngeliatin gue tidur." teriak Silfa terkejut saat mengetahui dirinya tidur terlalu lama dan Romi terus memandanginya saat tidur.
Romi yamg merasa heran dengan ekspresi Silfa hanya mengangguk.
"Gawat, gimana model gue saat tidur yahh,, apa gue ngga ngorok, apa gue ngga ileran." Batin Silfa sambil mengusap wajahnya, dan menghapus pinggir bibirnya jangan sampai dia beneran ileran, kan gawat. batinnya menggerutu panik.
Romi hanya menatap Silfa dengan tatapan aneh.
__ADS_1
"Udah lo ngga usah khawatir, gue ngga akan ngejek lo dengan model tidur lo yang berantakan." ucap Romi berbohong, karna sebenarnya Silfa tidurnya sangat tenang dan Romi hanya terus menatap wajah Silfa yang sedang tidur.
"Iiihh, lo tuh apa-apaan sih, mendingan sekarang lo pulang sono, keluar dari rumah gue." teriak Silfa kesal dengan Romi sambil melemparkan bantal ke Romi.
"Iya, gue akan balik,, siapa juga yang mau lama-lama tinggal sama cewek ileran kayak lo." ejek Romi lagi sambil tertawa.
Mendengar ejekan Romi, membuat Silfa semakin malu dan marah. Silfa terus melempari Romi bantal sambil terus berteriak menyuruh Romi pulang.
"Iya gue balik,, ngga usah lempar bantal kayak gini dong." ucap Romi sambil mengembalikan bantal itu ke tempat tidur Silfa.
Romi hanya cengengesan melihat Silfa yang menatapnya sinis dengan wajah memerah karna malu.
"Buburnya jangan lupa di makan, terus obatnya jangan lupa di minum, terus istirahat yang cukup, biar cepet sembuh." ucap Romi mengingatkan yang sudah berada di ambang pintu kamar Silfa, hendak keluar.
"Iyeeee,, gue tau, ngga usah sok perhatian." ketus Silfa menatap Romi sinis.
Romi pun tersenyum lembut ke arah Silfa lalu meninggalkan Silfa menuju mobilnya.
Setelah Silfa mendengar suara mobil Romi yang sudah meninggalkan rumahnya, diapun menutup wajahnya sambil mengacak-acak rambutnya karna malu saat Romi mengatakan bahwa tidurnya berantakan, bahkan Romi mengejeknya ileran.
"Ihhhh, harusnya dia ngga usah jujur, kalau gue ileran." gumam Silfa malu.
Next...
Riko membawa Citra ke sebuah kafe dekat rumah sakit, Citra merasa aneh, kenapa Riko mengajakn dia ke kafe padahal tadi dia sudah makam ice cream di mall tadi.
"Kita ngapain kesini kak? kita pulang aja yuk, aku udah capek." pinta Citra.
"Bentar ya sayang, aku mau kenalin kamu sama seseorang." bujuk Riko sambil mengelus pipi istrinya lembut.
Citra pun bersabar dan menunggu seseorang yang akan di perkenalkan Riko kepadanya, Citra menunggu sambil melihat-lihat menu kafe tersebut, meskipun dia tidak ingin memesan, setidaknya itu bisa menghilangkan sedikit kebosanannya.
Tidak lama kemudian seorang wanita muda berjalan masuk ke dalam kafe.
"Hay Rik." sapa wanita itu kepada Riko. Dan Riko pun tersenyum saat melihat wanita itu.
Citra yang mendengar suara itu, kemudian melirik wanita itu dan terkejut saat dia melihat ternyata wanita itu adalah Rani.
"Kak Rani. Jadi orang yang mau kak Riko kenalin ke aku kak Rani. haa gawat.." batin Citra panik kemudian menutupi wajahnya dengan daftar menu.
__ADS_1
Citra merasa tidak enak dengan Rani, karna sudah membohinginya waktu itu.